Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Lama Tatalaksana Gawat Darurat Pasien terhadap Length of Stay di IGD Resa Juniawinata; Bagus Rahmat Santoso; M. Sobirin Mohtar
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1333

Abstract

Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan bagian krusial dalam rumah sakit yang menangani kasus dengan tingkat kegawatan tinggi. Salah satu indikator mutu pelayanan IGD adalah Length Of Stay (LOS), yaitu lamanya pasien berada di IGD. Waktu tindakan medis atau lama tatalaksana yang panjang dapat berdampak terhadap peningkatan LOS, yang pada akhirnya menurunkan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. LOS yang panjang juga dapat menyebabkan overcrowding, keterlambatan penanganan pasien baru, dan risiko keselamatan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama tatalaksana gawat darurat pasien terhadap LOS di IGD RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain prospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang ke IGD RSUD Ulin selama periode September hingga November 2024 dengan rata-rata 1.509 pasien/bulan. Sampel berjumlah 121 pasien, dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini sebagian besar responden (76,9%) memiliki LOS ≥ 6 jam dan < 24 jam. Rata-rata waktu tindakan adalah 65 menit. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara lama tatalaksana dan LOS (p = 0,885). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa lama tatalaksana tidak berpengaruh signifikan terhadap LOS.
Efektivitas Pengkajian Score Stroke Nuartha dan Algoritma Stroke Gadjah Mada dalam Perolehan Diagnosa Keperawatan Aktual Pasien Stroke di IGD Miladya Rahmi; M. Sobirin Mohtar; Bagus Rahmat Santoso; Eirene Eunike Meidiana Gaghauna
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1382

Abstract

Keterlambatan dalam diagnosis pasien stroke dapat mengakibatkan konsekuensi serius, termasuk peningkatan risiko kematian dan kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas penggunaan Score Stroke Nuartha dan Algoritma Stroke Gadjah Mada dalam mempercepat proses diagnosis keperawatan di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Penelitian bertujuan guna menganalisis efektivitas Score Stroke Nuartha dan Algoritma Stroke Gadjah Mada dalam lama durasi pengkajian serta perolehan diagnosa keperawatan aktual pada pasien stroke di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh. Studi kuantitatif pra-eksperimen (the one-shot case study) pada 30 pasien stroke di IGD (15 responden per instrumen melalui accidental sampling). Data durasi diukur dengan observasi dan stopwatch, diagnosis keperawatan menggunakan SDKI. Analisis data komparatif durasi menggunakan uji Mann-Whitney U. Rata-rata durasi pengkajian menggunakan Score Stroke Nuartha adalah 16,67 menit, sementara ASGM jauh lebih singkat, yaitu 11,47 menit. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,001). Hasil uji diagnostik menunjukkan sensitivitas Score Stroke Nuartha 94,87% dan ASGM 89,29%. ASGM terbukti lebih efisien dalam hal durasi pengkajian dan akurasi diagnosis keperawatan, menjadikannya pilihan yang lebih baik untuk situasi kegawatdaruratan.
Efektivitas Pengkajian Guy's Hospital Stroke Score dan System Score Stroke Dave dan Djoenaidi dalam Perolehan Diagnosa Keperawatan Aktua Pasien Stroke Berat Fase Akut di IGD Grisiana Agustin Patrisia; M. Sobirin Mohtar; Muhammad Sandi Suwardi; Bagus Rahmat Santoso
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1400

