Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analysis of the Level of Difficulty and Differentiating Power of the Final Semester Assessment Made by Teachers of Class XI High School Chemistry Subjects in Cirebon in the Odd Semester of the 2022/2023 School Year Nurdiyanti, Dewi; Nurlia Hermawati, Tania; Dwi Cahyani, Mutiara
Jurnal Edusci Vol 1 No 5 (2024): Vol 1 No 5 Mei 2024
Publisher : Annpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/edusci.v1i5.273

Abstract

This study aims to determine the quality on the Odd Semester Final Assessment (PAS) of Grade XI Chemistry Subjects in SMAs in the Cirebon Region for the 2022/2023 Academic Year. This research is a quantitative description research with data collection methods using document analysis to obtain data. The sample of this study was grade XI students. Quantitative research was conducted with the help of the ANATES software program version 4.09. the results showed: (1) In terms of Distinguishing Power, the highest value is in school E (77%) and the lowest value is school C (50%). (2) In terms of Level of difficulty there is a proportional comparison in school B with a ratio of 3:5:2.
Pemanfaatan limbah kulit rajungan mejadi kitosan Fatnah, Nurwanti; Cahyani, Mutiara Dwi; Azizah, Dewiantika
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.21898

Abstract

Perguruan Tinggi sebagai pencetak generasi penerus bangsa memiliki peranan penting dalam pencapaian target SDGs yang diintegrasikan ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian. Cirebon merupakan wilayah pesisir pantai yang masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan atau sebagai produsen yang mengolah hasil laut. Desa Mertasinga merupakan desa di wilayah Kecamatan Gunungjati Kabupaten Cirebon yang memiliki potensi laut yang cukup tinggi karena terletak di pesisir laut Pantura. Salah satu hasil laut yang cukup melimpah yaitu rajungan. Salah satu alternatif upaya pemaafaatan limbang cangkang rajungan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan daya guna adalah dengan mengolahnya menjadi kitosan. Metode dalam pengabdian kali ini menggunakan metode Asset Based Commuity Development (ABCD). Tim KKN-PPM Universitas Muhammadiyah bermitra dengan salah produsen limbah cangkang rajungan melakukan demonstrasi dan pelatihan pembuatan kitosan dari cangkang rajungan. Program KKN-PPM ini dilaksanakan selama 1 bulan melalui beberapa tahapan: (1) Pembuatan kitosan dalam skala laboratorium dengan berbahan limbah cangkang rajungan. (2) Pemberdayaan masyarakat Desa Mertasinga melalui pelatihan dan keterampilan pembuatan kitosan dari limbah cangkang rajungan. (3) Pemberdayaan masyarakat Desa Mertasinga dengan memberikan pelatihan dan keterampilan bagaimana mengaplikasikan kitosan sebagai absorben. Hasil dari pelatihan diketahui dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam mengolah limbah cangkang rajungan menjadi kitosan dan mengaplikasikan kitin dan kitosan dalam berbagai bidang industri.
PEMANFAATAN LIMBAH BONGGOL JAGUNG MENJADI TEPUNG BERKUALITAS DALAM MENINGKATKAN POTENSI AGROPERTANIAN DESA SUKAMANAH Gusman, Tania Avianda; Rachmat, Irfan Fauzi; Cahyani, Mutiara Dwi; Nurdiyanti, Dewi; Ramadhani, Putri
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i4.8348

Abstract

Desa Sukamanah memiliki potensi pertanian yang cukup besar, khususnya dalam produksi jagung. Pada bagian jagung terdapat bonggol yang dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak maupun kompos. Limbah bonggol jagung yang tidak termanfaatkan akan menjadi pencemaran tanah dan air sehingga menggangu kesehatan dan pemandangan di desa Sukamanah. Adanya permasalahan tersebut dan kebutuhan ibu-ibu PKK dalam mengolah limbah menjadi tepung yang berkualitas dan bernilai ekonomi. Pelatihan pengolahan limbah bonggol jagung diharapkan dapat menambah pengetahuan terkait pengolahan limbah menjadi bernilai ekonomi serta menambah kemampuan dalam mengolah limbah bonggol jagung menjadi tepung yang berkualitas, serta mengubah tepung berkualitas menjadi cemilan yang bernutrisi tinggi. Para ibu PKK sangat antusias dengan adanya pelatihan pengolahan lombah bonggol jagung menjadi tepung berkualitas dan megubahnya menjadi cemilan berbagai variasi untuk peningkatan nutrisi anak.
Readiness of the Science Education Study Program in the Implementation of the ‘Merdeka Belajar - Kampus Merdeka’ (MBKM) Curriculum Zakiyyah Zakiyyah; Mutiara Dwi Cahyani; Nurwanti Fatnah
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 10 No. 2 (2021): December 2021
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v10i2.9243

