Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pendampingan penyelenggaraan trail running event bagi karang taruna Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban Munir, Miftachul; Syahrial, Mario Fahmi; Putri, Rizca Yunike; Musrifah, Sri; Kurniahu, Hesti; Febriyanti, Ossy; Haristiono, Ridlo Zendhi; Dwi Secrisyah, Novi Ana; Setiawan, Sony; Al Muhtadhi, Muhammad Zain; Ibrahim, Munawar Malik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34489

Abstract

Abstrak Sport ecotourism adalah kegiatan yang memadukan aktivitas olahraga dan pariwisata. Trail running merupakan salah satu sport ecotourism yang saat ini banyak diminati berbagai kalangan. Kabupaten Tuban Jawa Timur memiliki potensi besar untuk pengembangan sport ecotourism. Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan Kabupaten Tuban memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi tujuan sport ecotourism karena wilayahnya terdiri dari perbukitan karst yang memiliki kontur tidak rata sehingga menimbulkan tantangan bagi pelari. Selain itu, bentang alam ekosistem karst  yang unik dan menarik dapat memberikan pengalaman bagi pelari. Oleh karena itu, kegiatan trail running bertajuk Ngrejeng Karst Running bukan hanya memberikan dampak kesehatan raga juga meningkatan kesehatan jiwa. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada karang taruna Desa Ngrejeng Kecamatan Grabagan untuk menyelenggarakan event olahraga berupa trail running. Trail running bertajuk Ngrejeng Karst Running ini melintasi 3 Desa yaitu Desa Grabagan, Desa Banyubang dan berakhir di Desa Ngrejeng. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui 3 tahap yaitu: 1) tahap sosialisasi, 2) tahap pendampingan penyelenggaraan trail running event yang meliputi berbagai macam kegiatan, 3) tahap monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuk tim penyelenggara (panitia) kegiatan, penentuan rute lari, berhasil menyusun proposal sponsorship dan promosi event trail running di berbagai platform media sosial. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mitra secara mandiri maupun kolaborasi dengan tim PKM mampu menyelenggarakan berbagai macam event terkait sport ecotourism secara berkelanjutan guna mendukung upaya pembangunan desa melalui pengembangan ekowisata. Kata kunci: karang taruna; karst; ngrejeng; trail running. Abstract Sport ecotourism is an activity that combines sports and tourism. Trail running is one of the most popular forms of sport ecotourism that is currently gaining traction among various groups. Tuban Regency in East Java has significant potential for the development of sport ecotourism. Ngrejeng village has the potential to be developed into sport ecotourism destination because its terrain consists of karst hills with uneven contours, presenting a challenge for runners. In addition, the unique karst ecosystem landscape can provide an experience for runners. Therefore, the trail running activity entitled Ngrejeng Karst Running not only provides physical health benefits but also improves mental health. The purpose of this community service activity is to provide assistance to the Ngrejeng Village youth organization to organize a trail running event. The Ngrejeng Karst Running event traverses three villages: Grabagan, Banyubang, and Ngrejeng. The implementation of this activity is carried out in three stages: 1) the socialization stage, 2) the support stage for organizing the trail running eventand 3) the monitoring and evaluation stage. The outcomes of this activity include the formation of an organizing committee for the event, the determination of the running route, the sponsorship proposal, and the promotion of the trail running event. Based on the results of this community service activity, it is hoped that partners, either independently or in collaboration with the PKM team, will be able to organize various events related to sport ecotourism in a sustainable manner to support village development efforts through the development of ecotourism.  Keywords: karst; ngrejeng; trail running.
Dialektika Hukum dan Moral dalam Perspektif Sosiologis: Pengaruh Timbal Balik dalam Pembentukan dan Penegakan Hukum Mario Fahmi Syahrial; Handaru Indrian Sasmito Adi
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.68

