Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG MERAKIT JARING INSANG BERDASARKAN UKURAN MATA JARING DI DESA TELUK MAJELIS KUALA JAMBI TANJUNG JABUNG TIMUR Darmawi, Darlim; Lisna, Lisna; Nelwida, Nelwida; Hariski, M.; Ramdhan, Fauzan
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 3 No. 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan yang akan dilakukan dengan mitra para nelayan pengguna jaring insang di Desa Teluk Majelis Kecamatan Kuala Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Target luaran dari kegiatan ini adalah : 1. Nelayan dapat mengenal/memahami teknik merakit jaring insang, 2. Nelayan dapat menyusun komponen komponen jaring insang sesuai kebutuhan dan ukuran, 3. Nelayan dapat merakit secara mandiri jaring insang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metoda penyuluhan dan pelatihan. Program ini dilakukan terhadap nelayan yang mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan penggunaa jaring insang. Permasalahan utama adalah; nelayan pada umumnya belum memahami teknik merakit jaring insang yang benar. Nelayan belum memahami komponen-komponen dan kebutujan biaya untuk merakit menjadi konstruksi jaring insang, Sehingga hal tersebut menjadi salah satu kendala nelayan terhadap kelangsungan usahanya dalam meningkatkan produksi hasil tangkap. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan solusi peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan dan pelatihan tentang: Penyuluhan Tentang Merakit Jaring Insang Berdasarkan Ukuran Mata Jaring di Desa Teluk Majelis Kuala Jambi Tanjung Jabung Timur
The Carrying of Capacity of the Pangkal Babu Mangrove Forest on the Abundance of Fish Resources and the Economy of the People of Tungkal Satu Village, Tanjung Jabung Barat Tedy Azmi Nasution; Tedjo Sukmono; Rifli Rindes; Hutwan Syarifuddin; Darlim Darmawi; Ucop Haroen
Jurnal Natur Indonesia Vol. 21 No. 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The Pangkal Babu Mangrove Forest has an important role in a fish habitat that is closely related to the livelihoods of fishermen so it has an overall economic relationship. This study aims to analyze the condition of mangrove forests, the triangulation relationship between mangrove forests and fish resources, and the community's economy as well as forms of local wisdom in protecting and preserving mangrove forests. This research was conducted in the Pangkal Babu Mangrove forest area, Tungkal Ilir District, West Tanjung Jabung Regency. The method in this study is a survey method. The sampling technique for the condition of the mangrove forest was using the Line Transect Plot method at 3 different stations. The data analyzed included the density of mangrove forests, fishery resources, the economy, and the local wisdom of the community. The results showed that at station I the condition of mangrove vegetation in Pangkal Babu was in moderate criteria with 1,467 trees/ha, station II was in very dense criteria with 3,367 trees/ha, and station III was in moderate criteria with 1,000 trees/ha. Fishery production for 5 years is 93,221 kg with many trips of 2,115 and a CPUE value of 44.13 kg/trip. Fishery production has exceeded the sustainable potential both biologically (MSY = 82,297 kg) and economically (MEY = 82,296 kg). The value of the coefficient of determination (R2) is 0.82 or 82%, which indicates that the fluctuation in fishery production is caused by the area of mangrove forests by 82%.
