Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK KARYA SENI RUPA KHAS KABUPATEN MALANG PADA PEMBELAJARAN SBdP DI SDM 8 DAU Belinda Dewi Regina; Arinta Rezty W; Wahyudi Kurniawan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v2i2.1771

Abstract

Perlu sekali adanya inovasi untuk guru agar di setiap materi yang telah diterima oleh siswa mampu diingat serta dilaksanakan dengan sangat baik. Ini semua tidak terlepas dari kreativitas para guru untuk memberikan inovasi, misalnya dengan memanfaatkan limbah non organik berupa limbah plastik sebagai tugas dalam mata pelajaran SBdP. Limbah plastik di SDM 8 Dau berkecenderungan tidak dimanfaatkan serta belum adanya tindakan pasti dalam menanggulanginya. Oleh karenanya perlu diadakan pelatihan pemanfaatan limbah plastik motif Khas Kabupaten Malang yang diadakan di SDM 8 Dau sekaligus pengenalan ciri khas dari Kabupaten Malang. Dalam hal ini, paling tidak tim pengabdi ikut membantu dalam mengurangi pencemaran limbah. Target luaran ini dapat meningkatan kreativitas serta minat guru dan dapat banyak mempengaruhi peningkatan prestasi siswa, dan juga memberikan banyak nilai positif. Adapun tujuan dilakukan kegiatan pengabdian ini 1) memberikan materi tentang pemanfaatan limbah plastik dan juga materi tentang SBdP, 2) memberikan pelatihan dalam pembuatan karya seni berbahan dasar limbah plastik. Sehingga dalam luaran ini guru dapat menghasilkan bentuk karya seni rupa yang sangat bervariasi serta memiliki nilai jual berupa vas bunga maupun pot gantung motif khas Kabupaten Malang. Metode ini yaitu pelatihan pembuatan karya seni berbahan limbah plastik dengan empat langkah kegiatan diantaranya persiapan, sosialisasi, produksi dan evaluasi. Pelatihan ini dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas guru, khususnya pada SBdP serta memberikan ilmu tentang berwirausaha.
PELATIHAN PEMBUATAN BATIK SHIBORI BERBASIS PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA SMAN 2 MEJAYAN KABUPATEN MADIUN Belinda Dewi Regina; Murtyas Galuh Danawati; Innany Mukhlishina; Arinta Rezty W
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i1.3501

Abstract

Batik merupakan salah satu hasil kebudayaan bangsa Indonesia yang memiliki nilai tinggi. Pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang layak untuk dimasukkan dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity, sehingga diharapkan dapat memotivasi para pengrajin batik dan mendukung usaha meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam pelatihan Batik tulis tahun ini, sasaran utama adalah para siswa SMAN 2 Mejayan di Kabupaten Madiun. Mereka merupakan aset dalam melestarikan budaya setempat khususnya Madiun serta sebagai modal berwirausaha. Para siswa sebagai sasaran dimaksudkan untuk mempersiapkan mereka untuk lebih kreatif menghasilkan sesuatu dan diharapkan mampu menciptakan kemandirian usaha dengan mendirikan unit usaha kecil. Adapun tujuan dilakukan kegiatan pengabdian melalui pelatihan dan pendampingan ini adalah agar: 1) Menghasilkan suatu kreatifitas dalam kegiatan pelatihan; 2) Menghasilkan siswa yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan melalui pendirian unit usaha kecil dan kemandirian usaha selain di bidang pendidikan, serta 3) Menjadikan siswa ikut andil dalam melestarikan budaya di daerahnya yaitu melalui pembuatan batik shibori melalui bisnis atau usaha. Batik shibori sendiri merupakan pembuatan batik dengan teknik pewarnaan kain yang mengandalkan ikatan dan celupan. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat UMM memberikan pelatihan pembuatan batik shibori. Adapun warna pada batik yang dihasilkan dikaitkan dengan nilai-nilai Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Melalui pelatihan dan pendampingan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha dan lebih mencintai budaya sendiri di SMAN 2 Mejayan, sehingga Madiun akan dipenuhi batik-batik, khususnya batik shibori hasil produksi sendiri yang sudah dihasilkan.
ANALISIS PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA BUKU SISWA KURIKULUM 2013 REVISI 2017 TEMA 3 PEDULI TERHADAP MAKHLUK HIDUP Belinda Dewi Regina; Murtyas Galuh Danawati; Innany Mukhlishina
Jurnal Education and Development Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.198 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i2.2478

