Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Menggunakan Teori Belajar Gagne dan Media Kartu Pecahan dalam Materi Pecahan Senilai di Kelas IV SDN 3 Sumberdadi Trenggalek Aulina Nur Azizah; Dyah Worowirastri Ekowati; Belinda Dewi Regina
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i1.16876

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis di kelas IV SDN 3 Sumberdadi Trenggalek cukup rendah. Berdasarkan hasil wawancara, rata-rata 62% siswa kelas IV SDN 3 Sumberdadi Trenggalek belum memiliki kemampuan komunikasi matematis. Dari permasalahan tersebut dibutuhkan pembelajaran yang mengandung stimulus respon, maka dilakukanlah penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan teori belajar Gagne dan media kartu pecahan, serta menjelaskan peningkatan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IV SDN 3 Sumberdadi Trenggalek pada materi pecahan senilai. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan 2 siklus. Subjek penenelitiannya siswa kelas IV yang berjumlah 20. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes, observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu triangulasi teknik. Hasil penelitian pada siklus 1 sebanyak 40% siswa mendapatkan nilai ≥70 dengan nilai rata-rata 65,15. Pada siklus 2 sebanyak 100% siswa mendapatkan nilai ≥70 dengan nilai rata-rata 85,7. Kesimpulannya yaitu pengunaan teori belajar Gagne dan media kartu pecahan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IV SDN 3 Sumberdadi Trenggalek.
Pendidikan Karakter dalam Ekstrakurikuler Kepramukaan di Sekolah Dasar Arbi Anugrah Putra Rusadi; Baiduri Baiduri; Belinda Dewi Regina
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 2 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: December 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i2.22105

Abstract

Pendidikan karakter telah diterapkan dalam ekstrakurikuler kepramukaan di SDN Mojolangu 2 Malang. Pembina pramuka memiliki pemahaman yang baik mengenai kepramukaan dan pendidikan karakter, namun pada implementasinya mengalami kesulitan karena adanya keterbatasan jumlah pembina pramuka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pendidikan karakter dan karakter yang terlihat dalam ekstrakurikuler kepramukaan golongan penggalang pada peserta didik SDN Mojolangu 2 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan subjek penelitian pembina pramuka, penanggung jawab ekstrakurikuler, kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik golongan penggalang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukan Pelaksanaan dilakukan setiap hari Jumat dengan kegiatan dan strategi bermacam-macam. Hambatan yang muncul adalah biaya, cuaca, sarana dan prasarana dengan manfaat memperoleh ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter. Karakter yang terlihat adalah kelima nilai utama pendidikan karakter yang terdiri dari religius, nasionalisme, gotong royong, integritas, dan kemandirian.
Analysis of Elementary Teacher Readiness in Developing Probolinggo Elementary School IKM-Based Learning Modules Regina, Belinda Dewi; Suwandayani, Beti Istanti; Kuncahyono, Kuncahyono; Rizqi, Evi
Journal Of Teaching And Learning In Elementary Education Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jtlee.v7i1.8076

Abstract

Research related to analyzing teacher readiness in implementing the Independent Curriculum is very important to carry out. The objectives of this research are: Analyzing indicators of teacher readiness in the Readiness to Implement the Independent Curriculum. Apart from that, this research will also provide recommendations for increasing teacher readiness in compiling teaching modules based on the Independent Curriculum. This research method uses descriptive qualitative, data collection is carried out through FGD (Focus Group Discussion). The instruments used were observation guidelines, interviews and a questionnaire on Readiness to Implement the Independent Curriculum. Data were analyzed using data triangulation techniques. Based on the research results, it was concluded that the readiness of elementary school teachers in implementing IKM in Probolinggo Regency was included in the medium category. The aspect of readiness in understanding the assessment is one of the assessments that is relatively low.
Bantengan Art and Ideology: The Independent Banteng Dance as a Spirit of Freedom Regina, Belinda Dewi; Suharto, Suharto; Wibawanto, Wandah
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v8i2.37483