PENYULUHAN TENTANG MERAKIT JARING INSANG BERDASARKAN UKURAN MATA JARING DI DESA TELUK MAJELIS KUALA JAMBI TANJUNG JABUNG TIMUR Darmawi, Darlim; Lisna, Lisna; Nelwida, Nelwida; Hariski, M.; Ramadhan, Fauzan
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 3 No. 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan yang akan dilakukan dengan mitra para nelayan pengguna jaring insang di Desa Teluk Majelis Kecamatan Kuala Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Target luaran dari kegiatan ini adalah : 1. Nelayan dapat mengenal/memahami teknik merakit jaring insang, 2. Nelayan dapat menyusun komponen komponen jaring insang sesuai kebutuhan dan ukuran, 3. Nelayan dapat merakit secara mandiri jaring insang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metoda penyuluhan dan pelatihan. Program ini dilakukan terhadap nelayan yang mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan penggunaa jaring insang. Permasalahan utama adalah; nelayan pada umumnya belum memahami teknik merakit jaring insang yang benar. Nelayan belum memahami komponen-komponen dan kebutujan biaya untuk merakit menjadi konstruksi jaring insang, Sehingga hal tersebut menjadi salah satu kendala nelayan terhadap kelangsungan usahanya dalam meningkatkan produksi hasil tangkap. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan solusi peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan dan pelatihan tentang: Penyuluhan Tentang Merakit Jaring Insang Berdasarkan Ukuran Mata Jaring di Desa Teluk Majelis Kuala Jambi Tanjung Jabung Timur
Analisis Pendapatan Nelayan Togok Berdasarkan Karakteristik Di Kecamatan Kuala Jambi Hariski, M; Sibagariang, Febryanti; Darmawi, Darlim; Firmansyah, Firmansyah; Pramusintho, Bagus; Harahap, Afriani
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Nelayan togok di Kecamatan Kuala Jambi memiliki hasil tangkapan utama berupa udang, tetapi nelayan sering dihadapkan pada permasalahan. Salah satunya adalah penggunaan alat tangkap togok ini memiliki sifat menunggu, sehingga hasil tangkapan tidak stabil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan nelayan togok dan pengaruh karakteristik nelayanterhadap pendapatan nelayan togok. Materi pada penelitian ini adalah data primer yang meliputidata pendapatan nelayan togok dengan metode penelitian menggunakan metode survey. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder dengan analisis data menggunakan persamaan pendapatan dan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tangkapan utama dari togok adalah udang kuning, udang kapur dan udang peci, sedangkan hasil tangkapan sampingan berupa ikan sembilang dan ikan gulamah yang dikonsumsi sendiri oleh nelayan. Pendapatan nelayan dari hasil tangkapan utama togok sebesar Rp.15.667.041,- per tahun dengan rata-rata pendapatan per bulan sebesar Rp.  1.305.587,-dengan rata-rata pendapatan per trip sebesar Rp. 326.397,-. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel umur (X1) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,27 (P<0,05), variabel pendidikan 0,47 (P<0,05) dan pengalaman sebesar 0,008 (P<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa pendapatan nelayan Togok di Kecamatan Kuala Jambi dipengaruhi oleh umur, pendidikan dan pengalaman.
Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur Ibadillah, Sultonu; Lisna, Lisna; Wulandari, Wulandari; Nelwida, Nelwida; Heltria, Septy; Darmawi, Darlim
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i2.16219

Abstract

Jaring insang dasar (bottom gill net) ialah jaring yang berbentuk lembaran persegi panjang dengan mata jaring yang sama. Jaring insang ini dioperasikan dengan cara hanyut di dasar perairan atau di pertengahan perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman hasil tangkapan jaring insang dasar (bottom gill net) 4,5 inchi yang didaratkan di perairan Nipah Panjang II, Tanjung Jabung Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus dengan responden sebanyak 7 nelayan dan dilakukan pengulangan sebanyak 7 kali pada setiap nelayan. Data yang dihimpun dalam penelitian ini adalah jumlah total hasil tangkapan yang didaratkan, berat ikan dan jenis ikan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi serta parameter lingkungan yang diamati meliputi suhu, pH dan salinitas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat sebanyak 862 ekor dengan komposisi terdiri dari 5 spesies yaitu ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum), ikan kurau (Trachycep halus), ikan hiu (Selachimorpha sp), ikan malung (Gnathopis nystromi) dan ikan pari (Myliobatoidei sp). Jenis ikan yang paling banyak tertangkap adalah ikan senangin (E. tetradactylum) yaitu dengan jumlah 394 ekor dan ikan yang paling sedikit adalah ikan hiu (Selachimorpha sp) yaitu dengan jumlah 12 ekor. Indeks keanekaragaman bernilai 1,3 (sedang), indeks keseragaman bernilai 0,82 (tinggi) dan indeks dominasi sebesar 0,3 (rendah).The bottom gill net is a net in the form of a rectangular sheet with the same mesh. This gill net is operated by drifting on the bottom of the water or in the middle of the water. The aim of this research was to determine the diversity of catches from 4.5 inchs bottom gill nets landed in the waters of Nipah Panjang II, East Tanjung Jabung. The method used in this research was the census method with 7 fishermen as respondents and repeated 7 times for each fisherman. The data collected in this research is the total number of catches landed, weight of fish and types of fish to analyze the composition of the catch, diversity index, uniformity index and dominance index as well as environmental parameters observed including temperature, pH and salinity. The results of the research showed that there were 862 fish with a composition consisting of 5 species, namely gladin fish (Eleutheronema tetradactylum), kurau fish (Trachycep halus), shark (Selachimorpha sp), Malung fish (Gnathopis nystromi) and stingrays (Myliobatoidei sp). The type of fish that was caught the most was the sengin fish (E. tetradactylum), with a total of 394 fish, and the fish with the fewest was the shark (Selachimorpha sp), with a total of 12 fish. The diversity index is 1.3 (medium), the uniformity index is 0.82 (high) and the dominance index is 0.3 (low).
