Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Kesehatan Mental melalui Video Animasi sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja Riska Saputri; Noor Yunida Triana; Ikit Netra Wirakhmi
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v6i3.870

Abstract

Introduction: Mental health is an important aspect of adolescent development that affects physical, emotional, and social well-being. Adolescents are vulnerable to mental health problems due to academic pressure, social challenges, and developmental changes, while students at SMK Negeri 1 Bukateja were found to have limited understanding of basic mental health concepts. Objective: The purpose of this service was to increase adolescents’ knowledge and awareness of mental health through educational interventions using animated video media. Method: This public service was conducted among 35 students of class XI DPB 2 at SMK Negeri 1 Bukateja using animated videos supported by lectures and discussions, with a pretest–posttest design to evaluate knowledge improvement. Result: The results showed a significant increase in students’ knowledge after the educational intervention. Before the program, 11.42% of students had poor knowledge, 51.42% had moderate knowledge, and 37.14% had good knowledge. After the intervention, the proportion of students with good knowledge increased to 88.57%, while 11.42% remained in the moderate category, and none were classified as having poor knowledge. Conclusion: Mental health education delivered through animated video media was effective in improving adolescents’ knowledge and supporting mental health awareness in the school setting.
Penerapan Terapi Oromotor Pada Neonatus Dengan Menyusui Tidak Efektif Di Ruang Perinatologi Susan Venasari; Noor Yunida Triana; Kholisatun Muafifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.491

Abstract

Latar Belakang: Menyusui tidak efektif merupakan masalah keperawatan yang sering terjadi pada neonatus, khususnya di ruang perinatologi, dan dapat berdampak pada ketidakcukupan asupan nutrisi serta peningkatan risiko komplikasi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah terapi oromotor, yang bertujuan meningkatkan kekuatan dan koordinasi refleks oral bayi. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi oromotor pada neonatus dengan diagnosis menyusui tidak efektif di ruang perinatologi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus asuhan keperawatan (KIAN) pada satu neonatus yang dirawat di Ruang Perinatologi RSUD Prof. Dr. Dr. Margono Soekarjo. Asuhan keperawatan dilaksanakan pada tanggal 14–16 Juli 2025. Subjek penelitian adalah neonatus usia 3 hari dengan berat badan lahir 2000 gram yang mengalami menyusui tidak efektif. Intervensi keperawatan berupa terapi oromotor dan edukasi menyusui diberikan dua kali sehari selama 3 × 24 jam, dengan durasi ±10–15 menit setiap sesi, dan evaluasi dilakukan secara harian berdasarkan indikator status menyusui. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan efektivitas menyusu setelah penerapan terapi oromotor, yang ditandai dengan perbaikan refleks hisap, peningkatan kemampuan perlekatan pada payudara ibu, serta peningkatan volume asupan ASI dari 5 cc/2 jam pada hari pertama menjadi 10 cc/2 jam pada hari kedua dan 15 cc/2 jam pada hari ketiga. Kesimpulan: Penerapan terapi oromotor secara terstruktur dan berkesinambungan dapat meningkatkan efektivitas menyusui pada neonatus dengan diagnosis menyusui tidak efektif dan direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan di ruang perinatologi.
Penerapan Kangaroo Mother Care (KMC) Dalam Upaya Mengatasi Hipotermia Dan Refleks Hisap Lemah Pada Bayi Ny. R Dengan BBLR Di Ruang Melati RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Eliana Septi Maharani; Noor Yunida Triana; Kholisatun Muafifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.492

Abstract

Latar belakang: Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) berisiko tinggi mengalami hipotermia akibat imaturitas sistem termoregulasi, yang dapat berdampak pada penurunan refleks hisap dan keberhasilan menyusui. Kangaroo Mother Care (KMC) merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang direkomendasikan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan Kangaroo Mother Care dalam mengatasi hipotermia dan refleks hisap lemah pada bayi BBLR. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Studi dilakukan di Ruang Melati RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada tanggal 8–9 September 2025 dengan subjek satu bayi BBLR yang mengalami hipotermia. Intervensi berupa Kangaroo Mother Care diberikan sebanyak dua kali sesi dengan durasi minimal 60 menit. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan suhu tubuh bayi dari 35,3°C sebelum intervensi menjadi 36,8°C setelah dua kali intervensi, serta perbaikan refleks hisap yang ditandai dengan peningkatan kemampuan menyusu dan berkurangnya kebutuhan nutrisi melalui orogastric tube. Kesimpulan: Kangaroo Mother Care efektif dalam mengatasi hipotermia dan membantu meningkatkan refleks hisap pada bayi berat badan lahir rendah serta direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan neonatal.
Implementasi ROM Aktif Pada Pasien Osteosarkoma Di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Harisma Aulia Imanda; Noor Yunida Triana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.493

