Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Double burden, ketimpangan gender, dan produktivitas kerja perempuan pemulung di Komunitas Pemulung Pasir Panjang Kota Kupang: A Double burden, gender inequality, and work productivity of women scavengers in the Pasir Panjang Scavenger Community, Kupang City Medho, Yohana Fransiska; Tan, Petrus; Bidi, Maximianus Ardon; Niron, Eusabius Separera
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 11 No 1 (2025): February 2025
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v11i1.18987

Abstract

Scavenging has been the object of scientific and academic research based on various scientific viewpoints worldwide. Still, the issue of the double burden that is experienced by women scavengers and its impact on gender inequality and women's productivity has received less attention. This research aims to explore further the effects of double burden or dual responsibility burdened by women scavengers in Komunitas Pemulung Pasir Panjang Kota Kupang, East Nusa Tenggara (NTT), to gender inequality and the productivity of women scavengers in that community. This research employed a qualitative approach including field observation and in-depth interviews. This research has found that the phenomena of double burden does not liberate women scavengers from the patriarchal chain that binds and restrains them, but instead makes them increasingly dependent on men in the economic and financial dimension of household life. In addition, they are caught in a dilemma between maximizing the option of working outside the home or taking care of their domestic work. As a consequence of the long-standing and strong internalization of a false awareness about women's natural duties, those women scavengers do not think of this as an injustice but rather an obligation that must be carried out properly and consistently.
Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Pentingnya Posyandu Lansia Dan Peran Kader Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Di Desa Oringbele, Kec.Witihama, Kab. Flores Timur Dhone, Fransiska Yoana; Niron, Eusabius Separera
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 7.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan kelompok rentan yang membutuhkan perhatain dam pelayanan kesehatan khusus. Posyandu lansia hadir sebagai wadah untuk meningkatkan kesehatan lansia melalui berbgai pelayannan kesehatan dan kegiatan edukasi. Jurnal Pengabdian ini bertujun untuk meningkatkan kesadaran masyrakat tentang pentingnya posyandu lansia dan peran kader dalam meningkatkan kualitas pelyanan di Desa Oringbele, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur.Kegiatan posyandu ini dilakuan sekali dalam sebulan. Kegiatan pengabdian Masyrakat ini dilakukan di Gedung Posyandu Oringbele dengan sasaran kegiatan adalah warga Lanjut Usia. Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggala 17 April 2024. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Sosialisasi dan Dokumentasi Kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyrakat ini menunjukan bahwa tingkat kesadaran masyrakat tentng pentingnya Posyandu Lansia masi sangat rendah. Namun setelah melakukan kegiatan pengbdian kepada masyrakat ini, terjadi peningkatan pemahaman dan partisipsi masyrakat dalam mengikuti Posyandu Lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Posyandu lansia memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan lansia, seperti: Pemeriksaan kesehatan: Pemeriksaan kesehatan rutin untuk mendeteksi dini penyakit dan memberikan intervensi yang tepat.Penyuluhan kesehatan: Edukasi tentang pentingnya posyandu bagi lansia dan peran kader dalam posyandu. Kegiatan sosial: Senam lansia, untuk meningkatkan kebugaran jasmasi, memperkuat tulang dan otot, dan meningkatkan kesehatan fisik. Kader posyandu lansia memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan Posyandu lansia, di antaranya: Penggerakan masyarakat: Mengundang dan memotivasi lansia untuk menghadiri Posyandu lansia. Pelaksanaan kegiatan Posyandu: Membantu petugas kesehatan dalam melaksanakan kegiatan Posyandu lansia. Pemberian edukasi: Memberikan edukasi kepada lansia tentang kesehatan dan perilaku hidup sehat. Pendampingan lansia: Mendampin lansia dalam mengakses layanan kesehatan dan menyelesaikan masalah kesehatan. Kesimpulannya, Posyandu lansia memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan lansia di Desa Oringbele. Kader Posyandu memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan posyandu lansia. Melalui peltihan dan pendampingan, kader Posyandu Lansia dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan dan edukasi kepada Lansia.
Tantangan Kultural Ata One dan Ata Peang terhadap Partisipasi Politik Perempuan pada Pemilu Legislatif Tagung, Marsianus; Tokan, Frans Bapa; Servatius, Rodriques; Niron, Eusabius Separera
Parabela: Jurnal Ilmu Pemerintahan & Politik Lokal Vol 3 No 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Politik afirmasi terhadap keterlibatan perempuan dalam kontestasi elektoral sejak reformasibelum sepenuhnya berdampak signifikan dalam meningkatkan keterpilihan perempuan. Halini disebabkan oleh, salah satunya, adalah perspektif budaya lokal yang cenderungmemarjinalkan perempuan. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan tantangan budaya Ata Onedan Ata Peang terhadap partisipasi politik perempuan pada pemilu legilatif di KabupatenManggarai Timur di Nusa Tenggara Timur. Dengan menggunakan pendekatan kualitif,penelitian ini menemukan beberapa hal penting. Pertama, calon legislatif perempuan tidakterpilih karena perspektif budaya lokal Ata One dan Ata Peang yang membatasi ruang gerakperempuan di ranah publik. Kedua, proses kaderisasi dan rekrutmen politik terhadapperempuan di partai politik hanya dilakukan menjelang kontestasi elektoral. Kedua haltersebut menyebabkan mayoritas legislatif dikuasai oleh laki-laki yang berdampak pada prosespengambilan kebijakan yang bias gender.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU PEMILIH DALAM PILKADA KABUPATEN MANGGARAI TAHUN 2020 (STUDI PERBANDINGAN SUARA DI KELURAHAN BARU, KELURAHAN REO, KELURAHAN MATA AIR, KELURAHAN WANGKUNG KECAMATAN REOK, KABUPATEN MANGGARAI, PROVINSI NUSA TENGGARA TIM Pena, Veronika Ruba; Niron, Eusabius Separera; Bidi, Maximianus Ardon
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.7007

