Zulkardi Zulkardi
Unknown Affiliation

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Menyelesaikan Soal Matematika Model PISA Level 4 Kamaliyah Kamaliyah; Zulkardi Zulkardi; Darma Wijoyo
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 1 NOMOR 1 DESEMBER 2013
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v1i1.126

Abstract

PISA (Program International for Student Assessment) merupakan suatu program penilaian skala internasional yang bertujuan untuk meneliti kemampuan siswa usia 15 tahun dalam menerapkan pengetahuan yang sudah mereka pelajari di sekolah, yang berfokus pada bidang membaca, matematika, dan sains. Berdasarkan hasil PISA tahun 2009, distribusi skor literasi matematika siswa Indonesia belum mencapai level 4. Selanjutnya, dari hasil PISA 2012 untuk bidang matematika, kurang dari 5% siswa Indonesia yang mampu menjawab soal level 4, yaitu soal-soal yang berhubungan dengan model untuk situasi yang konkret tetapi kompleks dan mengintegrasikan representasi yang berbeda serta menghubungkannya dengan situasi nyata. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana siswa menyelesaikan soal matematika model PISA Level 4
Pengembangan Bahan Ajar Materi Aturan Pencacahan Menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah di SMA Iis Juniati Lathiifah; Zulkardi Zulkardi; Somakim Somakim
Didaktik Matematika Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to produce teaching materials of enumeration rules were valid and practical based on the characteristics of problem-based learning and curriculum 2013 and to determine the potential effects of teaching materials on students ability to solve problems. The method used was the development of research which consists of two stages: a preliminary stage that includes the preparation and design then the formative stages of evaluation that includes self evaluation, expert reviews, one-to-one, small group, and a field test. The subjects were students of class XI MIA 6 SMAN 10 Palembang. Data collected by walkthrough, observation and tests. This research has produced teaching materials were valid and practical based on the characteristics of problem-based learning and curriculum 2013. Valid drawn from suggestions validator which states that teaching materials good based content in accordance with curriculum 2013, construct in accordance with the characteristics of problem-based learning and language according to the EYD, and have a potential effect on students ability to solve problems seen from the attitude, knowledge and skills in general was good and the results of the final evaluation test where the average student scores were categorized either.
Workshop Pengembangan Instrumen Visual Thinking Berbasis Konteks Tari Kejei Pada Materi Garis dan Sudut Nur Fitriyana; Ratu Ilma Indra Putri; Zulkardi Zulkardi; Ely Susanti
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4137

Abstract

Kemampuan visual thinking berperan penting dalam membantu siswa memahami konsep matematika, khususnya pada materi geometri seperti garis dan sudut. Namun, dalam praktik pembelajaran, pemanfaatan konteks budaya dalam pengembangan instrumen pembelajaran matematika masih terbatas. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai visual thinking serta kemampuan menyusun soal berbasis konteks budaya melalui workshop. Kegiatan ini melibatkan 39 peserta dan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu orientasi kegiatan, eksplorasi konsep visual thinking, integrasi konteks Tari Kejei dalam pembelajaran matematika, praktik penyusunan instrumen, serta evaluasi kegiatan. Data diperoleh melalui angket pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 45%–60% sebelum workshop menjadi 84%–92% setelah workshop. Hasil ini menunjukkan bahwa workshop berbasis konteks budaya dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai visual thinking serta kemampuan menyusun soal matematika yang kontekstual.