Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan pengetahuan ibu tentang konsep dasar MPASI dengan media video animasi di posyandu Kuncup Mekar 1 desa Sikasur, kabupaten Pemalang Amy Nur Rahmawati; Noor Yunida Triana; Etika Dewi Cahyaningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26056

Abstract

Abstrak Desa Sikasur memiliki 3 posyandu. Salah satu posyandu yang terdapat disana yaitu Posyandu Kuncup Mekar 1 yang terletak di Dusun Krajan dengan terdapat 36 baduta yang mengikuti posyandu dan berdasarkan data yang ada, terdapat sebanyak 17 balita mengalami gizi kurang. Berdasarkan wawancara pra survei kepada 5 ibu baduta didapatkan bahwa 80% ibu baduta disana memberikan makanan seperti buah-buahan sebelum usia 6 bulan dan setelah usia 6 bulan keatas biasanya sudah diberikan MPASI dengan menu yang sesuai dengan kesukaan anak. Asupan gizi yang tidak seimbang, terutama pada masa MPASI, menjadi salah satu faktor utama penyebab permasalahan gizi. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang Konsep Dasar MPASI. Metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, serta tanya jawab. Media yang digunakan adalah PPT, video animasi, leaflet, dan demonstrasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pre-test dan post-tes untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu. Kegiatan telah dilaksanakan sebanyak tiga pertemuan dengan sasaran 19  ibu dengan bayi usia 0-24 bulan di Posyandu Kuncup Mekar 1 Desa Sikasur. Hasil gambaran karakteristik peserta  yaitu sebagian besar peserta berusia 20-35 tahun (69%), serta mayoritas peserta bekerja sebagai ibu rumah tangga (90%), dan sebagian peserta tamat pendidikan Sekolah Dasar (58%). Hasil  rata-rata nilai pre-test 66% dengan kategori cukup dan nilai post-test 82% dengan kategori baik. Pendidikan kesehatan terkait konsep dasar MPASI terbukti mampu meningkatkan pengetahuan ibu dibuktikan dengan nilai pre test dan post test yang meningkat sebanyak 16%. Kata kunci: MPASI;  video animasi; pendidikan kesehatan Abstract Sikasur village has 3 health posts. One of the health posts is Kuncup Mekar 1, located in Krajan hamlet, with 36 infants following posyandu and based on the available data, there are as many as 17 infants who are malnourished. Based on pre-survey interviews with 5 baduta mothers, it was found that 80% of the baduta mothers there give food such as fruit before the age of 6 months and after the age of 6 months and above they usually give weaning food with a menu according to the child's preferences. Unbalanced nutritional intake, especially during the weaning food period, is one of the main factors causing nutritional problems. The purpose of this community service program is to increase mothers' knowledge about the basic concepts of weaning food. The methods used are lectures, discussions, and questions and answers. The media used are power point, animated videos, leaflets, and demonstrations. Data collection uses pre-test and post-test questionnaires to measure the mother's level of knowledge. The activity has been held in as many as three meetings with the target population of 19 mothers with babies aged 0–24 months at Health Post Kuncup Mekar 1 Sikasur Village. The results of the participants' characteristic picture are that most of the participants are 20–35 years old (69%), the majority of participants work as housewives (90%), and some of the participants finish elementary school education (58%). The average result is a 66% pre-test score with a sufficient category and an 82% post-test score with a good category. Health education on the basic concept of weaning has been shown to increase maternal knowledge, as evidenced by a 16% increase in pre- and post-test scores.                                                                  Keywords: weaning food; animated video; health education
Edukasi tentang Kesehatan Mental pada Remaja di SMK Soedirman Purbalingga Dela Nataza Maharani; Noor Yunida Triana; Siti Haniyah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v4i2.5193