Abstract

Pendidikan merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan untuk mengembangkan pengetahuan, bakat, dan minat seseorang. Berjalan waktu pemerintah berupaya dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan diterbitkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2004 tentang Sisdiknas, salah satunya adalah perubahan kurikulum. Kurikulum 2013 (K-13) merupakan penyempurnaan Kurikulum 2006 yang disebut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum 2013 revisi 2017 salah satunya berisi kompetensi tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), yang terdiri dari religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas. Pengimplementasian PPK salah satunya yaitu dengan buku ajar yang diterbitkan pemerintah berupa buku siswa yang digunakan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Rumusan masalah adalah muatan nilai karakter yang muncul pada buku siswa kelas IV SD tema 3 kurikulum 2013 revisi 2017 berdasarkan PPK. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan nilai karakter yang muncul pada buku siswa kelas IV SD tema 3 kurikulum 2013 revisi 2017. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian dengan metode analisis isi. Nilai karakter yang muncul dalam buku siswa berdasarkan PPK yaitu wacana, petunjuk kegiatan, tagihan kerja/latihan, evaluasi. Buku siswa kelas IV Tema 9 semua nilai PPK dimunculkan yang terdiri dari religius 4 sub nilai, nasionalis 5 sub nilai, mandiri 4 sub nilai, gotong royong 5 sub nilai, dan integritas 4 sub nilai.
Pelaksanaan Pencatatan Hak Kekayaan Intelektual Batik Tulis Berbasis Pendidikan Karakter Belinda Dewi Regina; Innany Mukhlishina; Yohana Puspitasari Wardoyo
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202051.292

Abstract

IMPLEMENTATION OF RECORDING OF INTELLECTUAL PROPERTY OF BATIK WRITING BASED ON CHARACTER EDUCATION. Pujon Kidul Tourism Village located in Malang Regency has unspoiled potential and is suitable for educational tourism. Activities undertaken in tourism education are vegetable picking, animal husbandry, milk processing, outbound, rice field cafes, and handicrafts that can improve the lives of the local residents. One of the business opportunities that the Pujon Kidul community has begun to develop is batik, but there are still only a few people who have batik knowledge and character, they only make it without knowing the meaning of the resulting motif. The motifs that are widely used in batik are images of dragonflies, mountains, rice, and huts as a natural feature of the tourism village. During this time the community is very worried that there will be attention, extinction, appreciation from others for the batik motifs that have been produced. Therefore, the UMM community service team asked for assistance from the Tourism Village to support the assistance of Intellectual Property Rights on Batik motifs produced by the Pujon Kidul Tourism Village through the Director General of Intellectual Property Rights. So that it can foster the entrepreneurial spirit of the village community marked by the village community. which produces written batik based on character education and distributes tourism areas, therefore the tourist area will facilitate written batik produced by the people of Pujon Kidul Village, which has their natural beauty.
Analysis of Strengthening Character Educationin Gropol Batik in Soendari Batik Gallery Belinda Dewi Regina; Arinta Rezty Wijayaningputri
JOURNAL OF TEACHING AND LEARNING IN ELEMENTARY EDUCATION (JTLEE) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jtlee.v4i2.7896

Abstract

Character education is an effort to create a generation that is intelligent and has noble character and has an Indonesian personality. The success of character education in learning does not necessarily come from the perspective of the cognitive domain, but rather how to balance cognitive, affective, and psychomotor domains whose estuary is to create a complete human being, likewise with cultural values. Foreign cultural values are growing rapidly along with technological advances, which have significantly shifted local cultural values in Indonesia, one of which is batik, most people, including university students, do not know the uniqueness of local wisdom in their respective regions; this Soendari Gallery has a batik based on strengthening character education. The purpose of this study is how to analyze the content of character education contained in Grombol Batik at the Soendari Gallery. This study uses a qualitative approach with a descriptive type of research. The subject of this research is Grompol Batik from Soendari Gallery. In Grompol batik, there is a circle or oval shape, which is one of the five characters, namely mutual cooperation. Besides that kawung is also known as a symbol of strength and justice which is also one of the dai character education. It can be concluded that the Grompol batik contains character education in it. This research is expected to provide many benefits for the community and the artists.
Analysis of Parang Mask Batik Character Education as a Form of Character Building for Elementary School Children Belinda Dewi Regina; Arinta Rezty Wijayaningputri
JOURNAL OF TEACHING AND LEARNING IN ELEMENTARY EDUCATION (JTLEE) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jtlee.v3i2.7852

