Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan pengetahuan ibu tentang konsep dasar MPASI dengan media video animasi di posyandu Kuncup Mekar 1 desa Sikasur, kabupaten Pemalang Amy Nur Rahmawati; Noor Yunida Triana; Etika Dewi Cahyaningrum
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.26056

Abstract

Abstrak Desa Sikasur memiliki 3 posyandu. Salah satu posyandu yang terdapat disana yaitu Posyandu Kuncup Mekar 1 yang terletak di Dusun Krajan dengan terdapat 36 baduta yang mengikuti posyandu dan berdasarkan data yang ada, terdapat sebanyak 17 balita mengalami gizi kurang. Berdasarkan wawancara pra survei kepada 5 ibu baduta didapatkan bahwa 80% ibu baduta disana memberikan makanan seperti buah-buahan sebelum usia 6 bulan dan setelah usia 6 bulan keatas biasanya sudah diberikan MPASI dengan menu yang sesuai dengan kesukaan anak. Asupan gizi yang tidak seimbang, terutama pada masa MPASI, menjadi salah satu faktor utama penyebab permasalahan gizi. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang Konsep Dasar MPASI. Metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi, serta tanya jawab. Media yang digunakan adalah PPT, video animasi, leaflet, dan demonstrasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pre-test dan post-tes untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu. Kegiatan telah dilaksanakan sebanyak tiga pertemuan dengan sasaran 19  ibu dengan bayi usia 0-24 bulan di Posyandu Kuncup Mekar 1 Desa Sikasur. Hasil gambaran karakteristik peserta  yaitu sebagian besar peserta berusia 20-35 tahun (69%), serta mayoritas peserta bekerja sebagai ibu rumah tangga (90%), dan sebagian peserta tamat pendidikan Sekolah Dasar (58%). Hasil  rata-rata nilai pre-test 66% dengan kategori cukup dan nilai post-test 82% dengan kategori baik. Pendidikan kesehatan terkait konsep dasar MPASI terbukti mampu meningkatkan pengetahuan ibu dibuktikan dengan nilai pre test dan post test yang meningkat sebanyak 16%. Kata kunci: MPASI;  video animasi; pendidikan kesehatan Abstract Sikasur village has 3 health posts. One of the health posts is Kuncup Mekar 1, located in Krajan hamlet, with 36 infants following posyandu and based on the available data, there are as many as 17 infants who are malnourished. Based on pre-survey interviews with 5 baduta mothers, it was found that 80% of the baduta mothers there give food such as fruit before the age of 6 months and after the age of 6 months and above they usually give weaning food with a menu according to the child's preferences. Unbalanced nutritional intake, especially during the weaning food period, is one of the main factors causing nutritional problems. The purpose of this community service program is to increase mothers' knowledge about the basic concepts of weaning food. The methods used are lectures, discussions, and questions and answers. The media used are power point, animated videos, leaflets, and demonstrations. Data collection uses pre-test and post-test questionnaires to measure the mother's level of knowledge. The activity has been held in as many as three meetings with the target population of 19 mothers with babies aged 0–24 months at Health Post Kuncup Mekar 1 Sikasur Village. The results of the participants' characteristic picture are that most of the participants are 20–35 years old (69%), the majority of participants work as housewives (90%), and some of the participants finish elementary school education (58%). The average result is a 66% pre-test score with a sufficient category and an 82% post-test score with a good category. Health education on the basic concept of weaning has been shown to increase maternal knowledge, as evidenced by a 16% increase in pre- and post-test scores.                                                                  Keywords: weaning food; animated video; health education
Edukasi tentang Kesehatan Mental pada Remaja di SMK Soedirman Purbalingga Dela Nataza Maharani; Noor Yunida Triana; Siti Haniyah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v4i2.5193

