Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Dialektika Hukum dan Moral dalam Perspektif Sosiologis: Pengaruh Timbal Balik dalam Pembentukan dan Penegakan Hukum Mario Fahmi Syahrial; Handaru Indrian Sasmito Adi
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.68

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan dialektis antara hukum dan moralitas dari perspektif sosiologis, dengan fokus pada pengaruh timbal balik dalam pembentukan dan penegakan hukum. Moralitas, yang terdiri dari nilai-nilai sosial seperti keadilan dan kebajikan, berperan sebagai landasan etis dalam pembuatan hukum, sementara hukum berfungsi untuk menginstitusionalisasi dan memperkuat norma-norma moral yang ada dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, melibatkan analisis isi terhadap literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum yang efektif tidak hanya harus sah secara legal, tetapi juga harus mencerminkan nilai-nilai moral yang diterima dalam masyarakat. Sebaliknya, hukum juga memiliki peran signifikan dalam membentuk dan mengubah moralitas sosial, menciptakan tatanan sosial yang lebih stabil dan kohesif. Penelitian ini menyoroti pentingnya hukum yang adaptif dan responsif terhadap perubahan nilai-nilai moral dalam masyarakat yang semakin kompleks.
Modal Sosial dan Persepsi Penggunaan AI dalam Pembelajaran: Pendekatan Fenomenologi pada Mahasiswa Program Studi PPKn Mario Fahmi Syahrial
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa PPKn terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran serta menganalisis bagaimana modal sosial membentuk pemaknaan mereka terhadap teknologi tersebut. Latar belakang penelitian ini berangkat dari semakin meluasnya integrasi AI dalam dunia pendidikan yang tidak hanya menghadirkan peluang inovasi, tetapi juga menimbulkan tantangan etika, sosial, dan pedagogis, khususnya dalam pembelajaran berbasis nilai seperti PPKn. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman mahasiswa melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dengan analisis mengacu pada Social Capital Theory Bourdieu yang menekankan dimensi jaringan, norma, dan kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang AI sebagai alat bantu pragmatis yang memberikan kemudahan instan, namun secara bersamaan menciptakan ketergantungan yang berdampak pada menurunnya kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta ketertarikan terhadap literatur cetak. Modal sosial terbukti memainkan peran signifikan dalam membentuk persepsi tersebut; mahasiswa dengan jaringan sosial kuat lebih adaptif dan positif dalam menggunakan AI, sementara norma kelompok dan tingkat kepercayaan terhadap dosen atau teman sebaya turut memengaruhi cara mereka memaknai teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi mahasiswa terhadap AI bukanlah produk individual semata, melainkan konstruksi sosial yang mencerminkan dinamika interaksi akademik dalam konteks pembelajaran PPKn.
Transformasi Literasi Digital Guru SMP melalui Pelatihan AI Generatif dalam Penyusunan Bahan Ajar Puji Rahayu; Warli Warli; Gusti Uripno; Mario Fahmi Syahrial; Andy Haryoko; Riska Andriani; Kartika Widya Putri; Choiroz Zadit Taqwa
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v6i1.812

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam penyusunan bahan ajar. Namun, banyak guru SMP masih memiliki keterbatasan literasi digital dan belum memanfaatkan AI secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru UPT SMP Negeri 4 Tuban dalam menggunakan platform AI Z.ai untuk menyusun bahan ajar berbentuk buku. Kegiatan menggunakan desain evaluatif campuran (mixed-methods pre-post) dengan 23 peserta yang terdiri dari guru dan mahasiswa PLP. Pelatihan dilaksanakan pada 10 Desember 2025 selama satu hari sinkronus dan tujuh hari asinkronus (total 64 jam), mencakup modul: persiapan sumber draf, pembuatan ide dan outline dengan Z.ai, penyusunan isi buku, serta finalisasi naskah. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi kinerja, dan penilaian produk. Hasil menunjukkan bahwa 88% peserta mampu mengoperasikan Z.ai secara mandiri, melampaui target 80%. Sebanyak 80% peserta berhasil menyelesaikan minimal satu draft bab buku ajar. Rata-rata skor posttest meningkat signifikan dibandingkan pretest pada semua konstruk yang diukur (skor total: pretest M=2,49; posttest M=3,93; Δ=1,44). Secara kualitatif, terjadi peningkatan motivasi, kepercayaan diri, dan terbentuknya komunitas belajar. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis AI dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kapasitas guru dalam pengembangan bahan ajar di era digital.
Fenomenologi Kepercayaan Sosial (Social Trust) dan Kerentanan Disinformasi pada Mahasiswa PPKn Mario Fahmi Syahrial; Fera Dwidarti; Tri Mei Apta Arjanti
Paedagogie Vol 21 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/x0r7eg12

