Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN SOFTSKILL TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MELALUI PEMBUATAN E-MODUL BAGI GURU SEKOLAH DASAR Kuncahyono, Kuncahyono; Kumalasani, Maharani Putri
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 6 No 2 (2019): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v6i2.5272

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk membantu mitra dalam meningkatkan kompetensi dan digital skill guru sekolah dasar Muhammadiyah 5 Malang sebagai upaya penerapan digitalisasi pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan participatory action  research (PAR). Metode kegiatan ini dilakukan berbasis riset dengan cara 1) melakukan sosialisasi dan workshop digitalisasi pembelajaran, 2) penyusunan aplikasi e-modul berbasis komputer, 3) implementasi produk e-modul dalam pembelajaran. Hasil kegiatan berbasis riset yaitu 1) menghasilkan produk aplikasi e-modul yang mampu meminimalisir penggunaan kertas (paperless) baik untuk mengemas materi pembelajaran, maupun dalam penggunaan kertas soal-soal ujian, 2) peningkatan hasil pretest dan posttest dalam pengetahuan dan keterampilan guru dalam pembuatan e-modul. Hasil akhir menunjukkan sebagai produk akhir dari pembuatan media e-modul  yaitu produk media e-modul  dan Implementasi media e-modul  (modul digital) pada pembelajaran. Guru-guru dapat mengimplementasikan produk e-modul (modul digital) yang telah dibuat pada tahap sebelumnya dan direalisasikan dalam kegiatan pembelajaran.
Multi Modal Oriented Learning Model in Science Subjects for Grade Four of Elementary School Sari, Sintyan; Saputra, Setia Yunus; Kumalasani, Maharani Putri
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 58 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpp.v58i2.94133

Abstract

This research is motivated by the low involvement and learning outcomes of students in science subjects in grade 4 of Elementary School, which is caused by using conventional and less varied learning methods. This study aims to analyze the effectiveness of implementing multimodal-oriented PBL in learning to foster student collaboration and understanding of science concepts and to recognize the impact of PBL implementation on 21st-century development. This research used a descriptive qualitative method involving students and elementary school educators as research subjects. The data collection methods used were observation and interviews. The data analysis technique used qualitative descriptive analysis. The results of the study identified that the implementation of the multimodal-oriented problem-based learning model was efficient in producing imaginative science learning; the impact of this study helped educators to recommend innovative learning methods by PBL syntax with various modalities and provide practical assessments to be suggested as relevant and effective alternatives to improve the quality of learning. In conclusion, the application of multi-modal oriented learning models in science subjects can improve students' conceptual understanding and active involvement in the learning process, with the implication that teachers need to systematically integrate various learning modes such as visual, auditory, and kinesthetic to accommodate diverse learning styles in the classroom.
PROBLEMATIKA MAHASISWA DALAM MENYUSUN LKS BERBASIS MULTIPLE INTELLEGENCES Kusumaningtyas, Dian Ika; Kumalasani, Maharani Putri
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrpd.v4i1.4965

Abstract

mahasiswa dalam menyusun LKS yang berbasis Multiple Intelligences. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan angket. Sedangkan penelitian ini menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu problematika mahasiswa dalam menyusun LKS yang berbasis multiple intellegences terletak pada kurang pahamnya dalam memadukan KD dan mengembangkan indikator dalam payung tema dan subtema. Selain itu kurang memahami terkait komponen LKS yang baik dan benar, kesulitan dalam menyusun LKS yang tujuan pembelajarannya kreatif dan inovatif salah satunya yang berbasis multiple intellegences yang disebabkan karena mahasiswa kurang kreatif dalam mengembangkan indikator dalam berbagai kegiatan yang kemudian dituangkan dalam tujuan pembelajaran.
PENGEMBANGAN MEDIA SCRAP POP-UP BOOK DALAM PEMBELAJARAN PPKN MATERI NILAI-NILAI PANCASILA UNTUK KELAS II SEKOLAH DASAR Refila Azizah Gyat; Maharani Putri Kumalasani; Murtyas Galuh Danawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.22505

Abstract

The teaching and learning process at SD Negeri 1 Arjosari Kalipare found problems in PPKn learning, students tend to be passive and quiet, besides lacking enthusiasm for learning. Lack of enthusiasm and interest in the material in PPKn, especially when the material on Pancasila and values ​​is quite a lot, thus reducing the understanding of the material given. During learning, students get material with the lecture method followed by questions and answers and discussions. These problems require learning media that can attract students' interest and activeness in learning. The purpose of this study is to develop scrap pop-up book media in PPKn learning on Pancasila values ​​material for grade II of Elementary School. This research method is a Research and Development (RnD) type of research using the ADDIE model with 5 stages: Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation. The research instruments used were observation sheets, interviews, material validation expert questionnaires, media validation expert questionnaires, teacher response questionnaires, and student response questionnaires. The data analysis techniques used were qualitative data analysis and quantitative data analysis. Based on the research, the results obtained are that to determine the validity of a media, a validation test needs to be carried out. The results of the material expert validation test showed a percentage of 97.5% with a very feasible category, and the results of the media validation test showed a percentage of 85.29% with a very feasible category. Meanwhile, for the student response questionnaire, the percentage was 97.5% and the teacher response questionnaire was 100%. There are also research findings in the use of media, it can be concluded that the scrap pop-up book learning media has provide an understanding of Pancasila values to students, and increasing student learning motivation.
Analisis Pelaksanaan Pembelajaran HOTS Saat Daring di SDN Girimoyo 02 Kabupaten Malang Maharani Putri Kumalasani; Dwi Indah Astuti
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2022): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v6i1.2228

