Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN SOP PENCEGAHAN RISIKO JATUH Vitri Dyah Herawati; Indriyati Indriyati; Sutrisno Sutrisno
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 8, No 2: Agustus 2023 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v8i2.1093

Abstract

Latar belakang : Jatuh merupakan suatu masalah yang serius dan memerlukan biaya yang tinggi bagi pasien dan semua fasilitas kesehatan. Perbaikan kepatuhan pelaksanaan standar operasional prosedur pencegahan risiko jatuh perlu didukung oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan pelaksanaan standar operasional prosedur pencegahan risiko yaitu pengetahuan perawat dalam pelaksanaan manajemen keselamatan pasien.Tujuan: Mengetahui Apakah Ada Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Perawat dalam Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur Pencegahan Resiko Jatuh Pasien Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif analitik dengan  pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat yang berada di Ruang Rawat Inap yang berjumlah 32 perawat. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Total Sampling. Penelitian ini telah dilakukan di RS Muhammadiyah Selogiri pada bulan Oktober-November 2020. Analisa bivariat menggunakan uji statistik chi square. Hasil: Ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan standar operasional prosedur pencegahan resiko jatuh Pasien dengan nilai p value 0,001. Saran: Dapat mensosialisasikan standar prosedur operasional pencegahan risiko jatuh serta meningkatkan sarana pendukung dalam mendukung kepatuhan perawat, sehingga dapat menjalankan standar prosedur operasional pencegahan risiko jatuh dengan  maksimal. Kata kunci : Pengetahuan, Kepatuhan, Perawat, Risiko Jatuh
Pengembangan video edukasi tersedak (viedak) untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan penanganan tersedak Sutrisno Sutrisno; Vitri Dyah Herawati; Fajar Alam Putra
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 6 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i6.12848

Abstract

Background: Choking is a very dangerous emergency event, this is because within a few minutes a condition will occur where a person can lack oxygen in general so that in just a matter of minutes a person who is choking will lose their breathing reflexes, heart rate, and die permanently from the trunk. brain. Choking is a condition where the respiratory tract is blocked by a foreign object in the form of food, toys, etc. Babies and toddlers are at higher risk of experiencing respiratory emergencies compared to teenagers or adults. Young children often lack coordination, making them vulnerable to choking on food and small objects which can cause the heart and lungs to stop working. Approximately 17,537 children aged 3 years or younger were at risk of choking, of which (59.5%) were food-related (31.4%) were choking on foreign objects and 9.1% had unknown causes.Purpose: To determine the effect of educational choking videos on mothers' knowledge, attitudes and skills in handling choking in toddlers.Method: Quantitative research uses a quasi-experimental design with a one group pre and post test design. This research was conducted to measure practitioners' knowledge, attitudes and skills regarding the management of choking in infants and children before and after intervention. The intervention carried out was in the form of providing education on choking management through the choking educational video method. This research was conducted in June-July 2023. The population in this study were all mothers who had toddlers at the Integrated Health Service Center for toddlers in Betengsari village, Kartasurura, Sukoharjo, with 40 participants with using total sampling.Results: All variables, namely knowledge, attitudes and skills, show that the data is not normally distributed, as evidenced by a significance value of less than 0.05. So it is necessary to carry out the Wilcoxone test to obtain a p-value for the knowledge, attitudes and skills variables of 0.001. The p-value obtained means that learning through choking educational videos influences participants' knowledge, attitudes and skills in dealing with choking in children.Conclusion: Education using choking educational videos has a significant effect on mothers' knowledge, attitudes and skills in handling choking in toddlers as evidenced by the difference in the average score of knowledge, attitudes and skills before and after the intervention. A significant effect was also proven by obtaining a p-value of 0.001. Keywords: Choking; Educational Videos; ToddlersPendahuluan: Tersedak merupakan suatu kejadian darurat yang sangat berbahaya, hal ini disebabkan dalam beberapa menit akan terjadi kondisi dimana seseorang dapat kekurangan oksigen secara general sehingga hanya dalam hitungan menit seseorang yang tersedak akan kehilangan reflek nafas, denyut jantung, dan kematian secara permanen dari batang otak. Tersedak adalah kondisi tersumbatnya saluran pernafasan oleh benda asing berupa makanan, mainan, dan lain-lain Bayi dan balita berisiko lebih tinggi untuk mengalami kedaruratan pernafasan dibandingkan dengan remaja maupun orang dewasa. Anak kecil sering kali kurang koordinasi  sehingga membuat mereka rentan tersedak makanan dan benda kecil yang dapat menyebabkan berhenti kinerja jantung dan paru-paru. Sekitar 17.537 anak-anak berusia 3 tahun atau lebih muda sangat berbahaya karena tersedak, sebesar (59.5%) berhubungan dengan makanan (31.4%) tersedak karena benda asing dan sebesar 9.1% penyebab tidak diketahui.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh video edukasi tersedak (viedak) terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan ibu dalam penanganan tersedak pada balita.Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan quasi-experimental dengan rancangan one group pre and post test design. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan keterampilan para tentang penatalaksanaan  tersedak pada bayi dan anak sebelum dan setelah intervensi. Intervensi yang dilakukan yakni berupa pemberian edukasi penanganan tersedak melalui metode video edukasi tersedak (viedak). Penelitian ini dilakukan pada bulan juni-juli 2023, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita di posyandu balita desa Betengsari, Kartasurura, Sukoharjo yaitu sejumlah 40 partisipan dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling.Hasil: Seluruh variabel yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan menunjukan datanya tidak berdistribusi normal dibuktikan dengan nilai signifikansi yang kurang dari 0.05. Sehingga perlu dilakukan uji  wilcoxon test yang didapatkan p-value variabel pengetahuan, sikap, dan keterampilan bernilai 0.001. P-value yang didapat bermakna bahwa edukasi dengan viedak mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan keterampilan partisipan dalam menangani tersedak pada anak.Simpulan: Edukasi menggunakan video edukasi tersedak berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu dalam penanganan tersedak pada anak balita dibuktikan dengan adanya perbedaan skor rata-rata pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebelum dan sesudah intervensi. Pengaruh yang signifikan juga dibuktikan dengan perolehan p-value 0.001.
PENERAPAN PULSED ELECTROMAGNETIC THERAPY TERHADAP KEKUATAN OTOT PENDERITA STROKE DENGAN KELEMAHAN EXTREMITAS Sutrisno Sutrisno; Widiyono Widiyono; Vitri Dyah Herawati
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v12i1.2148