Analisis Pendapatan Nelayan Berdasarkan Sistem Bagi Hasil Pada Kapal Pukat Cincin (Purse Seine) di PPN Sibolga Sumatera Utara Sitanggang, Yunita Friska; Darmawi, Darlim; Ramdhani, Farhan; Silaban, Jecky; Hariski, M; Pramusintho, Bagus; Firmansyah, Firmansyah
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v12i2.12273

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, a key capture fisheries hub in North Sumatra, supports a range of services and activities for fishing stakeholders. Purse seine vessels, predominantly used by fishermen at PPN Sibolga, target pelagic species such as kawakawa (Euthynnus affinis), yellowfin tuna (Thunnus albacares), and skipjack tuna (Katsuwonus pelamis). This study analyzes income disparities among fishermen based on the profit-sharing system applied to purse seine vessels at PPN Sibolga. Conducted from March 4 to April 4, 2024, the study employed a survey method, collecting primary data on fish weight (kg), selling price (IDR), vessel size (GT), and operational costs, alongside secondary data on fishing gear statistics and regional information from PPN Sibolga. Data were analyzed descriptively to elucidate the income-sharing structure. Findings indicate that the average operational cost per trip for a purse seine vessel is IDR 199,458,550, with an average revenue of IDR 443,046,000 and a net profit of IDR 232,597,867. The profit-sharing system allocates 60% of the net profit (after fixed costs) to the vessel owner and 40% to the crew, with the skipper receiving 8.10%, senior crew (engineers, officers, cooks) 5.40%, supporting crew 4.05%, and regular crew 2.70%. The study reveals significant income disparities among crew members, driven by their roles and the established profit-sharing structure in purse seine operations at PPN Sibolga
ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN JARING INSANG PERMUKAAN (SURFACE GILLNET) DI DESA KOTO PETAI PERAIRAN DANAU KERINCI KABUPATEN KERINCI Pratama, Padli Yuda; Syarifuddin, Hutwan; Darmawi, Darlim
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 01 (2024): Agustus 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i01.26906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan nelayan pada alat tangkap jaring insang permukaan (Surface gillnet) di Desa Koto Petai Kecamatan Tanah Cogok Kabupaten Kerinci. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yaitu dengan pengamatan langsung dilapangan serta melakukan wawancara kepada Nelayan. Penentuan jumlah responden dalam penelitian ini secara acak terhadap nelayan yang menggunakan jaring insang permukaan. Jumlah keseluruhan nelayan yang menggunakan jaring insang permukaan di Desa Koto Petai adalah sebanyak 134 orang nelayan dan penarikan sampel 20% sehingga jumlah responden diperoleh sebesar 21 orang, didapatkan dengan menggunakan rumus slovin karena dalam suatu penarikan sampel, jumlah harus respresentative agar hasil dalam penelitian dapat digeneralisasikan. Alat tangkap yang digunakan adalah jaring insang dengan ukuran 2,0 – 3,0 inch dan pengoperasian penangkapan tergolong sederhana. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rata-rata biaya produksi yaitu biaya variabel Rp.124.000, biaya tetap Rp.4.721. Penerimaan nelayan jaring insang adalah Rp.300.000/hari/org dan Pendapatan Rp.171.279/hari/org. Pengalaman melaut dan biaya produksi berpengaruh nyata terhadap variabel pendapatan, sedangkan variabel umur,tingkat pendidikan tidak berpengaruh nyata secara parsial terhadap variabel pendapatan. Nilai B/C ratio usaha penangkapan dengan alat tangkap jaring insang yaitu 1,33 menunjukan usaha penangkapan layak dijalankan karena memperoleh B/C R > 1. Kata Kunci: Alat tangkap, jaring insang, rasio usaha