Claim Missing Document
Check
Articles

Nursing Skills Impact Patient Anxiety Levels in Emergency Unit Rosita Nur Hayati Rosita Nur Hayati; Adiratna Sekar Siwi; Suci Khasanah
Viva Medika Vol 19 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v19i2.2069

Abstract

Diabetes mellitus is a complex metabolic disorder characterized by hyperglycemia (elevated blood glucose levels). Hyperglycemia results from anomalies in insulin secretion or insulin action or both as a dysfunction of carbohydrate, fat, and protein metabolism. Based on the report data at Panti Nugroho Purbalingga Regional Hospital, it was found that in October 2023 to December 2023 the incidence of DM was 76 patients. The study aims to determine the relationship between stress levels and sleep quality with blood sugar levels in Diabetes Mellitus patients at Panti Nugroho Purbalingga Hospital. This research method is a correlation design with a cross sectional data collection time approach with a sample of 63 respondents at Panti Nugroho Purbalingga Hospital using accidental sampling. Measurement of stress levels using the Perceive Stress Scale (PSS) questionnaire and sleep quality using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. SPSS results with spearman rank test obtained p value stress levels =0.000 (<0.005) and p value sleep quality =0.000 (<0.005). The conclusion of this study is that there is a relationship between stress levels and sleep quality with current blood sugar levels in DM patients.
Edukasi Senam Kaki untuk Meningkatkan Sirkulasi Darah pada Kaki Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Purwokerto Barat Indah Dwi Kurniati; Suci Khasanah; Amelia Andini
Jurnal Pengabdian Cendekia Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Cendekia
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/jpc.v2i1.89

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit yang diisyaratkan dengan terjadinya kenaikan kadar gula dalam darah dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, serta protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara mutlak atau relatif dari kerja atau sekresi insulin. Berdasarkan pra survey yang dilakukan pada tanggal 22 Agustus 2024 di Puskesmas Purwokerto Barat, kejadian Diabetes Melitus tipe 2 masuk dalam jenis penyakit terbanyak. Dan ditemukan beberapa pasien terdapat ulkus kaki serta dilakukan pemeriksaan pada 10 pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan hasil rata rata nilai ABI 0,8 yang artinya terjadi gangguan ringan pada peredaran darah kaki. Sehingga penulis melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan DM dan manfaat senam kaki diabetes di Puskesmas Purwokerto Barat dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi media yang digunakan yaitu power point, audio visual dan leaflet. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2x pertemuan yang diikuti oleh 30 penderita DM di prolanis. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2024 dan pertemuan kedua dilaksanakan pada tanggal 11 januari 2025. Hasil dari kegiatan ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan penderita DM Tipe 2 tentang Diabetes Melitus dan peningkatan keterampilan penderita DM Tipe 2 dalam melakukan senam kaki, serta terjadi peningkatan nilai ABI pada penderira DM Tipe 2 setelah dilakukan senam kaki selama 2 minggu dari rata rata nilai ABI 0,8 menjadi >0,9. Hal ini menunjukkan bahwa senam kaki dapat meningkatkan sirkulasi darah pada kaki penderita DM Tipe 2. Hasil pengabdian ini akan dipublikasikan dalam jurnal pengabdian masyarakat.
Effect of Length of Illness on Achievement of Systolic and Diastolic Blood Pressure Therapy Targets for Grade 1 Hypertension Suci Khasanah; Pramesti Dewi
Viva Medika Vol 17 No 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i1.1195

Abstract

Blood pressure >140 mmHg is at high risk for cardiovascular diseases. The aim of the study was to determine the effect of length of illness on the achievement of the target of systolic blood pressure (SBP) and diastolic blood pressure (DBP) in grade 1 hypertension patients without comorbidities. The study design was cross sectional, with a sample size of 34 respondents who met the sample criteria taken from 93 grade 1 hypertension patients without comorbidities. Blood pressure data for the last 3 months based on medical records at the puskesmas and direct blood pressure measurements in the 4th month. The duration of hypertension illness was calculated from the time the doctor diagnosed it until the time of data collection, by means of interviews. Data analysis using chi square. The results of the research on the effect of length of illness on the achievement of SBP and DBP were obtained: p value 0.018, V -0.407, OR (CI) 0.134 (0.023-0.799) and p value 0.019, V -0.402, OR (CI) 0.083 (0.007-0.950). Conclusion: The more chronic you suffer from grade 1 hypertension, the lower the chances of achieving SBP and DBP therapeutic targets. Length of illness needs to be considered in the management of grade 1 hypertension patients.
Penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari dan Tarik Napas Dalam terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Pasien dengan Hidropneumotoraks Sinistra di Ruang Teratai RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Surinto; Suci Khasanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1630

