Dadi Darmadi
Faculty Of Ushuluddin; Center For The Study Of Islam And Society (PPIM), Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) Jakarta

Published : 49 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Benang Merah dan Jalan Berbeda: Pendidikan Agama Islam di Indonesia dan Malaysia Darmadi, Dadi
Studia Islamika Vol. 27 No. 1 (2020): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36712/sdi.v27i1.15232

Abstract

Azmil Tayeb. 2018. Islamic Education in Indonesia and Malaysia: Shaping Minds, Saving Souls. New York: Routledge.Many studies have been done to compare the similarities and differences of institutional systems in two or more countries, but not all of them succeed in describing in detail what, how and why the things being studied are the same or different. This very interesting book with a broad scope covers this challenge quite convincingly. Namely, there are common threads in the Islamic education system in Indonesia and Malaysia, but some of these factors are the reasons why the two religious education systems then take different paths: (1) the ideological factors that oversee it, (2) the forms of Islamization that create different responses to the state, and (3) the central government’s control of resources that influence central-regional relations. The author successfully presents a complex but vivid nuance of how Indonesia and Malaysia, which are geographically and culturally close, have eventually displayed different faces of Islamic education.
Sunnah Schools in Jakarta Greater Area: Dakwah, Education, and the Changing Face of Urban Muslim Communities in Indonesia Yuliyani, Atik; Darmadi, Dadi; sadawi, sadawi; Hafid, M.; Asmui, Asmui
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 2 2022
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v9i2.31060

Abstract

AbstractThis qualitative study examines the emergence of sunnah schools and their influence on the development of educational institutions among urban Muslim communities in Indonesia. Three key aspects were explored: (1) the important figures and main actors in establishing sunnah schools, (2) the content and materials used and developed in these schools, and (3) the local community response to their establishment. The study was conducted in the Jakarta Greater Area (Jabodetabek) area, encompassing South Tangerang, Depok, and Bogor Regency. The findings reveal that while sunnah schools have similarities with public schools in general education, there are significant differences in religious education, particularly in the areas of tauhid, fiqh, and other religious sciences according to the Salafi manhaj. In addition to adopting the curriculum of the Indonesian Ministry of Education and Culture, sunnah schools also use some special materials, including extracurricular activities such as horse riding and archery, which are considered part of the sunnah of the Prophet. The study concludes that the growth of sunnah schools is closely linked to the dynamics of educational institutions, changes in lifestyle trends, and the development of identity politics in urban Muslim communities in Indonesia.AbstrakPenelitian kualitatif ini mengkaji kemunculan sekolah sunnah dan pengaruhnya terhadap perkembangan lembaga pendidikan di kalangan masyarakat muslim perkotaan di Indonesia. Tiga aspek kunci yang diteliti: (1) tokoh penting dan aktor utama dalam pendirian sekolah sunnah, (2) konten dan materi yang digunakan dan dikembangkan di sekolah sunnah tersebut, dan (3) tanggapan masyarakat setempat terhadap pendiriannya. Kajian lapangan dilakukan di wilayah Jabodetabek, meliputi Kota Tangerang Selatan, Depok, dan Bogor. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sementara sekolah sunnah memiliki kesamaan dengan sekolah umum dalam pendidikan umum, ada perbedaan yang signifikan dalam pendidikan agama, khususnya di bidang tauhid, fikih, dan ilmu agama lainnya menurut manhaj Salafi. Selain mengadopsi kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, sekolah sunnah juga menggunakan beberapa materi khusus, antara lain kegiatan ekstrakurikuler seperti berkuda dan memanah yang dianggap sebagai bagian dari sunnah Nabi. Kajian ini menyimpulkan bahwa pertumbuhan sekolah sunnah sangat erat kaitannya dengan dinamika lembaga pendidikan, perubahan tren gaya hidup, dan perkembangan politik identitas masyarakat muslim perkotaan di Indonesia. 
Kangen-kangenan Seperempat Abad: Reuni Ushuluddin IAIN Jakarta Darmadi, Dadi
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 3 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v1i3.14304

Abstract

Acara reuni ini bukan hanya sekedar acara dadakan. Beberapa hal melatarbelakangi acara tersebut. Di antaranya, keinginan banyak alumni Ushuluddin untuk menengok kembali “kampus tercinta”nya dan bertemu teman lama. Juga keinginan berkumpul bersama dan mencari kemungkinan format kerja-sama sesama alumni karena, paling tidak, katanya, di antara sekian banyak alumni banyak yang boleh dibilang telah “menjadi” dan sukses. “Katanya si anu sudah menjadi anu, ya?” atau “Si anu kan sekarang udah laen, sekarang jadi anu dia...” adalah sedikit percakapan yang biasanya dilontarkan sesama teman seangkatan dan sejawatnya ketika pertama kali mereka bertemu lagi. Untuk itu, perlu diadakan sebuah acara reuni untuk mengakomodir keinginan-keinginan seperti itu. Jadi, orang bukan hanya datang ke kantor Fakultas untuk sekedar semisal melegalisir ijazah dan transkrip nilai. 
Memahami Gagasan, Pikiran dan Peran "Kaum Terpelajar yang Mencerahkan" dalam Konteks Islam di Indonesia Darmadi, Dadi
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 2 No. 1 (2000): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v2i1.14394