Abstract

Batik is one of the crafts in Indonesia. The form and function of batik has developed. Formerly used by the royal court, now it is not. Every batik work produced has a character in it. These characters are found in their cultural background, beliefs, customs, and tastes. This makes batik a vehicle for cultivating character values. It is feared that the potential for Indonesian batik will be eroded without the preservation of Indonesian society. Although Indonesia has produced a lot of batik, there are still a few that show its distinctive features. Recently, batik appears in Malang, but it does not have a patent right. So it does not yet have a unique batik motif. Even though it does not have a patent right, there is batik that is well known in Malang, namely the Parang Mask batik from the Panji figure. In the batik motif is associated with the values of character education including religious, nationalist, independent, mutual cooperation and integrity as a form of character building for elementary school children. Therefore, the purpose of this study is to describe the character education of Parang Mask batik as a form of character building for elementary school children. This study uses a qualitative approach with this type of descriptive research. The subject is Parang Mask batik. The character values in the Parang Mask batik are religious values, nationalist values and also the value of mutual cooperation.
Development of Matryoshka Animal Media of Thematic Learning for Sixth Grade of Elementary School Journalita Rose Anggraeni; Arina Restian; Belinda Dewi Regina
JOURNAL OF TEACHING AND LEARNING IN ELEMENTARY EDUCATION (JTLEE) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jtlee.v5i1.7916

Abstract

The research of matryoshka animal media development is established based on the problem that exists which is the students' characteristic of inability to focus on and the teacher who got difficulty in giving understanding upon the teaching material toward the students. Therefore, the researchers create a concrete tool for the learning targets. The aims of this research are: (1) to know and describe the development of the matryoshka animal media in thematic learning in grade IV theme 6 sub-theme 2 in SDN Ketawanggede Malang; (2) to know and describe the application of matryoshka animal media in thematic learning in grade VI theme 6 sub-theme 2 in SDN Ketawanggede Malang. This research used ADDIE developmental model. This developmental ADDIE model has 5 stages which are analysis, design, development, implementation, and evaluation. The data analysis technique used in this research is quantitative and qualitative to know the applicable product that has been developed. This research was done in grade IV of SDN Ketawanggede. The result from this developmental research of matryoshka animal media on thematic learning in grade IV theme 6 sub-theme 2 based on the scoring percentage which is (1) the percentage of material validation is 85% within a valid category, and master of media is 88% within a valid category, and right to be used. While the percentage of teachers' responses is 100% and students' response from 25 students shows 96% and pass the criterion. Based on the percentage matryoshka animal media is passed and right to be implemented.
Analisis Muatan Nilai Karakter Pada Buku Siswa Tema 1 Indahnya Kebersamaan Kelas IV Sekolah Dasar Kurikulum 2013 Edisi Revisi Tahun 2017 Berdasarkan Penguatan Pendidikan Karakter Innany Mukhlishina; Belinda Dewi Regina; Murtyas Galuh Danawati
SNHRP Vol. 2 (2019): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 2 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.284 KB)

