p-Index From 2021 - 2026
2.125
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Enhancing Students’ Science Literacy Skills; Implications for Scientific Approach in Elementary School Kartimi Kartimi; Widodo Winarso
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 8, No 2 (2021): October 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i2.9175

Abstract

AbstractScience literacy skills of elementary school students in the era of 21st-century learning are indispensable, scientific literacy skills can be improved through the application of a scientific approach. This study aims to analyze the scientific literacy ability of elementary school students through the application of a scientific approach. The experimental method with a pretest-posttest group design was used in this study. Simple Random Sampling, consisting of an experimental class and a control class, was applied to elementary schools in Cirebon, Indonesia. The scientific literacy skills test (TOSLS) measures students' literacy skills, while the observational assessment measures students' responses to the scientific approach. The data analysis technique used independent sample T-Test and Mann-Whitney U. The results showed that students' learning activities in the application of scientific learning experienced an increase in scientific literacy skills with very strong criteria. Student learning activities in the experimental class have a higher percentage over the control class. The research hypothesis shows that there is a difference in the improvement of students' scientific literacy skills between the experimental class and the control class of elementary school students. Thus, the application of a scientific approach contributes to students' scientific literacy skills.Keywords: scientific literacy, scientific approach, science education. AbstrakKeterampilan literasi sains siswa sekolah dasar di era pembelajaran abad 21 sangat diperlukan. Keterampilan literasi sains dapat ditingkatkan melalui penerapan pendekatan saintifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa sekolah dasar melalui penerapan pendekatan saintifik. Metode eksperimen dengan desain pretest-posttest group design digunakan dalam penelitian ini. Simple Random Sampling, terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol di sebuah sekolah dasar di Indonesia. Tes keterampilan literasi sains (TOSLS) mengukur kemampuan literasi siswa, sedangkan penilaian observasional mengukur respons siswa terhadap pendekatan saintifik. Teknik analisis data menggunakan independent sample T-Test dan Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa ketika diterapkan pendekatan saintifik mengalami peningkatan keterampilan literasi sains dengan kriteria sangat kuat. Aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen memiliki persentase yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hipotesis penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan literasi sains siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol siswa SD. Dengan demikian, penerapan pendekatan saintifik berkontribusi terhadap kemampuan literasi sains siswa.Kata kunci: literasi ilmiah, pendekatan ilmiah, pendidikan sains.
APLIKASI PEMBELAJARAN DI JENJANG PENDIDIKAN DASAR BERBASIS RAMAH OTAK MELALUI BRAIN DEVELOPMENT STRATEGY Widodo Winarso
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.946 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i1.192

Abstract

ABSTRAKTerkait dengan implemtasi kurikulum yang menyangkut pendidikan anak di tingkatan Sekolah Dasar. Pola pendidikan anak di tingkat ini dikenal dengan istilah Pembelajaran tematik terpadu. Hal ini berbeda dengan pembelajaran ditingkatan kelas di atasnya, yang secara khusus mempelajari ilmu dari berbagai disiplin yang berbeda. Pada pembelajaran di tingkat ini semua disiplin ilmu diajarkan tidak secara mandiri, namun secara terpadu yang dikemas dalam tema-tema tertentu. Bagian inilah yang menarik untuk dikaji. Pada pembelajaran model ini, peserta didik sudah tidak perlu lagi memikirkan sedang belajar mata pelajaran apa, namun peserta didik belajar tentang apa secara holistik. Pembelajaran terpadu menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali tatap muka, untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik. Karena peserta didik dalam memahami berbagai konsep yang dipelajari selalu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dikuasainya. Pembelajaran tematik diyakini sebagai salah satu model pembelajaran yang efektif (highly effective teaching model), karena mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi emosi, fisik, dan akademik di kelas atau di lingkungan sekolah. Model pembelajaran tematik ini terbukti secara empirik berhasil memacu percepatan dan meningkatkan kapasitas memori peserta didik (enhance learning and increase long-term memory capabilities of learners) untuk waktu yang panjang. Model pembelajaran tematik memiliki perbedaan kualitatif (qualitatively different) dengan model pembelajaran lain. Model pembelajaran ini mengoptimasi lingkungan sebagai kunci dalam menciptakan kelas yang ramah. Kondisi belajar dimana aktifitas belajar yang terjadi melibatkan subjek belajar secara langsung, mengoptimasi semua sumber belajar, dan memberi peluang untuk mengeksplorasi secara luas kemampuan kognitif sisiwa melalui  aplikasi pembelajaran ramah otak.Kata kunci : Pembelajaran, Ramah Otak, Brain Development Strategy
MENGATASI STRES AKADEMIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENGUATAN SELF ESTEEM PESERTA DIDIK Widodo Winarso
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.512 KB) | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i1.343

