Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Role of inclusive school libraries for children with down syndrome Ikrimah, Awalia Latifa Mayda; Johan, Riche Cynthia; Khoerunnisa, Lutfi; Hadiapurwa, Angga; Ardiansah, Ardiansah
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 12, No 1 (2024): Accredited by Ministry of Education, Culture, Research and Technology of the Re
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkip.v12i1.46359

Abstract

The existence of libraries in inclusive schools is regulated in Indonesian legislation. Its management needs to be considered so that its existence can support each student with various special needs. This study aimed to identify the role of the library in helping to foster the speaking skills of students with Down syndrome (DS) with a qualitative approach and case study method. Data were collected through observation of one student with DS, interviews with one teacher in charge of the library, one class teacher, and one principal, and voice recording documentation from three informants. Triangulation data analysis was conducted to examine findings of data sources from observations and interviews, and reference documentation in the form of inclusive school library management standards. The inclusive school library provided collections of fiction, non-fiction, serial publications, and reference collections. Children with DS most often used fiction collections in the form of picture storybooks. The facilities and infrastructure of the inclusive school library are similar to school libraries in general. The predominant service provided and carried out by library staff – who are also teachers, is storytelling - telling stories from books chosen by students with DS to help develop an interest in reading and foster verbal communication. The library is used by teachers in learning activities, carrying out motor skills such as arranging books, thickening lines in books provided at school, playing on computer tablets, coloring, and developing cognitive abilities to recognize letters and connect letters; this helps foster speaking skills of students with DS.
EVALUASI HEURISTIK PADA INTERFACE SISTEM INFORMASI KEARSIPAN DINAMIS (SIKD) FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UPI Ardiansah; Nurdiansyah, Aulia
IKOMIK: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/ikomik.v4i1.8123

Abstract

Jumlah arsip yang semakin banyak dibuat dan diterima oleh instansi, lembaga, organisasi, badan maupun perseorangan maka diperlukan manajemen pengelolaan arsip yang menggunakan TIK. Pengelolaan arsip elektronik dinilai lebih evektif dibandingkan dengan arsip cetak ditinjau dari segi kepraktisan dalam penciptaan dan penyimpananya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan SIKD pada lembaga-lembaga di lingkungan kerja FIP UPI tentang penerimaan pengguna terhadap SIKD masih jarang dilakukan, termasuk kajian tentang kepuasan akhir pengguna sebuah sistem informasi kearsipan juga masih jarang dilakukan. Padahal hal tersebut merupakan sesuatu yang penting dilakukan untuk mengukur kesuksesan penerapan sebuah sistem informasi. Peneltian ini menggunakan metode usability testing dengan menggunakan heuristik evaluasi pada interface suatu sistem. Hasil penelitian ini terjadi beberapa permasalahan yang ada di SIKD Tidak ada satupun petunjuk mengenai cara penggunaan dari SIKD dan panduan pengguna apabila mengalami kesulitan didalam menjalankan sistem dalam SIKD. Ikon yang tidak sesuai atau tidak memberikan arti sehingga membingungkan pengguna perlu perubahan ikon-ikon yang lebih familiar. Sistem harus dapat berbicara dalam bahasa pengguna, dengan kata, frasa dan konsep yang akrab bagi pengguna, dibandingkan dengan bahasa sistem. Sistem harus menginformasikan pengguna tentang apa yang terjadi, melalui tampilan dalam waktu yang tepat. Sistem juga harus dapat menjelaskan suatu kendali dan kesesuaian dengan fungsinya.
Personal Information Management oleh Mahasiswa: Finding, Keeping and Organizing, dan Meta Level Ardiansah; Khoerunnisa, Lutfi; Yanti Ramadhan, Suci; Wulandari, Yayu; Nurdiansyah, Aulia
IKOMIK: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/ikomik.v5i1.12002

