Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Keterampilan Budaya Siswa Sekolah Dasar melalui Pembelajaran Steam Kota Malang Dewi Regina, Belinda; Istanti Suwandayani, Beti; Kuncahyono, Kuncahyono; Sidyawati, Lisa
Journal on Teacher Education Vol. 6 No. 3 (2025): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v6i3.41340

Abstract

Urgensi penelitian ini tantangan masa depan dikarenakan kita berada diera globalisasi dan perkembangan teknologi yang cepat. Salah satu cara efektif mengantisipasi tantangan tersebut melalui integrasi pendidikan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematice) dengan keterampilan lokal. Integrasi STEAM memiliki kemampuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang sains, teknologi serta mempersiapkan dalam karir dibidang yang terkait dengan STEAM. Selain itu, melalui integrasi budaya membantu siswa menerapkan pengetahuan STEAM dalam kehidupan sehari-hari berbasis proyek sehingga pembelajaran lebih relevan. Selain itu, penelitian keterampilan budaya dengan STEAM belum banyak dilakukan terutama di tingkat SD. Penelitian ini layak dilakukan bertujuan memberikan informasi tentang peran STEAM dalam optimalisasi keterampilan budaya di tingkat SD. Metodenya menggunakan penelitian deskripsi kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, angket, wawancara, observasi, dokumentasi, dan diskusi. Analisis data mengacu pada alur Miles and Hubberman. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi model bagi penerapan metode pembelajaran yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa di SD.
PENDAMPINGAN IKM DALAM PENYUSUNAN MODUL AJAR BERORIENTASI LITERASI BUDAYA DI SDM PENDIL PROBOLINGGO Regina, Belinda Dewi; Suwandayani, Beti Istanti; Kuncahyono, Kuncahyono; Salamah, Evi Rizqi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25723

Abstract

Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat dan memiliki peradaban tinggi. Bangsa dengan budaya literasi tinggi menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi dan berpikir kritis. Dalam pemulihan pembelajaran, sekarang sekolah diberikan kebebasan menentukan kurikulum yang akan dipilih. Untuk mendukung visi pendidikan Indonesia, dan sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Berdasarkan observasi SD Muhammadiyah 2 Pendil. Dengan melihat rombongan belajar tersebut, pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas merupakan harapan dari wali murid yang telah menitipkan putra/putrinya untuk bersekolah di SD Muhammadiyah 2 Pendil. Saat ini SD Muhammadiyah sedang berupaya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), tetapi terdapat berbagai permasalahan yang muncul. Secara spesifik berdasarkan kesepakatan antara mitra dan tim pengabdian permasalahan mitra yang perlu diselesaikan yaitu sebagai berikut a) Kurangnya kompetensi pemahaman terkait guru tentang Implementasi Kurikulum Merdeka, b) Kurangnya pemahaman penyusunan modul ajar guru. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah, diskusi, simulasi dan pendampingan. Solusi untuk membantu permasalahan yang dialami oleh mitra yaitu SD Mumhammadiyah 2 Pendil Kabupaten Probolinggo, maka diperlukan beberapa hal solusi yang ditawarkan, yaitu: 1) Focus Group Discussion (FGD) kompetensi pemahaman guru tentang Implementasi Kurikulum Merdeka berorientasi literasi budaya, 2. Workshop dan pelatihan implementasi kurikulum merdeka berorientasi literasi budaya.
PENDAMPINGAN PELAKSANAAN LITERASI DIGITAL DI SD MUHAMMADIYAH 4 KOTA MALANG Regina, Belinda Dewi; Utami, Ima Wahyu Putri; Fantiro, Frendy Aru
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41185

Abstract

SD Muhammadiyah 4 Kota Malang adalah salah satu SD yang merupakan salah satu SD binaan Pimpinan Muhammadiyah Cabang Lowokwaru Kota Malang. Salah satu program di SD Muhammadiyah 4 Kota Malang Gerakan Literasi Sekolah. Melalui Gerakan literasi sekolah ini harapannya dapat mendorong siswa untuk menumbuhkan kecintaan membaca seumur hidup. Namun di SD Muhammadiyah 4 materi pembelajaran yang relevan masih sangat kurang. Terdapat acara tahunan Pelita MUPAT, sehingga sangat perlu dilakukan pendampingan dalam penyegaran pelaksanaan literasi khususnya literasi digital, namun keterbatasan sumber daya digital. Sehingga peneliti bertujuan untuk memberikan workshop tentang materi gerakan literasi digital serta memberikan pendampingan dalam penyusunan literasi digital. Metode yang digunakan yaitu pelatihan penyusunan literasi digital. Hasil dari penelitian ini yaitu peserta memiliki pengetahuan tentang pentingnya memahami literasi digital, seseorang akan lebih sadar akan pentingnya melindungi data pribadi mereka di dunia maya. Selain itu peserta juga akan tahu cara mengelola privasi, mengenali ancaman digital (seperti phising, malware, dan cyberbullying).
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DI SD MUHAMMADIYAH 4 KOTA MALANG Regina, Belinda Dewi; Suwandayani, Beti Istanti; Kuncahyono, Kuncahyono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41199