Abstract

Bantengan art, as part of East Javanese traditional culture, not only functions as entertainment, but also as a medium for social and ideological expression that is full of symbolic meaning. This research aims to analyze the relationship between Bantengan art and the ideology of freedom, with a focus on the Merdeka Banteng Dance as a representation of the spirit of freedom. The Merdeka Bantengan. Dance, one of the important elements in this art, is often associated with the spirit of resistance and freedom. This research uses a qualitative approach. Data was collected through participant observation, in-depth interviews with artists and cultural figures, as well as studying related literature. The analysis was carried out using thematic analysis and semiology methods to understand the symbolism contained in dance movements, costumes and music. The research results show that the Merdeka Bantengan Dance reflects the ideology of freedom through the use of the Bantengan symbol as a representation of strength and resistance to oppression. Through cultural and ideological meaning, the Merdeka Banteng Dance becomes a means of communication and expression of the spirit of freedom that is rooted in Bantengan art. This research provides new insight into how traditional art can function as a mirror of ideology and become a means of social expression in society.   Kesenian Bantengan, sebagai bagian dari budaya tradisional Jawa Timur, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media ekspresi sosial dan ideologis yang sarat makna simbolis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesenian Bantengan dengan ideologi kebebasan, dengan fokus pada Tari Banteng Merdeka sebagai representasi spirit kebebasan. Tari Banteng Merdeka, salah satu elemen penting dalam kesenian ini, sering diasosiasikan dengan semangat perlawanan dan kebebasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan para pelaku kesenian dan budayawan, serta studi literatur terkait. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode analisis tematik dan semiologi untuk memahami simbolisme yang terkandung dalam gerakan tari, kostum, dan musik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Banteng Merdeka merefleksikan ideologi kebebasan melalui penggunaan simbol banteng sebagai representasi kekuatan dan perlawanan terhadap penindasan. Melalui pemaknaan budaya dan ideologis, Tari Banteng Merdeka menjadi sarana komunikasi dan ekspresi dari semangat kebebasan yang mengakar dalam kesenian Bantengan. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai bagaimana seni tradisional dapat berfungsi sebagai cermin ideologi dan menjadi alat ekspresi sosial dalam masyarakat.
Penerapan Model Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V-B Sekolah Dasar Agustin, Dwi; Regina, Belinda Dewi; Wardani, Rini Setyo
PARAMETER: Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Vol. 36 No. 2 (2024): Parameter
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/parameter.362.04

Abstract

This study aimed to improve the mathematics learning outcomes of fifth-grade students at SDN Klojen through the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) learning model. The background of this research was the low learning outcomes caused by monotonous teaching methods that failed to actively engage students. This research employed a Classroom Action Research (CAR) approach, consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The subjects were 22 fifth-grade students. Data were collected through observation, tests, and documentation, then analyzed descriptively using qualitative and quantitative methods. The results showed that the TGT model created a more interactive, enjoyable, and collaborative learning experience. The game-based approach and group discussions motivated students to learn and actively participate. Initially, students struggled to understand the material on whole-number operations. However, after the implementation of TGT, their comprehension improved gradually. In the second cycle, improvements such as simpler language usage and the addition of interactive quizzes significantly enhanced student engagement and learning outcomes. Beyond improving academic achievement, the TGT model also supported the development of students' social skills, such as communication, teamwork, and critical thinking, which align with the demands of modern education.   Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V-B SDN Klojen melalui penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa akibat model pembelajaran yang monoton dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 22 siswa kelas V-B. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TGT mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan kolaboratif. Pendekatan berbasis permainan dan diskusi kelompok membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar dan aktif dalam pembelajaran. Pada tahap awal penelitian, siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi operasi bilangan cacah. Namun, setelah penerapan TGT, pemahaman siswa terhadap materi meningkat secara bertahap. Pada siklus kedua, perbaikan seperti penggunaan bahasa yang lebih sederhana dan penambahan kuis interaktif terbukti meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar mereka secara signifikan. Selain meningkatkan hasil belajar akademik, model TGT juga mendukung pengembangan keterampilan sosial siswa, seperti komunikasi, kerja sama, dan berpikir kritis, yang relevan dengan tuntutan pendidikan di era modern.
Pendampingan Membatik Shibori pada Anak Kelas 5 di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB) Thailand Regina, Belinda Dewi
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 3 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.694 KB) | DOI: 10.30651/else.v3i2.3202