Abstract

This study aims to analyze the changing behavior of people's voting and the factors that influence changes in people's behavior in four sub-districts. The research methodology uses a qualitative approach through descriptive analysis, namely collecting data from informants through direct interviews. The results of the study show that changes in people's behavior occur due to factors such as vision and mission, track record, and the influence of the candidate's work experience, while social background factors have no effect. The conclusion of this thesis is that there are three factors that influence changes in people's behavior in four sub-districts, namely vision and mission, track record, and the influence of the candidate's work experience, while social background factors have no effect in the four sub-districts. This is due to the factor of distrust and community boredom with the incumbent or candidate pair number 1 who are running again in the 2020 regional elections being the main factors that can influence people's choices, especially people in the four sub-districts in Reok District.
Demokrasi dan Transparansi Partai Kebangkitan Bangsa Dalam Rekrutmen Caleg Pada Pemilu 2019 Ruslan, Muhammad; Separera Niron, Eusabius
Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik (JISoP) Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jisop.v2i2.6687

Abstract

This article aims to take photos and browse in critical problems of democracy and transparency of the Kebangkitan Bangsa Party in the recruitment of candidates in the 2019 elections. The recruitment process in political parties includes three stages, namely certification, nomination, and election. Through qualitative research with analytical-critical description method, this paper argues that the mechanism of political recruitment in the Kebangkitan Bangsa Party through an undemocratic and untransparent process, where prospective legislative candidates who register to become prospective legislative candidates only submit registration forms and various completeness of the other files and henceforth the prospective candidates are only waiting for the process of determining the serial number of candidate by the leadership of political parties. In addition, the position number is determined without going through the readiness and competency test mechanism of the candidates.
Tata Kelola Taman Baca Bagi Percepatan Literasi Masyarakat Di Desa Watoone Wera, Faustina Blandina; Niron, Eusabius Separera; Sonby Pantola, Bruno Rey
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4103