Abstract

ABSTRAKSebagian besar peserta didik dalam menjalani kegiatan pembelajaran matematika di sekolah, seringkali merasakan stres. Stres yang dialami peserta didik cenderung disebabkan oleh perasaan tidak mampu yang dimiliki peserta didik itu sendiri dalam menghadapi berbagai situasi, kejadian dan tantangan yang ada selama kegiatan pembelajaran matematika berlangsung. kondisi tersebut membuat peserta didik  merasa tidak nyaman dalam menerima materi ajar. Pencapaian tujuan pembelajaran  tidak dapat mencapai hasil maksimal, jika pendidik memaksakan pada situasi tersebut. hal yang perlu diperhatika oleh pendidik yakni kemampuan peserta didik untuk membangun dan mempertahankan kondisi fisik maupun psikis selama pembelajaran matematika berlangsung. Berdasarkan konsekuensi tersebut, self esteem yang tinggi dalam diri peserta didik dapat menghilangkan atau mengurangi stres yang dirasakan peserta didik akibat berbagai tekanan yang dialami peserta didik berkaitan dengan pembelajaran matematika di sekolah.
USING THE LEARNING OF RECIPROCAL TEACHING BASED ON OPEN ENDED TO IMPROVE MATHEMATICAL CRITICAL THINKING ABILITY Widodo Winarso; Putri Hardyanti
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.89 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v8i1.4632

Abstract

This study aims to determine the application of reciprocal teaching approach assisted by open-ended problem questions which have implications in improving the mathematical critical thinking skills of students in class VII of  SMPN 1 Weru Cirebon. This type of research is true experimental research in a randomized pretest-posttest control group design. The instruments used in this study were questionnaires and tests of students' mathematical critical thinking skills. The data analysis technique used is descriptive statistics and inferential statistical analysis with the F test (One Way ANOVA). Based on the results of the descriptive analysis, the responses of the experimental class 1 students> the response of the experimental class 2 students (76.94> 73.42), the results of the improvement in students' critical thinking skills obtained by the experimental class Gain value 1> experiment 2> control (0.65> 0 , 56> 0.48). Based on the inferential analysis, obtained Fcount > Ftable (25,213> 5,34) and Sig value <0,05, then H0 is rejected, meaning there are significant differences between the three classes. Furthermore, the Tukey's HSD test was obtained that the mean difference value of the experimental class 1> experiment 2> control. Then it can be concluded that the application of the reciprocal teaching model assisted with the open-ended problem has implications in improving the mathematical critical thinking skills of the students
MEMBANGUN KEMAMPUAN BERFIKIR MATEMATIKA TINGKAT TINGGI MELALUI PENDEKATAN INDUKTIF, DEDUKTIF DAN INDUKTIF-DEDUKTIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Widodo Winarso
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.124 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v3i2.58