Abstract

Osteosarcoma merupakan kanker tulang yang bersifat agresif dan dapat bermetastasis, sehingga menyebabkan gangguan fungsi gerak akibat kerusakan jaringan serta proses pengobatan yang dijalani. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan gerak pada pasien post operasi adalah latihan Range of Motion (ROM) aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ROM aktif terhadap peningkatan aktivitas gerak pada pasien post operasi osteosarcoma. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, meliputi pengkajian hingga evaluasi. Penelitian dilakukan pada tanggal 27–29 Agustus 2025 di Ruang Aster RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto terhadap satu responden yang diberikan latihan ROM aktif selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan aktivitas gerak, penurunan kekakuan, serta membaiknya kekuatan otot setelah dilakukan intervensi, ditandai dengan meningkatnya kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas ringan secara mandiri. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa ROM aktif efektif dalam meningkatkan fungsi mobilisasi pada pasien post operasi. Kesimpulannya, latihan ROM aktif terbukti efektif sebagai terapi non-farmakologis untuk meningkatkan kemampuan gerak pasien osteosarcoma dan dapat menjadi intervensi pendukung yang dipadukan dengan terapi farmakologis guna mempercepat proses pemulihan.
Pengetahuan Dan Tindakan Pencegahan Stunting Pada Kader Kesehatan Dan Ibu Muda Etika Dewi Cahyaningrum; Noor Yunida Triana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.506

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia, terutama di wilayah miskin ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan dan tindakan pencegahan stunting pada kader kesehatan dan ibu muda serta mengeksplorasi pengaruh nilai budaya lokal terhadap praktik pengasuhan dan gizi anak. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel 104 responden (10 kader dan 94 ibu muda) di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Instrumen berupa kuesioner terstruktur yang telah dimodifikasi dan divalidasi. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dan tindakan pencegahan stunting dalam kategori tinggi (pengetahuan ibu 62,77%, kader 70%; tindakan ibu 79,79%, kader 90%). Namun, ditemukan pengaruh nilai budaya lokal, seperti pantangan makanan, kepercayaan terhadap makanan tradisional, dan pengaruh tokoh adat/agama dalam praktik pemberian makan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pengetahuan dan tindakan saja belum cukup untuk menurunkan prevalensi stunting jika tidak diimbangi dengan intervensi lintas sektor yang sensitif budaya. Studi ini memberikan rekomendasi untuk merancang intervensi edukatif berbasis budaya lokal yang melibatkan komunitas secara aktif. Keterbatasan studi adalah belum mengukur dampak langsung terhadap status gizi anak. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan model intervensi dan media edukasi yang terintegrasi.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai ASI Eksklusif Jamilah Jamilah; Noor Yunida Triana; Etika Dewi Cahyaningrum
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.525