Abstract

Mental health is an important aspect of adolescent development, as adolescence is a critical period marked by physical, emotional, and social changes. Adolescence is a process of self-discovery that begins around the age of 10 to 12 and ends between the ages of 18 and 22. Based on a preliminary survey conducted at SMK Soedirman Purbalingga Dusun II, Gandasuli, Bobotsari District, Purbalingga Regency on Thursday, July 18, 2024, it was found that there were 10 female students and 5 male students experiencing mental health issues. The objective of this Community Service (PkM) activity is to enhance teenagers' knowledge about mental health using methods such as lectures, discussions, and question-and-answer sessions. The media used include PowerPoint presentations and leaflets. The activity was conducted over 3 sessions attended by 30 students, with the results showing that teenagers' knowledge improved from an average score of 60 to 77. The PkM results showed that the average knowledge level before the education was 70% in the “adequate” category, which increased to 80% in the “good” category. Based on the Wilcoxon statistical test, the Z-value was -4.667 with a p-value of 0.000. The conclusion of the PkM is that it can enhance teenagers' knowledge through mental health education. Therefore, it is recommended to conduct further education by the school principal or school authorities to optimize future mental health development. The results of this community service were published in a community service journal and a poster.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN METODE AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG TOILET TRAINING PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK PRA SEKOLAH DI PAUD BINA SEJAHTERA DAN TK PERTIWI 1 CILANGKAP: THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION WITH AUDIO VISUAL METHODS ON KNOWLEDGE OF TOILET TRAINING IN MOTHERS WHO HAVE PRE-SCHOOL CHILDREN IN PAUD BINA SEJAHTERA AND TK PERTIWI 1 CILANGKAP Rizki Handayani; Noor Yunida Triana; Siti Haniyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v4i1.42

Abstract

Pendahuluan: Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) nasional menyatakan jumlah anak pra sekolah beberapa masih sulit mengontrol BAB dan BAK mencapai 75 juta anak. Toilet training yaitu upaya yang dilakukan untuk melatih kemandirian anak mengontrol buang air besar dan buang air kecil. Orang tua sangat berperan penting dalam keberhasilan toilet training pada anak. Audio visual digunakan sebagai sumber informasi yang lebih mudah diterima sasaran.Metode: Jenis penelitian menggunakan quasy-eksperimental dengan desain two group pretest-posttest with control group design. Teknik sampling simple random sampling, Jumlah sample 42 orang, besar sampel dihitung menggunakan rumus besar sampel analitik kategorik berpasangan, jumlah kelompok eksperimen 21 orang dan kelompok kontrol 21 orang. Alat ukur menggunakan kuesioner. Analisisbivariate Paired sampel t-test dan independent sampel t-test.Hasil: Terjadi perbedaan pengetahuani toilet training setelahi diberikan perlakuan pada hasil kelompok eksperimeni yaitu p value 0,000, pada kelompok kontrol didapatkan p value 0,954Kesimpulan: Pendidikan kesehatan audio visual mempengaruhi pengetahuan toilet training kepada Ibu yang memiliki anak Pra sekolah di PAUDi Bina Sejahtera dan TK Pertiwi 1 Cilangkap. Peneliti merekomendasikan pendidikan kesehatan audio visual lebih ditingkatkan untuk pengetahuan toilet training.
DURASI PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERSONAL SOSIAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH: LITERATUR REVIEW: DURATION OF GADGET USE ON PERSONAL SOCIAL IN PRESCHOOL AGE CHILDREN: LITERATURE REVIEW Dinda Puput Oktafia; Noor Yunida Triana; Roro Lintang Suryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v4i1.48

