Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Logistik

Penentuan Rute Distribusi Pengiriman Barang Menggunakan Metode Saving Matrix pada PT Indah Logistik Internasional Express Andi Turseno; Nisa Hernika
LOGISTIK Vol 15 No 02 (2022): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v15i02.28949

Abstract

PT Indah Logistik International Express merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang jasa layanan pengiriman barang (yang mana dalam hal ini merupakan gudang pusat di Bekasi). Permasalahan yang ditemukan yakni pengiriman barang yang dilakukan tidak sesuai dengan kapasitas kendaraan yang digunakan. Masalah yang lain adalah rute yang telah dilaksanakan pengirimannya belum pernah dievaluasi terkait apakah rute tersebut adalah rute terbaik dalam hal kecepatan pengiriman, ketepatan waktu dan efisiensi biaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rute pengiriman barang yang optimal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Saving Matrix yang bertujuan agar pengiriman barang yang sesuai pesanan konsumen dapat dilakukan dengan cara yang efektif dan efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rute yang efektif berdasarkan perhitungan metode Saving Matrix adalah sebanyak 6 rute dengan jarak terpendek yaitu sebesar 212,4 km dan penghematan sebesar 65,5 km.
Pemilihan Vendor Transporter Kapal Cepat Motor Untuk Pengangkutan Logistik Pangan Menggunakan Metode Oreste Roberta Heni Anggit Tanisri; Ainun Nadia; Apriyani Apriyani; Andi Turseno; Agustinus Yunan
LOGISTIK Vol 15 No 02 (2022): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v15i02.29361

Abstract

Distribusi logistik pangan yang dilakukan oleh perusahaan penyalur logistik pangan yang berlokasi di Jakarta Timur ke Kepulauan Seribu menggunakan jenis transportasi kapal cepat motor. Pemilihan vendor penyedia jasa angkut kapal cepat motor dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk memilih vendor mana yang dapat bekerja sama dengan baik dan mendukung proses pengiriman logistik pangan dengan cepat dan juga terjamin keamanannya. Proses pemilihan vendor transporter kapal cepat motor dilakukan dengan menggunakan sistem pendukung keputusan melalui metode Oreste. Terdapat tiga pilihan alternatif vendor yang akan dinilai berdasarkan lima kriteria penilaian. Berdasarkan metode Oreste didapatkan nilai preferensi ranking ke-1 dari hasil perhitungan distance score paling kecil yaitu sebesar 48,2 yang menyatakan bahwa vendor yang diprioritaskan untuk dipilih dalam menjalankan kerjasama pengiriman logistik pangan adalah vendor alternatif CVND-T.
Implementasi Lean Manufacturing (LM) pada Proses Pengiriman Makanan ke Pelanggan Turseno, Andi; Nadia , Ainun; Aji , Sonny Nugroho; Tanisri , Roberta Heni Anggit; Kurnia, Hibarkah
LOGISTIK Vol. 17 No. 02 (2024): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v17i02.49368

Abstract

Industri manufaktur makanan merupakan industri yang membutuhkan pengiriman yang cepat dari supplier ke pelanggan. Namun dalam pelaksanaannya masih terjadi pada perusahaan produk mie instan ini, sering terjadinya keterlambatan dalam pengiriman produk ke pelanggan. Kendala yang dialami selama ini yaitu adanya pemborosan dalam alur proses kegiatan pengiriman barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya keterlambatan dalam proses pengiriman sehingga dapat meminimalisir limbah dalam proses pengiriman. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Lean Manufacturing (LM) denganpenerapan metode Value Stream Analysis Tools (VALSAT). Penelitian ini menemukan dua kategori jenis limbah yang terjadi pada proses pengiriman produk yaitu limbah menunggu dan kelebihan proses. Selain itu proses muat barang mempunyai pemborosan yang dominan sebesar 85,4% yang terdiri dari 10 aktivitas dengan total waktu siklusnya adalah 27,9 menit. Setelah dilakukan perbaikan proses muat barang menjadi 6 aktivitas dengan total waktu siklusnya adalah 16,21 menit. Tindakan perbaikan sudah dapat menghilangkan 4 aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah dan mengurangi waktu siklus proses muat barang selama 11,7 menit atau sekitar 42% dari waktu siklus sebelumnya.
ANALISIS PERBANDINGAN JUMLAH DAN BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU KURSI KANTOR 702 U DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DI PT. XYZ Nugroho, Oki Widhi; Nadia, Ainun; Daonil, Daonil; Turseno, Andi; Martono, Suko
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.55160

Abstract

Pengendalian persediaan sangatlah penting sebelum melakukan produksi yang dilakukan oleh sebuah industri. Permasalahan yang sering dihadapi yaitu adanya kelebihan stok bahan baku kurang dari safety stock dan belum adanya metode Material Requirement Planning (MRP) di perusahaan. Persediaan yang terlalu banyak menimbulkan besarnya investasi yang tertanam oleh perusahaan. Perencanan kebutuhan material tidak dilakukan dengan sistem MRP yang penerapanya diawali dengan data perusahaan untuk menghitunga lot size. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbandingan jumlah dan biaya persediaan bahan baku kursi kantor 702 U. Penelitian ini menggunakan metode lot sizing yaitu Lot for Lot (LFL), Fixed Order Quantity (FOQ) dan Fixed Periode Requirement (FPR). Berdasarkan dari perbandingan data perusahaan dengan metode lot sizing sehingga dapat diketahui metode mana yang paling minim untuk persediaan bahan baku kursi kantor 702 U dan hasilnya adalah metode LFL mempunyai jumlah total persedian yang minim dengan total persediaan 4971unit dibandingkan dengan FOQ, total Persediaan 19.220unit dan FPR total persediaan 9940unit. Berdasarkan perbandingan total biaya pemesanan dan penyimpanan bahan baku kursi kantor 702 U data perusahaan dengan 3 metode lot sizing dapat diketahui LFL mempunyai biaya yang Lebih rendah yaitu sebesar Rp.10.998.808 sedangkan data perusahaan sebesar Rp.11.974.970, metode FOQ biaya sebesar Rp.18.337.900 dan metode FPR biaya sebesar Rp.11.459.957.