Abstract

Kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2017 bertujuan untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045 yang dibekali dengan berbagai kompetensi, antara lain PPK (Penguatan Pendidikan Karakter), literasi, 4 C (creative, critical thinking, communicative, dan collaborative), dan HOTS (Higher Order Thinking Skills). PPK memiliki 5 nilai karakter utama yaitu nasionalis, religius, gotong royong, mandiri, dan integritas. Pelaksanaan penguatan pendidikan karakter bisa dilakukan dengan menanamkan suatu nilai karakter dengan melalui pengintegrasian dalam nilai-nilai karakter buku ajar. Buku ajar yang telah diterbitkan pemerintah sebagai buku ajar paling utama dalam pembelajaran kurikulum 2013 adalah buku siswa dan buku guru. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apa saja muatan nilai karakter yang muncul pada buku siswa kelas IV sekolah dasar kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2017 berdasarkan penguatan pendidikan karakter (bagian wacana, petunjuk kegiatan, tagihan kerja/latihan, dan evaluasi). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan muatan nilai karakter yang muncul pada buku siswa kelas IV sekolah dasar kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2017 berdasarkan penguatan pendidikan karakter (bagian wacana, petunjuk kegiatan, tagihan kerja/latihan, dan evaluasi). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian dilakukan dengan cara metode analisis isi (content analysis). Bagian-bagian yang muncul dalam buku siswa kelas IV SD kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2017 berdasarkan penguatan pendidikan karakter (bagian wacana, bagian petunjuk kegiatan, tagihan kerja/latihan, dan evaluasi) yaitu bagian wacana (ayo membaca), bagian petunjuk kegiatan (ayo berdiskusi, ayo renungkan, ayo mencoba, ayo mengamati, ayo bernyanyi, ayo berkreasi), bagian tagihan kerja/latihan (ayo berlatih, ayo menulis), bagian evaluasi (pertanyaan setelah ayo membaca, kerjasama dengan orangtua, dan soal). Pada buku siswa kelas IV SD kurikulum 2013 edisi revisi tahun 2017 Tema 1 semua Penguatan Pendidikan Karakter muncul yaitu religius (sub nilai keberimanan, persahabatan, cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan, mencintai lingkungan, kerjasama antar pemeluk agama), nasionalis (sub nilai cinta tanah air, menjaga lingkungan, menghargai keberagaman budaya, menghormati keberagaman suku budaya, apresiasi kekayaan budaya, menjaga kekayaan budaya), mandiri (sub nilai menjadi pembelajar sepanjang hayat, kerja keras, kreatif, daya juang, keberanian), gotong royong (sub nilai menghargai, kerjasama, anti diskriminasi, solidaritas, komitmen atas keputusan bersama, menjaga lingkungan), dan integritas (sub nilai tanggung jawab, komitmen moral). Kata kunci : Nilai karakter, Buku siswa, Kurikulum 2013, PPK
ANALISIS PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA BATIK GROMPOL DI GALERI BATIK SOENDARI Belinda Dewi Regina; Arinta Rezty Wijayaningputri
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol. 7 No. 3 (2021): Vol. 7 No. 3 September 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v7n3.p143-148

Abstract

The value of foreign culture is currently growing so rapidly along with technological advances that are very real and change the values of local culture in Indonesia, one of which is batik. Most of the community, including students at universities, do not understand the local wisdom found in their area. There is a gallery in Malang with the name Soendari Gallery which has many kinds of batik based on Strengthening Character Education. The purpose of this study was to analyze the character load on Grompol batik. This study uses an approach with a descriptive type of research. The research subject is Grompol batik. Batik Grompol has a circle shape in which one of the five characters is gotong royong. There is also the kawung motif, which is known as a symbol of strength and justice, which is also one of the missionaries of character education. It can be said that in grompol batik contains character education.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN BAHAN BEKAS DENGAN DECOUPAGE UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS GURU SEKOLAH DASAR Belinda Dewi Regina; Arinta Rezty Wijayaningputri; Wahyudi Kurniawan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.7844

Abstract

Perlu ada inovasi bagi guru supaya setiap materi yang didapat oleh siswa dapat diingat serta dilakukan dengan sangat baik. Hal ini tidak terlepas dari sebuah kreativitas guru untuk selalu memberikan sebuah inovasi, contohnya dengan memanfaatkan bahan bekas yang dijadikan sebuah produk berupa decoupage. Hal ini memiliki tujuan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan serta kreativitas bagi guru, khususnya pada pelajaran seni budaya dan prakarya serta memberikan ilmu tentang berwirausaha. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui serta mendeskripsikan bentuk karya seni rupa yang dapat dihasilkan guru melalui pemanfaatan bahan bekas. Sehingga guru dapat menghasilkan bentuk karya seni rupa yang sangat bervariasi serta memiliki nilai jual. Berdasarkan observasi dari pengabdi di SD Muhammadiyah 3 Assalaam Kota Malang ini bahwa sekolah tersebut cenderung tidak dapat dimanfaatkan dan belum adanya sebuah tindakan pasti untuk menanggulanginya. Paling tidak tim pengabdi ikut membantu didalam mengurangi pencemaran lingkungan di SD tersebut. Maka dari itu perlu diadakannya Pendampingan Pemanfaatan Bahan Bekas dengan Decoupage untuk Mengembangkan Kreativitas Guru di SD Muhammadiyah 3 Assalaam Kota Malang. Tujuan dari dilakukan kegiatan pengabdian ini untuk: 1) memberikan materi tentang pemanfaatan bahan bekas dan juga materi tentang pembuatan decoupage 2) memberikan pelatihan didalam pembuatan karya seni berbahan dasar bahan bekas.