Abstract

Mental health is an important aspect of adolescent development, as adolescence is a critical period marked by physical, emotional, and social changes. Adolescence is a process of self-discovery that begins around the age of 10 to 12 and ends between the ages of 18 and 22. Based on a preliminary survey conducted at SMK Soedirman Purbalingga Dusun II, Gandasuli, Bobotsari District, Purbalingga Regency on Thursday, July 18, 2024, it was found that there were 10 female students and 5 male students experiencing mental health issues. The objective of this Community Service (PkM) activity is to enhance teenagers' knowledge about mental health using methods such as lectures, discussions, and question-and-answer sessions. The media used include PowerPoint presentations and leaflets. The activity was conducted over 3 sessions attended by 30 students, with the results showing that teenagers' knowledge improved from an average score of 60 to 77. The PkM results showed that the average knowledge level before the education was 70% in the “adequate” category, which increased to 80% in the “good” category. Based on the Wilcoxon statistical test, the Z-value was -4.667 with a p-value of 0.000. The conclusion of the PkM is that it can enhance teenagers' knowledge through mental health education. Therefore, it is recommended to conduct further education by the school principal or school authorities to optimize future mental health development. The results of this community service were published in a community service journal and a poster.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN METODE AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG TOILET TRAINING PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK PRA SEKOLAH DI PAUD BINA SEJAHTERA DAN TK PERTIWI 1 CILANGKAP: THE EFFECT OF HEALTH EDUCATION WITH AUDIO VISUAL METHODS ON KNOWLEDGE OF TOILET TRAINING IN MOTHERS WHO HAVE PRE-SCHOOL CHILDREN IN PAUD BINA SEJAHTERA AND TK PERTIWI 1 CILANGKAP Rizki Handayani; Noor Yunida Triana; Siti Haniyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v4i1.42

Abstract

Pendahuluan: Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) nasional menyatakan jumlah anak pra sekolah beberapa masih sulit mengontrol BAB dan BAK mencapai 75 juta anak. Toilet training yaitu upaya yang dilakukan untuk melatih kemandirian anak mengontrol buang air besar dan buang air kecil. Orang tua sangat berperan penting dalam keberhasilan toilet training pada anak. Audio visual digunakan sebagai sumber informasi yang lebih mudah diterima sasaran.Metode: Jenis penelitian menggunakan quasy-eksperimental dengan desain two group pretest-posttest with control group design. Teknik sampling simple random sampling, Jumlah sample 42 orang, besar sampel dihitung menggunakan rumus besar sampel analitik kategorik berpasangan, jumlah kelompok eksperimen 21 orang dan kelompok kontrol 21 orang. Alat ukur menggunakan kuesioner. Analisisbivariate Paired sampel t-test dan independent sampel t-test.Hasil: Terjadi perbedaan pengetahuani toilet training setelahi diberikan perlakuan pada hasil kelompok eksperimeni yaitu p value 0,000, pada kelompok kontrol didapatkan p value 0,954Kesimpulan: Pendidikan kesehatan audio visual mempengaruhi pengetahuan toilet training kepada Ibu yang memiliki anak Pra sekolah di PAUDi Bina Sejahtera dan TK Pertiwi 1 Cilangkap. Peneliti merekomendasikan pendidikan kesehatan audio visual lebih ditingkatkan untuk pengetahuan toilet training.
DURASI PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERSONAL SOSIAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH: LITERATUR REVIEW: DURATION OF GADGET USE ON PERSONAL SOCIAL IN PRESCHOOL AGE CHILDREN: LITERATURE REVIEW Dinda Puput Oktafia; Noor Yunida Triana; Roro Lintang Suryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v4i1.48

Abstract

Latar belakang: Gadget salah satu alat media yang digunakan untuk melakukan sebuah interaksi sosial, khususnya yaitu melakukan kontak sosial maupun berkomunikasi. Penggunaan media gadget pada anak yang berusia 5 tahun di Indonesia sejumlah 38% pada tahun 2011, dan meningkat menjadi 72% pada tahun 2013, pada tahun 2015 ada peningkatan menjadi 80%. Angka kejadian masalah perkembangan pada anak yang terjadi di Indonesia antara 13-18%. Anak prasekolah mempunyai masalah sosial emosional yang berpengaruh negatif terhadap perkembangan personal sosial dan kesiapan sekolahnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dengan personal sosial pada anak usia prasekolah. Metode: Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini meliputi studi pencarian sistematis database terkomputerisasi dari academic search research, google scholar, BMJ, Pubmed berjumlah 12 jurnal dengan periode 2016-2020). Hasil: Anak yang menggunakan gadget lebih dari sama dengan 1 jam akan memberikan pengaruh pada personal sosial anak. Kesimpulan: Berdasarkan hasil literature review, didapatkan kesimpulan sebagai berikut: 1. Anak usia prasekolah dimulai dari usia 4 hingga 6 tahun. 2. Responden didominasi anak perempuan. 3. Durasi penggunaan gadget tidak lebih dari sama dengan 1 hingga 2 jam/hari. 4. Durasi penggunaan gadget lebih dari sama dengan 1 hingga 2 jam/hari berdampak pada personal sosial anak pra sekolah.
PENGARUH PERAWATAN DENGAN REBUSAN DAUN SIRIH MERAH TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA GANGREN PASIEN DIABETES MELITUS: THE EFFECT OF TREATMENT WITH RED BELT LEAVES ON THE HEALING OF GANGREEN WEARS IN DIABETES MELLITUS PATIENTS Susilo Rudatin; Noor Yunida Triana; Made Suandika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v4i1.56

