Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Implementasi Teaching Factory Kuliner Berbasis Bakery Kopi Lokal untuk Pemberdayaan Masyarakat di SMK Negeri Wonosalam: Penelitian Enik Indartik; Budiono
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Teaching Factory kuliner berbasis bakery kopi lokal sebagai model pembelajaran vokasi dan strategi pemberdayaan masyarakat di SMK Negeri Wonosalam. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada Februari hingga Mei 2026 di SMK Negeri Wonosalam, Kabupaten Jombang. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru produktif, peserta didik, mitra industri, petani kopi, dan pelaku usaha mikro yang terlibat dalam kegiatan Teaching Factory. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Teaching Factory berbasis bakery kopi lokal mampu mengintegrasikan pembelajaran dengan proses produksi nyata yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Peserta didik terlibat secara aktif dalam perencanaan produksi, pengolahan bahan baku, pengendalian mutu, pengemasan, pemasaran, dan pelayanan konsumen sehingga kompetensi teknis, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta jiwa kewirausahaan berkembang secara positif. Pemanfaatan kopi lokal Wonosalam sebagai bahan baku utama juga mendorong pengembangan produk yang memiliki nilai tambah ekonomi dan memperkuat identitas daerah. Selain itu, keterlibatan petani kopi, pelaku UMKM, dan mitra industri membangun kemitraan yang produktif antara sekolah dan masyarakat sehingga Teaching Factory berkontribusi dalam penguatan pendidikan vokasi, pengembangan potensi lokal, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Komunitas Belajar Kolaboratif: Sekolah sebagai Pusat Inovasi Pembelajaran dalam Pemberdayaan Masyarakat Sekolah : Penelitian Triyana Triyana; Budiono
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7070

Abstract

Pemberdayaan masyarakat berbasis sekolah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua. Namun, komunitas belajar di sekolah sering kali belum terfasilitasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan budaya belajar sepanjang hayat, meningkatkan kompetensi guru melalui berbagi praktik baik, serta meningkatkan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif kolaboratif berbasis community of practice. Program dilaksanakan melalui kegiatan forum berbagi praktik baik guru, klub belajar siswa berbasis proyek, kelas inspirasi orang tua, serta lesson study berbasis komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan di SMPN H. Wukirsari Kabupaten Musi Rawas selama 10 minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan partisipasi komunitas sekolah, terutama guru dan orang tua, dalam kegiatan pembelajaran kolaboratif. Guru menunjukkan peningkatan kompetensi profesional melalui penerapan inovasi pembelajaran, sementara siswa menjadi lebih aktif dan terlibat melalui pembelajaran berbasis proyek. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah juga meningkat sehingga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih kondusif. Secara keseluruhan, program ini berhasil membentuk komunitas belajar yang lebih aktif dan reflektif. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan community of practice efektif dalam menjadikan sekolah sebagai pusat inovasi pembelajaran berbasis masyarakat.
Membangun Etika Digital Gen-Z sebagai Upaya Pencegahan Ujaran Kebencian Guna Meningkatkan Literasi Digital di SMK Muhammadiyah 2 Penajam Paser Utara Rohmad Widodo; Budiono; Hari Windu Asrini
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8698

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong peningkatan penggunaan media sosial oleh generasi muda, namun juga menghadirkan tantangan berupa rendahnya pemahaman etika digital yang dapat memicu munculnya ujaran kebencian di ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun etika digital Gen-Z sebagai upaya pencegahan ujaran kebencian guna meningkatkan literasi digital di SMK Muhammadiyah 2 Penajam Paser Utara. Metode pengabdian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Pengumpulan data observasi, dokumentasi, wawancara, serta evaluasi pre-test dan post-test terhadap peserta kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai etika digital, literasi digital, dan penggunaan media sosial secara bertanggung jawab, dengan peningkatan nilai rata-rata dari 58,7 menjadi 82,4 setelah mengikuti kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan etika digital melalui pendekatan edukatif dan partisipatif mampu mendukung terbentuknya perilaku digital yang positif di lingkungan sekolah.
Teachers’ Perceptions of Co-curricular P5 Implementation in Physical Education: A Qualitative Study at SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro Yuni Asih; Budiono Budiono; Ria Arista Asih
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 13 No 2 (2026): July 2026
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v13i2.5348