Abstract

Pendidikan diera globalitas memberikan tantangan bagi pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Upaya yang perlu dilakukan salah satunya yaitu perubahan cara mengajar. Gaya mengajar yang mengabaikan kreatifitas peserta didik dapat disinyalir sebagai setagnannya mutu pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran yang baik apabila pendidik dapat berkreasi dalam mengimplementasikan pendeketan pembelajaran; alasan dan perlunya perubahan pendekatan pembelajaran matematika dari cara tradisional ke arah yang lebih inovatif dan sesuai dengan tuntutan zaman yaitu pendekatan pembelajaran yang dapat menunjang pencapaian lima tujuan pelajaran matematika; serta pembelajaran yang lebih fokus pada pemecahan masalah, membanun krativitas belajar dan dapat memfasilitasi para peserta didik untuk mengkontrusi pengetahuan matematika. Kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tututan kurikulum 2013, apabila pendidik menyajikan materi ajar dengan menerapkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Sekiranya penting bagi para pendidik untuk merubah strategi pembelajarannya. Misalnya pembelajaran dengan pendekatan induktif,   deduktif   dan   kolaburasi   dari   induktif-deduktif.   Dengan demikian dapat dimaknai bahwa pendekatan pembelajaran dapat digunakan sebagai acuan pada kegiatan perancangan kegiatan yang sistematik dalam mengkomunikasikan isi pelajaran kepada peserta didik untuk  meningkatkan  kemampuan  berfikir  matematika  tingkat  tinggi siswa. Keywords:  berfikit  tingkat  tinggi,  pendekatan  induktif,deduktif dan induktif-deduktif.
PROBLEM SOLVING, CREATIVITY DAN DECISION MAKING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Widodo Winarso
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.069 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v3i1.3

Abstract

Pendidikan diera globalitas memberikan tantangan bagi pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Upaya yang perlu dilakukan salah satunya yaitu perubahan cara mengajar. Gaya mengajar yang mengabaikan kreatifitas peserta didik dapat disinyalir sebagai setagnannya mutu pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran yang baik apabila pendidik dapat berkreasi dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran; alasan dan perlunya perubahan strategi pembelajaran matematika dari cara tradisional ke arah yang lebih inovatif dan sesuai dengan tuntutan zaman yaitu strategi pembelajaran yang dapat menunjang pencapaian lima tujuan pelajaran matematika; serta pembelajaran yang lebih fokus pada pemecahan masalah, membanun krativitas belajar dan dapat memfasilitasi para peserta didik untuk mengkontrusi pengetahuan matematika. Kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tututan kurikulum 2013, apabila pendidik menyajikan materi ajar dengan menerapkan strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Sekiranya penting bagi para pendidik untuk merubah strategi pembelajarannya. Misalnya pembelajaran dengan pemecahan masalah (Problem Solving), membangun kreativitas belajar dan kemampuan pengambilan keputusan (Decision Making). Dengan demikian dapat dimaknai bahwa strategi pembelajaran dapat digunakan sebagai acuan pada kegiatan perancangan kegiatan yang sistematik dalam mengkomunikasikan isi pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika
PENGARUH MOTIVASI DAN PERSEPSI SISWA PADA MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI MTS AL-HIDAYAH DUKUPUNTANG KABUPATEN CIREBON (POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK). nurhana syamarro; Widodo Winarso; saluky saluky
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.066 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v4i2.32

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil pengukuran motivasi, persepsi dan prestasi belajar matematika  siswa  yang  menggunakan pendekatan kuantitatif  dengan  teknik  regresi ganda. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII sejumlah 46 siswa di MTs Al-Hidayah Dukupuntang Cirebon. Data tingkat motivasi dan persepsi siswa diperoleh melalui angket, sedangkan data prestasi belajar matematika diperoleh dari hasil tes matematika pokok bahasan kubus dan balok. Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa motivasi belajar sebesar 35% siswa termasuk dalam kategori rendah. Persepsi siswa pada matematika sebesar 37% siswa masuk dalam kategori sedang. Sedangkan rata-rata prestasi belajar siswa menunjukkan prestasi yang cukup baik yaitu sebanyak 39% siswa. Pengaruh motivasi dan persepsi siswa pada matematika terhadap prestasi belajar matematika siswa ditunjukkan dengan koefisien determinasi sebesar 0,935.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  persentase  sumbangan  pengaruh  motivasi  dan persepsi siswa pada matematika terhadap prestasi belajar matematika sebesar 93,5% melalui fungsi taksiran = -83,724 + 0,532X1 + 0,754X2. Hasil uji hipotesis dengan uji F diperoleh Fhitung > Ftabel yaitu (325,401 > 3,21) dengan signifikasi 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak. Jadi motivasi dan persepsi siswa secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII di MTs Al-Hidayah Dukupuntang Kab. Cirebon. Kata kunci       :   Motivasi,   Persepsi   pada   Matematika,   Prestasi   BelajarMatematika.
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR MATEMATIKA BERSUPLEMEN KOMIK TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA mochamad guntur; Arif Muchyidin; widodo winarso
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.821 KB) | DOI: 10.24235/eduma.v6i1.1667