Abstract

Hidropneumotoraks sinistra merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya udara dan cairandi dalam rongga pleura yang dapat menyebabkan gangguan ekspansi paru, sesak napas, sertanyeri dada yang berdampak pada penurunan kenyamanan dan kualitas hidup pasien. Nyeriakut yang tidak ditangani dengan baik dapat menghambat ventilasi, meningkatkan kecemasan,serta memperlambat proses pemulihan, sehingga diperlukan intervensi keperawatannonfarmakologis yang efektif sebagai terapi pendamping. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efektivitas penerapan teknik relaksasi napas dalam dan relaksasi genggam jaridalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien dengan hidropneumotoraks sinistra. Penelitianmenggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatanpada satu orang pasien, yaitu Tn. J, yang dirawat di Ruang Teratai RSUD Prof. Dr. MargonoSoekarjo Purwokerto pada tanggal 12–13 Januari 2026. Pengumpulan data dilakukan melaluiwawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Intensitasnyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), kemudian diberikan intervensiberupa teknik relaksasi napas dalam dan relaksasi genggam jari selama 15 menit pada setiapsesi tindakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dari skala 7menjadi 6 pada hari pertama dan dari skala 6 menjadi 5 pada hari kedua setelah pemberianintervensi. Selain itu, terjadi perbaikan kondisi fisiologis yang ditandai dengan penurunanfrekuensi napas dari 24 kali per menit menjadi 20 kali per menit, pasien tampak lebih rileks,ekspresi wajah lebih tenang, dan mampu beristirahat dengan lebih nyaman. Hasil tersebutmenunjukkan bahwa kombinasi teknik relaksasi napas dalam dan relaksasi genggam jarimampu membantu mengurangi persepsi nyeri melalui mekanisme relaksasi, peningkatanoksigenasi jaringan, penurunan ketegangan otot, serta pengalihan fokus terhadap rangsangannyeri. Dengan demikian, penerapan teknik relaksasi napas dalam dan relaksasi genggam jaridapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif untukmembantu menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan kenyamanan pasien denganhidropneumotoraks sinistra, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendampingdalam pemberian asuhan keperawatan di rumah sakit.
Penerapan Madu Steril Sebagai Balutan Komplementer Pada Perawatan Ulkus Kaki Diabetik Di Ruang High Care Unit RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Diah Ayu Rahmawati; Suci Khasanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1504

Abstract

Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang membutuhkan perawatan komprehensif karena proses penyembuhannya dapat terhambat oleh neuropati perifer, gangguan vaskular, infeksi, dan kontrol glikemik yang tidak optimal. Madu steril atau medical-grade honey berpotensi digunakan sebagai balutan komplementer karena memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, antioksidan, serta mampu mempertahankan kelembapan luka. Studi ini bertujuan menggambarkan penerapan madu steril sebagai balutan komplementer dalam asuhan keperawatan pada pasien dengan ulkus kaki diabetik serta perubahan klinis luka selama periode observasi. Studi ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan proses keperawatan pada seorang laki-laki berusia 59 tahun dengan diabetes melitus dan ulkus kaki diabetik pasca debridement yang dirawat di Ruang High Care Unit RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto pada 2–5 Februari 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi luka, telaah rekam medis, dan evaluasi harian. Perawatan dilakukan menggunakan teknik aseptik dengan membersihkan luka menggunakan NaCl 0,9%, kemudian mengaplikasikan madu steril dan menutup luka menggunakan kasa steril, kasa gulung, serta perban elastis. Evaluasi meliputi jaringan nekrotik, jaringan granulasi, eksudat, bau luka, tanda infeksi, dan nyeri. Hasil menunjukkan perbaikan klinis berupa berkurangnya jaringan nekrotik, meningkatnya jaringan granulasi, menurunnya eksudat dan bau luka, serta penurunan nyeri dari NRS 6 menjadi 3. Selama observasi tidak ditemukan tanda infeksi baru. Penerapan madu steril dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer dalam perawatan ulkus kaki diabetik apabila dilakukan secara aseptik dan dikombinasikan dengan standar perawatan luka komprehensif. Studi kasus tunggal dengan periode observasi terbatas menyebabkan hasil belum dapat digeneralisasikan.
Hubungan Sikap dengan Perilaku Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Remaja di SMK Nasional Purwokerto Rivana Rezeky Agustia; Suci Khasanah; Adiratna Sekar Siwi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v6i2.11211

