Alfroki Martha
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Adzkia

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengembangan Media Diorama 3 Dimensi Berbasis Experiential Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siklus Air Mata Pelajaran IPA pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Agam Irdawati Irdawati; Alfroki Martha; Annisa Kharisma
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 1 (Januari 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i1.5848

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep sains siswa sekolah dasar, khususnya pada materi siklus air. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengembangkan media pembelajaran berupa diorama tiga dimensi (3D) pada materi siklus air sedang di kelas V SD; (2) mengetahui tingkat kelayakan media berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan guru; (3) mengetahui tanggapan siswa terhadap penggunaan media diorama 3D; serta (4) menganalisis efektivitas media diorama 3D dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang dilaksanakan di tiga sekolah dasar di Kabupaten Agam, yaitu SDN 05 Padang Tarok, SDN 28 Lundang, dan SDN 13 Muaro. Hasil validasi menunjukkan media diorama 3D sangat layak digunakan dengan rata-rata persentase kelayakan sebesar 87,39% dari ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Respon guru/wali kelas memberikan rata-rata skor 4,96 (sangat efektif), sedangkan siswa memberikan rata-rata skor 4,97 (sangat efektif). Hal ini menunjukkan bahwa media diorama 3D menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran IPA berbasis Kurikulum Merdeka. Efektivitas pembelajaran ditunjukkan melalui peningkatan signifikan antara pretest dan posttest. Nilai rata-rata pretest siswa berada pada kisaran 46,79–54,62, sedangkan nilai posttest meningkat hingga 95,27–99,69. Rata-rata N-Gain Score mencapai 0,95 (95%), termasuk kategori sangat tinggi. Hasil ini diperkuat dengan uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa media diorama 3D berbasis experiential learning tidak hanya memperkuat pemahaman konsep abstrak menjadi konkret, tetapi juga mendukung pembelajaran bermakna, meningkatkan motivasi siswa, serta relevan untuk diimplementasikan secara luas pada pembelajaran IPA di sekolah dasar.
Hubungan Teacher Leadership Training Terhadap Perilaku Inovatif Guru Penggerak dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kecamatan Kuranji Yulia Yulia; Ismira Ismira; Alfroki Martha
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 1 (Januari 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i1.5835

Abstract

Kepemimpinan guru (teacher leadership) merupakan aspek penting dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama melalui penguatan perilaku inovatif guru dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teacher leadership training terhadap perilaku inovatif guru penggerak dalam implementasi kurikulum merdeka di Kecamatan Kuranji. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode korelasional. Sebanyak 44 guru pengerak di kecamatan Kuranji dipilih sebagai responden melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert, sedangkan teknik analisis data menggunakan korelasi Spearman’s rho karena hasil uji menunjukkan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian mengungkapkan adanya hubungan positif yang signifikan antara teacher leadership dan perilaku inovatif guru, dengan nilai koefisien korelasi 0,725 serta signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kepemimpinan yang dimiliki seorang guru, maka semakin tinggi pula tingkat perilaku inovatif yang ditunjukkan, baik dalam penciptaan maupun penerapan ide-ide baru dalam pembelajaran. Penelitian ini menegaskan urgensi penguatan teacher leadership sebagai strategi untuk menumbuhkan inovasi guru. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menekankan peran signifikan kepemimpinan guru dalam membangun budaya inovasi di sekolah. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas kepemimpinan guru perlu menjadi prioritas dalam peningkatan profesionalisme guna menunjang keberhasilan pembelajaran pada era transformasi pendidikan.
Pengaruh Model Inquiry Based Learning terhadap Pemahaman Konsep dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV dalam Pembelajaran IPA di Gugus VI Kecamatan Palembayan Sisnita Sari; Hafiz Hidayat; Alfroki Martha
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 1 (Januari 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i1.5809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Inquiry Based Learning (IBL) terhadap pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV dalam pembelajaran IPA di Gugus VI Kecamatan Palembayan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian meliputi tes pemahaman konsep, tes berpikir kritis, dan angket. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model IBL dibandingkan dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model IBL berpengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA.
Pengaruh Model Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV dalam Pembelajaran IPA di Gugus VI Kecamatan Palembayan Vina Asri Muthia; Alfroki Martha; Merry Yelliza
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 1 (Januari 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i1.5871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Gugus VI Kecamatan Palembayan. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya keterampilan berpikir kreatif dan hasil belajar siswa yang cenderung masih didominasi oleh pembelajaran konvensional berbasis ceramah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 62 siswa kelas IV dari tiga sekolah dasar, dengan 40 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 22 siswa sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar IPA dan angket kemampuan berpikir kreatif yang telah divalidasi oleh para ahli. Analisis data dilakukan dengan uji prasyarat (normalitas, homogenitas) serta analisis multivariat (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PjBL berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa (F = 17,62; Sig. = 0,000) dan kemampuan berpikir kreatif (F = 13,45; Sig. = 0,001). Secara simultan, terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dalam kedua variabel. Temuan ini menegaskan bahwa PjBL dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar, dengan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna, kontekstual, serta mendorong siswa untuk lebih aktif, kreatif, dan kolaboratif.
Pengembangan Handout Berbasis Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Gugus 2 Kecamatan Lubuk Basung Trio Malta; Alfroki Martha; Siti Aisyah
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 1 (Januari 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i1.5834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan handout berbasis model Problem Based Learning (PBL) serta menguji validitas, praktikalitas, dan efektivitasnya terhadap hasil belajar peserta didik kelas IV SD di Gugus 2 Kecamatan Lubuk Basung. Model pengembangan yang digunakan adalah 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dimodifikasi menjadi tiga tahap, yaitu Define, Design, dan Develop. Subjek penelitian adalah 71 siswa dari tiga sekolah dasar (SDN 05 Surabayo, SDN 10 Sangkir, dan SDN 21 Surabayo). Data diperoleh melalui lembar validasi, angket praktikalitas, dan tes hasil belajar (pretest dan posttest). Hasil penelitian menunjukkan bahwa handout dinyatakan valid dengan skor rata-rata 88%, praktis dengan skor rata-rata 87%, serta efektif meningkatkan hasil belajar siswa dengan rata-rata peningkatan skor 16,2 poin dan persentase ketuntasan meningkat dari 42% menjadi 88%. Dengan demikian, handout berbasis PBL layak digunakan sebagai bahan ajar alternatif untuk meningkatkan hasil belajar sekaligus mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa.
Pengembangan Video Pembelajaran Interaktif Berbasis Pendekatan RME Berbantuan Aplikasi Animaker Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kecamatan Pantai Cermin Alfroki Martha; Ismira Ismira; Desti Nora Nazar
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 1 (Januari 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i1.5802

