Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

GAMBARAN RISIKO ERGONOMI PADA PEKERJA BURUH DI PELABUHAN LAUT SOEKARNO HATTA MAKASSAR Andi Ayumar; Ilham Syam; Desmawati; Andi Yulia Kasma
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i3.564

Abstract

Latar belakang: Risiko ergonomi merupakan kondisi atau situasi yang di buat dengan sengaja atau tidak sengaja untuk mendorong kondisi bertentangan dengan prinsip ergonomi yang dapat membahayakan kesehatan dan mengganggu kenyamanan pada saat bekerja maupun setelah bekerja. Tarwaka mengatakan bahwa 80% kecelakaan kerja di akibatkan perilaku kerja tidak aman (unsafe act) dan sisanya kondisi kerja tidak aman (unsef condition) serta faktor lain. Tujuan: Diketahuinya gambaran risiko ergonomi pekerja buruh di Pelabuhan Laut Soekarno Hatta Makassar. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional, populasi penelitian pekerja buruh di pelabuhan laut soekarno hatta makassar 300 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampel jumlah sampel 171 orang. Hasil: Pekerja dan pergerakan risiko ergonomi 169 orang (98,8%) sedangkan kriteria tidak berisiko ergonomi 2 orang (1,2%), kriteria berisiko ergonomi posisi dan sikap kerja 160 orang (93,6%), sedangkan kriteria tidak berisiko ergonomi 11 orang (6,4%) kriteria berisiko ergonomi berat beban dan pengerahan tenaga 154 orang (90,1%), sedangkan kriteria tidak berisiko ergonomi 17 orang (9,9%). Kesimpulan: Menunjukkan sebagian besar pekerja menghadapi risiko tinggi terutama pada pekrjaan dan pergerakan, posisi dan sikap kerja, berat beban dan pengerahan tenaga. Disarankan perbaikan kondisi kerja memperhatikan prinsip-prinsip ergonomi untuk mengurangi risiko cedera dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
HUBUNGAN BUDAYA KESELAMATAN SEKOLAH DAN PROGRAM SPAB TERHADAP PENERAPAN MITIGASI BENCANA Ilham Syam; Andi Ayumar; Athira Nurul Annisa
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.652

Abstract

Latar Belakang : Sektor pendidikan merupakan salah satu sektor yang mengalami kerugian dan dampak buruk dari bencana, terutama ketika bencana terjadi selama jam sekolah. Budaya keselamatan di sekolah merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan terlindungi. Budaya keselamatan ini tidak hanya mencakup tindakan pencegahan dan respons terhadap bencana, tetapi juga melibatkan upaya yang sistematis dan terintegrasi untuk melindungi seluruh komunitas sekolah dari berbagai risiko Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kebijakan K3, pelatihan K3, penilaian risiko, dan kesadaran berperilaku k3 dengan penerapan mitigasi bencana Methods: Penelitian ini menggunakan metode analitik cross sectional. Populasi pada penelitian ini ialah warga sekolah yaitu, kepala sekolah, guru, staf, dan petugas keamanan sekolah dengan jumlah sampel 101 responden Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan kebijakan K3 dengan penerapan mitigasi bencana di sekolah dengan (p=0,002), ada hubungan pelatihan k3 dengan penerapan mitigasi bencana disekolah dengan (p=0,002), ada hubungan saran keselamatan dengan penerapan mitigasi bencana disekolah dengan (p=0,002), dan tidak hubungan (p=0,727)kesadaran berperilaku K3 dengan penerapan mitigasi bencana disekolah. Kesimpulan: terdapat hubungan kebijakan K3, pelatihan K3, dan sarana keselamatan terhadap penerapan mitigasi bencana serta tidak terdapat hubungan antara kesadaran berperilaku k3 terhadap penerapan mitigasi bencana. Diharapkan kepada pihak sekolah untuk meningkatkan budaya keselamatan sekolah dan penerapan mitigasi bencana di lingkungan sekolah sehingga menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.