Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Implementasi Lean Manufacturing (LM) pada Proses Pengiriman Makanan ke Pelanggan Turseno, Andi; Nadia , Ainun; Aji , Sonny Nugroho; Tanisri , Roberta Heni Anggit; Kurnia, Hibarkah
LOGISTIK Vol. 17 No. 02 (2024): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v17i02.49368

Abstract

Industri manufaktur makanan merupakan industri yang membutuhkan pengiriman yang cepat dari supplier ke pelanggan. Namun dalam pelaksanaannya masih terjadi pada perusahaan produk mie instan ini, sering terjadinya keterlambatan dalam pengiriman produk ke pelanggan. Kendala yang dialami selama ini yaitu adanya pemborosan dalam alur proses kegiatan pengiriman barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya keterlambatan dalam proses pengiriman sehingga dapat meminimalisir limbah dalam proses pengiriman. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Lean Manufacturing (LM) denganpenerapan metode Value Stream Analysis Tools (VALSAT). Penelitian ini menemukan dua kategori jenis limbah yang terjadi pada proses pengiriman produk yaitu limbah menunggu dan kelebihan proses. Selain itu proses muat barang mempunyai pemborosan yang dominan sebesar 85,4% yang terdiri dari 10 aktivitas dengan total waktu siklusnya adalah 27,9 menit. Setelah dilakukan perbaikan proses muat barang menjadi 6 aktivitas dengan total waktu siklusnya adalah 16,21 menit. Tindakan perbaikan sudah dapat menghilangkan 4 aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah dan mengurangi waktu siklus proses muat barang selama 11,7 menit atau sekitar 42% dari waktu siklus sebelumnya.
Pendampingan Pembuatan Business Model Canvas Bagi Pengembangan Bisnis UKM Mart Teluk Pucung Nugroho, Oki Widhi; Aji, Sonny Nugroho; Pribadi, Agustinus Yunan; Turseno, Andi; Tanisri, Roberta Heni Anggit; Apriyani; Nadia, Ainun
Jurnal Sains Teknologi dalam Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/1apnpv76

Abstract

Business development must be observed by business owners in order to maintain their existence in every market. UKM Mart Teluk Pucung is one of the minimarkets to promote various kinds of products from small and medium business. This Community Empowerment Program (PKM) is to help small and medium business owners to debelop their businesses. The Business Model Canvas (BMC) method is one of the approaches in identifying business design. The implementation of BMC will provide a simple and comprehensive mapping of business models. The results of the BMC mapping will be used to find and understand the business model phenomenon in each member of UKM Mart. Assistance in creating BMC will make it easier for UKM owners to explain their business model to their business partners. They can measure the performance and effectiveness of their business model by conducting periodic evaluations. Business owners are able to identify the strengths and weaknesses of their business soo as to create new opportunities for their business development.
ANALISIS PERBANDINGAN JUMLAH DAN BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU KURSI KANTOR 702 U DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DI PT. XYZ Nugroho, Oki Widhi; Nadia, Ainun; Daonil, Daonil; Turseno, Andi; Martono, Suko
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.55160