Abstract

Tulisan ini mengulas pikiran dan peran tokoh-tokoh di Indonesia, terutama dalam konteks sosial politik Indonesia. Dewasa ini, kemunculan para tokoh dari latarbelakang agama bukan lagi merupakan fenomena yang mengherankan. Munculnya mantan pemimpin ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), KH, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sebagai Presiden keempat RI semakin memperkokoh asumsi tersebut.
"Muslim Christology": The Islamization of the Gospels in the Muslim Biblical Scholarship Darmadi, Dadi
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 2 (1999): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v1i2.25753

Abstract

This paper tries to discuss the biblical texts and their interpretation in the Islamic tradition. It will essentially explore the specific relations be-tween the Qur’an, and the Bible, and how some Muslim scholars interpret the biblical texts in accordance with the Islamic doctrines. Even though the term “Islamization” of the Gospels has not been widely used in the Muslim scholarship, many Western scholars of Islam have referred to this as one of the major features of the Qur’anic discussion on Jesus and Christian tradition.
"Menikam Mircea Aliade dari Belakang": Kajian Awal tentang Arah Baru Studi Agama-agama Darmadi, Dadi
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 3 No. 2 (2001): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v3i2.25765

Abstract

Tulisan ini diawali dengan sebuah cerita anekdot dari Ron Cameron
Pertemuan Islam dan Kristen di Beranda Iman Darmadi, Dadi
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 1 (1998): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v1i1.39123

Abstract

Broadly speaking, the book by Nicolas Jonathan Woly, derived from his doctoral dissertation, discusses the diverse opinions on interfaith relations from Islamic and Christian scholars and theologians in the 20th century. Woly does not seem to want to stop at such a typical discussion; rather, he also wants to specifically examine how such interreligious relationships influence the understanding of Christians and the church in their missiological tasks. Or, as he put it, "…The Church and Christians will listen and perhaps also learn from other religious communities in matters of its mission." In this regard, Woly explicitly states that Christians and the church should also receive input from their historical experiences of encountering people of other faiths.
Ilmu Kalam “Terapan”: Sebuah Reorientasi menuju Kajian Ilmu Kalam yang Implementatif Nurdin, M. Amin; Darmadi, Dadi
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 10 No. 1 (2008): Refleksi
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ref.v10i1.39670

Abstract

This text is an effort to make Ilmu Kalam (Islamic theology) an applied science. Now is the right time to revive the study of Ilmu Kalam by reorienting its methods and core topics towards more practical applications, so that this discipline once again becomes a rich, intelligent, and inspiring intellectual heritage of Islam for solving the problems of humanity. This reorientation effort is not at all intended to dismantle a scientific structure that is already so solid; rather, it is meant to enrich the great and brilliant discipline of Ilmu Kalam. However, this greatness and brilliance will be in vain if not accompanied by efforts to revitalize it in accordance with its current significance.
Tantangan Kerja Sama Internasional Bidang Pendidikan Tinggi Islam (Studi Kasus: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Yuliyani, Atik; Subuki, Makyun; Darmadi, Dadi; Prasna, Adeb Davega; Asmu'i, Asmu'i; Furqon, Abdil Azizul
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.3940

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi adalah menjalin kerja sama internasional dengan berbagai pihak. Namun dalam menjalin kerja sama internasional tersebut, terdapat tantangan dan hambatan yang dialami oleh pendidikan tinggi Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan yang dialami dalam melaksanakan kerjasama internasional pada 3 (tiga) perguruan tinggi keagamaan islam negeri (PTKIN) di Indonesia, yaitu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggabungkan metode penelitian kuantitatif dengan kualitatif. Data dalam penelitian ini akan diambil secara kuantitatif melalui kuesioner yang akan disebarkan kepada informan secara online yang terdiri dari pimpinan universitas (rektorat dan biro), pimpinan lembaga, pimpinan fakultas, guru besar, dosen dan peneliti, serta mahasiswa asing di lingkungan ketiga perguruan tinggi tersebut. Dengan jumlah narasumber dan responden sebanyak 50 orang pada masing-masing perguruan tinggi. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa hambatan yang dialami oleh ketiga perguruan tinggi keagamaan terletak pada aspek manajemen organisasi masing-masing perguruan tinggi dan dikombinasikan oleh Kementerian agama yang belum menjalankan perannya dengan maksimal. Factor minimnya koordinasi antar universitas Islam negeri maupun Kementerian Agama menambah hambatan yang terjadi saat melakukan kerja sama internasional Selain itu, factor pendanaan juga menjadi penghambat kerja sama Internasional di tiga universitas islam negeri tersebut.