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan dialektis antara hukum dan moralitas dari perspektif sosiologis, dengan fokus pada pengaruh timbal balik dalam pembentukan dan penegakan hukum. Moralitas, yang terdiri dari nilai-nilai sosial seperti keadilan dan kebajikan, berperan sebagai landasan etis dalam pembuatan hukum, sementara hukum berfungsi untuk menginstitusionalisasi dan memperkuat norma-norma moral yang ada dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, melibatkan analisis isi terhadap literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum yang efektif tidak hanya harus sah secara legal, tetapi juga harus mencerminkan nilai-nilai moral yang diterima dalam masyarakat. Sebaliknya, hukum juga memiliki peran signifikan dalam membentuk dan mengubah moralitas sosial, menciptakan tatanan sosial yang lebih stabil dan kohesif. Penelitian ini menyoroti pentingnya hukum yang adaptif dan responsif terhadap perubahan nilai-nilai moral dalam masyarakat yang semakin kompleks.
Modal Sosial dan Persepsi Penggunaan AI dalam Pembelajaran: Pendekatan Fenomenologi pada Mahasiswa Program Studi PPKn Mario Fahmi Syahrial
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa PPKn terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran serta menganalisis bagaimana modal sosial membentuk pemaknaan mereka terhadap teknologi tersebut. Latar belakang penelitian ini berangkat dari semakin meluasnya integrasi AI dalam dunia pendidikan yang tidak hanya menghadirkan peluang inovasi, tetapi juga menimbulkan tantangan etika, sosial, dan pedagogis, khususnya dalam pembelajaran berbasis nilai seperti PPKn. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman mahasiswa melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dengan analisis mengacu pada Social Capital Theory Bourdieu yang menekankan dimensi jaringan, norma, dan kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang AI sebagai alat bantu pragmatis yang memberikan kemudahan instan, namun secara bersamaan menciptakan ketergantungan yang berdampak pada menurunnya kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta ketertarikan terhadap literatur cetak. Modal sosial terbukti memainkan peran signifikan dalam membentuk persepsi tersebut; mahasiswa dengan jaringan sosial kuat lebih adaptif dan positif dalam menggunakan AI, sementara norma kelompok dan tingkat kepercayaan terhadap dosen atau teman sebaya turut memengaruhi cara mereka memaknai teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi mahasiswa terhadap AI bukanlah produk individual semata, melainkan konstruksi sosial yang mencerminkan dinamika interaksi akademik dalam konteks pembelajaran PPKn.
Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru SMK YPM Tuban dalam Mendukung Kesejahteraan Peserta Didik melalui Inovasi Pembelajaran di Era Society 5.0 Widodo, Mardi; Syahrial, Mario Fahmi; Kartikasari, Dwi Wahyu; Uripno, Gusti; Kumaidi, Kumaidi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n8xqcy73

Abstract

This community service program aims to strengthen teachers’ pedagogical competence at SMK YPM Tuban in designing and implementing active, contextual, and skill-oriented learning in the era of 21st-century education. The program employed an integrated approach consisting of pedagogical workshops, demonstration of learning models, structured microteaching sessions, and on-the-job mentoring for three weeks after the training. A total of 44 teachers from both vocational and general subject areas participated, fostering interdisciplinary collaboration and accelerating the adoption of innovative teaching practices. The initial assessment revealed a mean pedagogical competence score of 60, with only 28% of teachers consistently applying active learning strategies. Based on these findings, the intervention was designed by combining theoretical knowledge with practical application and continuous feedback. Microteaching served as the core strategy, enabling teachers to practice teaching, receive structured observations, and reflect on their performance. The evaluation results indicated a significant improvement, with the average post-test score increasing to 85 and 91% of teachers achieving competency standards. Participant satisfaction reached 4.6 out of 5, reflecting a highly positive response to the program. Additionally, there was a substantial increase in the implementation of active learning strategies and the use of contextual lesson plans aligned with the Merdeka Curriculum. Qualitative findings highlight that the success of the program was supported by reflective microteaching practices, intensive classroom mentoring, and strong institutional support. However, challenges such as varying initial competencies and limited time for lesson planning were identified. Overall, this program proved effective in enhancing teachers’ pedagogical competence and bridging the gap between theory and classroom practice, with strong potential for sustainability through continuous mentoring and professional learning communities.  
Transformasi Literasi Digital Guru SMP melalui Pelatihan AI Generatif dalam Penyusunan Bahan Ajar Puji Rahayu; Warli Warli; Gusti Uripno; Mario Fahmi Syahrial; Andy Haryoko; Riska Andriani; Kartika Widya Putri; Choiroz Zadit Taqwa
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v6i1.812