Abstract

Latar Belakang: Luka gangren semakin meningkat didunia. Perawatan luka gangren harus dilakukan sesuai dengan prosedur dan menjamin peralatan serta perlengkapan yang digunakan steril. Ulkus atau gangren diabetik memberi dampak luar biasa kepada penderitanya Tujuan: penelitian ini mengetahui pengaruh perawatan dengan rebusan daun sirih merah terhadap penyembuhan luka gangren pasien diabetes melitus dan juga mengidentifikasi karakteristik responden seperti usia, jenis kelamin dan kadar glukosa darah sewaktu. methode: Pra eksperimental dengan pre and post test design telah digunakan dan analisis uji t independen mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah terapi pemberian rebusan daun sirih merah pada luka gangren dengan nilai Skala Bates Jensen Wound Assesment Tool (BWAT) untuk evaluasinya. Results: Usia rata-rata pada kelompok perlakuan sebesar 58,48 tahun. Jenis kelamin yang paling dominan adalah perempuan (69,6%). Sedangkan tipe DM yang paling dominan adalah yang memiliki gula darah dalam kategori tinggi (82,6%). dari analisis menunjukkan terdapat pengaruh perawatan luka dengan menggunakan rebusan daun sirih dengan proses penyembuhan luka dengan p value 0,000(p kurang dari 0,05) Kesimpulan: Hasil penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa pemberian rebusan daun sirih lebih mempercepat proses penyembuhan luka sehingga proses penyembuhan luka pada pasien dapat membaik dan diharapkan dapat menghindari faktor pemicu terjadinya komplikasi luka ulkus diabetikum.
Penerapan Terapi Oromotor Pada Neonatus Dengan Menyusui Tidak Efektif Di Ruang Perinatologi Susan Venasari; Noor Yunida Triana; Kholisatun Muafifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.491

Abstract

Latar Belakang: Menyusui tidak efektif merupakan masalah keperawatan yang sering terjadi pada neonatus, khususnya di ruang perinatologi, dan dapat berdampak pada ketidakcukupan asupan nutrisi serta peningkatan risiko komplikasi. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah terapi oromotor, yang bertujuan meningkatkan kekuatan dan koordinasi refleks oral bayi. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan terapi oromotor pada neonatus dengan diagnosis menyusui tidak efektif di ruang perinatologi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus asuhan keperawatan (KIAN) pada satu neonatus yang dirawat di Ruang Perinatologi RSUD Prof. Dr. Dr. Margono Soekarjo. Asuhan keperawatan dilaksanakan pada tanggal 14–16 Juli 2025. Subjek penelitian adalah neonatus usia 3 hari dengan berat badan lahir 2000 gram yang mengalami menyusui tidak efektif. Intervensi keperawatan berupa terapi oromotor dan edukasi menyusui diberikan dua kali sehari selama 3 × 24 jam, dengan durasi ±10–15 menit setiap sesi, dan evaluasi dilakukan secara harian berdasarkan indikator status menyusui. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan efektivitas menyusu setelah penerapan terapi oromotor, yang ditandai dengan perbaikan refleks hisap, peningkatan kemampuan perlekatan pada payudara ibu, serta peningkatan volume asupan ASI dari 5 cc/2 jam pada hari pertama menjadi 10 cc/2 jam pada hari kedua dan 15 cc/2 jam pada hari ketiga. Kesimpulan: Penerapan terapi oromotor secara terstruktur dan berkesinambungan dapat meningkatkan efektivitas menyusui pada neonatus dengan diagnosis menyusui tidak efektif dan direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan di ruang perinatologi.
Penerapan Kangaroo Mother Care (KMC) Dalam Upaya Mengatasi Hipotermia Dan Refleks Hisap Lemah Pada Bayi Ny. R Dengan BBLR Di Ruang Melati RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Eliana Septi Maharani; Noor Yunida Triana; Kholisatun Muafifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.492

