Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Lama Tatalaksana Gawat Darurat Pasien terhadap Length of Stay di IGD Resa Juniawinata; Bagus Rahmat Santoso; M. Sobirin Mohtar
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1333

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan bagian krusial dalam rumah sakit yang menangani kasus dengan tingkat kegawatan tinggi. Salah satu indikator mutu pelayanan IGD adalah Length Of Stay (LOS), yaitu lamanya pasien berada di IGD. Waktu tindakan medis atau lama tatalaksana yang panjang dapat berdampak terhadap peningkatan LOS, yang pada akhirnya menurunkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. LOS yang panjang juga dapat menyebabkan overcrowding, keterlambatan penanganan pasien baru, dan risiko keselamatan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama tatalaksana gawat darurat pasien terhadap LOS di IGD RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain prospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang ke IGD RSUD Ulin selama periode September hingga November 2024 dengan rata-rata 1.509 pasien/bulan. Sampel berjumlah 121 pasien, dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini sebagian besar responden (76,9%) memiliki LOS ≥ 6 jam dan < 24 jam. Rata-rata waktu tindakan adalah 65 menit. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara lama tatalaksana dan LOS (p = 0,885). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lama tatalaksana tidak berpengaruh signifikan terhadap LOS.
Efektivitas Pengkajian Score Stroke Nuartha dan Algoritma Stroke Gadjah Mada dalam Perolehan Diagnosa Keperawatan Aktual Pasien Stroke di IGD Miladya Rahmi; M. Sobirin Mohtar; Bagus Rahmat Santoso; Eirene Eunike Meidiana Gaghauna
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1382

Abstract

Keterlambatan dalam diagnosis pasien stroke dapat mengakibatkan konsekuensi serius, termasuk peningkatan risiko kematian dan kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas penggunaan Score Stroke Nuartha dan Algoritma Stroke Gadjah Mada dalam mempercepat proses diagnosis keperawatan di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Penelitian bertujuan guna menganalisis efektivitas Score Stroke Nuartha dan Algoritma Stroke Gadjah Mada dalam lama durasi pengkajian serta perolehan diagnosa keperawatan aktual pada pasien stroke di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Studi kuantitatif pra-eksperimen (the one-shot case study) pada 30 pasien stroke di IGD (15 responden per instrumen melalui accidental sampling). Data durasi diukur dengan observasi dan stopwatch, diagnosis keperawatan menggunakan SDKI. Analisis data komparatif durasi menggunakan uji Mann-Whitney U. Rata-rata durasi pengkajian menggunakan Score Stroke Nuartha adalah 16,67 menit, sementara ASGM jauh lebih singkat, yaitu 11,47 menit. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,001). Hasil uji diagnostik menunjukkan sensitivitas Score Stroke Nuartha 94,87% dan ASGM 89,29%. ASGM terbukti lebih efisien dalam hal durasi pengkajian dan akurasi diagnosis keperawatan, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk situasi kegawatdaruratan.
Efektivitas Pengkajian Guy's Hospital Stroke Score dan System Score Stroke Dave dan Djoenaidi dalam Perolehan Diagnosa Keperawatan Aktua Pasien Stroke Berat Fase Akut di IGD Grisiana Agustin Patrisia; M. Sobirin Mohtar; Muhammad Sandi Suwardi; Bagus Rahmat Santoso
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1400

Abstract

Keterlambatan diagnosis pada pasien stroke fase akut akibat waktu tunggu CT-scan dapat meningkatkan risiko kecacatan permanen. Penelitian ini membandingkan efektivitas (GHSS) dan (SSSDD) dalam mempercepat perolehan diagnosis keperawatan aktual penderita stroke berat di IGD RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh, Banjarmasin. Tujuan untuk menentukan alat skoring paling efisien untuk mengatasi keterlambatan diagnosis di lingkungan gawat darurat, di mana penanganan cepat sangat krusial. Penelitian pra-eksperimen ini menggunakan desain accidental sampling terhadap 30 pasien stroke di IGD. Pasien dibagi menjadi dua kelompok: 15 dikaji dengan GHSS dan 15 dengan SSSDD. Variabel yang diukur adalah durasi pengkajian dan perolehan diagnosis. Data dianalis dengan uji Mann-Whitney U. Hasil SSSDD secara signifikan (p<0,05) lebih cepat daripada GHSS. Rata-rata durasi pengkajian SSSDD adalah 16,87 menit dibandingkan 19,33 menit untuk GHSS. Waktu untuk memperoleh diagnosis juga lebih singkat dengan SSSDD, yaitu rata- rata 29,20 menit berbanding 37,20 menit untuk GHSS. Uji statistik Mann-Whitney mengonfirmasi perbedaan signifikan ini untuk durasi pengkajian (p=0,008) dan perolehan diagnosis (p=0,009).  SSSDD terbukti lebih unggul dan efektif untuk digunakan di lingkungan gawat darurat, dibandingkan dengan GHSS. Metode SSSDD ini secara signifikan mempercepat proses pengkajian dan penentuan diagnosis keperawatan, yang sangat krusial dalam penanganan stroke akut.
PENGARUH PEMBERIAN POSISI SEMIPRONASI DENGAN NESTING TERHADAP PERUBAHAN SATURASI OKSIGEN DAN FREKUENSI NAFAS PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUANG KARAMUNTING RSUD SULTAN SURIANSYAH BANJARMASIN Mahbubah Mahbubah; Paul Joae Brett Nito; Bagus Rahmat Santoso; Umi Hanik Fetriyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4806

