Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Peran Filsafat Epistemologi dalam Penerapan P5 Pada Anak Sekolah Dasar Fatimah, Ayu; Hasim, Hasim; Zubaidi, Mohamad
Student Journal of Community Education Volume 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v4i2.4150

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis peran epistemologi pada penerapan P5 di sekolah dasar, khususnya di SD Negeri 49 Dumbo Raya. Metode Kualitatif digunakan dalam penelitian ini dan Observasi untuk menganalisis peran epistemologi berdasarkan pandangan idealisme, realisme, pragmatisme, dan eksistensialisme, dalam pemahaman penerapan P5. Penelitian ini bermaksud mengeksplorasi bagaimana pengetahuan itu sendiri dapat diaplikasikan pada pendidikan dasar. Fokusnya adalah pada pemahaman bagaimana anak-anak memperoleh dan memproses pengetahuan melalui kegiatan proyek yang menghasilkan produk, dalam konteks pembelajaran P5 (proyek penguatan profil pelajar Pancasila). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap epistemologi filsafat memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong siswa untuk menguasai pembelajaran lintas disiplin dan berpikir kritis dalam mengeksplorasi serta mencari solusi untuk masalah di sekitar mereka melalui aktivitas proyek.
Kesetaraan Gender Dalam Prespektif Aksiologi di Dunia Pendidikan Husain, Lina A.; Hasim, Hasim; Zubaidi, Mohamad
Student Journal of Community Education Volume 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v4i2.4151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesetaraan dan keadilan bagi perempuan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Gorontalo Utara, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi oleh guru perempuan. Hasil penelitian mengidentifikasi ketidaksetaraan gender yang signifikan, di mana guru perempuan mengalami hambatan dalam akses pelatihan profesional dan kesempatan kenaikan pangkat dibandingkan rekan laki-laki mereka. Selain itu, beban kerja yang tidak proporsional dan kekurangan fasilitas pendidikan di daerah terpencil turut memperburuk kondisi ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data dari guru dan pemangku kepentingan pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa ketidaksetaraan gender dan kurangnya sumber daya berdampak pada kualitas pendidikan dan motivasi guru. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup peningkatan akses pelatihan dan pengembangan profesional, peninjauan beban kerja, dan alokasi sumber daya yang lebih adil. Kesimpulannya, reformasi kebijakan pendidikan dan keterlibatan aktif semua pihak diperlukan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan adil di Kabupaten Gorontalo Utara.
Pengembangan Ontologi Dalam Merefleksikan Diri Anak Melalui Karya Seni A. Mohamad, Ria Ekawaty; Hasim, Hasim; Zubaidi, Mohamad
Student Journal of Community Education Volume 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v4i2.4152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana karya seni anak dapat menjadi cerminan perkembangan ontologi mereka. Melalui analisis mendalam terhadap berbagai karya seni anak, penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi hubungan antara elemen-elemen visual dalam karya seni dengan pemahaman anak tentang diri, lingkungan, dan hubungan sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam tentang proses pengembangan diri anak melalui ekspresi artistik. Penelitian ini berfokus pada analisis karya seni lukis anak usia dini (3-6 tahun) untuk memahami bagaimana anak-anak pada tahap perkembangan ini merefleksikan perkembangan konsep diri mereka. Dengan menggunakan kerangka teori perkembangan kognitif Piaget, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola-pola tertentu dalam karya seni anak yang mencerminkan tahap-tahap perkembangan kognitif mereka. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan implikasi bagi pendidik dan orang tua dalam mendukung perkembangan holistik anak.
Analisa Program Kemitraan Sekolah dengan Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SDN 41 Hulonthalangi Husain, Rusmin; Zubaidi, Mohamad; Rahman, Fatma; Lia, Dina Mei; Korompot, Zulfan; Asludin, Nur Indriani; Widiyastuti, Vita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.27935