Abstract

Keterlambatan diagnosis pada pasien stroke fase akut akibat waktu tunggu CT-scan dapat meningkatkan risiko kecacatan permanen. Penelitian ini membandingkan efektivitas (GHSS) dan (SSSDD) dalam mempercepat perolehan diagnosis keperawatan aktual penderita stroke berat di IGD RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh, Banjarmasin. Tujuan untuk menentukan alat skoring paling efisien untuk mengatasi keterlambatan diagnosis di lingkungan gawat darurat, di mana penanganan cepat sangat krusial. Penelitian pra-eksperimen ini menggunakan desain accidental sampling terhadap 30 pasien stroke di IGD. Pasien dibagi menjadi dua kelompok: 15 dikaji dengan GHSS dan 15 dengan SSSDD. Variabel yang diukur adalah durasi pengkajian dan perolehan diagnosis. Data dianalis dengan uji Mann-Whitney U. Hasil SSSDD secara signifikan (p<0,05) lebih cepat daripada GHSS. Rata-rata durasi pengkajian SSSDD adalah 16,87 menit dibandingkan 19,33 menit untuk GHSS. Waktu untuk memperoleh diagnosis juga lebih singkat dengan SSSDD, yaitu rata- rata 29,20 menit berbanding 37,20 menit untuk GHSS. Uji statistik Mann-Whitney mengonfirmasi perbedaan signifikan ini untuk durasi pengkajian (p=0,008) dan perolehan diagnosis (p=0,009).  SSSDD terbukti lebih unggul dan efektif untuk digunakan di lingkungan gawat darurat, dibandingkan dengan GHSS. Metode SSSDD ini secara signifikan mempercepat proses pengkajian dan penentuan diagnosis keperawatan, yang sangat krusial dalam penanganan stroke akut.
PENGARUH PEMBERIAN POSISI SEMIPRONASI DENGAN NESTING TERHADAP PERUBAHAN SATURASI OKSIGEN DAN FREKUENSI NAFAS PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RUANG KARAMUNTING RSUD SULTAN SURIANSYAH BANJARMASIN Mahbubah Mahbubah; Paul Joae Brett Nito; Bagus Rahmat Santoso; Umi Hanik Fetriyah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4806

Abstract

Latar Belakang: penyebab kematian pada bayi baru lahir terutama pada neonatal adalah BBLR. World Health Organization (WHO) bayi berat lahir rendah (BBLR) sebagai berat lahir <2500gr terlepas dari usia kehamilan. Di Kota Banjarmasin pada tahun 2023 menurut Kemenkes mengalami peningkatan prevalensi kelahiran BBLR hampir 2 kali lipat dari tahun sebelumnya. BBLR beresiko mengalami sesak nafas dan desaturasi oksigen. Salah satu upaya untuk meningkatkan saturasi oksigen (SpO2) dan perubahan frekunsi nafas (RR) yakni pemberian posisi semipronasi dengan nesting.Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian posisi semipronasi dengan nesting terhadap perubahan saturasi oksigen dan frekuensi nafas pada bayi berat lahir rendah (BBLR) di ruang Karamunting RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin.Metode: sampel berjumlah 30 bayi BBLR dengan teknik pengambilan total sampling. Penelitian kuantitatif dengan desain pra-experiment dengan One Group pretest-posttest only without control group. Pengumpulan data menggunakan pulse oxymetry dan ari-timer. Data diobservasi pada menit ke-0, ke-15, ke-30 dan menit ke-60. Analisis data yang digunakan uji Wilcoxon.Hasil: nilai rata-rata perubahan SpO2 sebesar 3,03% dan nilai rata-rata perubahan RR sebesar 3,6 x/m setelah pemberian intervensi selama 60 menit. Perubahan rata-rata nilai SpO2 dan RR paling banyak terjadi pada menit ke-30-60 menit. Pengaruh pemberian didapatkan nilai masing-masing p-value=0,003<?(0,05) pada SpO2 dan p-value= 0,000<?(0,05) pada RR.Kesimpulan: pemberian posisi semipronasi dengan nesting dapat memberi pengaruh pada saturasi oksigen dan frekuensi nafas pada bayi BBLR. Rekomendasi: untuk tenaga kesehatan memposisikan bayi BBLR yang mengalami desaturasi oksigen dan sesak nafas bisa diberikan posisi semipronasi dengan nesting.