Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Keterlibatan, Beban dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat Dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Mediasi Kartono Uber Sujadi, Dwi; Pasini Mairing, Jackson; Harmoko Arifin , Andi
Journal of Accounting and Finance Management Vol. 6 No. 1 (2025): Journal of Accounting and Finance Management (March - April 2025)
Publisher : DINASTI RESEARCH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jafm.v6i1.1676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara variabel-variabel tersebut dan menawarkan solusi untuk meningkatkan kinerja pegawai di sektor pemerintah. Metodologi kuantitatif digunakan melalui teknik survei. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada pegawai, dengan menggunakan Skala Likert untuk pengukuran. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik sampling jenuh, yang terdiri dari 100 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan dua metodologi: analisis SPSS untuk menilai validitas dan reliabilitas instrumen penelitian, dan analisis Structural Equation Model-Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk mengevaluasi model luar (validitas dan reliabilitas) dan model dalam (kesesuaian model dan hubungan antar variabel penelitian). Temuan dari analisis efek langsung menunjukkan bahwa keterikatan kerja (X1) memberikan pengaruh positif dan substansial terhadap kinerja pegawai (Y), sedangkan beban kerja (X2) memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dan motivasi kerja (Z). Sebaliknya, lingkungan kerja (X3) memberikan pengaruh yang baik dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) dan motivasi kerja (Z). Lebih jauh, motivasi kerja (Z) memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Analisis jalur dari efek tidak langsung menunjukkan bahwa keterlibatan kerja (X1) dan beban kerja (X2) memberikan pengaruh positif namun kecil terhadap kinerja karyawan (Y) ketika dimediasi oleh motivasi kerja (Z). Lingkungan kerja (X3) memberikan pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) melalui motivasi kerja (Z).
Penggunaan Geogebra Untuk Meningkatkan Pemahaman Relasi dan Fungsi Siswa Kelas VIII SMP Putrinanda, Marcia; Mairing, Jackson Pasini; Sugiharto, Sugiharto
Journal Of Dehasen Educational Review Vol 6 No 2 (2025): Journal of Dehasen Educational Review, July
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/joder.v6i2.9065

Abstract

This study aims to describe the effectiveness of using Geogebra in improving students’ understanding of relations and functions as well as their learning activities, while also describing the implementation process and obstacles experienced by students during the learning. This learning was designed with a Deep Learning approach contained in Geogebra-based student worksheet (LKPD). This study uses a mixed-methods approach with a sequential explanatory design. The research subject consisted of 25 eight-grade students at Bethel Palangka Raya Junior High School. Quantitative data were collected through pretest, posttest, and questionnaires, while qualitative data were obtained through interviews and students’ work on the worksheets (LKPD). The result showed a significant increase in the N-Gain score of 0,47 (medium category). Statistical tests also showed significant difference in understanding before and after using Geogebra (sig. = 0.008). The results of the positive response were also obtained through questionnaires and interview with three students.
TINGKAT BERPIKIR GEOMETRI SISWA KELAS VII SMP BERDASARKAN TEORI VAN HIELE Jackson Pasini Mairing
Aksioma Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v5i1.119