Abstract

Peneitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literai dan numerasi siswa dalam belajar. Urgensi penelitian ini juga didorong oleh kebutuhan akan inovasi pembelajaran yang dapat mendukung implementasi kurikulum merdeka, khususnya dalam pengembangan literasi numerasi siswa. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan literasi numerasi yaitu dengan mengembangkan sebuah produk berupa video Animaker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan efektivitas video animaker yang dikembangkan dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research & Development (R&D), dengan instrumen berupa observasi, angket dan tes. Data yang diperoleh dari instrumen dianalisis untuk menarik kesimpulan sehingga dapat menjawab tujuan penelitian. validasi ahli menunjukan hasil kelayakan tinggi, dengan skor ahli media 82,5%, ahli desain 82%, ahli bahasa 93%. Selanjutnya uji praktikalitas yang dilakukan pada guru 85% praktis dan pada siswa 90% sangat praktis. Dengan demikian video pembelajaran interaktif animaker Animaker dengan pendekatan RME terbukti efektif dan pantas dimplementasikan dalm poses belajar siswa kelas V Sekolah Dasar.
Pengembangan Buku Saku Terintegrasi Budaya Minangkabau Berbantuan Canva Untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Pembelajaran IPS di Kelas V Sekolah Dasar Fadli Arif; Siti Aisyah; Alfroki Martha; Ismira Ismira; Weni Yulastri; Rahmia Tulljanah
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 1 (Januari 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i1.5618

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar. Hal tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan bahan ajar yang digunakan guru, yaitu masih dominan buku paket yang kurang menarik, tidak bervariasi, dan belum terintegrasi dengan budaya lokal. Padahal, pembelajaran yang berbasis budaya diyakini mampu membuat materi lebih kontekstual, bermakna, serta menumbuhkan motivasi dan rasa memiliki siswa terhadap budaya daerahnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku saku terintegrasi budaya Minangkabau berbantuan Canva pada pembelajaran IPS kelas V sekolah dasar yang memenuhi aspek validitas, praktikalitas, dan efektivitas.Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D (define, design, develop, disseminate). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD. Data diperoleh melalui validasi ahli (materi, desain, bahasa), uji praktikalitas oleh guru dan siswa, serta uji efektivitas melalui tes hasil belajar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku saku yang dikembangkan: Sangat valid, dengan skor rata-rata validasi ahli materi 90%, desain 82,69%, dan bahasa 90%, Sangat praktis, dengan respon guru sebesar 85,11% dan respon siswa 89%, Efektif, terbukti dari rata-rata hasil belajar siswa sebesar 84% yang melampaui KKM 80. Dengan demikian, pengembangan buku saku terintegrasi budaya Minangkabau berbantuan Canva ini dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran IPS kelas V SD. Produk ini tidak hanya mendukung pencapaian tujuan akademik, tetapi juga berperan dalam melestarikan nilai-nilai budaya lokal agar lebih bermakna bagi peserta didik.