Abstract

Pengendalian persediaan sangatlah penting sebelum melakukan produksi yang dilakukan oleh sebuah industri. Permasalahan yang sering dihadapi yaitu adanya kelebihan stok bahan baku kurang dari safety stock dan belum adanya metode Material Requirement Planning (MRP) di perusahaan. Persediaan yang terlalu banyak menimbulkan besarnya investasi yang tertanam oleh perusahaan. Perencanan kebutuhan material tidak dilakukan dengan sistem MRP yang penerapanya diawali dengan data perusahaan untuk menghitunga lot size. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbandingan jumlah dan biaya persediaan bahan baku kursi kantor 702 U. Penelitian ini menggunakan metode lot sizing yaitu Lot for Lot (LFL), Fixed Order Quantity (FOQ) dan Fixed Periode Requirement (FPR). Berdasarkan dari perbandingan data perusahaan dengan metode lot sizing sehingga dapat diketahui metode mana yang paling minim untuk persediaan bahan baku kursi kantor 702 U dan hasilnya adalah metode LFL mempunyai jumlah total persedian yang minim dengan total persediaan 4971unit dibandingkan dengan FOQ, total Persediaan 19.220unit dan FPR total persediaan 9940unit. Berdasarkan perbandingan total biaya pemesanan dan penyimpanan bahan baku kursi kantor 702 U data perusahaan dengan 3 metode lot sizing dapat diketahui LFL mempunyai biaya yang Lebih rendah yaitu sebesar Rp.10.998.808 sedangkan data perusahaan sebesar Rp.11.974.970, metode FOQ biaya sebesar Rp.18.337.900 dan metode FPR biaya sebesar Rp.11.459.957.
Optimalisasi Durasi Pelaksanaan Proyek Pembangunan Distribusi Jaringan Pipa Perumahan Menggunakan Critical Path Method Tanisri, Roberta Heni Anggit; Salsabila, Lutfi Rizky; Turseno, Andi; Nugroho, Oki Widhi; Pribadi, Agustinus Yunan
Journal of Industrial and Engineering System Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/n98jhp51

Abstract

PT MUTP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi pembangunan jalur distribusi jaringan pipa. Pada proses pelaksanaan proyek di Perumahan Puri Persada Cibarusah terjadi keterlambatan penyelesaian proyek dari jadwal perencanaan yang telah dibuat. Hal tersebut mengakibatkan penambahan durasi waktu penyelesaian proyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jalur kritis pada proyek pembangunan distribusi jaringan pipa dengan menggunakan metode critical path method (CPM). CPM merupakan salah satu metode dalam manajemen proyek yang memprioritaskan peluang waktu sebagai obyek yang akan dianalisa. Hasil dari penelitian ini terdapat sembilan jalur kritis yaitu pada aktivitas A-C-D-F-H-I-J-K-L. Adapun faktor penyebab lain terjadinya keterlambatan adalah faktor lingkungan dan cuaca, faktor para pekerja yang kurang disiplin, serta faktor dari beberapa peralatan dan permesinan yang sudah berusia cukup tua, sehingga sering terjadi kerusakan.
Perancangan sistem informasi manajemen untuk pengawasan kinerja K3 pada proyek konstruksii Turseno, Andi; Apriyani, Apriyani; Pribadi, Agustinus Yunan; Nugroho, Oki Widhi; Lestari, Tarisa Mawar
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 6 No 2 (2025): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v6i2.1983

Abstract

Proyek konstruksi dalam pelaksanaannya mempunyai banyak risiko kecelakaan kerja mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar. Risiko kecelakaan ini perlu adanya mitigasi secara menyeluruh dari faktor manusia, mesin, metode, material dan lingkungan. Salah satu penyebab terjadi kecelakaan diantaranya pekerja kurang menyadari akan pentingnya menggunakan APD. Sehingga masih sering ditemukan pelanggaran persyaratan K3 yang dilakukan oleh pekerja walaupun sudah menerapkan SMK3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan memantau penerapan K3 pada proyek konstruksi serta menyusun dashboard performa K3 yang menampilkan kondisi kepatuhan terhadap persyaratan kerja aman. Metode penelitian ini adalah menggunakan gap analisis pada pendekatan dashboard pengendalian K3. Hasil penelitian ini pada penerapan K3 proyek konstruksi pada dashboard dengan nilai 82,14%, yang berarti pekerja atau organisasi siap mematuhi standar persyaratan K3. Pada pengukuran dan pemantauan K3 pada proyek konstruksi telah didapatkan jumlah pelanggar K3 sebanyak 5 dari total 28 orang jumlah pekerja. Pelanggaran kerja yang berawal dari 50% menjadi 17,86%, karena dengan adanya dashboard K3 ini para pekerja lebih meningkat kedisiplinan dan ketepatan kerjanya daripada sebelumnya. Dashboard K3 berupa hasil pertanyaan terkait persyaratan kerja aman seperti, penggunaan APD, peralatan, material, prosedur atau pengendalian, serta lingkungan kerja, sehingga proyek kontruksi dapat berjalan dengan aman dan dapat dikembangkan lebih lanjut.