Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Oxygenation on Improving Breathing Pattern in Congestive Heart Failure Case Naura Dian Fadila; Prasanti Adriani; Arni Nur Rahmawati
Genius Journal Vol. 3 No. 2 (2022): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.93 KB) | DOI: 10.56359/gj.v3i2.95

Abstract

Objective: To determine the effect of oxygenation on increasing ineffective breathing patterns in congestive heart failure (CHF). Method: This case study uses a descriptive method that includes an assessment that aims to provide a detailed description of the background, nature and character of a case. This study uses three data collection techniques, namely, primary data (interviews and observations), and secondary data (documentation). Result: After giving oxygen, the results showed that there was a change in breathing pattern for the better, no shortness of breath, and a normal frequency of respiration 21 x/minute and SPO2 99%. Conclusion: It is concluded that the ineffective breathing pattern can be overcome by giving oxygenation. It can be seen from the results of the research evaluation that giving oxygen before and after can have an effect on improving breathing.
The effect of nei-guan point acupressur massage on emesis gravidarum Prasanti Adriani; Suryo Ediyono; Mariah Ulfah; Siti Haniyah
International Journal of Health Science and Technology Vol 3, No 3 (2022): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.987 KB) | DOI: 10.31101/ijhst.v3i3.2359

Abstract

Excessive nausea and vomiting can threaten the health of pregnant women and fetuses, about 80% of pregnant women are treated for hyperemesis gravidarum. Nie-Guan point acupressure massage is a non-pharmacological treatment that can treat nausea and vomiting for pregnant women. The aim of this research to determine the effect of Nei-Guan point acupressure massage on emesis gravidarum. Design of this study was a quasi-experimental study with a nonequivalent control group design approach. Age, intervention and control were mostly at high risk 11 people (73%) and 10 people (67%). The most education is secondary in the intervention group 12 people (80%) and the control group 13 people (87%). Most of the respondents as IRT in the intervention group were 8 people (53%) and in the control group 10 people (67%). Pregnancy in the intervention and control groups was the same in primigravida 8 people (54%). The management of nausea and vomiting that is most often done is by giving warm and refreshing drinks, but not a few mothers also refuse, one non-pharmacological approach that can be given is acupressure (Grove et all, 2015). This study explains that giving acupressure point P6 (Nei-Guan) has an effect on emesis gravidarum. 
PEMBERIAN TERAPI MASSAGE KAKI DALAM MENURUNKAN SKALA NYERI PADA LANSIA RHEUMATOID ARTHRITIS Diana Rindriani; Prasanti Adriani
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 3: Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i3.1878

Abstract

Seseorang akan melewati beberapa tahap dalam kehidupan, salah satunya ialah tahap lansia (lanjut usia). Pada masa lansia ini seseorang akan mendapati beberapa perubahan yang harus dihadapi terutama fungsi sistem muskuloskeletal sehingga muncul masalah kesehatan salah satunya rheumathoid arthritis. Pada rheumatoid arthritis akan mengalami nyeri dan butuh penatalaksanaan yang tepat salah satunya massage kaki. dengan memberikan pijatan pada kaki mampu memberikan kesan relaks dan muncul respon relaksasi yang dapat membantu meningkatkan kenyamanan dari adanya perasaan nyeri yang muncul. Tujuan : Dilakukan studi kasus ini untuk melihat bagaimana efisiensi terapi massage kaki dalam menurunkan skala nyeri khususnya pada pasien lansia dengan rheumatoid arthritis. Metode Penelitian : Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif yang mana tahap selanjutnya akan dianalisis. Subyek yang digunakan pada penelitian ini adalah 1 orang dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Subyek terpilih akan diberikan implementasi massage kaki selama 20 menit setiap 1 hari sekali dalam kurun waktu 3 hari pberturut-turut yang mana sebelum dan sesudah diberikan implementasi akan diukur skala nyeri menggunakan skala NRS (Numeric Rating Scale). Hasil : studi kasus ini menunjukkan adanya penurunan skala nyeri yang semula nyeri berada pada skala nyeri sedang, setelah diberikan implementasi menjadi nyeri ringan.
HUBUNGAN DIAMETER JARUM SPINAL DAN BANYAKNYA UPAYA PENUSUKAN PADA KASUS POST DURAL PUNCTURE HEADACHE PADA PASIEN POST OPERASI SECTIO CAESARIA DI RSUD CIKALONG WETAN JAWA BARAT Erick Dwiyanto; Rahmayana Nova Handayani; Prasanti Adriani
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 5: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i5.2092

