Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Literasi Guru Melalui Pendampingan Penulisan Puisi Berbasis AI Qur'ani, Hidayah Budi; Kumalasani, Maharani Putri; Ulum, Bahrul; Nuryasin, Mohammad
Abdimas Mandalika Vol 5, No 3 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v5i3.38640

Abstract

Abstract:  Technological developments and digitalization require teachers to innovate. Innovation can be realized by having competence in empowering AI. Based on that, this community service activity aims to (1) improve teachers' creative literacy competencies through AI-based poetry writing training and (2) integrate AI technology in literature learning in elementary schools, especially in the creative process of writing poetry. This community service is in partnership with fifth-grade Indonesian language teachers at Muhammadiyah 9 Elementary School, Malang City. This community service uses a training method consisting of five stages of activities, namely socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and sustainability. The results of this community service are (1) an increase in competence in creative literacy aspects, especially in AI-based poetry writing and (2) an increase in the ability to integrate AI in literature learning in elementary schools. The overall community service results were obtained through direct interviews with community service participants.Abstrak: Perkembangan teknologi dan digitalisasi menuntut guru untuk berinovasi. Inovasi dapat direalisasikan dengan memiliki kompetensi dalam memberdayakan AI. Berdasarkan hal itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kompetensi literasi kreatif guru melalui pelatihan penulisan puisi berbasis AI dan (2) mengintegrasikan teknologi AI dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar, khususnya dalam proses kreatif menulis puisi. Pengabdian ini bermitra dengan guru bahasa Indonesia kelas V SD Muhammadiyah 9 Kota Malang. Pengabdian ini menggunakan metode pelatihan yang terdiri atas lima tahap kegiatan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan. Hasil pengabdian ini berupa (1) adanya peningkatan kompetensi dalam aspek literasi kreatif, khususnya dalam penulisan puisi berbasis AI dan (2) adanya peningkatan kemampuan untuk mengintegrasikan AI dalam pembelajaran sastra di sekolah dasar. Hasil pengabdian secara keseluruhan didapatkan melalui wawancara secara langsung terhadap peserta pengabdian.
Profil Literasi Finansial Mahasiswa PGSD UMM sebagai Calon Guru Sekolah Dasar menggunakan Three-Tier Mutiple Choice dan CRI Ulum, Bahrul; Kumalasani, Maharani Putri; Aini, Dian Fitri Nur
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil literasi finansial mahasiswa PGSD serta mengidentifikasi tingkat pemahaman konseptual, miskonsepsi, dan ketidakpahaman menggunakan instrumen diagnostik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 102 mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Malang sebagai responden. Instrumen yang digunakan adalah Three-Tier Multiple Choice yang dipadukan dengan Certainty of Response Index (CRI) untuk mengidentifikasi kategori pemahaman mahasiswa secara lebih mendalam. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan respons ke dalam kategori paham konsep (PK), tidak paham konsep (TPK), dan miskonsepsi (MK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi finansial mahasiswa masih berada pada kategori sedang dengan distribusi yang didominasi oleh ketidakpahaman konsep dan miskonsepsi pada beberapa elemen penting, seperti pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan finansial. Selain itu, ditemukan adanya kecenderungan overconfidence pada sebagian mahasiswa yang menunjukkan keyakinan tinggi meskipun jawabannya tidak tepat. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa diperlukan penguatan pembelajaran literasi finansial berbasis diagnostik konseptual untuk meminimalisasi miskonsepsi dan meningkatkan kesiapan mahasiswa PGSD sebagai calon guru dalam mengajarkan literasi keuangan di sekolah dasar.
Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sumbersekar Dau Malang Wanda Mawar Dhanik Wanda Mawar Dhanik; Muhammad Irfan Hakim; Maharani Putri Kumalasani; La Vito Valentino Mirrabbirrahim
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 10 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a serious health problem in Indonesia. Basic Health Research Data (Riskesdas) shows the prevalence of stunting under five in 2018 reached 30.8 percent, which means that one in three toddlers is stunted. Stunting refers to the condition of a child's height being shorter than a child's height in general, due to lack of nutritional intake for a long time in the first 1000 days of life (HPK). When adults, children who are stunted will be vulnerable to attacks of non-communicable diseases such as: heart disease, stroke, diabetes, or kidney failure; hampering Indonesia's demographic bonus where the ratio of the non-working age population to the working age population decreases; threat of reducing intelligence level by 5-11 points. Seeing the dangers of stunting, strategic and systematic steps are needed from various elements of society (stakeholders). Because stunting is one of the causes of community knowledge (especially pregnant women and mothers of children under five) about stunting, this community empowerment program aims to prevent stunting through healthy village design, socialization, training, institutional capacity building, and awareness raising, as well as increasing availability. food. The activity method is cross sectional and community participation, and the research method uses pure description. The population is Posyandu Cadre, Sumbersekar Village Head and his staff, TPPKK Chair and PKK members, and other stakeholders, carried out in August-November 2022. The results of this empowerment activity are increased knowledge, awareness, community capacity in preventing and handling stunting, including in the depth of access to food as a source of nutrition for stunting management.
Pendampingan Pembelajaran Coding dan AI di SD Muhammadiyah 5 Kota Batu Bahrul Ulum; Maharani Putri Kumalasani; Dian Fitri Nur Aini
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4297

Abstract

Pembelajaran coding dan Artificial Intelligence (AI) di SD Muhammadiyah 5 Kota Batu masih menghadapi kendala berupa rendahnya kompetensi guru, keterbatasan pemahaman computational thinking, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran coding dan AI berbasis computational thinking untuk membangun ekosistem pembelajaran digital yang terintegrasi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan sistematis, meliputi sosialisasi, pelatihan intensif bagi guru, penerapan teknologi secara praktis, pendampingan serta evaluasi, dan pemastian keberlanjutan program melalui platform digital. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru. Sebanyak 10 guru mitra kini mampu menyusun worksheet unplugged coding serta menciptakan media pembelajaran digital berupa game menggunakan platform Gemini Canvas dan Canva AI. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan teknologi yang adaptif dapat mengurangi resistensi guru terhadap inovasi digital. Simpulan dari kegiatan ini adalah program pendampingan berhasil mencapai target dengan meningkatkan literasi digital dan kepercayaan diri guru dalam mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum sekolah. Program ini memiliki potensi keberlanjutan yang tinggi melalui sinergi antara akademisi dan pihak sekolah.