Abstract

Latar belakang: Gadget salah satu alat media yang digunakan untuk melakukan sebuah interaksi sosial, khususnya yaitu melakukan kontak sosial maupun berkomunikasi. Penggunaan media gadget pada anak yang berusia 5 tahun di Indonesia sejumlah 38% pada tahun 2011, dan meningkat menjadi 72% pada tahun 2013, pada tahun 2015 ada peningkatan menjadi 80%. Angka kejadian masalah perkembangan pada anak yang terjadi di Indonesia antara 13-18%. Anak prasekolah mempunyai masalah sosial emosional yang berpengaruh negatif terhadap perkembangan personal sosial dan kesiapan sekolahnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dengan personal sosial pada anak usia prasekolah. Metode: Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi dari academic search research, google scholar, BMJ, Pubmed berjumlah 12 jurnal dengan periode 2016-2020). Hasil: Anak yang menggunakan gadget lebih dari sama dengan 1 jam akan memberikan pengaruh pada personal sosial anak. Kesimpulan: Berdasarkan hasil literature review, didapatkan kesimpulan sebagai berikut: 1. Anak usia prasekolah dimulai dari usia 4 hingga 6 tahun. 2. Responden didominasi anak perempuan. 3. Durasi penggunaan gadget tidak lebih dari sama dengan 1 hingga 2 jam/hari. 4. Durasi penggunaan gadget lebih dari sama dengan 1 hingga 2 jam/hari berdampak pada personal sosial anak pra sekolah.
PENGARUH PERAWATAN DENGAN REBUSAN DAUN SIRIH MERAH TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA GANGREN PASIEN DIABETES MELITUS: THE EFFECT OF TREATMENT WITH RED BELT LEAVES ON THE HEALING OF GANGREEN WEARS IN DIABETES MELLITUS PATIENTS Susilo Rudatin; Noor Yunida Triana; Made Suandika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v4i1.56

Abstract

Latar Belakang: Luka gangren semakin meningkat didunia. Perawatan luka gangren harus dilakukan sesuai dengan prosedur dan menjamin peralatan serta perlengkapan yang digunakan steril. Ulkus atau gangren diabetik memberi dampak luar biasa kepada penderitanya Tujuan: penelitian ini mengetahui pengaruh perawatan dengan rebusan daun sirih merah terhadap penyembuhan luka gangren pasien diabetes melitus dan juga mengidentifikasi karakteristik responden seperti usia, jenis kelamin dan kadar glukosa darah sewaktu. methode: Pra eksperimental dengan pre and post test design telah digunakan dan analisis uji t independen mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah terapi pemberian rebusan daun sirih merah pada luka gangren dengan nilai Skala Bates Jensen Wound Assesment Tool (BWAT) untuk evaluasinya. Results: Usia rata-rata pada kelompok perlakuan sebesar 58,48 tahun. Jenis kelamin yang paling dominan adalah perempuan (69,6%). Sedangkan tipe DM yang paling dominan adalah yang memiliki gula darah dalam kategori tinggi (82,6%). dari analisis menunjukkan terdapat pengaruh perawatan luka dengan menggunakan rebusan daun sirih dengan proses penyembuhan luka dengan p value 0,000(p kurang dari 0,05) Kesimpulan: Hasil penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa pemberian rebusan daun sirih lebih mempercepat proses penyembuhan luka sehingga proses penyembuhan luka pada pasien dapat membaik dan diharapkan dapat menghindari faktor pemicu terjadinya komplikasi luka ulkus diabetikum.
Pemberdayaan Kader dan Ibu Muda Melalui Edukasi tentang Stunting Berbasis Kearifan Lokal Etika Dewi Cahyaningrum; Noor Yunida Triana
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1083

Abstract

Stunting masih menjadi masalah prioritas dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan prevalensi nasional mencapai 21,6% berdasarkan data SSGI 2022. Salah satu akar masalahnya adalah kurangnya pengetahuan tentang stunting, khususnya di wilayah pedesaan. Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, merupakan salah satu wilayah dengan jumlah desa miskin ekstrem terbanyak. Tingginya prevalensi stunting di wilayah ini terutama Desa Pageraji, menunjukkan perlunya intervensi edukatif yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mengintegrasikan nilai budaya lokal agar dapat diterima dan diterapkan masyarakat. Kader Posyandu dan ibu muda sebagai garda terdepan membutuhkan penguatan kapasitas untuk mendeteksi dan mencegah stunting dengan pendekatan yang kontekstual. Tujuan kegiatan PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan kader dan ibu muda tentang stunting melalui pendekatan edukatif berbasis kearifan lokal di Desa Pageraji. Kegiatan PkM dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2025 melalui tahapan: (1) sosialisasi dan koordinasi mitra; (2) produksi media edukatif (booklet MP-ASI) (3) identifikasi tingkat pengetahuan; (4) edukasi tentang stunting serta pelatihan pembuatan MP-ASI, dan (5) evaluasi peningkatan pengetahuan pada kader dan ibu muda.
The Relationship of Online Game Addiction with Aggressive Behavior for Teenagers at SMP Negeri 3 Banyumas Amalia Winahyu Adani; Noor Yunida Triana; Murniati Murniati
PROMOTOR Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i1.468