Abstract

Latar Belakang: penyebab kematian pada bayi baru lahir terutama pada neonatal adalah BBLR. World Health Organization (WHO) bayi berat lahir rendah (BBLR) sebagai berat lahir <2500gr terlepas dari usia kehamilan. Di Kota Banjarmasin pada tahun 2023 menurut Kemenkes mengalami peningkatan prevalensi kelahiran BBLR hampir 2 kali lipat dari tahun sebelumnya. BBLR beresiko mengalami sesak nafas dan desaturasi oksigen. Salah satu upaya untuk meningkatkan saturasi oksigen (SpO2) dan perubahan frekunsi nafas (RR) yakni pemberian posisi semipronasi dengan nesting.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian posisi semipronasi dengan nesting terhadap perubahan saturasi oksigen dan frekuensi nafas pada bayi berat lahir rendah (BBLR) di ruang Karamunting RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.Metode: sampel berjumlah 30 bayi BBLR dengan teknik pengambilan total sampling. Penelitian kuantitatif dengan desain pra-experiment dengan One Group pretest-posttest only without control group. Pengumpulan data menggunakan pulse oxymetry dan ari-timer. Data diobservasi pada menit ke-0, ke-15, ke-30 dan menit ke-60. Analisis data yang digunakan uji Wilcoxon.Hasil: nilai rata-rata perubahan SpO2 sebesar 3,03% dan nilai rata-rata perubahan RR sebesar 3,6 x/m setelah pemberian intervensi selama 60 menit. Perubahan rata-rata nilai SpO2 dan RR paling banyak terjadi pada menit ke-30-60 menit. Pengaruh pemberian didapatkan nilai masing-masing p-value=0,003<?(0,05) pada SpO2 dan p-value= 0,000<?(0,05) pada RR.Kesimpulan: pemberian posisi semipronasi dengan nesting dapat memberi pengaruh pada saturasi oksigen dan frekuensi nafas pada bayi BBLR. Rekomendasi: untuk tenaga kesehatan memposisikan bayi BBLR yang mengalami desaturasi oksigen dan sesak nafas bisa diberikan posisi semipronasi dengan nesting.
Penerapan Posisi Semi Fowler pada Pasien NSTEMI dengan Pola Napas Tidak Efektif Risma Ananda Vania; M. Sobirin Mohtar; Bagus Rahmat Santoso
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v20i2.1183

Abstract

Latar Belakang: NSTEMI merupakan kelainan kardiovaskular akibat penyumbatan pembuluh darah koroner, baik yang bersifat intermiten maupun permanen akibat pecahnya plak aterosklerotik. NSTEMI ditandai dengan nyeri dada dan sesak napas sehingga menyebabkan penurunan saturasi oksigen dan peningkatan frekuensi pernapasan. Semi-Fowler merupakan salah satu posisi yang digunakan untuk memperbaiki pola pernapasan yang tidak efektif. Manfaat posisi semi Fowler adalah memperlancar saturasi oksigen hingga mengurangi sesak napas. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran umum asuhan keperawatan kritis pada pasien dengan diagnosa medis NSTEMI dengan penerapan posisi semi Fowler pada pola pernafasan tidak efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif berbentuk studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan. Sampel penelitian ini adalah pasien NSTEMI dengan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif. Instrumen yang digunakan adalah lembar asuhan keperawatan kritis, buku SDKI, SLKI dan SIKI, serta SOP semi Fowler. Hasil: Berdasarkan studi kasus yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan posisi semi Fowler pada pasien NSTEMI dengan permasalahan keperawatan pola nafas tidak efektif pada pasien dapat teratasi dengan outcome pola pernafasan yang lebih baik. Kesimpulan: Hasil analisa ini diharapkan dapat diterapkan oleh rumah sakit pada pasien NSTEMI yang mengalami masalah keperawatan pola nafas tidak efektif untuk memperbaiki pola pernafasan.
Pengaruh pelatihan BHD terhadap pengetahuan mahasiswa nonkesehatan pada henti jantung Arya Prasetya; Eirene Eunike Meidiana Gaghauna; Angga Irawan; Bagus Rahmat Santoso
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i2.1467