Abstract

Laporan ini merupakan hasil observasi yang dilakukan untuk menganalisis efektivitas program kemitraan antara sekolah dan orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SDN 41 Hulonthalangi. Observasi dilakukan melalui metode survei, wawancara, dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidak terdapat dokumen resmi mengenai program kemitraan, SDN 41 Hulonthalangi telah melaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif orang tua, terutama dalam kegiatan ekstrakurikuler dan program pembiasaan harian. Partisipasi ini terbukti mampu membentuk karakter siswa, meningkatkan motivasi belajar, serta mendukung capaian prestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. Namun, masih terdapat beberapa kendala seperti jadwal kegiatan yang belum optimal dan kurangnya dokumentasi formal program. Oleh karena itu, disarankan agar pihak sekolah menyusun kebijakan tertulis mengenai kemitraan sekolah dan orang tua guna memperjelas peran serta tanggung jawab masing-masing pihak. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan acuan dalam pengembangan strategi kemitraan yang lebih efektif di masa depan.
Implementasi Metode Dirosa dalam Pembelajaran Al-Qur’an di Majelis Taklim Nurul Huda Desa Bulalo Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Samani, Cindy; Djibu, Rusdin; Zubaidi, Mohamad; Anu, Zulkarnain
Student Journal of Community Education Volume 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v4i2.2786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajran Al-Qur’an dengan menggunakan Metode Dirosa, untuk menggali kemampuan pesrta didik yang telah mengikuti pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan Metode Dirosa yang dilaksanakan di Majelis Taklim Nurul Huda di Desa Bulalo Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara, metode penelitian dan Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pembelajaran Al-Qur’an melalui Metode Dirosa di lakukan dalam 20 kali pertemuan dengan jumlah peserta 10-25 orang perkelompok yang telah melaksanakan pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan Metode Dirosa yang dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-qur’an pesert. Dapat diliat melalui perubahan peserta dalam kemampuan membaca Al-Qur’an seperti mengenal huruf tunggal hijaiah, makhrajul huruf, dan tajwid serta pemahaman dasar keIslaman yang menjadi kelebihan dari Metode ini. Dan kendala-kendala yang menghambat adalah penyebutan huruf dan memebedakan huruf, kendala linkungan tempat. Adapun solusi yang dalam mengatasi kendala-kendala tersebut adalah memberi motivasi dan semangat peserta, mengatur kembali waktu dengan peserta, komunikasi dengan pengurus masjid. Dengan demikian pembelajaran Al-Qur’an dengan menggunakan Metode Dirosa harus lebih ditingkatkan dan dikembangkan oleh Majelis Taklim Nurul Huda.
Literasi Digital Pemuda dalam Konteks Pemberdayaan Masyarakat di era Society 5.0 Setiadi, Dudi; Nurhayati, Sri; Ansori, Ansori; Zubaidi, Mohamad; Amir, Rudi
Society Vol 11 No 1 (2023): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v11i1.491

Abstract

The purpose of this study is to determine the level of digital literacy among the member of youth organization (commonly called Karang Taruna) of Cicau Hamlet, Gadobangkong Village, Ngamprah Sub-district, West Bandung Regency, West Java Province, Indonesia, focusing on the use of the Internet in the context of community empowerment in the fields of self-development and economy. Case study methodology is employed, with data gathering approaches consisting of in-depth interviews, documentation studies, and observations of fifteen (15) Karang Taruna member informants. The findings of the study indicate that: The youth digital literacy in computer operation and Information and Communication Technology (ICT) abilities in the internet area are fairly strong, but there is still opportunity for improvement through enhancing infrastructure for stable internet connections and educating youth about the most recent ICT advances. When it comes to creating digital products in a variety of formats and models, youth have a low degree of digital literacy. This is due in part to a lack of imagination and creative thinking skills among digital content creators. Youth require continual training to increase their digital literacy and ability to create various types of digital material, which will contribute to the expansion of Indonesia’s creative economy sector. Youth digital literacy must be improved in terms of their ability to collaborate in the digital space, and education about collaboration must be conducted in accordance with digital ethics and security so that the youth of the Indonesian nation can collaborate with respect and remain safe from cybercrime. Youth still lack the digital literacy necessary to pick and filter legitimate and hoax-free content. Digital literacy pertaining to the ability to use digital technology for youth economic empowerment is included in the category of lacking because youth are still not literate and digitally proficient in using digital technology to increase income, raise their economic level through business opportunities in the digital space, and use digital wallets for sales transactions. Youth digital literacy in relation to self-development is also still weak and must be focused to add insight into access to information in the digital realm for career development and self-potential. As well as the usage of communities that are favorable to youth growth and self-healing. This study recommends intensive training and assistance for youth in digital content creation, as well as financial literacy education related to capital management and digital-based creative economy business opportunities.
ANALISIS OPTIMALISASI PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENDUKUNG PROGRAM-PROGRAM SEKOLAH Husain, Rusmin; Zubaidi, Mohamad; Nanda, Ni Luh Ray Satya; Rouf, Mardiana Farida; Gobel, Jovita Putri; Amain, Putri Jahwana; Supriadin, Supriadin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i2.5058