Abstract

Taman bacaan masyarakat adalah sarana ruang belajar dengan tujuan utama meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah taman bacaan masyarakat melalui pengetahuan dan pendidikan. Saat ini Taman bacaan masyarakat menjadi salah satu fokus pemerintah yang bertujuan sebagai wadah dalam meningkatkan minat baca masyarakat terutama di desa yang sering kali memiliki akses terbatas dalam memperoleh informasi. Melalui Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2023 menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki kewajiban dalam menyediakan sarana dan prasarana dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat desa. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan yaitu dengan metode sosialisasi. Hasil pengabdian menunjukan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dan kesadaran pemerintah desa tentang peran pemerintah dalam menigkatkan kesadaran masyarakat tentang literasi melalui penyediaan taman baca.
Penyusunan Peraturan Desa (PERDES) Secara Partisipatif ELKA, MARIA ELISABETH SOMI SURA; Niron, Eusabius Separera; Pantola, Bruno Rey Sonby
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4493

Abstract

Penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa membutuhkan kerangka hukum sebagai basis legitimasi dan legalitas. Perdes merupakan dasar hukum bagi pelaksanaan berbagai program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, kemamanan dan ketertiban desa. Perdes disusun secara demokratis dan partisipatif. Masyarakat desa memiliki hak untuk mengusulkan atau memberikan masukan kepada Kepala Desa dan BPD dalam proses penyusunan Perde. Kegaiatan pengabdian kepada masyarakat di desa Oringbele, Kecamatan Witihama-Kabupaten Flores Timur ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemerintah desa, BPD dan masyarakat dalam menyusun peraturan desa secara partisipatif sesuai masalah, kebutuhan dan potensi desa. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode ceramah, diskusi dan praktek penyusunan Perdes. Dalam kegiatan pelatihan ini peserta diberikan kerangka pengetahuan tentang tugas pemerintah desa, BPD dan peran masyarakat dalam penyusunan peraturan desa; filosofi dan metode penyusunan Perdes serta pelibatan kaum perempuan dan kelompok rentan dalam penyusunan Perdes. Selain itu peserta pelatihan juga diberikan contoh-contoh Perdes yang bersifat wajib dan Perdes bersifat sosial yang menjadi praktek baik dari desa-desa lain di NTT. Selanjutnya peserta diberikan kesempatan untuk merancang Perdes sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan warga dengan metode ROCCIPI. Peserta pelatihan sangat aktif berdiskusi tentang struktur Perdes , kebutuhan dan masalah yang terjadi dalam desa serta solusi atas berbagai problem tersebut dengan mendesain Perdes secara partisipatif. Mereka sudah memiliki pemahaman dan keterampilan dalam menyusun Perdes secara secara kolektif. Setelah kegiatan pelatihan ini peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun berbagai Perdes kedepannya demi terwujudnya tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa Oringbele yang maju, mandiri dan sejahtera.
Strategi Kelompok Ina Glekat Dalam Mengembangkan Usaha Tenun Ikat di Desa Watoone Kabupaten Flores Timur Yunita Jani, Rofina; Bapa Tokan, Frans; Separera Niron, Eusabius
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i3.80

Abstract

Di era teknologi yang sangat ketat saat ini, semua pengusaha harus menggunakan strategi untuk mengembangkan bisnis mereka. Pada dasarnya, tujuan dari pengembangan usaha yang berbasis kelompok tenun tradisional adalah untuk meningkatkan akses bagi individu, keluarga, dan kelompok masyarakat terhadap sumber daya yang diperlukan untuk melakukan proses produksi serta kesempatan untuk berusaha. Tenun ikat, salah satu warisan budaya bangsa Indonesia, tersebar di seluruh kepulauan Indonesia dan berkembang menjadi industri kreatif yang merupakan bagian penting dari ekonomi negara. Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan. Ini menghasilkan data deskriptif tentang kata-kata lisan dan tertulis serta tingkah laku subjek. Untuk mencapai kesimpulan, peneliti memberikan penjelasan mendalam tentang masalah yang berkaitan dengan data dan teori yang ada. Teori yang dipergunakan oleh peneliti dalam skripsi ini yaitu Marketing Mix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh kelompok tenun Ina Glekat dalam mengembangkan usaha adalah menerapkan strategi pemasaran secara langsung atau dari mulut ke mulut sehingga hasil penjualan yang didapatkan belum maksimal. dan kelompok tenun Ina Glekat tetap menenun agar budidaya tenun ini tidak hilang. Produksi kain tenun berkualitas tinggi, menjual barang dengan harga rendah, melakukan promosi yang lebih baik, dan memilih lokasi yang tepat adalah beberapa strategi pengembangan bisnis yang digunakan.
Upaya Melestarikan Budaya Lokal Lamaholot Tenun Ikat Bagi Kaum Muda Di Desa Pledo Kecamatan Witihama Adonara Timur Kabupaten Flores Timur NTT Martha Veronika Diaz; Urbanus Ola; Eusabius Separera Niron
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 2 (2025): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ps2pm.v7i2.11649