Abstract

Abstrak: Batik merupakan warisan budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia sehingga wajib dilestarikan. Wujud pelestariannya bisa dilakukan dengan cara mengenalkan batik melalui pemakaian seragam batik di sekolah. Hal ini diterapkan juga di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB). Siswa-siswinya dikenalkan batik dengan cara mewajibkan berseragam batik. Terdapat 76 anak sekolah di sana, mereka adalah anak-anak dari WNI yang bekerja di perusahaan asing. Mayoritas dari mereka adalah anak diplomat serta staf KBRI. Kegiatan belajar mengajar di SIB hampir sama dengan Indonesia, yang membedakan hanya jumlah muridnya, serta mata pelajaran seni yang diajarkan hanya menyanyi dan menggambar. Oleh karena itu perlu adanya pendampingan membatik Shibori. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam membatik Shibori bermotif gajah dikombinasikan dengan motif Indonesia yaitu parang. Penelitian ini berjenis kualitatif, dengan penelitian lapangan di SIB. Subjek penelitian ini siswa kelas 5 SD. Metode yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini berupa pendampingan membatik Shibori yang terdiri dari 4 langkah yaitu persiapan, sosalisasi, pelaksanaan kegiatan membatik Shibori dan evaluasi. Proses persiapan pembelajaran membatik meliputi observasi, wawancara. Proses sosialisasi pengenalan membatik Shibori. Proses pelaksanaan kegiatan membatik shibori terdiri dari pembuatan pola, pemberian ikatan, pemberian warna, dan finishing. Selanjutnya evaluasi meliputi observasi dan wawancara dari siswa-siswi SIB.Kata Kunci: Pendampingan, Membatik Shibori, Sekolah DasarAbstract: Batik is a cultural heritage that is characteristic of Indonesian society so it must be preserved. The form of its preservation can be done by introducing batik through the use of batik uniforms at school. This applies also at the Indonesian School of Bangkok (SIB). The students were introduced to batik by requiring batik uniforms. There are 76 school children there, they are children of Indonesian citizens who work in foreign companies. The majority of them are diplomatic children and Indonesian Embassy staff. Teaching and learning activities at SIB are almost the same as Indonesia, which distinguishes only the number of students, as well as art subjects taught only singing and drawing. Therefore it is necessary to provide assistance to make Shibori batik. This study aims to provide assistance in batik making elephant-patterned Shibori combined with Indonesian motifs, namely machetes. This research is a qualitative type, with field research at SIB. The subject of this research is grade 5 elementary school students. The method used is observation, interview and documentation. The results of this study in the form of mentoring batik Shibori consisting of 4 steps, namely preparation, socialization, implementation of Shibori batik activities and evaluation. The process of preparation for batik learning includes observation, interviews. Shibori's batik introduction process. The process of carrying out Shibori batik activities consists of making patterns, giving ties, giving colors, and finishing. Next evaluation includes observations and interviews from SIB students.Keywords: Monitoring, Shibori Batik, Primary School
Pengembangan Media MeKoBin (Memutar Kotak Binatang) pada Tema 7 Benda, Hewan, dan Tanaman Sekitar Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Swasono, Laksono Adi; Sudjalil, Sudjalil; Regina, Belinda Dewi
ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 4 No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.879 KB) | DOI: 10.30651/else.v4i1.3311

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian yang mengembangkan sebuah media pembelajaran bersifat tematik yang diberi nama media MEKOBIN (Memutar Kotak Binatang).Uji coba produk tersebut dilakukan di SDN Kwaron II Kota Jombang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pengembangan media pembelajaran MEKOBIN (2) mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran MEKOBIN. Penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Sebagai sumber data yaitu siswa kelas I SDN Kwaron II Kota Jombang, Jombang tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 12 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media MEKOBIN bernilai layak digunakan terlihat dari hasil kriteri (valid, efektif, dan menarik), terbukti dari pemerolehan hasil presetase 83% validasi materi dan 73% dari hasil validasi media, nilai rata-rata keefektifan siswa kelas I uji coba sebesar 81%, dan 84% diambil dari nilai kemenarikan dari hasil angket respon pengguna.Kata Kunci: Pengembangan, Media MEKOBIN, Pembelajaran TematikAbstract: This research developed a thematic learning media namely MEKOBIN (Spinning Animal Box). The product test was done at SDN Kwaron II Jombang City. This research aimed (1) describe MEKOBIN thematic learning media (2) describe the feasibility of MEKOBIN thematic learning media. This research used R&D (Research and Development) by means of ADDIE learning development (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The subject of this research comprised 12 students of the first grader of SDN 1 Kwaron Jombang City in the academic year of 2018/2019. The result revealed that MEKOBIN was feasible based on criteria (valid, effective, and attractive) that were proven by 83% percentage of material validation and 73% percentage of media validation, the average of affectivity of test was 81%, and 84% of the attractiveness of questionnaire.Keywords: Development, Media MEKOBIN, Thematic Learning
Pendidikan Karakter dalam Ekstrakurikuler Kepramukaan di Sekolah Dasar Arbi Anugrah Putra Rusadi; Baiduri Baiduri; Belinda Dewi Regina
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 2 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: December 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i2.22105

