Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

MEMBANGUN BADAN USAHA MILIK SEKOLAH DI SD MUHAMMADIYAH DENPASAR Wakhudin Wakhudin; Dedy Irawan; Try Yuliansyah Bintaro
Indonesian Collaboration Journal of Community Services Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Collaboration Journal of Community Services
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/icjcs.v3i2.114

Abstract

This community service report aims to socialize the need for School-Owned Enterprises (BUMS) as an alternative source of funding for education units. Each school does have the opportunity to get funding from the government and local government, as well as the community, but in reality the education unit operates the education budget roughly. Therefore, education units need to find alternative sources of education funding. One way is to establish a School-Owned Enterprise. This BUMS is the same position as State-Owned Enterprises (SOEs) in the central government, Regional Owned Enterprises (BUMD) for provincial, district and city governments, and Village-Owned Enterprises (BumDes). The recommended BUMS can be PT, CV or Cooperative. But among the three economic institutions, cooperative is the most suitable for schools. Because, in cooperatives it is not only an economic matter, but in it there is a spirit of mutual assistance, and the spirit of education. BUMS is a manifestation of the creativity of education units under the responsibility of school principals, in addition to educational issues. All BUMS activities are the full responsibility of the principal. However, BUMS is carried out according to the rhythm of the business world, so that this institution is purely a professional economic institution
PENINGKATAN KAPASITAS WARGA SEKOLAH DI KAWASAN RAWAN BENCANA DALAM MENGURANGI RISIKO BENCANA GUNUNG API Agung Nugroho; Sri Muryaningsih; Lia Mareza; Aji Heru Muslim; Dedy Irawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16963