Abstract

Mathematics is a lesson that many students do not like, so to change it all required interactive teaching materials that can foster student self-reliance. The purpose of this research is to know whether there is influence of response of the use of mathematics material supplement comic to student self-reliance. The method used in this research is descriptive statistical method with research design The One-Shot Case Study Design. The result of hypothesis obtained Fcount = 17,198 and Ftable = 3,14 based on Ha hypothesis criteria. Keywords: Teaching Materials, Comic Mathematics, Independence.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MAHASISWA JURUSAN PGMI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPEL INTELLIGENSI PADA MATA KULIAH MATEMATIKA 2 Widodo Winarso
Holistik Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.286 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v15i1.435

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang kemampuan pemecahanmasalah matematika melalui penerapan pembelajaran multipelintellegensi. Artikl ini diangkat dari hasil riset untuk mengetahuikecendrungan kecerdasan yang dimiliki dalam menganalisisperbedaan antara kemampuan pemecahan masalah matematika berbasis multipel intelligensi. Obyek kajiannya adalah mahasiswa Jurusan PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada mata kuliah matematika. Dengan metode kuantitatif, kajian ini setidaknya menemukan beberapa kesimpulan, (1) kemampuan pemecahan masalah matematika melalui penerapan pembelajaran berbasis multipel intellegensi tergolong cukup baik dengan besar pencapain skor rata-rata 76,78; (2) Kecendrungan kecerdasan yangdimiliki terdapat 3 dominasi terbesar yaitu kecerdasan logikalmatematis, kecerdasan interpersonal, dankecerdasan naturalis; (3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematika yang melalui pembelajaran berbasis multipel intelligensi dengan yang tidak melalui pembelajaran berbasis multipel intelligensi berdasarkan hasil uji paired samples test tersebut, diperoleh nilai signifikansi sebesar0,000 (<0,05); dan (4) Adapun pengaruh penerapan pembelajaranmatematika berbasis multiple inteligensi terhadap kemampuanpemecahan masalah matematika pada taraf signifikasi α = 5 %diperoleh t hitung = 4.870 dan t= 1.710. hal ini menunjukkanthitung ' ttabeltabel. Pada uji kelinieran regresi diperoleh nilai signifikan0,00 (<0,05) maka ada pengaruh yang signifikan antara penerapanpembelajaran matematika berbasis multiple inteligensi terhadap pemecahan masalaha matematika mahasiswa jurusan PGMIFakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
ANALISIS HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI PERBEDAAN KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT Yuyun Yukentin; Mumun Munawaroh; Widodo Winarso
JIPMat Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v3i2.2700

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis dan mengetahui hasil belajar matematika siswa yang ditinjau dari perbedaan kepribadian ekstrovert dan introvert. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain komparatif expost pasto, sampel yang dipilih yaitu kelas XI MIPA 3 SMA 1 Rajagaluh. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan tes  dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) sebaran kepribadian siswa ekstrovert 26%, siswa introvert  42%, dan ditemukan pula sebaran siswa ambivert 32% (2) sebaran rata-rata hasil belajar matematika ranah kognitif yang diperoleh siswa ekstrovert sebesar 66,40 sedangkan siswa introvert rata-rata sebesar 75,3750. Rata-rata hasil belajar matematika ranah afektif yang didapatkan siswa ekstrovert sebesar 64,50 sedangkan siswa introvert rata-rata sebesar  70,9375. Rata-rata hasil belajar ranah psikomotorik sebesar 68,75 sedangkan siswa introvert memperoleh rata-rata sebesar 60,9375. (3) Hasil uji hipotesis  bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa yang ditinjau dari perbedaan kepribadian ekstrovert dan introvert. Dibuktikan dengan uji One Way Anova diperoleh nilai sig. Statistik hasil belajar ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik berturut-turut adalah 0,031; 0,025; 0,23 < 0,05, Ftabel = 3,422132, dan Fhitung berturut-turut pula sebesar 5, 227; 4, 864; dan 5, 914. Karena nilai Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak dan Ha diterima