Abstract

SD Muhammadiyah 4 Kota Malang, sebagai salah satu sekolah yang memiliki komitmen tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan, menyadari pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi ini. Namun, berdasarkan observasi awal, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman dan penerapan AI dalam penyusunan media pembelajaran di kalangan guru. Pendampingan penyusunan media pembelajaran berbasis AI menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan ini. Pendampingan berupa workshop pemanfaatan AI dalam pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi AI, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Metode yang dipakai yaitu metode pelatihan pembuatan media berbantuan AI. Hasil dari kegiatan ini yaitu media pembelajaran berbasis AI memiliki potensi untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa, memberikan umpan balik secara real-time, dan memperkaya pengalaman belajar melalui simulasi dan permainan edukatif yang didukung oleh AI.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POP-UP BOOK PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI MEMBACA KELAS II SD Khansa Putri Salsabila; Belinda Dewi Regina; Abdurrohman Muzakki
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.22527

Abstract

The development of IT-based Pop-Up Book learning media is expected to help students to improve their understanding of knowledge and improve the learning process of students. The purpose of this study is to produce a product, namely IT-based Pop-Up Book learning media in Indonesian language learning for grade II of elementary school. This research method uses the Research and Development (RnD) type of research and uses the ADDIE development model. The results of this study are to determine the validity of the learning media that was validated by experts. The validation of material experts showed a percentage of 80% and the validation of media experts obtained a percentage of 85%. While the results of the student response questionnaire obtained a percentage of 94% and the teacher's response obtained a percentage of 93%. From the results of these percentages, it shows that the IT-based Pop-Up Book learning media is able to attract the attention and interest of students to make it easier for students to understand the material that has been delivered.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PENDIDIKAN SENI: STUDI KASUS DI SEKOLAH DASAR Regina, Belinda Dewi; Hartono; Eko Raharjo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume10 Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.24825

Abstract

This study aims to describe and analyze the implementation of the Independent Curriculum in arts education at the elementary school level. The Independent Curriculum, which emphasizes differentiated learning, strengthening the profile of Pancasila students, and teacher freedom in designing learning, is the main framework in the transformation of arts education. This study uses a qualitative approach with a case study method in one of the elementary schools that has implemented the Independent Curriculum. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews with art teachers, principals, and documentation of arts learning activities. The results of the study show that the implementation of the Independent Curriculum in arts education provides more space for students to express themselves and be creative according to their potential and interests. Arts learning becomes more contextual and enjoyable, with the integration of local cultural themes and the use of varied media. However, several obstacles were also found, such as limited resources, teacher readiness, and uneven understanding of the principles of the Independent Curriculum. This study recommends the need for intensive training for art teachers and the development of local culture-based learning modules to support the optimal implementation of the Independent Curriculum in the field of arts education.  
MENGANYAM WARISAN LELUHUR: PEMBELAJARAN BATIK ANAK-ANAK DI TANJUNG BUMI SEBAGAI MODEL ETNOPEDAGOGI KREATIF Regina, Belinda Dewi; Slamet Haryono; Udi Utomo
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume10 Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.25655

Abstract

The focus of this study is how the process of learning to make batik for children in Kampung Batik Tanjung Bumi not only functions as a skill inheritance, but also as a means of preserving local cultural values. The main problem raised is the low interest of the younger generation in traditional cultural heritage, especially Madurese batik, amidst the currents of modernization and globalization. This study aims to formulate a creative ethnopedagogy learning model based on local wisdom through batik activities, so that it can increase children's interest while maintaining the sustainability of tradition. The methodology used is a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with batik artisans, children participating in the learning, parents, and local traditional figures, as well as documentation of activities. Data analysis was carried out thematically by mapping interaction patterns, transmitted values, and creative innovations in learning. The results of the study show that learning to make batik in Tanjung Bumi is able to integrate ethical values, aesthetics, hard work, and respect for nature and ancestors. Children not only learn batik techniques, but also understand the philosophy of motifs, local history, and symbolic meanings contained in each motif. The formulated creative ethnopedagogy model emphasizes a participatory approach, educational games, and expressive space for motif innovation. Thus, batik learning for children becomes an effective means for the regeneration of craftsmen as well as the preservation of cultural heritage.