Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Variasi Komposisi Serbuk Kulit Jagung, Kuningan, dan Aluminium terhadap Kekerasan dan Ketangguhan Komposit Kampas Rem Non-Asbes Tjahjanti, Prantasi Harmi; Widodo, Edi; Mauliana, Metatia Intan; Darmawan, Candra
Jurnal Mesin Nusantara Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v8i2.25242

Abstract

Kampas rem non-asbes diperlukan sebagai alternatif yang aman dan ramah lingkungan untuk menggantikan kampas rem berbahan asbes. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi komposisi serbuk kulit jagung, serbuk kuningan, dan serbuk aluminium terhadap kekerasan dan ketangguhan komposit kampas rem. Tiga variasi komposisi disiapkan dengan perubahan fraksi serat kulit jagung sebesar 50%, 40%, dan 30%, sementara fraksi logam ditingkatkan secara proporsional. Pengujian meliputi uji kekerasan Shore D dan uji impak Charpy. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kandungan logam meningkatkan kekerasan komposit dari 62 menjadi 78 Shore D, sedangkan penurunan kandungan kulit jagung menurunkan energi impak dari 12,57 J menjadi 6,98 J. Komposisi 50% kulit jagung, 25% kuningan, dan 25% aluminium memberikan keseimbangan paling optimal antara kekerasan dan ketangguhan. Komposit ini dinilai potensial sebagai material kampas rem non-asbes yang aman dan memiliki performa mekanik memadai.
Pangan Fungsional berbasis Rumput laut Gracilaria verrucosa dijadikan produk Nori di Masyarakat Pesisir Sidoarjo Hudi, Lukman; Prihatiningrum, Andriani Eko; Mauliana, Metatia Intan; Hilmi, Sectio Bachrul; Nurkhaliza, Aisyah
SINAR SANG SURYA Vol 10, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4299

Abstract

Gracilaria verrucosa adalah salah satu jenis rumput laut yang banyak digunakan dalam industri pangan, berkat kandungan gizinya yang kaya dan manfaat kesehatan yang signifikan. Rumput laut ini bisa digunakan dalam pembuatan produk makanan ringan, seperti nori dari rumput laut yang diperkaya dengan ekstrak rumput laut untuk menambah kandungan serat dan mineral. Proses pembuatan melibatkan pengeringan, pemotongan, dan penambahan bahan-bahan lain seperti rempah atau rasa. Nori sebagai camilan ringan sangat cocok untuk konsumen yang mencari alternatif makanan ringan sehat. Mengingat konsumsi makanan ringan sering kali dikaitkan dengan produk tinggi kalori dan rendah gizi. Nori dari rumput laut Gracilaria verrucosa memberikan pilihan yang lebih bergizi, rendah kalori, dan lebih ramah bagi mereka yang menjalani pola makan sehat. Proses pembuatan nori dari rumput laut ini relatif sederhana. Rumput laut dipanen, dicuci, dikeringkan, dan kemudian diproses menjadi lembaran tipis yang siap digunakan sebagai nori.
Implementasi Internet of Things dalam Optimalisasi Pengolahan Limbah Tekstil Pada Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Mauliana, Metatia Intan; Indahyanti, Uce; Widodo, Edi
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): January 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jpm.v6i3.2810

Abstract

The problem of waste, particularly textile waste, continues to increase in line with the growing trend of fast fashion and the lack of effective household waste management. Larangan Village, located in Candi Subdistrict, Sidoarjo, has great potential to develop a community-based waste management system through the active role of the PKK Larangan Mega Asri Women’s Group. This community service program aims to improve literacy, skills, and management of textile waste processing integrated with Internet of Things (IOT)-based technology. The implementation methods include socialization, skills training, technical assistance, monitoring, and evaluation of partner competency improvement. Based on the results of questionnaires completed by training participants, the textile waste processing training activities had a positive impact on improving participants’ knowledge, skills, and motivation. Each indicator aspect showed satisfactory results: knowledge (average score 4.60), skills (4.36), attitude, motivation, and sustainability (4.67), as well as program relevance and usefulness (4.70) on a five-point scale, with an overall average score of 4.56 or 91.20%. In addition, the application of technology through the “KLAMBIKU” IOT-based donation box innovation has strengthened the textile waste management system to become more efficient, integrated, and user-friendly. This technology enables real-time monitoring of box conditions, digital storage of donation data, and the provision of information on nearby donation locations to the community. Overall, this program demonstrates that the combination of skill-based education and the application of appropriate technology can serve as an innovative solution for community-based textile waste management.