Abstract

Kebudayaan lokal merupakan salah satu komponen yang memberikan identitas dari masyarakat sebagai komunitas yang spesial. Budaya lokal setiap pulau memiliki ciri khasnya. Kebudayaan lokal terdiri dari tradisi lisan, adat istiadat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, dan ritus. Salah satu dari kebudayaan lokal ialah tenun ikat. Lamaholot adalah salah satu suku bangsa (etnis) dengan budaya khas yang melingkupi wilayah Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Suku Lamaholot mendiami wilayah meliputi Pulai Flores bagian Timur, Pulau Adonara, Pulau Solor dalam wilayah Kabupaten Flores Timur dan Pulau Lembata, Kabupaten Lembata. Lamaholot yang mendiami Pulau Adonara juga memiliki beragam budaya tepatnya di Pulau Adonara Timur, Desa Pledo, Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur kebudayaan salah satunya adalah tenun ikat. Pada era globalisasi saat ini dan perkembangan zaman yang serba praktis khususnya untuk anak muda sebagai penerus budaya tenun ikat sudah kurang memahami maupun tidak tahu akan cara tenun-menenun. Karena berbagai faktor yaitu kurangnya minat kaum milenial dalam menenun, kurangnya sosialisasi dari orang tua maupun lembaga-lembaga, seperti sekolah juga karena perubahan teknologi yang semakin canggih yang membuat kaum milenial ini tidak mau dan malas untuk bergabung menenun. Beranjak dari permasalahan tersebut, dilaksanakanlah kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknik pembuatan tenun ikat bagi kaum muda di Desa Pledo. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini diawali dengan tahap observasi pada tingkat pemahaman tenun ikat Lamaholot-Nulu Nuda dan wawancara pada anak muda untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka tentang tenun ikat Lamaholot. Tahap berikut adalah melakukan sosialisasi bertempat di Kelompok tenun ikat Nulu-Nuda. Tahap terakhir adalah pelatihan pembuatan secara langsung. Dari kegiatan pengabdian ini hasilnya berupa sudah terlaksanya pengetahuan dan melatih keterampilan anak-anak muda Desa Pledo agar mampu mempelajari budaya lokal tenun ikat sehingga terus dilestarikan.
Program Integrasi Ekonomi Hijau dan Ekonomi Biru sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarkat di Desa Maukeli Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur Siska Novianti Siregar; Eusabius Separera Niron; Veronika Ruba Pena
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v5i1.7725

Abstract

Maukeli Village in Mauponggo Subdistrict, Nagekeo Regency, possesses significant terrestrial and marine resources that have not been optimally managed. Limited public awareness of environmental management and sustainable resource utilization remains a major obstacle to improving community welfare. This Community Service Program (PKM) aimed to integrate the concepts of Green Economy and Blue Economy as a strategy for sustainable, locally based empowerment. The program was conducted from April to May 2025 and involved 10–15 community members using participatory methods, including counseling sessions, Focus Group Discussions (FGD), field observations, and pre- and post-activity evaluations through interviews and observation. The results indicate an increase in community knowledge regarding waste management and compost production derived from agricultural waste. Furthermore, a business group operating under the Blue Economy framework was established within the Village-Owned Enterprise (BUMDes). As a follow-up initiative, a preliminary seaweed cultivation plan based on coastal potential was formulated. The integration of Green and Blue Economy principles serves as a strategic foundation for enhancing ecological awareness, strengthening local institutions, and improving community welfare in Maukeli Village.