Abstract

Abstrak: Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan langusng dengan Gunung Slamet sebagai salah satu gunung api aktif di Pulau Jawa. Oleh karenanya pengetahuan kebencanaan menjadi kebutuhan mutlak bagi seluruh lapisan masyarakat yang berada di daerah rawan bencana termasuk siswa sebagai calon generasi penerus dalam rangka mengurangi resiko dampak dari bencana tersebut. Permasalahan yang dialami mitra yaitu belum terlaksananya pelatihan mitigasi bencana secara rutin dalam menghadapi potensi bencana gunung meletus. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberikan pengetahuan kebencanaan dan keterampilan warga dalam menghadapi potensi bencana gunung api. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di MI Muhammadiyah Gandatapa, Banyumas yang berada di kawasan resiko bencana. Jumlah peserta sebanyak 22 orang. Kegiatan dilaksankan dengan dua tahapan, tahap pertama berupa workshop atau pemaparan dari dua narasumber yang memang mendalami kajian mitigasi. Tahap kedua berupa praktek mitigasi yang diikuti oleh siswa sebagai peserta dalam pelatihan ini. Evaluasi kegiatan berupa pemberian angket setelah kegiatan selesai. Rangkaian kegiatan berjalan baik dan hasil dari pengisian angket peserta dapat disimpulkan bahwa respon peserta kegiatan sangat baik. Ada peningkatan dari pemahaman mitigasi bencana gunung meletus serta pengalaman praktek simulasi yang awalnya hanya 11% dari peserta pernah ikut simulasi menjadi 100%.Abstract: Banyumas is one of the regencies directly adjacent to Mount Slamet, one of the active volcanoes on the island of Java. Therefore disaster knowledge is an absolute necessity for all levels of society who are in disaster-prone areas, including students as candidates for the next generation in order to reduce the risk of the impact of the disaster. The problem experienced by partners is that they have not carried out routine disaster mitigation training in dealing with potential volcanic eruption disasters. Service activities are carried out through disaster mitigation training to provide disaster knowledge for residents of MI Muhammadiyah Gandatapa, Banyumas who are in disaster risk areas. The number of participants was 22 people. The activity was carried out in two stages, the first stage was in the form of a workshop or presentations from two resource persons who really studied mitigation studies. The second stage is in the form of mitigation practices followed by students as participants in this training. Evaluation of activities in the form of giving questionnaires after the activity is complete. The results of filling out the participants' questionnaire can be concluded that the understanding of volcanic eruption disaster mitigation after the participants attended the training was in the good category.
Analisis Faktor Penyebab Kesulitan Membaca Permulaan Peserta Didik Kelas II SD Dedy Irawan; Fithrotun Noor Kharisma; Agung Nugroho
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.82309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan faktor penyebab kesulitan membaca permulaan peserta didik kelas II di SD. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas II yang mengalami kesulitan membaca permulaan teknik penagmbilan sampel dilakukan dengan tes membaca. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan analisis dokumen. Teknis analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 14 jumlah peserta didik terdapat 3 peserta didik yang mengalami kesulitan membaca. Faktor penyebab yang dialami peserta didik tersebut yaitu peserta didik pertama disebabkan karena terdapat gangguan pada penglihatannya yang membuat tidak bisa dengan jelas melihat tulisan, peserta didik kedua disebabkan kurangnya perhatian dan keterlibatan orang tua dalam mendampingi anaknya belajar, peserta didik ketiga disebabkan karena kurangnya motivasi dan minat dalam diri peserta didik untuk belajar.  Kesimpulan dari penelitian ini yaitu faktor penyebab peserta didik mengalami kesulitan membaca disebabkan karena faktor fisiologis, faktor lingkungan dan faktor psikologi. 
Peran Guru pada Penanaman Karakter dalam Profil Pelajar Pancasila di SD UMP Lutfiah Gunansyah; Dedy Irawan
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 13 (2023): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2023
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v13i.896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru pada penanaman karakter yang terdapat dalam Profil Pelajar Pancasila di SD UMP. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan pada bulan Juli hingga awal Agustus 2023. Partisipan penelitian ini adalah 1 orang kepala sekolah, 1 orang guru kelas dan 5 orang peserta didik SD UMP. Instrumen penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Jenis wawancara yang dilakukan adalah jenis wawancara semi terstruktur dalam bentuk pedoman wawancara. Analisis data dalam penelitian ini adalah studi kasus dari hasil penelitian di lapangan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan peran guru sebagai model, perencana, peramal, pemimpin dan petunjuk jalan ke arah pembelajaran dalam penanaman dimensi karakter Profil Pelajar Pancasila. di SD UMP. Profil Pelajar Pancasila terdapat 6 dimensi yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlaq mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif. Hal ini dibuktikan dengan berbagai metode yang telah dilakukan seperti mengingatkan sholat tepat waktu, menyediakan poster kebudayaan di Indonesia, membuat jadwal piket, menyediakan katering makan siang, membuat modul ajar dengan metode Problem Based Learning dan Project Based Learning. Guru juga menjalin hubungan yang erat dengan orangtua guna mendukung berjalannya penanaman karakter dalam diri peserta didik. Peserta didik yang memiliki ke-enam dimensi karakter Profil Pelajar Pancasila dapat mengaplikasikannya di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Kesiapan Guru Sekolah Dasar Kelas Rendah dalam Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Dedy Irawan; Atun Tri Astuti
Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) JRPD Volume 4 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrpd.v4i1.17025

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi dilakukan secara daring. Pembelajaran daring mengalami berbagai kendala bagi peserta didik, guru, dan orang tua, sehingga membuat pemerintah membuka kembali pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka dilaksanakan secara terbatas yaitu dengan membagi dua kelompok belajar daring dan luring. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka dilaksanakan dalam waktu terbatas, sehingga guru mengalami kesulitan dalam mencapai dan mengelola pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru sekolah dasar kelas rendah dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas. Bagaimana kesiapan guru kelas rendah dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas pada aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, serta penilaian hasil dan proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Subjek penelitian ini merupakan guru kelas rendah yang diambil dari sampel penelitian sebanyak 23 guru di wilayah korwilcam dindik Kembaran Kabupaten Banyumas. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner tertutup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan guru sekolah dasar kelas rendah dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas secara umum memperoleh skor 188,26 dengan frekuensi sebanyak 16 guru masuk dalam kategori sangat siap, aspek perencanaan pembelajaran memperoleh skor 88,52 dengan frekuensi sebanyak 12 guru masuk dalam kategori sangat siap, aspek pelaksanaan pembelajaraan memperoleh skor 78,57 dengan frekuensi sebanyak 15 guru masuk dalam kategori sangat siap, dan aspek penilaian hasil dan proses pembelajaran memperoleh skor 21,17 dengan frekuensi sebanyak 23 guru masuk dalam kategori sangat siap. Maka dapat disimpulkan bahwa kesiapan guru sekolah dasar kelas rendah dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas berdasarkan interval penilaian skor pada aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, serta penilaian hasil dan proses pembelajaran dapat dinyatakan sangat siap.
Learning Model Discovery Learning for Enhancing Storytelling Skills of Elementary School Students Agni Kusuma Wardani; Lia Mareza; Dedy Irawan
Jurnal Lensa Pendas Vol 4 No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jlp.v4i2.593