Abstract

Background: Stroke is a condition in which the body experiences neurological changes due to impaired blood flow to the brain. Stroke can cause long-term decline in body function due to muscle weakness and difficulty performing daily activities. Post-stroke patients require therapy and rehabilitation programs to restore functional abilities and avoid further complications. The purpose of this study was to examine the effect of pulsed electromagnetic therapy on muscle strength in post-stroke patients with limb weakness. Methods: This was a quasi-experimental study involving 28 respondents experiencing limb weakness due to stroke who were undergoing home care, divided into 18 intervention groups and 10 control groups. The study was conducted in September-October 2025. The sample selection method was purposive sampling. The instrument used to assess muscle strength was a manual muscle strength test. Data were tested using the Mann Whitney test. Researchers measured muscle strength in the upper extremities twice before and after the procedure, while in the control group it was assessed after 2 weeks without intervention. Results: There was no difference in muscle strength between the intervention and control groups before the procedure with a p-value of 0.42. After pulsed electromagnetic therapy was administered to the intervention group for 2 weeks, there was a difference in muscle strength between the intervention group and the control group with a p-value of 0.039. Conclusion: Regularly performing pulsed electromagnetic therapy can increase muscle strength in stroke patients experiencing limb weakness.
EFEKTIFITAS PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN MEDIA FLYER DAN HEALTH TALK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KARYAWAN MENGENAI MASALAH FIT WITH NOTE DI PT. DONGGISENORO LNG KILANG GAS DI SULAWESI TENGAH Ratna Kumalasari; Anik Suwarni; Vitri Dyah Herawati
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 1 No. 01 (2024): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/4yj00j15