Abstract

The purpose of this research is the readiness of the science education study program to implement the MBKM curriculum, which is explained through the characteristics of cooperation, lecturer competence, student perception and participation, and analysis of stakeholder needs. The research method uses case study qualitative analysis, and the subjects are teachers, students, and stakeholders in the science education study program. One of the results obtained is the characteristics of the cooperation carried out by the achievement of the graduates. The competencies possessed by lecturers as facilitators in the implementation of MBKM. There is a biased understanding of students' perceptions and involvement in the implementation of MBKM. The stakeholders involved in the preparation of this curriculum have conformity with the needs of the curriculum structure. Furthermore, these results can be used as the basis for the readiness of the Science Study Program in implementing MBKM.
Profile of Green Chemistry on Chemistry Education Students: Study on Developing Green Chemistry Practical Module to Support Sustainable Development Goals (SDGs) Mutiara Dwi Cahyani; Tania Avianda Gusman; Ari Yustisia Akbar
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 10 (2024): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i10.7796

Abstract

The Society 5.0 era emphasizes production efficiency by transitioning from conventional to renewable energy sources. Thus, the Society 5.0 Era aligns with one of the goals of the SDGs, which is that industrial processes become more environmentally friendly and more efficient in using energy resources while increasing their value. Green chemistry is a comprehensive approach that designs safe chemicals ranging from environmentally friendly chemical products and processes to reducing the formation of harmful chemical substances. The type of research is descriptive and aimed at describing the student's early understanding of green chemistry. The subject of this study is a student of Prodi Education Chemistry at the University of Muhammadiyah Cirebon. The test instrument consists of 4 description questions compiled to measure the student's initial understanding of green chemistry. The analysis results show that the students understood the terminology for green chemistry. However, students still need to understand the 12 principles of green chemistry and their applications in everyday life.
LEARNING STRATEGIES WHILE PLAYING AS A LEARNING METHOD FOR CHILDREN OF KAMPUNG BARU GUIDANCE STUDIO Dewi Nurdiyanti; Tania Nurlia Hermawati; Tania Avianda Gusman; Indah Karina Yulina; Arif Nurudin; Muhammad Nana Trisolvena; johan; arie susetio utami; Norman Bastian; Desy Lusiana; Mutiara Dwi Cahyani
Jurnal Abdisci Vol 1 No 7 (2024): Vol 1 No 7 Tahun 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v1i7.263

Abstract

Learning is developing knowledge, skills, and attitudes interactively. Learning while playing by children can provide opportunities to explore, practice, and get a variety of concepts. Learning while playing is fun and can attract and motivate children to achieve learning goals optimally. Learning activities while playing are carried out with a feeling of pleasure, without coercion, but have a method that is expected to create results that promote good development for children. Play activities are one of the stimulus factors in children's intelligence
Investigating Teachers’ Conceptualizations of Deep Learning in Science Education Nurwanti Fatnah; Zakiyyah; Mutiara Dwi Cahyani
Journal of Science Education Research Vol. 10 No. 1 (2026): J. Sc. Edu. Research
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jser.v10i1.90040

Abstract

This study investigates junior high school science teachers’ conceptualizations of deep learning within the context of Indonesian educational reform. Using a qualitative descriptive approach, data were collected from 39 science teachers in Cirebon through open-ended questionnaires and analyzed thematically using Atlas.ti. The results reveal that teachers define deep learning as a holistic process that integrates cognitive, affective, and psychomotor dimensions, emphasizing student-centeredness, collaboration, and meaningful learning. Teachers further articulated key principles of deep learning, including contextualization, critical and creative reasoning, innovation, independence, joyful and mindful learning, ethical awareness, and the ability to connect science concepts to real-life situations. The implementation of deep learning was characterized by project-based learning, authentic tasks, collaborative practices, backward design, and supportive classroom environments. However, teachers reported challenges such as limited resources, unequal technological access, time constraints, and diverse student readiness, indicating the complexity of translating deep learning into practice. To address these issues, teachers highlighted the need for systematic supports including sustained professional training, mentoring, peer observation, and high-quality instructional modules. The study contributes theoretically by clarifying teacher perspectives on deep learning and practically by offering recommendations for professional development and policy directions to strengthen deep learning in Indonesian science education.
Co-creation dan Capacity Building Modul IPA Berbasis Deep Learning melalui Permainan Tradisional Zakiyyah Zakiyyah; Nurwanti Fatnah; Nugraha Permana Putra; Mutiara Dwi Cahyani; Siti Ardiyatunnur; Nabilah Adwa
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.954

