Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMBELAJARAN BERBASIS LESSON STUDY FOR LEARNING COMMUNITY DI PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FKIP UNIVERSITAS MATARAM Jurnal Pepadu; Siti Rohana Hariana I; Syaiful Musaddat; Saharudin Saharudin; Muh. Khairussibyan; Rahmad Hidayat
Jurnal Pepadu Vol 2 No 3 (2021): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v2i3.2219

Abstract

ABSTRAK Hasil observasi awal menunjukkan bahwa terdapat beberapa kekurangan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh dosen muda (dosen baru) di prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram. Kekurangan-kekurangan dimaksud antara lain berupa: Pertama, RPS yang digunakan mengajar merupakan adopsi utuh atau copy paste dari RPS beberapa tahun sebelumnya tanpa disesuaikan dengan situasi dan kondisi mahasiswa serta hasil pengembangan RPS mutakhir dari Lembaga Penjamin Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unram. Kedua, RPS yang disusun belum rinci dan tidak dilengkapi dengan Rencana Tugas Mahasiswa (RTM) serta instrumen penilaian. Ketiga, dalam hal pelaksanaan pembelajaran, dosen muda (baru) masih belum banyak menggunakan sumber belajar yang variatif sehingga pembelajaran terkesan membosankan. Oleh karena itu, pembinaan terhadap dosen muda di prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia harus terus dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. Dalam hal ini, dosen muda (baru) akan dilatih merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan pola Lesson Study for Learning Community. Lesson study ini menggunakan metode siklus yang terdiri dari siklus I dan siklus II. Siklus I dimulai dari tanggal 1 Oktober dan siklus II dimulai pada tanggal 1 November 2020. Hambatan dan kekurangan pada siklus I lebih banyak disebabkan oleh metode pembelajaran daring. Hambatan dan kekurangan tersebut berhasil dicarikan solusinya pada siklus II.
Kesalahan Berbahasa dalam Modul I Bahasa Indonesia PPG Dalam Jabatan Tahun 2020 Rahmad Hidayat
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbs.v9i2.112391

Abstract

This research is here to explain several forms of errors in the material module of the Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Tahun 2020. Research on the analysis of language errors in the PPG module has never been carried out.  In data collection, used the Listening method with the Note Technique.  The data are recorded in such a way in tabulations.  In analyzing the data, the Intralingual Matching method was used with HBS and HBB techniques. HBS and HBB techniques are realized by comparing between language data and applicable rules.  Furthermore, deviant linguistic data are classified based on the types of violations against linguistic rules and theories.  The presentation of the results of data analysis in this study is based on the taxonomy of linguistic categories in language error analysis.  The results showed that in the module I PPG Dalam Jabatan Tahun 2020 there were spelling errors in the form of punctuation errors, capital letters errors, italicization errors, and word writing errors; morphological errors in the form of word formation errors and word non-conformity; syntactic errors in the form of misuse of conjunctor and ineffective sentences.
Idiosinkrasi Penggunaan Prefiks meng- oleh Penutur Bahasa Indonesia: Idiosyncratic Use of Prefix meng- by Indonesian Speakers Sabila; I Nyoman Sudika; Rahmad Hidayat
Jurnal Bastrindo Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v4i1.858

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan memaparkan bentuk-bentuk idiosinkrasi penggunaan prefiks meng- oleh penutur bahasa Indonesia di media sosial Tiktok. Bentuk-bentuk idiosinkrasi tersebut merupakan penyimpangan dalam konteks berbahasa Indonesia yang benar. Karena melibatkan prefiks, penyimpangan terjadi pada tataran morfologi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian dikumpulkan menggunakan metode simak dan metode dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode padan intralingual dengan teknik hubung banding menyamakan (HBS) dan hubung banding membedakan (HBB). Penyajian hasil analisis menggunakan metode formal dan informal. Data idiosinkrasi penggunaan prefiks meng- yang ditemukan berjumlah 40 bentuk yang terdiri atas 20 bentuk idiosinkrasi penggunaan prefiks meng- yang melekat pada kata dasar yang berkategori verba dan 20 bentuk idiosinkrasi penggunaan prefiks meng- yang melekat pada kata dasar yang berkategori adjektiva. Bentuk-bentuk idiosinkrasi ini memperlihatkan penyimpangan kaidah pembentukan kata, penyimpangan makna hasil bentukan, dan penyimpangan fungsi hasil bentukan. Abstract: This study aims to describe forms of idiosyncratic use of the prefix meng- by Indonesian speakers on Tiktok social media. These idiosyncratic forms are deviations in the context of correct Indonesian. Since it involves prefixes, deviations occur at the morphological level. This research is a descriptive-qualitative-research. The research data was collected using the observation method and the documentation method. The data were analyzed using the intralingual equivalent method with the same comparative comparison (HBS) and differential comparison (HBB) techniques. Presentation of the results of the analysis using formal and informal methods. The idiosyncratic data on the use of the prefix meng- were found to be 40 forms consisting of 20 idiosyncratic forms of the use of the prefix meng- attached to base words which are categorized as verbs and 20 idiosyncratic forms of the use of prefix meng- attached to base words which are categorized as adjectives. These forms of idiosyncrasy show deviations from the rules of word formation, deviations from the meanings formed, and deviations from the functions formed.
TINGKAT PENGUASAAN KAIDAH BAHASA INDONESIA MAHASISWA BARU PERGURUAN TINGGI Rahmad Hidayat; Mochammad Asyhar; Siti Rohana Hariana Intiana; Syamsinas Jafar; Syaiful Musaddat
MABASAN Vol. 17 No. 1 (2023): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v17i1.713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat penguasaan kaidah bahasa Indonesia mahasiswa baru. Berdasarkan tingkat penguasaan kaidah, didapatkan tipe-tipe kaidah kebahasaan tertentu yang belum dan sudah dikuasai oleh mahasiswa. Selanjutnya, tipe-tipe kaidah kebahasaan dapat menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi tindak lanjut pembelajaran MKWK Bahasa Indonesia di perguruan tinggi, khususnya materi kaidah kebahasaan. Terkait metode penelitian, pada tahapan pengumpulan data, digunakan teknik evaluasi menggunakan tes melalui Google Form secara luring dengan instrumen soal bermode benar-salah berjumlah 75 butir soal. Pada tahap analisis data, persentase rata-rata skor hasil tes masing-masing kelompok kaidah kebahasan dikonversi ke kategori tingkat kemahiran berbahasa UKBI. Dalam pada itu, tipe kaidah kebahasaan yang sudah dikuasai dan belum dikuasai ditentukan berdasarkan persentase standar ketuntasan klasikal. Pada tahap penyajian hasil analisis data, hasil penelitian dideskripsikan dan diuraikan menggunakan metode formal dan metode informal. Hasil penelitian menyatakan rata-rata tingkat penguasaan kaidah bahasa Indonesia mahasiswa sebesar 49,28% (Marginal) dengan perincian 52,75% tingkat penguasaan kaidah ejaan (Semenjana), 55,93% tingkat penguasaan kaidah bentuk dan pilihan kata (Semenjana), dan 39,19% tingkat penguasaan kaidah kalimat (Terbatas).