Abstract

This study aims to uncover the process of constructing and interpreting social trust among PPKn students at Universitas PGRI Ronggolawe, as well as to analyze how the dimensions of social trust shape students' response patterns and evaluations of information received through social media. This study employed a qualitative approach with a phenomenological design grounded in post-positivist philosophy. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, observation, and documentation involving five purposively selected third-semester students and one lecturer as a supporting informant. Data were analyzed using Creswell's six-step phenomenological analysis, ranging from the extraction of significant statements to the construction of essence descriptions, with data credibility ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that students construct social trust through three mutually reinforcing dimensions: interpersonal trust that substitutes relational closeness for content verification, institutional trust that erodes through accumulated experiences of formal institutional inconsistency, and generalized trust that becomes distorted by algorithmic virality logic. This study concludes that students' vulnerability to disinformation is not merely a matter of insufficient digital literacy, but a structural problem rooted in the ways social trust is constructed and operationalized in everyday digital life.
Pengembangan Bahan Ajar Menyimak Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal Cerita Rakyat Sunan Bonang Di Sekolah Dasar Fera; Mario Fahmi Syahrial; Rohmat; Siti Ika Nur Jannah
Paedagogie Vol 21 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/vg39b918

Abstract

This study aims to develop Indonesian language listening instructional materials based on the Sunan Bonang folklore as local wisdom of Tuban Regency for third-grade students of SD Negeri Wadung, Jenu District, Tuban Regency, East Java. The study employed a Research and Development (R&D) design using the ADDIE model, encompassing five systematic stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data were collected through classroom observation, teacher interviews, expert validation sheets for content and media, a four-aspect listening assessment rubric, and pre-test and post-test instruments administered to 24 third-grade students. Quantitative data were analyzed using validation score percentages and the Normalized Gain (N-Gain) formula, while qualitative data were derived from validator notes and recommendations. The results indicate that the instructional materials achieved a combined validation average of 91.0% (Very Valid), with content expert validation at 92.3% and media expert validation at 89.6%. The effectiveness of the materials was demonstrated by a significant increase in mean scores from 52.00 on the pre-test to 83.33 on the post-test, yielding an average N-Gain of 0.65 (moderate category), with all students (100%) achieving the minimum mastery criterion following implementation. The study concludes that Sunan Bonang folklore can be systematically transformed into valid and effective listening instructional materials through the ADDIE model, providing a replicable framework for local wisdom-based instructional material development in other regions of Indonesia.
Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru SMK YPM Tuban dalam Mendukung Kesejahteraan Peserta Didik melalui Inovasi Pembelajaran di Era Society 5.0 Mardi Widodo; Mario Fahmi Syahrial; Dwi Wahyu Kartikasari; Gusti Uripno; Kumaidi Kumaidi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n8xqcy73

Abstract

This community service program aims to strengthen teachers’ pedagogical competence at SMK YPM Tuban in designing and implementing active, contextual, and skill-oriented learning in the era of 21st-century education. The program employed an integrated approach consisting of pedagogical workshops, demonstration of learning models, structured microteaching sessions, and on-the-job mentoring for three weeks after the training. A total of 44 teachers from both vocational and general subject areas participated, fostering interdisciplinary collaboration and accelerating the adoption of innovative teaching practices. The initial assessment revealed a mean pedagogical competence score of 60, with only 28% of teachers consistently applying active learning strategies. Based on these findings, the intervention was designed by combining theoretical knowledge with practical application and continuous feedback. Microteaching served as the core strategy, enabling teachers to practice teaching, receive structured observations, and reflect on their performance. The evaluation results indicated a significant improvement, with the average post-test score increasing to 85 and 91% of teachers achieving competency standards. Participant satisfaction reached 4.6 out of 5, reflecting a highly positive response to the program. Additionally, there was a substantial increase in the implementation of active learning strategies and the use of contextual lesson plans aligned with the Merdeka Curriculum. Qualitative findings highlight that the success of the program was supported by reflective microteaching practices, intensive classroom mentoring, and strong institutional support. However, challenges such as varying initial competencies and limited time for lesson planning were identified. Overall, this program proved effective in enhancing teachers’ pedagogical competence and bridging the gap between theory and classroom practice, with strong potential for sustainability through continuous mentoring and professional learning communities.  
Upaya Peningkatan Pemahaman tentang Pencegahan dan Penanganan dari Kekerasan Seksual di Lingkungan Universitas Dwi Wahyu Kartikasari; Djoko Apriono; Mario Fahmi Syahrial; Ammar Zaki
Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum Vol. 4 No. 3 (2024): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/nomos.v4i3.2106

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memahami terkait upaya perguruan tinggi khususnya Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ronggolawe dalam menjamin keamanan dan kenyamanan mahasiswa maupun dosen, dan karyawan terkait hak mereka dalam memperoleh perlindungan dari kekerasan seksual. Hal ini dilatar belakangi karena semakin maraknya kasus kekerasan seksual dilingkungan pendidikan yang dilakukan atas dasar relasi kuasa. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti berupaya mencari data melalui wawancara mendalam dari Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) dan pemangku kepentingan untuk mengetahui strategi yang dilakukan dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan kampus Universitas PGRI Ronggolawe. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini ialah adanya upaya melalui pembentukan Satgas dan pemilihan anggota Satgas dari kalangan dosen dan mahasiaswa, sosialisasi kepada dosen dan ketua prodi, dan seluruh jajaran pengurus perguruan tinggi. Selanjutnya, sosialisasi dilakukan oleh Satgas kepada mahasiswa melalui perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam anggota Satgas. Muatan terkait pencegahan kekerasan seksual juga wajib ada di dalam Rencana Pambelajaran Semester.
Kesiapan Guru IPS Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan di Sekolah Pedesaan di Tuban Mario Fahmi Syahrial; Sukisno; Mardi Widodo; Tri Mei Apta Arjanti
Harmony: Jurnal Pembelajaran IPS dan PKN Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmony.v11i1.48299