Abstract

ASI eksklusif merupakan praktik memberikan Air Susu Ibu saja pada bayi tanpa makanan maupun minuman pendukung lainnya sepanjang enam bulan pertama kehidupannya. Pengetahuan ibu hamil mengenai ASI Eksklusif ialah satu dari sekian faktor krusial yang memengaruhi keberhasilan menyusui. Penelitian ini dimaksudkan guna menggambarkan taraf pengetahuan ibu hamil mengenai ASI Eksklusif di Poliklinik Kebidanan Rumah Sakit Umum Siaga Medika Purbalingga. Penelitian memanfaatkan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sejumlah 124 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner data demografi, riwayat obstetri, dan tingkat pengetahuan mengenai ASI Eksklusif. Instrumen penelitian telah diuji validitasnya menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan dinyatakan valid dengan nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,361) pada tingkat signifikansi 5%. Uji reliabilitas dilakukan dengan metode Cronbach’s Alpha dan memperoleh nilai sebesar 0,943, yang menunjukkan tingkat konsistensi internal yang sangat tinggi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung distribusi frekuensi dan persentase. Dari hasil analisis penelitian ini memperlihatkan bahwa mayoritas partisipan berusia 20–35 tahun, yaknisejumlah 98 orang (79%). Sejumlah 49 partisipan (39,5%) memiliki paritas rendah, 49 orang (39,5%) berpendidikan menengah, dan 78 orang (62,9%) tidak memiliki pekerjaan. Selain itu, mayoritas ibu hamil memperlihatkan tingkat pengetahuan yang baik terkait ASI eksklusif, yakni 56 orang (45,2%).Temuan ini memperlihatkan bahwa mayoritas ibu hamil berpengetahuan baik mengenai ASI Eksklusif.
Gambaran Stres Orang Tua dengan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Panca Nuriz Zaneni; Noor Yunida Triana; Febi Septiani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat stres yang dialami oleh orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, di mana data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengisian kuesioner oleh 83 orang tua murid yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden terdiri dari 1 orang remaja akhir (1,3%), 22 orang dewasa awal, dan 57 orang dewasa akhir (71,3%). Dari total responden, 71 orang (88,8%) adalah perempuan dan 9 orang (11,2%) adalah laki-laki. Tingkat stres yang dialami oleh orang tua terbagi dalam kategori stres ringan sebanyak 14 orang (17,5%) dan stres sedang sebanyak 66 orang (82,5%). Penelitian ini memberikan gambaran yang jelas mengenai tantangan yang dihadapi oleh orang tua dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus, termasuk kekhawatiran yang sering dialami oleh ibu, seperti rasa cemas akan masa depan anak dan pandangan negatif dari lingkungan sekitar. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pihak terkait dalam meningkatkan dukungan bagi orang tua dan anak berkebutuhan khusus di Indonesia.
Penerapan Baby Massage pada Bayi dengan Diare Uji Niswa Hidayannah; Noor Yunida Triana; Shofiyah Shofiyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1345

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada bayi dan balita, ditandai dengan peningkatan frekuensi dan perubahan konsistensi feses. Terapi komplementer seperti baby massage telah terbukti membantu menurunkan frekuensi diare melalui stimulasi sistem pencernaan. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan baby massage pada bayi dengan diare di Ruang Dewadaru RSUD Kardinah Tegal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan keluarga, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi medis. Subjek penelitian adalah bayi berusia 1 tahun 11 bulan yang mengalami diare lebih dari enam kali per hari dengan konsistensi feses cair, bising usus >30 kali/menit, serta hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bakteri positif, disertai terapi medis berupa cairan Ringer Laktat dan antibiotik ceftriaxone. Hasil implementasi menunjukkan perbaikan, ditandai dengan penurunan frekuensi defekasi dari 6 kali menjadi 2 kali per hari serta perubahan konsistensi feses menjadi lebih lembek dan berampas. Anak tampak lebih nyaman dan tidak menunjukkan tanda dehidrasi. Penerapan baby massage berkontribusi positif terhadap penurunan gejala diare dapat dijadikan intervensi pendamping dalam asuhan keperawatan anak.
The Influence of Health Education Using Pocket Books on Mothers' Knowledge Level Regarding Stunting in Kasilib Village Husnanisa Kusuma Wardani; Noor Yunida Triana; Ikit Netra Wirakhmi
Viva Medika Vol 16 No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i4.1207

Abstract

Stunting is a condition where toddlers have less height compared to their age. This study aims to determine the effect of health education using the pocketbook method on the level of knowledge of mothers about stunting in Kasilib Village. This research is quantitative, using the Pre-Experiment research type, using the One Group Pretest Posttest Design approach. The sampling technique used was the accidental sampling with a total sample of 132 mothers. The sample was taken by accidental sampling. The statistical test used in this study uses the Paired T-Test. The results of the study stated that most of the respondents had a high school education as many as 69 (52.3%), and most of the respondents did not work as many as 82 people (62.1%). The level of mother's knowledge before health education was carried out as many as 72 respondents (53.8%) had sufficient knowledge about stunting after health education was carried out as many as 95 respondents (72%) had good knowledge about stunting. The results of the Paired T-Test obtained a p-value of 0.000 <0.005, which means that there is an influence of health education using the pocketbook method on the level of knowledge of mothers about stunting in Kasilib village. Posyandu cadres or health workers in the working area of ​​Kasilib Village can conduct health education related to stunting regularly.
The Effect of Storytelling Method on Pain Reduction in Children with Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) Husnanisa Kusuma Wardani; Noor Yunida Triana
Viva Medika Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i2.1418