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan respons cepat dan tepat. Mahasiswa nonkesehatan, sebagai bagian dari masyarakat umum, memiliki peluang besar menjadi penolong pertama, namun sering kali memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan BHD terhadap tingkat pengetahuan mahasiswa nonkesehatan dalam melakukan pertolongan pertama pada korban henti jantung. Metode pada penelitian kuantitatif ini menggunakan desain one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 32 mahasiswa nonkesehatan semester III Universitas Sari Mulia yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian yaitu terdapat peningkatan signifikan tingkat pengetahuan mahasiswa setelah mengikuti pelatihan BHD, dengan nilai p = 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman peserta terkait pertolongan pertama pada henti jantung. Simpulan dinyatakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar efektif dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa nonkesehatan. Kegiatan pelatihan semacam ini perlu diintegrasikan secara rutin dalam program pendidikan nonkesehatan sebagai upaya preventif dalam menghadapi kegawatdaruratan di lingkungan masyarakat.
Peningkatan Pengetahuan Siswa-Siswi Melalui Media Audio Visual Dalam Penerapan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Munawarah; Bagus Rahmat Santoso; Rifa'atul Mahmudah; M.Sobirin Mohtar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1316

Abstract

Latar Belakang: Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan segeramelalui Bantuan Hidup Dasar (BHD). Siswa-siswi sebagai bagian dari masyarakat memiliki peluang untukmenjadi penolong pertama saat terjadi keadaan darurat, namun pengetahuan mengenai Bantuan Hidup Dasar(BHD) masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang BHD, salah satunya melalui media audio visual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipeningkatan pengetahuan siswa-siswi melalui media audio visual dalam Penerapan Bantuan Hidup Dasar(BHD). Metode: Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 67 siswa-siswi yang dipilih menggunakan teknik proportionaterandom sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas danreliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi melalui media audio visual sebagianbesar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang sebanyak 49 orang (73,1%), sedangkan 18 orang(26,9%) responden berada pada kategori cukup. Setelah diberikan edukasi, seluruh responden memiliki tingkatpengetahuan kategori baik (100,0%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,001 (p &lt;0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi media audio visual terhadap tingkat pengetahuan siswa-siswi mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD). Simpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah edukasi melaluimedia audio visual efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan siswa-siswi mengenai Bantuan Hidup Dasar(BHD).
Analisis Sikap Remaja Dengan Pemberian Edukasi Basic Life Support Melalui Media Audiovisual Di Sman 9 Banjarmasin Cenny Kiantoro; Bagus Rahmat Santoso; Dede Mahdiyah; Dwi Sogi Sri Redjeki
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1580

Abstract

Basic Life Support (BLS) merupakan tindakan pertolongan pertama yang penting untuk meningkatkan peluang keselamatan korban henti jantung. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi BLS melalui media audiovisual terhadap sikap remaja di SMAN 9 Banjarmasin. Penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest dilakukan pada 67 siswa yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sikap dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa sikap baik meningkat dari 3 responden (4,5%) sebelum edukasi menjadi 49 responden (73,1%) setelah edukasi. Uji Wilcoxon memperoleh nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Disimpulkan bahwa edukasi BLS melalui media audiovisual berpengaruh signifikan dalam meningkatkan sikap remaja di SMAN 9 Banjarmasin
Analisis Durasi Kesiapan Ruang Inap Terhadap Length Of Stay Pasien Gawat di IGD Muhammad Fahmi; Bagus Rahmat Santoso; M.Sobirin Mohtar; Eirene E M Gaghauna
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1590

Abstract

Kesiapan ruang rawat inap merupakan salah satu faktor yangmemengaruhi Length Of Stay (LOS). Durasi kesiapan ruang inap, yakni waktu sejak pasiendirekomendasikan rawat inap hingga dipindahkan. Indikator mengevaluasi lama tunggupasien di IGD adalah LOS, yang mencerminkan efektifitas dan efisiensi alur penangananpasien. Kesiapan ruang yang belum memenuhi standar, seperti kepadatan ruangan danketersediaan ruang, dapat memperpanjang LOS. Oleh karena itu, optimalisasi pelayanandan efisiensi alur transfer pasien perlu dilakukan.Tujuan: Menganalisis hubungan durasi kesiapan ruang inap dengan length of stay pasiendi IGD RSUD Ulin.Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan prospektif. Sampel penelitian 77pasien triase merah dan kuning yang dirawat di IGD dan dipindahkan ke ruang inap.Pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling, menggunakan instrumen lembarobservasi, dan dianalisis menggunakan uji mann-whitney.Hasil: Uji statistik didapatkan hasil nilai signifikan p=0,000, menunjukkan terdapathubungan durasi kesiapan ruang inap dengan LOS. Mayoritas (72,7%) memiliki LOS 6hingga 24 jam, dengan rata-rata durasi kesiapan ruang inap 132 menit (2,2 Jam).Simpulan: Kesiapan ruang inap berperan penting dalam menurunkan angka LOS,sehingga perlu adanya peningkatan kecepatan dalam kesiapan dan pemindahan pasien.Semakin lama durasi kesiapan ruang inap, maka semakin panjang waktu pasien berada diIGD.