Abstract

Post Dural Puncture Headache (PDPH) adalah efek samping yang sering terjadi setelah tindakan spinal anestesi yang membuat pasien menjadi mengalami nyeri kepala hebat. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor hubungan dari jarum spinal anestesi seperti banyaknya upaya penusukan dan besaran diameter jarum spinal anestesi yang memengaruhi kejadian Post Dural Puncture Headache (PDPH) pada pasien post sectio caesaria dengan anestesi spinal di RSUD Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat provinsi Jawa Barat. Metode Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif analitik dengan jenis kuantitatif nonexperimental dengan jenis pendekatan crosssectional survey analytic yang bersifat cross-sectional. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Accidental Sampling sebanyak 40 responden. Data diambil langsung dari subjek sebagai sumber informasi yang diteliti yaitu hasil wawancara terhadap pasien post sectio caesarea dengan anestesi spinal meliputi besarnya diameter jarum spinal dan banyaknya upaya penusukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh besarnya diameter terhadap kejadian Post Dural Puncture Headache (PDPH) pada pada sectio caesarea dengan p-value 0,001 (P<0,05). Ada pengaruh paritas terhadap kejadian Post Dural Puncture Headache (PDPH) pada sectio caesarea dengan p-value 0,006 (P<0,05). Ada pengaruh banyaknya upaya penusukan kejadian Post Dural Puncture Headache (PDPH) pada sectio caesarea dengan p-value 0,000 (P<0,05). Kepada RSUD Cikalong Wetan khususnya bagi penata anestesi agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian Post Dural Puncture Headache (PDPH) pasca anestesi terutama di Recovery Room (RR) dan ruangan perawatan guna mencegah terjadinya dan sebagai acuan untuk mengembangkan ilmu penerapan terapi non-farmakologi untuk menanggulangi Post Dural Puncture Headache (PDPH) pasca anestesi spinal
HUBUNGAN LANJUT USIA DENGAN PERCEPATAN PULIH SADAR PASIEN GENERAL ANESTESI DI RSUP PROF.Dr. RD KANDOU MANADO Feybe Meyti Kindangen; Made Suandika; Prasanti Adriani; Danang Tri Yudono
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 7: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i7.2198