Abstract

Latar belakang: Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) berisiko tinggi mengalami hipotermia akibat imaturitas sistem termoregulasi, yang dapat berdampak pada penurunan refleks hisap dan keberhasilan menyusui. Kangaroo Mother Care (KMC) merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang direkomendasikan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan Kangaroo Mother Care dalam mengatasi hipotermia dan refleks hisap lemah pada bayi BBLR. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Studi dilakukan di Ruang Melati RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada tanggal 8–9 September 2025 dengan subjek satu bayi BBLR yang mengalami hipotermia. Intervensi berupa Kangaroo Mother Care diberikan sebanyak dua kali sesi dengan durasi minimal 60 menit. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan suhu tubuh bayi dari 35,3°C sebelum intervensi menjadi 36,8°C setelah dua kali intervensi, serta perbaikan refleks hisap yang ditandai dengan peningkatan kemampuan menyusu dan berkurangnya kebutuhan nutrisi melalui orogastric tube. Kesimpulan: Kangaroo Mother Care efektif dalam mengatasi hipotermia dan membantu meningkatkan refleks hisap pada bayi berat badan lahir rendah serta direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan neonatal.
Implementasi ROM Aktif Pada Pasien Osteosarkoma Di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Harisma Aulia Imanda; Noor Yunida Triana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.493

Abstract

Osteosarcoma merupakan kanker tulang yang bersifat agresif dan dapat bermetastasis, sehingga menyebabkan gangguan fungsi gerak akibat kerusakan jaringan serta proses pengobatan yang dijalani. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan gerak pada pasien post operasi adalah latihan Range of Motion (ROM) aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ROM aktif terhadap peningkatan aktivitas gerak pada pasien post operasi osteosarcoma. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, meliputi pengkajian hingga evaluasi. Penelitian dilakukan pada tanggal 27–29 Agustus 2025 di Ruang Aster RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto terhadap satu responden yang diberikan latihan ROM aktif selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan aktivitas gerak, penurunan kekakuan, serta membaiknya kekuatan otot setelah dilakukan intervensi, ditandai dengan meningkatnya kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas ringan secara mandiri. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa ROM aktif efektif dalam meningkatkan fungsi mobilisasi pada pasien post operasi. Kesimpulannya, latihan ROM aktif terbukti efektif sebagai terapi non-farmakologis untuk meningkatkan kemampuan gerak pasien osteosarcoma dan dapat menjadi intervensi pendukung yang dipadukan dengan terapi farmakologis guna mempercepat proses pemulihan.
Pengetahuan Dan Tindakan Pencegahan Stunting Pada Kader Kesehatan Dan Ibu Muda Etika Dewi Cahyaningrum; Noor Yunida Triana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.506

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia, terutama di wilayah miskin ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan dan tindakan pencegahan stunting pada kader kesehatan dan ibu muda serta mengeksplorasi pengaruh nilai budaya lokal terhadap praktik pengasuhan dan gizi anak. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel 104 responden (10 kader dan 94 ibu muda) di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Instrumen berupa kuesioner terstruktur yang telah dimodifikasi dan divalidasi. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dan tindakan pencegahan stunting dalam kategori tinggi (pengetahuan ibu 62,77%, kader 70%; tindakan ibu 79,79%, kader 90%). Namun, ditemukan pengaruh nilai budaya lokal, seperti pantangan makanan, kepercayaan terhadap makanan tradisional, dan pengaruh tokoh adat/agama dalam praktik pemberian makan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pengetahuan dan tindakan saja belum cukup untuk menurunkan prevalensi stunting jika tidak diimbangi dengan intervensi lintas sektor yang sensitif budaya. Studi ini memberikan rekomendasi untuk merancang intervensi edukatif berbasis budaya lokal yang melibatkan komunitas secara aktif. Keterbatasan studi adalah belum mengukur dampak langsung terhadap status gizi anak. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengembangkan model intervensi dan media edukasi yang terintegrasi.
Pemberdayaan Kader dan Ibu Muda Melalui Edukasi tentang Stunting Berbasis Kearifan Lokal Etika Dewi Cahyaningrum; Noor Yunida Triana
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i2.1083