Abstract

The quality of education is not solely dependent on school performance but also significantly influenced by collaborative efforts between the school and the community. This study aims to explore the role of the school committee in supporting thematic programs at SDN 6 Tapa, Bone Bolango Regency, using a qualitative case study approach. Findings reveal that the school committee plays more than an administrative role; it actively participates in implementing programs such as Child-Friendly Schools, Healthy Schools, and Inclusive Schools. The committee's involvement includes providing financial support, participating in activities, and facilitating communication between the school and parents. All committee members, from chairperson to treasurer, demonstrate proactive and responsive participation aligned with school needs. Regular coordination mechanisms through letters, digital messaging, and face-to-face meetings strengthen a synergistic partnership. This study contributes valuable insights into collaborative practices within primary education settings, especially in non-urban areas that often face resource limitations. The holistic and participatory approach presents a potential collaboration model that can be adapted in other school environments. ABSTRAKKualitas pendidikan yang optimal tidak hanya bergantung pada performa institusi sekolah, melainkan juga pada kekuatan kolaboratif antara sekolah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam peran komite sekolah dalam mendukung program-program tematik di SDN 6 Tapa, Kabupaten Bone Bolango, dengan pendekatan studi kasus kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa komite sekolah tidak sekadar hadir dalam peran administratif, melainkan terlibat aktif dalam pelaksanaan program seperti Sekolah Ramah Anak, Sekolah Sehat, dan Sekolah Inklusif. Keterlibatan komite terwujud dalam bentuk dukungan dana, partisipasi kegiatan, hingga fasilitasi komunikasi antara sekolah dan orang tua. Seluruh struktur komite, mulai dari ketua hingga bendahara, menunjukkan partisipasi yang proaktif dan responsif terhadap kebutuhan sekolah. Mekanisme koordinasi yang dibangun secara rutin melalui surat, pesan digital, maupun pertemuan langsung memperkuat kemitraan yang sinergis. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkaya wawasan praktik kolaboratif di satuan pendidikan dasar, khususnya pada konteks wilayah non-perkotaan yang seringkali dihadapkan pada keterbatasan sumber daya. Pendekatan holistik dan partisipatif ini menawarkan model kerja sama yang potensial untuk direplikasi di lingkungan sekolah lain.
SILFA Model Approach Development for Women Artisans’ Education and Empowerment: Integrating Karawo Cultural Heritage into Non-Formal Learning Abdul, Silfana; Isa, Abd Hamid; Zubaidi, Mohamad; Rahman, Misran; Nurhayati, Sri; Boriboon, Gumpanat; Jacob, Udeme Samuel
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 8, No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v8i3.34374

Abstract

Women artisans in rural areas face persistent barriers in accessing education and achieving economic empowerment, particularly when their livelihoods rely on sustaining fragile cultural heritage traditions. This study developed and piloted the SILFA Model Approach for Women Artisans’ Education and Empowerment, integrating Karawo cultural heritage into non-formal learning. The model aims to provide a culturally grounded learning framework that enhances skills, knowledge, and socio-economic agency while preserving heritage identity. Employing a Research and Development design guided by the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), the research involved thirty women artisans in Pongongaila Village, Gorontalo, Indonesia, with ten participating in a small-group pilot implementation. Quantitative data from pre- and post-tests were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data from focus group discussions, reflections, and observations were interpreted through thematic analysis. Results showed a substantial improvement in knowledge and skills, with mean scores increasing from 47.4 to 80.4. Participants also reported heightened confidence, creativity in developing new Karawo motifs, adoption of digital marketing, and motivation to establish cooperative groups. Conceptually, the SILFA Model contributes to theories of women’s empowerment and culture-based education by operationalizing sustainability, interactivity, and identity-preserving principles within a participatory non-formal learning context. As a validated pilot framework, it demonstrates how embedding cultural heritage in non-formal education can simultaneously revitalize Karawo traditions and strengthen women’s educational and economic empowerment in rural communities.