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan bercerita siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bercerita menggunakan model discovery learning dan media pop up book. Teknik penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilakukan dalam dua siklus, dan menggunakan desain penelitian Kemmis & McTaggart. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang dilakukan di SD Negeri 2 Purbadana menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan discovery learning dibantu dengan media pop up book berlangsung dengan baik. Hasil keterampilan bercerita pada siklus I mencapai rata-rata 3,1 dengan persentase ketuntasan sebesar 34%, artinya keterampilan bercerita siswa masih termasuk dalam kategori kurang. Pada siklus II rata-rata 3,9 dengan persentase ketuntasan sebesar 86%, artinya keterampilan bercerita siswa sudah termasuk dalam kriteria baik. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model pembelajaran discovery learning dibantu dengan media pop up book dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas IV SD Negeri 2 Purbadana.
Enhancing Students' Reading Interest Through PQ4R Strategy Assisted by Comic Media at MI Muhammadiyah Panican Dedy Irawan; Laksono Yogi Wibowo; Agung Nugroho; Sri Muryaningsih
Journal of Childhood Development Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Childhood Development
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Ma'arif (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jcd.v4i1.4508

Abstract

Reading is a fundamental activity that affects every individual in learning various kinds of knowledge. Reading activities can become the foundation of an individual that supports the character formation process. Teaching reading is not an easy task because it requires the preparation of several things, such as environmental conditions, teaching techniques, learning strategies, and others. This research was motivated by the low interest in reading among sixth-grade students of MI Muhammadiyah Panican in Indonesian language learning. This study aims to provide solutions to the low reading interest of students through the implementation of the PQ4R strategy assisted by Comic media in the Indonesian language learning of the sixth grade at MI Muhammadiyah Panican. The research method used was Classroom Action Research (CAR), which was conducted in two cycles. The subjects of this study were the sixth-grade students of MI Muhammadiyah Panican, totaling 17 students. The results showed that the students' reading interest in the first cycle had reached a percentage of 64% with fewer criteria, while in the second cycle, it had obtained a percentage of 80% with good criteria. The research by applying the PQ4R strategy assisted by Comic media in the Indonesian language learning of the sixth grade at MI Muhammadiyah Panican has successfully increased the students' reading interest according to the expected success indicators
Analisis Kelayakan Bahasa Dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas III Sekolah Dasar Fadhilah Siti Baltu; Dedy Irawan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107287

Abstract

Textbooks play a crucial role as learning guides and primary sources of information, so their language quality must be appropriate to students' cognitive levels for ease of understanding. A language suitability analysis is necessary to ensure textbooks effectively support learning objectives. This study aims to analyze the linguistic feasibility of the Bahasa Indonesia textbook for third-grade elementary school students published by ELG, based on the assessment criteria set by the National Education Standards Agency (BSNP). This research employs a qualitative approach using content analysis as the method. The findings indicate that the textbook meets the criteria for linguistic feasibility. The language used is communicative and clear, sentence structures conform to the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) and the Enhanced Spelling System (Ejaan yang Disempurnakan, EYD), illustrations support students imagination, and the content is cohesive and logically organized across chapters and paragraphs. In conclusion, the textbook satisfies the linguistic feasibility standards established by the BSNP.Buku teks berperan penting sebagai panduan belajar dan sumber utama informasi, sehingga kualitas bahasanya harus sesuai dengan tingkat kognitif siswa agar mudah dipahami. Analisis kelayakan bahasa diperlukan untuk memastikan buku teks efektif mendukung tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan bahasa dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas III Sekolah Dasar dari penerbit ELG yang mengacu pada penilaian BSNP. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode analisis isi. Penggunaan bahasa buku ini sudah memenuhi aspek kelayakan bahasa, ditandai dengan penggunaan bahasa yang komunikatif, jelas, struktur kalimat yang sesuai KBBI dan EYD, ilustrasi yang mendukung daya imajinasi siswa, keterpaduan, keruntutan antar-bab dan antar-paragraf disusun secara sistematis, runtut dan logis. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa buku teks tersebut sudah memenuhi standar penilaian kelayakan bahasa yang sudah ditetapkan oleh BSNP.
Analisis Kelayakan Isi dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas III Sekolah Dasar Retma Iswandari; Dedy Irawan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107421