Abstract

Abstrak: Tingkat berpikir geometri menggambarkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep geometri. Pemahaman tersebut berpengaruh terhadap kemampuannya dalam memecahkan masalah-masalah geometri. Van Hiele membagi kemampuan geometri menjadi tingkat 0 (Visualisasi), 1 (Analisis), 2 (Deduksi Informal), 3 (Deduksi) atau 4 (Rigor). Guru seharusnya membantu siswa untuk meningkatkan tingkat kemampuan geometrinya dari satu tingkat ke tingkat yang lebih tinggi. Langkah awalnya adalah guru mengidentifikasi tingkat kemampuan geometri siswa saat ini. Caranya dengan memberikan soal yang berkaitan dengan setiap tingkat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan geometri siswa-siswa SMP kelas VII dari salah satu sekolah di kota Palangka Raya berdasarkan teori Van Hiele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 97,2% siswa memiliki kemampuan tingkat 0 dan 2,8% siswa memiliki tingkat 1. Lebih lanjut, peneliti juga menguraikan jawaban-jawaban siswa di setiap tingkatan dan adanya tingkat transisi dari 0 ke 1 (tingkat pra-Analisis) dan dari 1 ke 2 (tingkat pra-Deduksi Informal). Kata kunci: tingkat berpikir geometri siswa SMP, teori Van Hiele, pra-Analisis, pra-Deduksi Informal. Abstract: Level of geometri ability describe student’s understanding of geometry concepts. The understanding has effect to student’s ability to solve some geometry problems. Van Hiele divided student ability of geometry in level 0 (Visualization), 1 (Analysis), 2 (Informal Deduction), 3 (Deduction) or 4 (Rigor). Teachers should help the students to develop their geometry ability from one level to higher level. The first step to develop the ablity was teacher identify the actual student ability of geometry. The manner was teacher give some problem related to Van Hiele levels. The aim of the research was describe seventh grade students’ geometri ability from one of the schools in Palangka Raya based on Van Hiele theory. The result of the result was 97,2% of the students has level 0 geometry ability and 2,8% of the students has level 1. Furthermore, the researcher also decribed student’s anwers of the problems on each levels and existence of transistion levels from 0 to 1 (pre-Analysis level) and from 1 to 2 (pre-Informal Deduction level). Keywords: secondory students’ level of geometric thinking, Van Hiele theory, pre-Analysis, pre-Informal Deduction
KEMAMPUAN SISWA SMA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL Jackson Pasini Mairing
Aksioma Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v6i1.137

Abstract

Abstrak: Pemecahan masalah matematika adalah tujuan utama siswa belajar matematika dalam kelas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan siswa-siswa kelas X MIA dari salah satu SMA Negeri di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah dalam memecahkan masalah-masalah matematika pada materi SPLTV (Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel). Instrumen penelitiannya adalah satu masalah matematika dan satu soal rutin. Masalah matematika adalah soal tidak rutin dimana cara penyelesaiannya tidak segera dapat dilihat oleh siswa. Soal rutin adalah soal yang yang jawabannya dapat diperoleh dengan menerapkan secara langsung rumus atau prosedur tertentu. Instrumen tersebut dibagikan ke semua subjek penelitian. Subjeknya adalah 32 siswa kelas X MIA yang terdiri dari 13 laki-laki dan 19 perempuan. Setiap penyelesaian siswa diskor menggunakan rubrik holistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3,1% siswa yang tergolong pemecah masalah yang kurang berpengalaman, 96,9% tergolong pemecah masalah yang rutin, dan tidak ada siswa yang tergolong pemecah masalah yang baik. Ini berarti tidak ada siswa menulis penyelesaian yang benar. Hal tersebut terjadi pada siswa-siswa yang memiliki maupun yang tidak memiliki pengetahuan prosedural mengenai cara menyelesaikan SPLTV. Kata kunci: masalah matematika, pemecahan masalah, pemecah masalah, sistem persamaan linear tiga variabel Abstract: Mathematical problem solving is main goal of students learning mathematics in classroom. The research aimed to describe ability of tenth grade students of mathematics and science class from one of senior high schools in Palangkaraya, Central Kalimantan to solve mathematical problem of three variables linear equation system. The research instruments were a mathematical problem, and a routine exercise. Mathematical problem is not routine exercise which the solution ways are not immediately visible to students. Routine exercise is question which the answer can be obtained by directly applying specific formulas or procedures. The instruments were given to all the research subjects. The subjects were 32 students which consisting of 13 men and 19 women. Each student’s solution was scored using the holistic rubric. The research results showed that 3.1% of the students were classified as naive problem solvers, 96.9% classified as routine problem solvers, and no student classified as good problem solvers. In other words, there was no student writing correct solution. It occured to the students with have or have not the procedural knowledge of answering three variables linear equation system. Keywords: mathematical problems, problem solving, problem solvers, three variables linear equation system