Abstract

There is a lot of verbal and physical aggression in online games today. Playing games with a high level of violence can lead to an increase in hostile attitudes and actions. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between online game addiction and the aggressive behavior of grade VIII students at SMP Negeri 3 Banyumas. This study is a correlational study using a cross-sectional approach. The population in this study consisted of 92 grade VIII students of SMP Negeri 3 Banyumas who played online games. A sample of 75 respondents was taken using a simple random sampling technique. The questionnaire was used as a data collector and analyzed with the Spearman rank correlation test. The results showed that most online game addicts were in the mild category (80%), most showed moderate aggressive behavior (62.7%), and there was a strong relationship between online game addiction and aggressive behavior class VIII SMP Negeri 3 Banyumas with a p-value of 0.000 (p-value <0.05; r =  0.579). This indicates that online game addiction can affect a person's aggressive behavior, the higher the level of online game addiction, the more aggressive behavior it leads. This research is expected to be a reference for pediatric nursing.
Audio-Visual Therapy for Anxiety of Preoperative Patients Sectio Caesarea in the Central Surgical Installation Room of Ajibarang Hospital Noor Yunida Triana; Siti Haniyah; Qurrotul A'yuni
PROMOTOR Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i1.531

Abstract

Sectio Caesarea (SC) is a surgical procedure in labor that can cause anxiety. These feelings can occur due to fear of death, failed medication and complications. One of the therapies to reduce anxiety of SC preoperative patients with audio-visual therapy.  This study aims to determine the effect of audio-visual therapy on the anxiety of SC preoperative patients in the Central Surgical Installation Room (IBS) of Ajibarang Hospital. The study used quantitative methods with experimental design in the form of pre-experimental design one group pretest-posttest. The sample was mothers who will undergo SC in the IBS Room of Ajibarang Hospital, a total of 30 respondents with purposive sampling techniques. The research instrument used the APAIS questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results of the study obtained a p value of 0.000 < 0.05, so it can be concluded that there are differences in the anxiety level of SC preoperative patients before and after audiovisual therapy in the IBS Room of Ajibarang Hospital. In conclusion, there are differences in the level of anxiety before and after audiovisual therapy is given to the anxiety level of SC preoperative patients in the IBS Room of Ajibarang Hospital.
An Overview of the Level of Anxiety N Children When Installing Infusions in the Emergency Department of the Islamic Hospital Purwokerto Dicky Yudhistira Pradana Dicky; Noor Yunida Triana; Fauziah Hanum
PROMOTOR Vol. 7 No. 2 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i2.592

Abstract

Hospitalization is a crisis condition for every child admitted to the hospital. Separation from parents often causes significant emotional changes in children, such as anxiety. In Central Java Province, child hospitalization is 4.1% of the total population. Anxiety is a vague worry characterized by feelings of uncertainty and helplessness. Anxiety in children can arise because of something new and has never been experienced before, insecurity and discomfort, a feeling of losing something they are used to, and something that feels painful. The purpose of this study was to determine the Anxiety of Children During Infusion Installation in the Emergency Department of Purwokerto Islamic Hospital. This study is a descriptive study with a cross sectional approach. The sample in this study were pediatric patients in the Emergency Room of Purwokerto Islamic Hospital, a total of 30 respondents using accidental sampling technique. Data analysis in this study was univariate analysis. The results showed that the anxiety level of children in the Emergency Department of Purwokerto Islamic Hospital when installing infusions experienced moderate anxiety as many as 16 children (53.3%). Future researchers are advised to research interventions that can reduce children's anxiety during infusion.
Hubungan Durasi Operasi terhadap Kejadian Waktu Pulih Sadar Pasien Pasca Anestesi Umum di Ruang Pemulihan RSUD Dr. Soedirman Kebumen Aidil Giffari; Magenda Bisma Yudha; Noor Yunida Triana
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1028