Abstract

This study explores PJOK teachers’ perceptions of implementing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) as a co-curricular program and identifies strategies for integrating the eight graduate profile dimensions. Conducted at SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro, the research employed a qualitative narrative inquiry through interviews, observations, and documentation. Data were analyzed using thematic matrices to reveal patterns of perception and strategy. Findings show that teachers’ perceptions evolved positively, influenced by intrinsic motivation, emotions, and institutional support. Strategies included structured planning, project-based learning, cross-subject collaboration, and authentic evaluation. Activities such as creative gymnastics, traditional games, and health education enhanced physical fitness while instilling values of cooperation, discipline, and independence. The study concludes that PJOK plays a strategic role in embedding Pancasila values through P5, with implications for policy reinforcement, continuous training, and adequate facilities.
The Role of Generation Z on Social Media in Facilitating Political Activism in the Digital Era Diah Nafa Rani Nabila; Trisakti Handayani; Budiono
Ilomata International Journal of Social Science Vol. 7 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijss.v7i2.2135

Abstract

This study aims to examine the role of Generation Z in utilizing social media as a platform for political activism and mobilization in the digital era, with a particular focus on East Java Province. Social media has evolved into a digital public sphere that enables young people to access political information, express their views, and build political engagement in a more open and dynamic manner. This study employs a descriptive qualitative approach using a case study method involving individual digital activists and the student organization BEM SI East Java Region as research subjects. Data were collected through in-depth interviews, documentation of social media activities, and literature review. The findings indicate that social media plays a significant role in shaping Generation Z’s political communication strategies and encouraging the gradual mobilization of political participation through digital networks. However, digital political activism also faces several challenges, including the spread of disinformation, opinion polarization, social pressure, and concerns regarding digital regulation. This study concludes that social media serves as a strategic instrument in transforming Generation Z’s political participation toward more participatory digital democratic practices, while still requiring strengthened digital literacy and supportive policies to ensure a healthy and inclusive digital space.
Strengthening Students' Character Through Local Wisdom: The Role of Tiba Meka Dance in Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Activities Arif Prasetyo Wibowo; Rose Fitria Lutfiana; Budiono; Nurbani Yusuf; Nurul Zuriah; Mifdal Zusron Alfaqi; Alice Sabrina Ismail; Gautam Kumar Jha
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v23i1.68256

Abstract

The implementation of character values through the Pancasila Student Profile is a complex task, facing various obstacles, particularly due to the rapid and often uncontrolled technological developments in the era of Society 5.0. This study employs a qualitative descriptive method, utilizing thematic analysis to identify key patterns in student character development, along with source triangulation to ensure the validity of findings. Based on this research, strengthening students' character through the integration of local wisdom in P5 activities at SMA Muhammadiyah Boleng, specifically through the Tiba Meka dance, has proven to be effective. Observations and interviews indicate a 30% increase in students’ cultural awareness, demonstrating that learning the Tiba Meka dance not only helps students recognize and preserve their cultural heritage but also cultivates discipline, responsibility, cooperation, and cultural pride. Furthermore, the active involvement of teachers and strong parental support significantly contribute to the success of this program. The findings highlight that the P5 initiative, through traditional dance, fosters character formation rooted in local identity and strengthens students' connection to their cultural heritage. This study suggests that integrating local wisdom into education, particularly through performing arts, is a practical and effective strategy for shaping students with strong personal and cultural values, offering valuable insights for the broader Indonesian educational system.
THE ADIWIYATA PROGRAM IN FORMING ENVIRONMENTAL CHARACTER IN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Mushodikul Umam; Endang Poerwanti; Budiono Budiono
Benchmarking: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2025): BENCHMARKING (Author Geographical Coverage: Pakistan, Timor Leste and Indonesia)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/benchmarking.v9i2.25143

Abstract

Environmental issues have become one of the most pressing global challenges, requiring serious attention from various sectors, including the field of education. Instilling environmental awareness and fostering a love for the environment from an early age is a strategic step toward developing a generation that is both environmentally conscious and responsible for environmental sustainability. In this context, the Adiwiyata Program serves as an initiative aimed at creating environmentally friendly and cultured schools. The background of this study is rooted in the importance of early environmental education in shaping sustainable awareness and environmentally conscious behavior. This study aims to explore: 1) How the Adiwiyata Program contributes to the development of students' environmental character at SD Muhammadiyah 4 Malang; and 2) How the status of a nationally recognized Adiwiyata school impacts students' environmental mindset and character development. This research employs a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through semi-structured interviews, field observations, and documentation. The informants consisted of the school principal, teachers, students, and parents. The findings reveal that the Adiwiyata Program at SD Muhammadiyah 4 Kota Malang has successfully fostered environmental character among students through various activities organized by several working groups (Pokja). These activities include routine waste management practices, plant maintenance, energy conservation, and regular cleaning efforts, all of which are integrated into the learning process. Environmental conservation values have been instilled independently, as evidenced by students' sense of responsibility, care, and active participation in maintaining cleanliness and the natural aesthetics of both their school and home environments.