Abstract

HUBUNGAN LANJUT USIA DENGAN PERCEPATAN PULIH SADAR PASIEN GENERAL ANESTESI DI RSUP PROF.Dr. RD KANDOU MANADO Oleh Feybe Meyti Kindangen1), Made Suandika2), Prasanti Adriani3), Danang Tri Yudono4) Fakultas Kesehatan, Universitas Harapan Bangsa E-mail: feybekindangen51@mail.com Abstrak Pemulihan kesadaran dari anestesi umum merupakan saat terjadinya stres fisiologis yang berat pada sebagian besar pasien. Kembalinya kesadaran pasien dari anestesi umum secara ideal harus mulus dan juga bertahap dalam keadaan yang terkontrol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lanjut usia dengan percepatan pulih sadar pasien general anestesi di RSUP Prof.Dr. RD.Kandou Manado. Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang menggunakan angka-angka untuk menganalisis subyek penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik. Instrumen penelitian menggunakan ceklist. Analisa data yang digunakan analisis univiariat dan analisis bivariat, dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian lanjut usia middle age berjumlah 5 orang (11,6%), eldery age berjumlah 28 orang (65,1%), young old berjumlah 8 orang (18,6%) dan old age berjumlah 2 orang (4,7%). Percepatan pulih sadar pasien general anestesi dengan pulih sadar cepat berjumlah 16 orang (37,2%) dan pulih sadar lambat berjumlah 27 orang (62,8%). Hasil uji chi square dengan nilai P-value 0,000 < 0,05 yang artinya hipotesis di terima yaitu ada hubungan lanjut usia dengan percepatan pulih sadar pasien general anestesi di RSUP Prof.Dr.RD.Kandou Manado. Saran Diharapkan dapat menggali informasi dari hasil penelitian ini sebagai tambahan pengetahuan dan pengalaman dalam penanganan pasien yang menjalani perawatan di ruang recovery dengan pasien lanjut usia dengan percepatan pulih sadar dengan general anestesi.
HUBUNGAN USIA DAN IMT DENGAN KEJADIAN HIPOTERMI PASCA GENERAL ANESTESI DI RS BHAYANGKARA BENGKULU Firdaus Firdaus; Made Suandika; Prasanti Adriani
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 7: Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i7.2314

Abstract

Pasien pasca anestesi hampir 80% mengalami kejadian hipotermi Dampak negatif hipotermi terhadap pasien, antara lain risiko perdarahan meningkat, iskemia miokardium, pemulihan pasca anestesi yang lebih lama, gangguan penyembuhan luka, serta meningkatnya risiko infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian hipotermi pasca general anastesi di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kota Bengkulu. Desain penelitian ini menggunakan desain korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling dengan Accidental Sampling sebanyak 121 responden yang dilakukan tindakan general anastesi. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan usia dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian hipotermi pasca general anastesi di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Kota Bengkulu dengan p-value <0,05.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pernikahan Dini Mariah Ulfah; Linda Yanti; Prasanti Adriani; Soliyah Soliyah
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 16, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.746 KB) | DOI: 10.31101/jkk.1901

Abstract

Perkawinan remaja di Indonesia mengalami penurunan sejak tahun 2008-2018, namun sekarang terjadi peningkatan kembali. Termasuk di Desa Mergolangu dari tahun 2016 sampai 2019 tercatat sebanyak 50 pasangan suami istri dengan persentase 64% untuk pasangan wanita rentang usia 20. Pernikahan dini berpengaruh terhadap aspek kesehatan dan sosial, diantaranya adalah stunting, stress, dan perceraian. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pola asuh terhadap pernikahan dini. Jenis penelitian ini adalah penelitian retrospektif desain case control dengan jumlah sampel 46 orang. Hasil penelitian menunjukan pola asuh permisif berpengaruh positif (T statistic 4,7540) terhadap pernikahan dini. Kejadian pernikahan dini  63,3% dan 36,7% disebabkan oleh karena faktor lain.
PENGARUH TERAPI MUROTAL TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA LANSIA Chintya Chintya Dewi Nurul Khayati; Prasanti Adriani; Suci Khasanah
Journal of Nursing and Health Vol. 7 No. 2 (2022): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v7i2.191