Abstract

Pendidikan karakter telah diterapkan dalam ekstrakurikuler kepramukaan di SDN Mojolangu 2 Malang. Pembina pramuka memiliki pemahaman yang baik mengenai kepramukaan dan pendidikan karakter, namun pada implementasinya mengalami kesulitan karena adanya keterbatasan jumlah pembina pramuka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pendidikan karakter dan karakter yang terlihat dalam ekstrakurikuler kepramukaan golongan penggalang pada peserta didik SDN Mojolangu 2 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dengan subjek penelitian pembina pramuka, penanggung jawab ekstrakurikuler, kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik golongan penggalang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukan Pelaksanaan dilakukan setiap hari Jumat dengan kegiatan dan strategi bermacam-macam. Hambatan yang muncul adalah biaya, cuaca, sarana dan prasarana dengan manfaat memperoleh ilmu pengetahuan dan pendidikan karakter. Karakter yang terlihat adalah kelima nilai utama pendidikan karakter yang terdiri dari religius, nasionalisme, gotong royong, integritas, dan kemandirian.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Menggunakan Teori Belajar Gagne dan Media Kartu Pecahan dalam Materi Pecahan Senilai di Kelas IV SDN 3 Sumberdadi Trenggalek Aulina Nur Azizah; Dyah Worowirastri Ekowati; Belinda Dewi Regina
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i1.16876

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis di kelas IV SDN 3 Sumberdadi Trenggalek cukup rendah. Berdasarkan hasil wawancara, rata-rata 62% siswa kelas IV SDN 3 Sumberdadi Trenggalek belum memiliki kemampuan komunikasi matematis. Dari permasalahan tersebut dibutuhkan pembelajaran yang mengandung stimulus respon, maka dilakukanlah penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan teori belajar Gagne dan media kartu pecahan, serta menjelaskan peningkatan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IV SDN 3 Sumberdadi Trenggalek pada materi pecahan senilai. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan 2 siklus. Subjek penenelitiannya siswa kelas IV yang berjumlah 20. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes, observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu triangulasi teknik. Hasil penelitian pada siklus 1 sebanyak 40% siswa mendapatkan nilai ≥70 dengan nilai rata-rata 65,15. Pada siklus 2 sebanyak 100% siswa mendapatkan nilai ≥70 dengan nilai rata-rata 85,7. Kesimpulannya yaitu pengunaan teori belajar Gagne dan media kartu pecahan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IV SDN 3 Sumberdadi Trenggalek.
Pengembangan Karya Tari SOLARIT (Solah Lare Alit) untuk Mengenalkan Budaya Daerah Trenggalek melalui Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) di Sekolah Dasar Yulinda Dwi Pangesti; Arina Restian; Belinda Dewi Regina
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 2 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: December 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v3i2.19302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan dan kevalidan karya tari Solah Lare Alit  di SD Negeri Sukorejo. Karya tari Solah Lare Alit dikembangkan sebagai media pembelajaran seni tari serta mengenalkan budaya daerah Trenggalek kepada peserta didik sekolah dasar. Hasil validasi pada penelitian pengembangan ini diperoleh melalui validasi ahli media dan ahli materi. Validasi media dan media dilaksanakan sebanyak 2 kali. Validasi media tahap pertama mendapatkan tingkat kevalidan 73% dan tahap dua memperoleh 90,5%. Sedangkan pada validasi ahli materi mendapatkan tingkat kevalidan 82% dan tahap dua mendapatkan tingkat kevalidan 97%. Uji coba karya tari Solah Lare Alit mendapatkan respon yang baik dari pendidik dan peserta didik. Hasil diperoleh melalui angket respon guru memperoleh skor 97,3% dan melalui keseluruhan angket respon peserta didik memperoleh skor 99%. Berdasarkan data tersebut, maka karya tari Solah Lare Alit efektif digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah dasar. pernyataan tersebut didukung adanya respon peserta didik yang menyatakan bahwa karya tari Solah Lare Alit menarik untuk dipelajari.