Abstract

Anestesi umum merupakan prosedur yang menyebabkan hilangnya kesadaran dan nyeri secara sentral, diperlukan untuk kenyamanan pasien selama pembedahan. Salah satu komplikasi yang kerap terjadi pasca anestesi umum adalah keterlambatan pulih sadar, yang dapat meningkatkan risiko gangguan jalan napas, hipoksemia, hingga komplikasi neurologis. Durasi operasi menjadi salah satu faktor yang diduga mempengaruhi waktu pemulihan kesadaran. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel sebanyak 90 pasien pasca operasi dengan anestesi umum di ruang pemulihan RSUD dr. Soedirman Kebumen diambil menggunakan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi. Variabel independen adalah durasi operasi (≤60 menit dan > 60 menit), sedangkan variabel dependen adalah waktu pulih sadar (≤ 15 menit dan >15 menit) yang diukur menggunakan lembar observasi Aldrete Score. Analisis data dilakukan dengan uji Fisher’s Exact Test (p < 0,05). Mayoritas pasien menjalani operasi singkat ≤60 menit (61,1%) dan mengalami pulih sadar cepat ≤ 15 menit (56,7%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi operasi dengan kejadian waktu pulih sadar (p = 0,000), di mana operasi dengan durasi > 60 menit cenderung meningkatkan risiko pemanjangan waktu pulih sadar. Durasi operasi berhubungan signifikan dengan waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum. Disarankan tenaga anestesi mempertimbangkan durasi pembedahan dalam perencanaan anestesi dan melakukan pemantauan ketat pada pasien dengan operasi berdurasi panjang untuk meminimalkan risiko keterlambatan pulih sadar.
Co-Authors Adita Silvia Fitriana Adriani, Prasanti Agus Fatoni Agus Triyanto Agustin Prameswari, Dinda Aidil Giffari Ali Djamhuri Alifah Mugi Rahayu Amalia Winahyu Adani Amy Nur Rahmawati Ana Rufaida Ani Nur Azizah Apriliyani, Ita Arif Susilo Atun Raudotul Ma'rifah Atun Raudotul Ma’rifah Atun Raudotul Ma’rifah Atun Raudotul Ma’rifah Bambang Yuli Krisnanto Berlina Trisni Fara Utama Bunda, Mutiara Permata Cahyaningrum, Etika Dewi Citra Tunjung Kusuma Bintari Danang Tri Yudono Darjati Darjati Dea Mitha Apriliani Dela Nataza Maharani Devi Irmaning Tyas Diah Tri Anggraini Dicky Yudhistira Pradana Dicky Dinda Puput Oktafia Eka Wati Eliana Septi Maharani Ema Wahyu Ningrum Eri Nugraheni Erikson Tjeleni, Stevanus Fauziah Hanum Feti Kumala Dewi Harisma Aulia Imanda Hartati Hartati Ika Peni Kurniasari Indri Heri Susanti Indri Heri Susanti Indri Heri Susanti Kholisatun Muafifah Kholisatun Muafifah Lutfia Ainna Shafa Lutfia Ainna Shafa Made Suandika Maemunisah Maemunisah Magenda Bisma Yudha Maharani, Eliana Septi Maudwi Ehnis Swihasnika Maulida Hasanah Murniati Murniati Murniati Pepi Puspasari Pramesti Dewi Pramesti Dewi Purwatiningsih Putri Bunga Lestari Putri Bunga Lestari Putri, Adinda Yulia Qurrotul A'yuni Raffi Dwi Kusuma Rani Prabandari Riandita Ratna Puspita Rifqi Pratama Wahyuaji Riska Saputri Rizki Handayani Rizki, Bayu Ahmad Nur Roro Lintang Suryani Rostikawaty, Intan Dwi Salshabila, Jenar Ayu Sarah Hamita Nelita Sari Sarif Hidayat Septian Mixrova Sebayang Siti Haniyah Siti Haniyah Siwi Tri Guno Respati Sri Anjar Asih SRI RAHAYU Susan Venasari Susilo Rudatin Syarif Hidayat Tin Utami Topik Hidayat Wahyu Windriarto Wawan Andriyanto Willy Pramudya Wirakhmi , Ikit Netra Wirakhmi, Ikit Netra Yuliana Kristianti