Abstract

Kurikulum 2013 menuntut adanya pembelajaran HOTS dan penilaian HOTS. Tujuan pembelajaran dan penilaian HOTS disaat diberlakukan pembelajaran daring ditengah penyebaran virus Covid-19 dan menuntut tetap diberlakukan pembelajaran HOTS dan memberikan fasilitas bagi peserta didik dalam mengembangkan kecakapan, kemampuan dan keterampilan dalam menghadapi tantangan diera digital. Pelaksanaan pembelajaran HOTS dalam kurikulum 2013 diharapkan mampu menjawab permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia dan mengarahkan perbaikan disistem pendidikan demi menciptakan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan mampu bersaing didunia Internasional meskipun keadaan peserta didik melaksanakan pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dan pendekatan deskriptif kualitatif. Kualitatif merupakan dimana pengumpulan data dan informasi dari wawancara, dokumentasi dan observasi. Pembelajaran HOTS memakai keterampilan afektif, psikomotor dan kognitif. Fungsi keterampilan dalam proses pembelajaran yaitu: Keterampilan berfikir tingkat tinggi sebagai transfer of knowledge, Keterampilan berfikir tingkat tinggi sebagai critical and creative thinking, Keterampilan berfikir tinggi sebagai problem solving. Pelaksanaan pembelajaran HOTS dengan membuat perangkat pembelajaran sebelum mengajar dan berpedoman pada pembelajaran HOTS dan penilaian HOTS. Pelaksanaan pembelajaran di SDN Girimoyo 02 Kabupaten Malang tetap melaksanakan pembelajaran HOTS dituntut melakukan evaluasi berbasis HOTS. Pelaksanaan pembelajaran HOTS tetap mengacu pada kurikulum darurat (kurikulum khusus) menyesuaikan keadaan saat ini yaitu tetap melaksanakan pembelajaran HOTS disaat diberlakukan pembelajaran daring ditengah penyebaran virus covid 19 untuk memutus mata rantai penyebaran virus.
Role of Elementary Teachers in Providing Guidance and Counseling Services at Muhammadiyah 8 Elementary School in Malang City Kusumaningtyas, Dian Ika; Kumalasani, Maharani Putri; Deviana, Tyas
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.369 KB) | DOI: 10.29407/ja.v2i2.12598

Abstract

The role of the professional teacher in addition to teaching the teacher also acts as an educator or mentor. Guidance provided should be set forth in guidance and counseling services that accommodate the role of the teacher as a mentor. Important teachers have insights and knowledge related to guidance and counseling. So that assistance is needed regarding guidance and counseling services. The method used in this service is a Workshop on the Role of Elementary Teachers as Counselors, Assistance in problem analysis and preparation of Guidance and Counseling programs, Implementation of Guidance and Counseling program preparation, Reflection and follow-up. The results of this service resulted in the design of a guidance and counseling program that had been made by each class teacher based on an analysis of the conditions of learning and school conditions. The guidance and counseling programs that have been prepared include orientation services, information services, placement services, learning services, individual counseling services, and group guidance services.
Digital Media Preferences for Differentiated Learning: A Study of PowerPoint and Video Use in the Merdeka Curriculum Maharani Putri Kumalasani; Beti Istanti Suwandayani; Renanda Ajeng Pramusti
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 2 (2025): JUNE 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i2.6873

Abstract

The independent curriculum demands that teachers accommodate students' diverse learning characteristics. Differentiated learning provides a framework for meeting these varied needs, with the effective use of instructional media playing a crucial role. PowerPoint presentations and videos are frequently chosen by teachers to support differentiated learning due to their adaptability and broad accessibility. This qualitative descriptive study explores teachers’ preferences in selecting PowerPoint and video as instructional media for differentiated learning. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, and documentation. The data analysis process involved four stages: data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. Findings indicate that teachers prefer PowerPoint and video media based on several key factors: alignment with learning objectives, compatibility with student characteristics, ease of use, interactivity, effectiveness in content delivery, accessibility, flexibility, cost-efficiency, and compatibility with available technology and infrastructure. The study reveals that both media types are valued for their ability to enhance differentiated instruction by addressing diverse student needs. However, the choice of media is significantly influenced by contextual factors such as school infrastructure and teacher familiarity with technology. This study concludes that teachers consider a range of practical and pedagogical factors when selecting PowerPoint and video media to support differentiated learning. Future research should explore the impact of these media on student learning outcomes.
Inovasi Literasi Guru Melalui Pendampingan Penulisan Puisi Berbasis AI Qur'ani, Hidayah Budi; Kumalasani, Maharani Putri; Ulum, Bahrul; Nuryasin, Mohammad
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38640