Abstract

Fenomena information overload terjadi ketika jumlah informasi yang diterima seseorang melebihi kapasitas kognitifnya untuk memprosesnya secara efektif. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan kualitas pengambilan keputusan dan peningkatan stress. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran aktivitas personal information management mahasiswa prodi perpustakaan dan sains informasi FIP UPI yang meliputi aktivitas finding information, keeping and organizing information and meta level. Teori yang digunakan yaitu Personal Information Management dipandang sebagai upaya untuk membangun, menggunakan, dan memelihara pemetaan antara kebutuhan dan informasi. Aktivitas penyimpanan dan pencarian digerakkan oleh interupsi (seperti yang dipicu oleh informasi atau kebutuhan yang masuk). Aktivitas tingkat M (meta-level) memiliki fokus yang lebih luas dan lebih strategis sifatnya. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data dengan bantuan aplikasi SPSS. Partisipan pada penelitian ini yaitu mahasiswa aktif pada tahun 2025 dengan jumlah 354 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 100. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasi penelitian menunjukan aktivitas PIM mahasiswa prodi perpustakaan dan sains informasi FIP UPI mengakses website sumber informasi dan menjelajah (browsing) ke semua source untuk meperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhan, pengorganisasian folder di komputer merupakan strategi efektif dalam mengumpulkan, mengklasifikasikan, menyusun, menyimpan, serta merawat informasi, sehingga memudahkan dalam menemukannya Kembali, dan pada tingkat meta mencakup upaya menjaga dan mengatur informasi, termasuk pengelolaan privasi dan keamanan, pengendalian arus informasi masuk dan keluar, serta evaluasi terhadap informasi tersebut.
Analisis Bibliometrik Tren Penelitian Literasi Pada Lansia dengan Menggunakan VOSviewer Azzahrawaani, Zhafirah; Riche Cynthia Johan; Ardiansah
BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi Vol. 44 No. 2 (2023): BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi (Desember)
Publisher : Direktorat Repositori, Multimedia, dan Penerbitan Ilmiah - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/baca.2023.1679

Abstract

ABSTRACT This research focuses on bibliometric analysis related to trends in literacy research in the elderly. Elderly literacy has received quite a lot of attention in various research fields. This is because elderly people often have difficulty adapting to the rapid development of science. This research aims to determine the performance of published articles on elderly literacy research topics, and science mapping to find out areas of literacy that are often research topics. This research used 138 articles and proceedings indexed by Scopus as the research population. The bibliometric analysis utilized keywords derived from the abstracts and titles of the articles collected. The research results showed that of the 138 publications, there were 17 areas of literacy, which were the main topics in the research Of the 17 literacy fields, health literacy is the literacy field that has the highest frequency, to be precise, 73 articles. Bibliometric analysis of literacy in the elderly shows the popularity of a topic so that researchers can use it to determine research topics based on existing trends.   ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada analisis bibliometrik terkait tren penelitian literasi pada lansia. Literasi lansia mendapatkan cukup banyak perhatian di berbagai bidang penelitian. Hal tersebut, karena lansia kerap mengalami kesulian dalam beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari publikasi artikel topik penelitian literasi lansia, serta pemetaan pengetahuan guna mengetahui bidang-bidang literasi yang kerap menjadi topik penelitian. Penelitian ini menggunakan 138 artikel dan prosiding yang terindeks oleh Scopus sebagai populasi dari penelitian. Analisis bibliometrik yang dilakukan memanfaatkan kata kunci yang berasal dari abstrak dan judul artikel yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 138 publikasi, terdapat 17 bidang literasi yang menjadi topik utama dalam penelitian.  Dari 17 bidang literasi tersebut, literasi kesehatan merupakan bidang literasi yang memiliki frekuensi tertinggi, yaitu 73 artikel. Analisis bibliometrik literasi pada lansia menunjukkan kepopuleran suatu topik sehingga dapat digunakan bagi para peneliti untuk menentukan topik penelitian berdasarkan tren yang ada.
Strengthening the search for information for homemakers in situations of information overload Lien Halimah; Gema Rullyana; Ardiansah Ardiansah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59224