Abstract

Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) is the most common type of blood and bone marrow cancer in children. The most important and frequently encountered impact of ALL on children is pain. Pain in children can be treated with non-pharmacological therapy, namely storytelling therapy. Children can distract (distract) their feelings of pain and relax during treatment at the hospital because they feel happy and comfortable when listening to stories. The aim of this case study aims to determine the effect of the storytelling method on reducing pain in children with Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) in the Wijaya Kusuma Chemotherapy Room, Margono Soekarjo Hospital, Purwokerto. This case study design uses a descriptive design with a shelter housing approach. The subject of this case study was 1 respondent who met the inclusion and exclusion criteria, using purposive sampling. Data were collected using fairy tale script instruments and a numerical rating scale. The results of the case study showed a decrease in the pain scale after storytelling therapy was carried out for 3 meetings, resulting in results from scale 6 (Moderate Pain) to scale 2 (Mild Pain). So it can be concluded that the storytelling method can be recommended for children suffering from ALL because it is effective in reducing the pain scale.
Co-Authors Adita Silvia Fitriana Adriani, Prasanti Agus Fatoni Agus Triyanto Agustin Prameswari, Dinda Aidil Giffari Ali Djamhuri Alifah Mugi Rahayu Amalia Winahyu Adani Amy Nur Rahmawati Ana Rufaida Ani Nur Azizah Apriliyani, Ita Arif Susilo Atun Raudotul Ma'rifah Atun Raudotul Ma’rifah Atun Raudotul Ma’rifah Atun Raudotul Ma’rifah Bambang Yuli Krisnanto Berlina Trisni Fara Utama Bunda, Mutiara Permata Cahyaningrum, Etika Dewi Citra Tunjung Kusuma Bintari Danang Tri Yudono Darjati Darjati Dea Mitha Apriliani Dela Nataza Maharani Deva Bresca Ferdinan Devi Irmaning Tyas Diah Tri Anggraini Dicky Yudhistira Pradana Dicky Dinda Puput Oktafia Eka Wati Eliana Septi Maharani Ema Wahyu Ningrum Eri Nugraheni Erikson Tjeleni, Stevanus Fatimah Fauziah Hanum Febi Septiani Feti Kumala Dewi Harisma Aulia Imanda Hartati Hartati Hartati, Hartati Husnanisa Kusuma Wardani Ika Peni Kurniasari Indri Heri Susanti Indri Heri Susanti Indri Heri Susanti Intan Dwi Rostikawaty Jamilah Jamilah Kholisatun Muafifah Kholisatun Muafifah Lutfia Ainna Shafa Lutfia Ainna Shafa Made Suandika Maemunisah Maemunisah Magenda Bisma Yudha Maharani, Eliana Septi Maudwi Ehnis Swihasnika Maulida Hasanah Murniati Murniati Murniati Noor Rochmah Ida Ayu Tresno Putri Panca Nuriz Zaneni Pepi Puspasari Pramesti Dewi Pramesti Dewi Purwatiningsih Putri Bunga Lestari Putri Bunga Lestari Putri, Adinda Yulia Qurrotul A'yuni Raffi Dwi Kusuma Rahma Firzatulloh Rahmaya Nova Handayani Rani Prabandari Riandita Ratna Puspita Rifqi Pratama Wahyuaji Riska Saputri Rizki Handayani Rizki, Bayu Ahmad Nur Roro Lintang Suryani Rostikawaty, Intan Dwi Salshabila, Jenar Ayu Sarah Hamita Nelita Sari Sarif Hidayat Septian Mixrova Sebayang Shofiyah Shofiyah Siti Haniyah Siti Haniyah Siti Rofiah Siwi Tri Guno Respati Sri Anjar Asih SRI RAHAYU Susan Venasari Susilo Rudatin Syarif Hidayat Tin Utami Topik Hidayat Uji Niswa Hidayannah Wahyu Windriarto Wawan Andriyanto Willy Pramudya Wirakhmi , Ikit Netra Wirakhmi, Ikit Netra Yuliana Kristianti Yunia Dina Lestary