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesiapan guru IPS dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) di sekolah pedesaan dengan studi kasus pada dua SMP negeri di salah satu kecamatan pedesaan Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multisitus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 6 guru, 2 kepala sekolah, dan 4 siswa, observasi pembelajaran (12 sesi), serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru masih sangat rendah, terutama pada aspek Intelligent‑Technological Knowledge (I‑TK) dan etika AI. Fenomena kesenjangan pada belief‑practice gap terkonfirmasi: 5 dari 6 guru menyatakan percaya diri menggunakan AI, namun observasi hanya mencatat 1 guru yang pernah menyebut AI di kelas dan tidak ada implementasi sebagai media inti. Tiga kluster hambatan teridentifikasi, yaitu; infrastruktur, yang meliputi; sinyal tidak stabil, bandwidth terbatas, institusional adanya larangan penggunaan HP siswa dan ketiadaan kebijakan AI, serta secara individual, yaitu rendahnya efikasi diri dan dominasi guru senior. Perbedaan akreditasi sekolah tidak berkorelasi signifikan dengan kesiapan AI; faktor penentu utama adalah kepemimpinan kepala sekolah.
Pareto-TSP Decision Support Framework for Cafe Location Selection in Tuban Regency Andy Haryoko; Gusti Uripno; Suprapto; Mario Fahmi Syahrial
Riemann: Research of Mathematics and Mathematics Education Vol. 8 No. 2 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38114/riemann.v8i2.210

Abstract

The cafe industry in Indonesia faces a business failure rate of 60-70% within the first three years, primarily caused by poor location selection, lacking systematic, data-driven methods (Lahindah et al., 2020; Nugraheni & Suparna, 2024). Existing studies tend to address location selection and route optimization independently. This separation leaves a gap in integrated multi-objective frameworks applicable to the Indonesian small-to-medium enterprise (SME) context. Unlike prior single-domain approaches, this study contributes a unified, replicable Decision Support System (DSS) that simultaneously integrates the Analytic Hierarchy Process (AHP), Pareto Multi-Objective Optimization, and the Traveling Salesman Problem (TSP) heuristic for optimal cafe location selection and logistics route efficiency. A sequential explanatory mixed-method design was applied, combining quantitative computational modeling with qualitative expert validation, across eight candidate locations in Tuban Regency, East Java, using spatial data from the Central Bureau of Statistics, OpenStreetMap, and Google Places API. Seven weighted criteria were evaluated via AHP (consistency ratio < 0.1), Pareto frontier analysis was conducted to identify non-dominated solutions, and three TSP algorithms (Nearest Neighbor, 2-Opt, Simulated Annealing) were implemented and compared. Results indicate that location L01 (Jl. Basuki Rahmat) achieved the highest DSS score of 0.797, a ranking that remained stable across the full sensitivity range of DSS weightings scenarios tested. The Simulated Annealing algorithm produced the most efficient distribution route of 4.22 km, reducing travel distance by 5.2% compared to the Nearest Neighbor baseline. Empirical validation against real-world Tuban data, measured as the proportion of parameters matching field observations within a 10% deviation threshold, demonstrated an 87.5% agreementrate. The proposed framework provides a replicable, transparent, and data-driven decision tool for SME cafe investors and municipal spatial planners.
Digitalisasi dan Pembentukan Civic Disposition Siswa Di SMP Nurul Anwar Montong Amelia Ayu Febrianti; Mario Fahmi Syahrial
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10832

Abstract

Digitalisasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku dan pembentukan karakter peserta didik di lingkungan pendidikan. Namun, penelitian yang mengkaji hubungan digitalisasi dengan civic disposition siswa SMP masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak digitalisasi terhadap civic disposition siswa SMP Nurul Anwar Montong, khususnya dalam aspek disiplin dan tanggung jawab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas guru PPKn, guru BK, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif (Miles and Huberman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi memberikan dampak positif dan negatif terhadap civic disposition siswa. Penggunaan smartphone yang tidak terkontrol menyebabkan penurunan disiplin, rendahnya konsentrasi belajar, serta lemahnya tanggung jawab akademik siswa. Di sisi lain, teknologi digital membantu siswa memperoleh akses informasi dan sumber belajar secara lebih mudah. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus kajian mengenai pembentukan civic disposition dalam lingkungan sekolah yang menerapkan pembatasan penggunaan smartphone. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan digital citizenship serta penguatan kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam pembentukan karakter siswa di era digital.