Abstract

Orang tua membutuhkan waktu tidur yang cukup guna menjaga kesehatan mereka. Tingkat kualitas tidur yang tidak baik bisa mengakibatkan. Peningkatan kerentanan terhap penyakit, menurunya konsentrasi, ingatan dan meningkatnya kebingungan. Pembacaan ayat suci Al-Quran dapat dijadikan terapi dimana dalam pengamplikasiannya bisa di dengarkan dan bisa menciptakan efek relaksasi. Tujuan pada penelitian guna mengetahui efikasi terapi murotal pada kualitas tidur pada lansia. Metode yang digunakan yaitu tinjauan pustaka menggunakan protokol dan evaluasi tinjauan pustaka. Daftar periksa PRISMA digunakan untuk melengkapi tinjauan pustaka ini. Proses pencarian literatur dalam penelitian ini menggunakan Google Schoolar dan Pubmed. Berdasarkan tema yang diambil peneliti mengenai efektifitas terapi murotal pada kualitas tidur lanjut usia dengan kata kunci “Terapi Murotal OR Terapi Murotal Al-Qur’an AND Kualitas Tidur OR Kualitas Tidur Lansia AND Lansia OR Lansia dengan Gangguan Tidur”. Hasil penelusuran awal didapatkan 172 jurnal artikel. Selanjutnya dilakukan dengan mengecek artikel lengkap atau full teks seperti abstrak, intervensi, bahasa diperoleh sebanyak 11 artikel yang dianalisa dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 11 jurnal yang dianalisis terdapat pengaruh yang efektif dari terapi murotal pada lanjut usia.
Manajemen Hiperglikemia Untuk Mengatasi Masalah Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Penderita DMT2 Dwi Novitasari; Dwi Nur Ariqoh; Prasanti Adriani; Nur Arifah Kurniasih
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2022): Juli 2022 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v2i4.264

Abstract

Diabetes mellitus ditandai dengan hiperglikemia, gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang berhubungan dengan defisiensi insulin absolut atau relatif. Organisasi Internasional Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita  DM. Lanjut usia merupakan perkembangan tahap akhir pada daur kehidupan manusia. Penurunan fungsi fisiologis yang terletak pada sistem endokrin berpotensi menimbulkan penyakit DM tipe 2. Lansia dengan DM berpeluang untuk terjadinya ketidakstabilan kadar glukosa darah baik pada kondisi hipoglikemi maupun hiperglikemi.  Masalah utama pada pasien adalah risiko kadar glukosa darah yang tidak stabil. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan asuhan keperawatan untuk mengontrol kadar glukosa darah agar stabil pada pasien diabetes mellitus di ruang lavender RS ??DR. R.Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode PkM ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan dengan studi kasus yaitu asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien mulai dari pengkajian, perumusan diagnosa, rencana intervensi, implementasi serta evaluasi. Tehnik pengumpulan data menggunakan anamnesa, observasi serta dokumentasi. Hasil dari kegiatan ini adalah mengimplementasikan rencana asuhan keperawatan menggunakan SIKI (I.03115) yaitu manajemen hiperglikemia. Evaluasi dilakukan setiap hari selama tiga hari, dengan hasil evaluasi pada hari ketiga keluhan pusing, lemas serta GDS pasien sudah teratasi . Berdasarkan hasil tersebut, maka disarankan agar penderita diabetes mellitus mengontrol pola makan yang baik dan teratur serta berolahraga untuk mengontrol kadar glukosa darah.
The effect of workload on work stress of nurses in hospital Prasanti Adriani; Noor Yunida Triana; Rani Prabandari
JHeS (Journal of Health Studies) Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.758 KB) | DOI: 10.31101/jhes.2727

Abstract

The nursing profession is a stressful job and prone to stress due to the complexity of job demands and needs, high expectations, many responsibilities, and limited authority. The purpose of this study is to determine the relationship between workload and the work stress of nurses at the Ajibarang Regional General Hospital, Banyumas Regency in 2021.  This research is an analytical survey using a cross-sectional approach. The sampling technique used in this study was a total sample of 68 respondents. Data analysis was carried out using the Chi-square test. The majority of respondents were female (60.2%). The workload of nurses was the most in the heavy category (67.6%) while the work stress of the majority of respondents was in the moderate category (61.8%). The results of this study showed a relationship between workload and the incidence of work stress in nurses by a p-value of 0.000 (a= 0.05%). Hospital management is obliged to ensure a balance between the needs of patients and the number and competence of nurses. This is to avoid work stress on nurses in order to improve the quality of service and patient safety.