Abstract

Abstract:  Technological developments and digitalization require teachers to innovate. Innovation can be realized by having competence in empowering AI. Based on that, this community service activity aims to (1) improve teachers' creative literacy competencies through AI-based poetry writing training and (2) integrate AI technology in literature learning in elementary schools, especially in the creative process of writing poetry. This community service is in partnership with fifth-grade Indonesian language teachers at Muhammadiyah 9 Elementary School, Malang City. This community service uses a training method consisting of five stages of activities, namely socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and sustainability. The results of this community service are (1) an increase in competence in creative literacy aspects, especially in AI-based poetry writing and (2) an increase in the ability to integrate AI in literature learning in elementary schools. The overall community service results were obtained through direct interviews with community service participants.Abstrak: Perkembangan teknologi dan digitalisasi menuntut guru untuk berinovasi. Inovasi dapat direalisasikan dengan memiliki kompetensi dalam memberdayakan AI. Berdasarkan hal itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kompetensi literasi kreatif guru melalui pelatihan penulisan puisi berbasis AI dan (2) mengintegrasikan teknologi AI dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar, khususnya dalam proses kreatif menulis puisi. Pengabdian ini bermitra dengan guru bahasa Indonesia kelas V SD Muhammadiyah 9 Kota Malang. Pengabdian ini menggunakan metode pelatihan yang terdiri atas lima tahap kegiatan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan. Hasil pengabdian ini berupa (1) adanya peningkatan kompetensi dalam aspek literasi kreatif, khususnya dalam penulisan puisi berbasis AI dan (2) adanya peningkatan kemampuan untuk mengintegrasikan AI dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar. Hasil pengabdian secara keseluruhan didapatkan melalui wawancara secara langsung terhadap peserta pengabdian.
Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sumbersekar Dau Malang Wanda Mawar Dhanik Wanda Mawar Dhanik; Muhammad Irfan Hakim; Maharani Putri Kumalasani; La Vito Valentino Mirrabbirrahim
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a serious health problem in Indonesia. Basic Health Research Data (Riskesdas) shows the prevalence of stunting under five in 2018 reached 30.8 percent, which means that one in three toddlers is stunted. Stunting refers to the condition of a child's height being shorter than a child's height in general, due to lack of nutritional intake for a long time in the first 1000 days of life (HPK). When adults, children who are stunted will be vulnerable to attacks of non-communicable diseases such as: heart disease, stroke, diabetes, or kidney failure; hampering Indonesia's demographic bonus where the ratio of the non-working age population to the working age population decreases; threat of reducing intelligence level by 5-11 points. Seeing the dangers of stunting, strategic and systematic steps are needed from various elements of society (stakeholders). Because stunting is one of the causes of community knowledge (especially pregnant women and mothers of children under five) about stunting, this community empowerment program aims to prevent stunting through healthy village design, socialization, training, institutional capacity building, and awareness raising, as well as increasing availability. food. The activity method is cross sectional and community participation, and the research method uses pure description. The population is Posyandu Cadre, Sumbersekar Village Head and his staff, TPPKK Chair and PKK members, and other stakeholders, carried out in August-November 2022. The results of this empowerment activity are increased knowledge, awareness, community capacity in preventing and handling stunting, including in the depth of access to food as a source of nutrition for stunting management.
Pendampingan Pembelajaran Coding dan AI di SD Muhammadiyah 5 Kota Batu Bahrul Ulum; Maharani Putri Kumalasani; Dian Fitri Nur Aini
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4297

Abstract

Pembelajaran coding dan Artificial Intelligence (AI) di SD Muhammadiyah 5 Kota Batu masih menghadapi kendala berupa rendahnya kompetensi guru, keterbatasan pemahaman computational thinking, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran coding dan AI berbasis computational thinking untuk membangun ekosistem pembelajaran digital yang terintegrasi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan sistematis, meliputi sosialisasi, pelatihan intensif bagi guru, penerapan teknologi secara praktis, pendampingan serta evaluasi, dan pemastian keberlanjutan program melalui platform digital. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru. Sebanyak 10 guru mitra kini mampu menyusun worksheet unplugged coding serta menciptakan media pembelajaran digital berupa game menggunakan platform Gemini Canvas dan Canva AI. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan teknologi yang adaptif dapat mengurangi resistensi guru terhadap inovasi digital. Simpulan dari kegiatan ini adalah program pendampingan berhasil mencapai target dengan meningkatkan literasi digital dan kepercayaan diri guru dalam mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum sekolah. Program ini memiliki potensi keberlanjutan yang tinggi melalui sinergi antara akademisi dan pihak sekolah.