Abstract

Fit With Note adalah mampu melakukan pekerjaan tetapi efektivitasnya menurun, ada keterbatatasan, perlu minum obat atau perlu adaptasi. Penyebab status kesehatan karyawan menjadi Fit With Note adalah penyakit tidak menular dan apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan status kesehatan menjadi Temporary Unfit. Oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan kesehatan dengan media flyer dan health talk guna meningkatkan pengetahuan karyawan mengenai masalah Fit With Note agar karyawan dapat merubah pola hidupnya sehingga status kesehatannya dapat kembali menjadi Fit atau tidak memburuk menjadi Temporary Unfit. Untuk mengetahui perbedaan Efektifitas Penyuluhan Kesehatan Dengan Media Flyer Dan Health Talk Terhadap Tingkat Pengetahuan Karyawan Mengenai Masalah Fit With Note Di PT. Donggi Senoro LNG Kilang Gas Di Sulawesi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini sebanyak 32 responden karyawan dengan status kesehatan Fit With Note dan sedang berada di dalam site saat penelitian, menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Analisis uji paired t-test dan uji beda (independent t-test), alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner mengenai masalah fit with note. Hasil Rata-rata skor pengetahuan karyawan sebelum diberikan intervensi dengan media flyer adalah 12,63 dan health talk 12,25. Rata-rata skor pengetahuan karyawan setelah diberikan intervensi dengan media flyer adalah 16,25 dan health talk 17,25. Terdapat pengaruh pemberian intervensi dengan media flyer terhadap tingkat pengetahuan karyawan (p value 0,001 < 0,05). Terdapat pengaruh pemberian intervensi dengan media health talk terhadap tingkat pengetahuan karyawan (p value <0,001 < 0,05). Nilai rerata selisih intervensi dengan media flyer 3,62 dan health talk 5,00 sebesar 1,38 poin, untuk melihat keefektifan media intervensi dilakukan uji beda dengan uji independent t-test diperoleh hasil p 0,016< 0,05 (α), artinya terdapat perbedaan efektivitas tentang masalah Fit With Note dengan media flyer dan health talk di PT Donggi Senoro LNG Kilang Gas di Sulawesi. Kesimpulan Intervensi dengan media health talk lebih efektif dibandingkan media flyer.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN TINGKAT STRES PERAWAT INSTALASI BEDAH SENTRAL Agus Raharjo; Fajar Alam Putra; Vitri Dyah Herawati
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/n64yng04

Abstract

Latar Belakang : Beban kerja pada perawat perlu diperhatikan agar tidak terjadi beban berlebih yang dapat menimbulkan stres pada perawat.Stres kerja merupakan kondisi ketegangan yang menimbulkan ketidakseimbangan fisik dan psikis yang dapat mempengaruhi kemampuan individu dalam menghadapi lingkungannya. Banyaknya tugas atau persepsi beban kerja perawat yang tidak sebanding dengan kemampuan fisik dan waktu akan menimbulkan stres bagi perawat tersebut. Pelayanan di ruang operasi berkaitan dengan beban kerja dan tingkat stres perawat yang ada. Keadaan pasien yang setiap hari berubah, perlunya kecakapan kecepatan dan ketelitian dalam bekerja juga menjadi beban bagi perawat di ruang operasi yang juga menimbulkan stres bagi perawat yang bekerja di ruang operasi.  Tujuan : Mengetahui hubungan beban kerja dengan tingkat stress perawat Instalasi Bedah Sentral Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional, serta desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah perawat Instalasi Bedah Sentral sebanyak 22 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan tatal sampling. Instrumen ini menggunakan kuesioner beban kerja dan kuesioner Expanded Nursing Stres Scale (ENSS). Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivarait dengan uji kendal tau b. Hasil : Sebagian besar responden memiliki tingkat beban kerja sedang sebanyak 18 responden (81,8%) dan tingkat stress tinggi sebanyak 15 responden (68,2%). Berdasarkan hasil analisis diperoleh p-value 0.003 < 0.05 yang menunjukkan terdapat hubungan beban kerja dengan tingkat stress perawat Instalasi Bedah Sentral. Kesimpulan : Terdapat hubungan beban kerja dengan tingkat stress perawat Instalasi Bedah Sentral
HUBUNGAN SELF MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI UNIT HEMODIALISIS Diah Okyfianti; Vitri Dyah Herawati; Widiyono
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/1pxw0k76