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam penyusunan bahan ajar. Namun, banyak guru SMP masih memiliki keterbatasan literasi digital dan belum memanfaatkan AI secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru UPT SMP Negeri 4 Tuban dalam menggunakan platform AI Z.ai untuk menyusun bahan ajar berbentuk buku. Kegiatan menggunakan desain evaluatif campuran (mixed-methods pre-post) dengan 23 peserta yang terdiri dari guru dan mahasiswa PLP. Pelatihan dilaksanakan pada 10 Desember 2025 selama satu hari sinkronus dan tujuh hari asinkronus (total 64 jam), mencakup modul: persiapan sumber draf, pembuatan ide dan outline dengan Z.ai, penyusunan isi buku, serta finalisasi naskah. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi kinerja, dan penilaian produk. Hasil menunjukkan bahwa 88% peserta mampu mengoperasikan Z.ai secara mandiri, melampaui target 80%. Sebanyak 80% peserta berhasil menyelesaikan minimal satu draft bab buku ajar. Rata-rata skor posttest meningkat signifikan dibandingkan pretest pada semua konstruk yang diukur (skor total: pretest M=2,49; posttest M=3,93; Δ=1,44). Secara kualitatif, terjadi peningkatan motivasi, kepercayaan diri, dan terbentuknya komunitas belajar. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis AI dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kapasitas guru dalam pengembangan bahan ajar di era digital.
Fenomenologi Kepercayaan Sosial (Social Trust) dan Kerentanan Disinformasi pada Mahasiswa Mario Fahmi Syahrial; Fera Dwidarti; Tri Mei Apta Arjanti
Paedagogie Vol 21 No 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/x0r7eg12

Abstract

This study aims to uncover the process of constructing and interpreting social trust among PPKn students at Universitas PGRI Ronggolawe, as well as to analyze how the dimensions of social trust shape students' response patterns and evaluations of information received through social media. This study employed a qualitative approach with a phenomenological design grounded in post-positivist philosophy. Data were collected through semi-structured in-depth interviews, observation, and documentation involving five purposively selected third-semester students and one lecturer as a supporting informant. Data were analyzed using Creswell's six-step phenomenological analysis, ranging from the extraction of significant statements to the construction of essence descriptions, with data credibility ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that students construct social trust through three mutually reinforcing dimensions: interpersonal trust that substitutes relational closeness for content verification, institutional trust that erodes through accumulated experiences of formal institutional inconsistency, and generalized trust that becomes distorted by algorithmic virality logic. This study concludes that students' vulnerability to disinformation is not merely a matter of insufficient digital literacy, but a structural problem rooted in the ways social trust is constructed and operationalized in everyday digital life.
Pengembangan Bahan Ajar Menyimak Bahasa Indonesia Berbasis Kearifan Lokal Cerita Rakyat Sunan Bonang Di Sekolah Dasar Fera; Rohmat; Mario Fahmi Syahrial; Siti Ika Nur Jannah
Paedagogie Vol 21 No 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/vg39b918

Abstract

This study aims to develop Indonesian language listening instructional materials based on the Sunan Bonang folklore as local wisdom of Tuban Regency for third-grade students of SD Negeri Wadung, Jenu District, Tuban Regency, East Java. The study employed a Research and Development (R&D) design using the ADDIE model, encompassing five systematic stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data were collected through classroom observation, teacher interviews, expert validation sheets for content and media, a four-aspect listening assessment rubric, and pre-test and post-test instruments administered to 24 third-grade students. Quantitative data were analyzed using validation score percentages and the Normalized Gain (N-Gain) formula, while qualitative data were derived from validator notes and recommendations. The results indicate that the instructional materials achieved a combined validation average of 91.0% (Very Valid), with content expert validation at 92.3% and media expert validation at 89.6%. The effectiveness of the materials was demonstrated by a significant increase in mean scores from 52.00 on the pre-test to 83.33 on the post-test, yielding an average N-Gain of 0.65 (moderate category), with all students (100%) achieving the minimum mastery criterion following implementation. The study concludes that Sunan Bonang folklore can be systematically transformed into valid and effective listening instructional materials through the ADDIE model, providing a replicable framework for local wisdom-based instructional material development in other regions of Indonesia.