Abstract

Textbooks play a crucial role in achieving learning objectives, as they contain instructional materials that help enhance students knowledge. A high-quality textbook should meet the content feasibility standards established by the National Education Standards Agency (BSNP), thus contributing to improved student learning outcomes and academic performance in schools. This study aims to evaluate the content feasibility of the third-grade Bahasa Indonesia textbook published by EG. The research employs a qualitative approach using content analysis methods and field note-taking techniques. Data were analyzed through descriptive analysis, and data validity was ensured through technique triangulation. The findings indicate that the content of the third-grade Bahasa Indonesia textbook by EG largely aligns with the content feasibility criteria, particularly in terms of alignment with learning objectives, material accuracy, and the presence of supportive learning materials. The study concludes that the textbook meets the content quality standards and is suitable for use as a supplementary textbook during the learning process.Buku teks berperan penting untuk mencapai tujuan pembelajaran, karena pada buku teks berisi materi-materi yang mampu meningkatkan pengetahuan siswa. Buku teks yang memiliki kualitas baik, memenuhi standar kualitas kelayakan isi yang sesuai dengan standar Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang ditetapkan, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar dan prestasi siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan isi buku teks Bahasa Indonesia kelas III dari penerbit EG. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi, dan menggunakan teknik catatan lapangan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan triangulasi teknik untuk mengukur keabsahan data. Hasil analisis isi dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas III dari penerbit EG sebagian besar sudah sesuai dengan kelayakan isinya berdasarkan komponen kesesuaian capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran, keakuratan materi, dan materi pendukung pembelajaran. Penelitian ini menunjukan bahwa kualitas buku teks Bahasa Indonesia kelas III dari penerbit EG sudah sesuai dengan kriteria kelayakan isi buku teks, dan layak dijadikan sebagai buku pendamping dalam proses pembelajaran. Dalam buku teks bahasa Indonesia kelas III dari penerbit EG sudah sesuai engan kriteria kelayakan isi
Analisis Kesalahan Penulisan Huruf Kapital dan Tanda Baca dalam Teks Cerita Siswa Kelas III Sekolah Dasar Adam Pikri Musapa; Dedy Irawan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107186

Abstract

Writing remains a challenge in Indonesian language instruction at the primary school level, particularly regarding the correct use of capital letters and punctuation marks. This study aims to identify the types of capitalization and punctuation errors, as well as the contributing factors, in narrative texts written by third-grade primary school students. The research employed a qualitative content analysis method. Data were collected through observation, interviews, and documentation of students’ written work. The findings reveal frequent errors such as the misuse of capital letters at the beginning of words in the middle of sentences, improper capitalization at the beginning of sentences, and incorrect or missing periods at the end of sentences. Contributing factors include students’ limited understanding of the Indonesian language writing conventions (PUEBI), low learning motivation, lack of writing practice, and unsupportive home environments. One of the primary causes identified is that students tend to focus more on the content of the story rather than on writing rules.Keterampilan menulis masih menjadi kendala dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, khususnya dalam penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesalahan penulisan huruf kapital dan tanda baca serta faktor penyebabnya dalam teks cerita siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi tulisan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan umum berupa huruf kapital di awal kata di tengah kalimat, di awal kalimat, dan tanda titik di akhir kalimat masih sering terjadi. Faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut meliputi kurangnya pemahaman siswa terhadap kaidah PUEBI, rendahnya motivasi belajar siswa, kurangnya latihan menulis, serta lingkungan keluarga yang kurang mendukung. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa salah satu penyebab utama terjadinya kesalahan penulisan huruf kapital dan tanda baca adalah karena siswa lebih fokus pada isi cerita daripada kaidah penulisan.