Abstract

Latar Belakang gagal ginjal kronik adalah kondisi saat fungsi ginjal menurun secara bertahap karena kerusakan ginjal. Self management merupakan pengambilan keputusan dan strategi yang dilakukan pada pasien dalam upaya untuk meningkatkan kesehatan hidup, mempertahankan hidup, mencapai kesehatan yang utuh dan meminimalkan penurunan kualitas hidup. Self management dapat meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan rehospitalisasi pada pasien gagal ginjal kronik. Tujuan untuk mengetahui hubungan self-management dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik di Unit Hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dengan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien yang menjalani hemodialisis dengan menggunakan sebanyak 88 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling dengan metode total sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner Word Health Organization Quality of Life (WHOQoL)- BREF dan Kuesioner Hemodialysis Self- Management Instrument (HDSMI). Analisa data dilakukan dengan uji Kendalls Tau-B. Hasil Berdasarkan hasil didapatkan mayoritas pasien gagal ginjal kronik mempunyai kualitas hidup baik sebanyak 55 responden (62,5%) dan self management baik sebanyak 72 responden (81,8%). Hasil analisis diperoleh p-value 0.001 < 0.05 yang menunjukkan terdapat hubungan antara self management dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal di Unit Hemodialisis. Kesimpulan terdapat hubungan antara self management dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal di Unit Hemodialisis.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI INSTALASI HEMODIALISIS DI RSU DIPONEGORO DUA SATU KLATEN Fikrina Himatun Ulya; Vitri Dyah Herawati; Atik Ariyani; Anik Suwarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/0vmxn283

Abstract

Latar Belakang : Penyakit gagal ginjal kronik merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal secara progresif dalam mempertahankan kesimbangaan cairan dan elektrolit yang perlu dilakukan hemodialisis. Sehingga pasien menghadapi tantangan fisik, psikologis, dan sosial signifikan, memengaruhi kualitas hidup. Selain itu kemampuan pasien dalam menghadapi tantangan ini adalah efikasi diri, yaitu keyakinan terhadap kemampuan mengelola kondisi dan menjalani perawatan. Tujuan : Mengetahui hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Metode : Penelitian ini menggunakan desain diskriptif kuantitatif dan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten sebanyak 88 responden, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan General Self Efficacy Scale (GSES) dan Word Health Organization Quality of Life-Bref (WHOQoL-Bref). Analisa data dilakukan dengan uji Kendal tau b. Hasil : Berdasarkan hasil mayoritas responden memiliki efikasi diri pada pasien gagal ginjal kronis tinggi sebanyak 86,5% dan kualitas hidup baik sebanyak 62,5%. Hasil analisis diperoleh p-value 0,001 < 0,05 yang menunjukkan terdapat hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Serta memiliki nilai r 0,265 yang berarti memiliki keretanan cukup kuat. Kesimpulan : Terdapat hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten
Pengaruh penkes dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan tentang deteksi tanda dan gejala anemia pada ibu post-partum Vitri Dyah Herawati; Sutrisno Sutrisno
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 4 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i4.877

Abstract

Background: Lack of knowledge of postpartum mothers about the detection of signs and symptoms of anemia will cause various problems. Various efforts are needed to improve maternal knowledge including providing health education using media. Purpose: To determine the effectiveness of health education with video and leaflet media on increasing knowledge about the detection of signs and symptoms of anemia in postpartum mothers. Method: This research design is a quasi-experiment design with a pre and post-test with control group approach. The population of this study were post-partum mothers with a sample of 60 respondents. The sampling technique used was purposive sampling. The research instrument used a questionnaire to detect signs and symptoms of anemia. Univariate data analysis using frequency distribution test, while bivariate analysis using Mann-whitney test. Results: The statistical test results of video media have an effect on increasing knowledge with a video media significance value of 0.024. Conclusion: The more attractive health education media will make respondents interested in knowing the information provided in health education, so that health education becomes more effective. Keywords: Detection of Signs and Symptoms of Anemia; Video Media. Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan ibu post-partum tentang deteksi tanda gejala anemia akan menyebabkan berbagai masalah. Berbagai upaya diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu diantaranya memberikan pendidikan kesehatan menggunakan media. Tujuan: Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan media video dan leaflet terhadap peningkatan pengetahuan tentang deteksi tanda dan gejala anemia pada ibu post-partum. Metode: Desain penelitian ini adalah desain quasi eksperiment dengan pendekatan pre dan post-test with control group. Populasi penelitian ini adalah ibu post partum dengan sampel berjumlah 60 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner deteksi tanda dan gejala anemia. Analisa data univariat menggunakan uji distribusi frekuensi, sedangnkan analisa bivariat menggunakan uji Mann-whitney. Hasil: Hasil uji statistic Media video berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dengan nilai signifikansi media video 0.024. Simpulan: Semakin menarik media pendidikan kesehatan akan menjadikan responden tertarik untuk mengetahui informasi yang diberikan pada pendidikan kesehatan, sehingga pendidikan kesehatan menjadi lebih efektif. Kata Kunci : Deteksi Tanda dan Gejala Anemia; Media Video.