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disease whose prevalence continues to increase, including among adolescents. Lifestyle changes, such as unhealthy dietary patterns, lack of physical activity, and sedentary habits, are major risk factors for the development of T2DM at a young age. Adolescents' attitudes toward T2DM prevention play an important role in shaping preventive behaviors. This study aimed to determine the relationship between attitudes and preventive behaviors of Type 2 Diabetes Mellitus among adolescents at SMK Nasional Purwokerto.This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sampling technique used was quota sampling. The sample size was determined using the Slovin formula with a 5% margin of error, resulting in 235 respondents. The research instruments were questionnaires measuring attitudes and T2DM preventive behaviors that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. The results showed that most respondents had positive attitudes and good T2DM preventive behaviors. Bivariate analysis indicated a significant relationship between attitudes and T2DM preventive behaviors among adolescents (p-value < 0.05). Adolescents with more positive attitudes tended to demonstrate better preventive behaviors. The study concludes that there is a significant relationship between attitudes and preventive behaviors of Type 2 Diabetes Mellitus among adolescents. Continuous health education is needed to foster positive attitudes in order to improve T2DM preventive behaviors from an early age.
Edukasi Latihan Isometrik (Menggenggam Bola Karet) untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas pada Penderita Stroke Tri Uning Hayuning Tias; Adiratna Sekar Siwi; Suci Khasanah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Politeknik Pratama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v5i2.6884

Abstract

Stroke is a leading cause of disability, reducing neuromuscular function and impeding daily activities. This Community Service program aims to improve the motor skills and muscle strength of upper extremity patients with ischemic stroke in Dukuhwaluh Village through isometric exercises involving holding a rubber ball. The program involved 12 participants who underwent education, demonstrations, and independent practice over seven days, with evaluations at the beginning and end of the program. The results showed significant improvements in the participants' motor skills and muscle strength. At the beginning of the intervention, the Thumb Extend movement was the most difficult movement, with a 92% failure rate, followed by the Side Squeeze movement at 67%. After seven days of training, participants' abilities gradually improved, as evidenced by a 50% decrease in the number of failures in the Side Squeeze movement. In terms of physical strength, muscle measurements showed an average increase from 19.2 kg in the pre-test to 20.3 kg in the post-test (a difference of 1.1 kg). Furthermore, the proportion of participants achieving the 24.5–32.4 kg strength category increased to 50%. Participant compliance was good, with the majority performing the exercises independently twice daily for 15 minutes. Overall, isometric exercises involving gripping a rubber ball have been shown to be effective in improving muscle strength and fine motor skills in stroke survivors. This intervention is an easy and inexpensive solution for survivors to implement independently at home.
Edukasi Kepatuhan Minum Obat Penderita Stroke sebagai Pencegahan Komplikasi Stroke di Desa Dukuhwaluh Amelia Sutantri; Adiratna Sekar Siwi; Suci Khasanah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Politeknik Pratama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v5i2.6887

Abstract

Stroke is a serious neurological disorder with a high risk of disability and death. One of the main obstacles to recovery is low medication adherence due to lack of knowledge and forgetfulness. This community service program aims to improve the knowledge and adherence of stroke patients in Dukuhwaluh Village to prevent complications. The methods used included health education through lectures, videos, leaflets, and interactive discussions. Evaluation was conducted using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) questionnaire and 28-day medication monitoring with family support. The results showed a significant improvement in knowledge. Before education, the "good" category was only 8%, but after the intervention, this jumped to 50%, and even reached the "very good" category at 25%. In terms of adherence, there was a drastic change from low adherence (42%) before the intervention to high adherence (100%) after the 28-day monitoring. In conclusion, health education accompanied by family involvement effectively improves medication adherence in stroke patients, thereby reducing the potential risk of complications and recurrent stroke.