Abstract

Stunting masih menjadi masalah prioritas dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan prevalensi nasional mencapai 21,6% berdasarkan data SSGI 2022. Salah satu akar masalahnya adalah kurangnya pengetahuan tentang stunting, khususnya di wilayah pedesaan. Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, merupakan salah satu wilayah dengan jumlah desa miskin ekstrem terbanyak. Tingginya prevalensi stunting di wilayah ini terutama Desa Pageraji, menunjukkan perlunya intervensi edukatif yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mengintegrasikan nilai budaya lokal agar dapat diterima dan diterapkan masyarakat. Kader Posyandu dan ibu muda sebagai garda terdepan membutuhkan penguatan kapasitas untuk mendeteksi dan mencegah stunting dengan pendekatan yang kontekstual. Tujuan kegiatan PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan kader dan ibu muda tentang stunting melalui pendekatan edukatif berbasis kearifan lokal di Desa Pageraji. Kegiatan PkM dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2025 melalui tahapan: (1) sosialisasi dan koordinasi mitra; (2) produksi media edukatif (booklet MP-ASI) (3) identifikasi tingkat pengetahuan; (4) edukasi tentang stunting serta pelatihan pembuatan MP-ASI, dan (5) evaluasi peningkatan pengetahuan pada kader dan ibu muda.
Co-Authors Adita Silvia Fitriana Adriani, Prasanti Agus Fatoni Agus Triyanto Agustin Prameswari, Dinda Ali Djamhuri Alifah Mugi Rahayu Amalia Winahyu Adani Amy Nur Rahmawati Ana Rufaida Ani Nur Azizah Apriliyani, Ita Arif Susilo Atun Raudotul Ma'rifah Atun Raudotul Ma’rifah Atun Raudotul Ma’rifah Atun Raudotul Ma’rifah Bambang Yuli Krisnanto Berlina Trisni Fara Utama Bunda, Mutiara Permata Cahyaningrum, Etika Dewi Citra Tunjung Kusuma Bintari Danang Tri Yudono Darjati Darjati Dea Mitha Apriliani Dela Nataza Maharani Devi Irmaning Tyas Diah Tri Anggraini Dicky Yudhistira Pradana Dicky Dinda Puput Oktafia Eka Wati Eliana Septi Maharani Ema Wahyu Ningrum Eri Nugraheni Erikson Tjeleni, Stevanus Fauziah Hanum Feti Kumala Dewi Harisma Aulia Imanda Hartati Hartati Ika Peni Kurniasari Indri Heri Susanti Indri Heri Susanti Indri Heri Susanti Kholisatun Muafifah Kholisatun Muafifah Lutfia Ainna Shafa Lutfia Ainna Shafa Made Suandika Maemunisah Maemunisah Maharani, Eliana Septi Maudwi Ehnis Swihasnika Maulida Hasanah Murniati Murniati Murniati Pepi Puspasari Pramesti Dewi Pramesti Dewi Purwatiningsih Putri Bunga Lestari Putri Bunga Lestari Putri, Adinda Yulia Qurrotul A'yuni Raffi Dwi Kusuma Rani Prabandari Riandita Ratna Puspita Rifqi Pratama Wahyuaji Rizki Handayani Rizki, Bayu Ahmad Nur Roro Lintang Suryani Rostikawaty, Intan Dwi Salshabila, Jenar Ayu Sarah Hamita Nelita Sari Sarif Hidayat Septian Mixrova Sebayang Siti Haniyah Siti Haniyah Siwi Tri Guno Respati Sri Anjar Asih SRI RAHAYU Susan Venasari Susilo Rudatin Syarif Hidayat Tin Utami Topik Hidayat Wahyu Windriarto Wawan Andriyanto Willy Pramudya Wirakhmi , Ikit Netra Wirakhmi, Ikit Netra Yuliana Kristianti