Abstract

 Information retrieval in a vital information retrieval system process learned by homemakers. Especially information relating to households. The service method implemented uses strengthening information retrieval based on interview results. The results of the interviews illustrate that the retrieval system is a series of system processes in carrying out information retrieval activities until documents or information are found based on queries so that they can meet user needs and satisfy requests for information from users. The steps in carrying out information search activities, namely: starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, extracting, verifying, and ending. Then to become community information, the community must be able to make changes. For example, there is progress in information, one of which is in the field of education. Strengthening is done by strengthening people's behavior towards information-seeking ways to avoid hoaxing information during an information overload.   Abstrak Penelusuran informasi pada proses sistem temu kembali  informasi penting dipelajari oleh ibu rumah tangga (IRT). Terutama informasi informasi yang berkaitan dengan kerumahtanggaan. Metode pengabdian yang dilaksanakan yaitu menggunakan penguatan penelusuran informasi berdasarkan hasil wawancara. Hasil wawancara menggambarkan bahwa sistem temu kembali  merupakan sebuah rangkaian proses sistem dalam melakukan kegiatan penelusuran informasi hingga ditemukannya dokumen atau informasi hasil penelusuran berdasarkan query sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengguna dan memberikan kepuasan terhadap permintaan informasi dari pengguna. Langkah-langkah dalam melakukan kegiatan penelusuran informasi, yaitu: starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, extracting, verifying, ending. Kemudian untuk dapat menjadi masyarakat informasi, masyarakat harus dapat melakukan perubahan seperti misalnya terdapat informasi kemajuan salah satunya pada bidang pendidikan. Penguatan dilakukan yaitu dengan penguatan perilaku masyarakat terhadap pencarian informasi hingga cara cara agar dapat terhindar dari informasi hoaks pada masa keberlimpahan informasi. Kata Kunci: Ibu rumah tangga; informasi; informasi hoaks; masyarakat informasi; penelusuran informasi; sistem temu kembali informasi
The Effectiveness of Artificial Intelligence-Assisted Learning Stations for Differentiated Learning Based on Students' Learning Styles Gema Rullyana; Ardiansah Ardiansah
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v9i1.4824

Abstract

The integration of learning stations in higher education continues to face challenges in effectively addressing diverse student learning styles. Although differentiated instruction offers substantial promise, its implementation is often hindered by limited resources and the complexity of delivering personalized learning experiences at scale. This study explores the effectiveness of artificial intelligence (AI)-enhanced learning stations in supporting differentiated instruction aligned with individual learning preferences. Using a mixed-methods explanatory design, the research involved 82 students from an Educational Technology Study Program, divided into an experimental group (utilizing AI-supported learning stations) and a control group (traditional stations without AI). Data collection methods included pre- and post-tests, structured observations, VARK learning style inventories, and semi-structured interviews. Quantitative results indicated statistically significant improvements in learning outcomes for the experimental group, reflected in higher post-test scores and greater normalized gains. T-test and ANOVA analyses confirmed the intervention’s overall effectiveness, with no significant variation in learning gains across learning style categories within the experimental group. Qualitative findings supported these outcomes, with participants reporting that the AI-assisted environment fostered more personalized, relevant, and reflective learning experiences. Moreover, the integration of AI was associated with increased learner engagement, heightened motivation, and improved metacognitive awareness of learning preferences. This study contributes empirical evidence supporting the role of AI in enabling differentiated instruction within higher education contexts, highlighting its potential to provide scalable, personalized learning experiences. The findings suggest that AI-driven solutions may address key limitations in traditional instructional design by offering inclusive and adaptive strategies responsive to individual learner needs.
Evaluation of the library management program as a learning resources with Discrepancy Model Ardiansah Ardiansah; Diemas Arya Komara; Lien Halimah
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 1 No. 1 (2022): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v1i1.48538

Abstract

Monitoring and evaluation activities in this study focused on evaluating the school library management program as a learning resource at SMA Sumatra 40 Bandung using the discrepancy model. The research method used is a qualitative approach and a literature review that is processed descriptively. Based on the results of the study, it is known that several aspects evaluated at the Sumatra 40 Bandung High School Library are related to the implementation of the library management program, which has reached high school library standards following Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. However, the aspect of library human resources has not met the standards applied. Recommendations that should be considered by the SMA Sumatra 40 Bandung Library are adding library staff and expanding the library space, and using information and communication technology so that the library management program as a learning resource can be maximized.   Abstrak Kegiatan monitoring dan evaluasi pada penelitian ini difokuskan pada evaluasi program pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar di SMA Sumatra 40 Bandung dengan menggunakan model discrepancy. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kajian literatur yang diolah secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa beberapa aspek yang dievaluasi di Perpustakaan SMA Sumatra 40 Bandung berkaitan dengan penyelenggaraan program pengelolaan perpustakaan sudah mencapai standar perpustakaan sekolah menengah atas sesuai dengan regulasi Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Namun, aspek sumber daya manusia perpustakaan belum memenuhi standar yang diterapkan. Rekomendasi yang sebaiknya dipertimbangkan oleh Perpustakaan SMA Sumatra 40 Bandung yakni menambah tenaga perpustakaan serta memperluas ruangan perpustakaan dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi agar program pengelolaan perpustakaan sebagai sumber belajar dapat lebih maksimal. Kata Kunci: Evaluasi program; model discrepancy; monitoring dan evaluasi; pengelolaan perpustakaan; sumber belajar