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru IPA SMP dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis deep learning yang kontekstual, kolaboratif, dan menyenangkan. Program dilaksanakan melalui pendekatan capacity building yang dipadukan dengan prinsip co-creation untuk membangun kemampuan reflektif dan inovatif guru dalam menyusun modul ajar interaktif berbasis permainan tradisional. Kegiatan diawali dengan analisis kebutuhan, dilanjutkan dengan pelatihan konsep deep learning, lokakarya penyusunan modul, dan refleksi hasil pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap kualitas perangkat ajar guru, dengan rata-rata peningkatan sebesar 23 %, terutama pada aspek inovasi dan integrasi konteks lokal. Produk utama kegiatan berupa Modul Ajar IPA Berbasis Deep Learning bertema “Bentuk-bentuk Energi” yang mengintegrasikan permainan tradisional Boy-boyan Energi dan asesmen digital interaktif menggunakan PhET Simulation dan Quizizz. Modul hasil co-creation ini dinilai memenuhi karakteristik meaningful, mindful, dan joyful learning yang memperkuat kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif siswa. Kegiatan ini berkontribusi pada tercapainya SDGs poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas guru dan inovasi pembelajaran sains berbasis kearifan lokal.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK MELALUI KEGIATAN FUN CHEMISTRY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DI SMK Nurwanti Fatnah; Dewiantika Azizah; Mutiara Dwi Cahyani
Jurnal Zarah Vol. 9 No. 1 (2021): April, 2021
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v9i1.2461

Abstract

Model pembelajaran berbasis proyek yang menjadikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran sangat diperlukan dalam pembelajaran kimia, sehingga peserta didik menjadi lebih aktif dan berdampak pada peningkatan keterampilan proses sains. Model Pembelajaran berbasis proyek melalui kegiatan fun chemistry diharapkan dapat membuat pembelajaran kimia menjadi lebih menyenangkan, kemudian peserta didik menjadi lebih aktif, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar dan keterampilan proses sains. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI SMK Analis Kimia YPPT Majalengka 2017/2018. Langkah-langkah yang dilaksanakan dalam model PjBL meliputi penentuan pertanyaan, perancangan proyek, penyusunan jadwal, monitor setiap kemajuan proyek, presentasi hasil dan penilaian serta evaluasi. Penguasaan konsep materi yang menghasilkan prestasi peserta didik diukur melalui teknik One Group Pretest and Postest Design, kemudian tingkat efektivitas pembelajaran diamati pada tiap tahap pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek sesuai dengan sintaksnya dan aspek kinerja digunakan untuk mengukur keterampilan proses sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL dapat meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik sebesar 40,7% dan meningkatkan kinerja peserta didik pada setiap tahapan proses sains yang dilakukan.
ANALISIS GURU PENDIDIKAN KIMIA DALAM MENGAJAR MATA PELAJARAN IPA TERPADU TINGKAT MENENGAH PERTAMA DI SEKOLAH BERBASIS PESANTREN Dewiantika Azizah; Nurwanti Fatnah; Mutiara Dwi Cahyani
Jurnal Zarah Vol. 8 No. 2 (2020): October, 2020
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v8i2.2462

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan menganalisis kesulitan guru – guru pendidikan kimia dalam mengajar IPA Terpadu tingkat menengah pertama pada sekolah berbasis pesantren serta memberikan rekomendasi positif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, yakni dengan memberikan penjelasan secara deskriptif hasil analisis yang dilakukan, dengan menggunakan analisis data wawancara dengan model open-ended question. Peneliti melibatkan 3 guru pendidikan kimia yang mengajar IPA terpadu di kelas dan tempat yang berbeda. Pengumpulan data dilakukan melalui 3 kali pengambilan data melalui metode wawancara untuk masing – masing guru. Hasil analisis penelitian ini memberikan solusi agar guru harus menguasai kemampuan PTCK untuk memberikan inovasi dalam kegiatan pembelajaran dan kemampuan untuk menyusun RPP serta bahan ajar yang tepat disesuaikan dengan kurikulum sekolah.