Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

THE COMPOSITION OF SATURATED AND UNSATURATED FATTY ACIDS AND CHOLESTEROL IN MEAT OF BALI BULL FATTENED USING GREENLOT SYSTEM IN SMALL HOLDER FARMING Tahuk, Paulus Klau; Dethan, Agustinus Agung; Sio, Stefanus
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 12, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v12i3.10068

Abstract

The objective of this research was to analyze the composition of saturated fatty acid, unsaturated fatty acids, and cholesterol in meat of Bali bull fattened using forage crops in small holder farming. The experiment was conducted for 3 months using nine Bali bull aged 2.5-3.5 years old with the initial body weight of 227-290 kg in the feedlots of Bero Sembada Farmers Group, Laen Manen Sub District, Malaka Regency, East Nusa Tenggara. The experiment was conducted based on the fattening system of local farmers in terms of feeding, housing, and health management. Feed given during the experiment was Centrosema pubences, Clitoria ternatea, fresh corn straw, king grass, Leucaena leucocepala, natural grass, Pennisteum purpureum, and Sesbania grandiflora. At the end of this study, cattle were slaughtered and the composition of saturated fatty acid, unsaturated fatty acids and cholesterol were measured. Data were analyzed using a descriptive statistic. Results revealed that the total of saturated fatty acid and unsaturated fatty acids in meat were 36.628% and 26.739%, respectively, while the cholesterol reached 79.18 mg/100 g of meat. In conclusion, meat of Bali bull fattened using forage crops in small holder farming has higher saturated fatty acid than unsaturated fatty acids.
EDUKASI PENERAPAN INSEMINASI BUATAN PADA TERNAK BABI DI LINO FARM DESA MAUBESI Stella Atok, Yohana; Pasi, Maria Selfiana; Sahala, Josua; Dethan, Agustinus Agung; Ture Simamora; Kapitan, Maria Magdalena
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5796

Abstract

Protein merupakan makromolekul paling melimpah di dalam sel dan menyumbang lebih dari separuh berat kering pada hampir semua organisme hidup. Senyawa ini tersusun atas asam amino sebagai unit penyusunnya, yang saling terhubung melalui ikatan peptida membentuk rantai polipeptida panjang. Struktur protein yang kompleks menjadikannya komponen esensial dalam tubuh makhluk hidup, berperan tidak hanya sebagai sumber energi tetapi juga sebagai zat pembangun jaringan dan pengatur berbagai proses biologis. Ternak yang berkontribusi besar terhadap penyediaan protein tersebut adalah babi. Salah satu contoh pengembangan peternakan babi dapat ditemukan di Lino Farm di Desa Maubesi yang memiliki potensi besar untuk pengembangan usaha ternak babi. Salah satu teknologi yang terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas ternak adalah inseminasi buatan (IB). Penerapan teknologi IB di Desa Maubesi bertujuan untuk mempercepat laju pertumbuhan ternak babi, meningkatkan efisiensi konversi pakan, menghasilkan keturunan yang lebih unggul, serta memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai manfaat teknologi reproduksi ini dalam menunjang perekonomian lokal. Proses inseminasi buatan pada babi dilakukan dengan cara memasukkan kateter ke dalam saluran reproduksi induk babi betina. Kateter diputar perlahan berlawanan arah jarum jam hingga melewati bagian serviks, kemudian semen segar disemprotkan secara perlahan sampai habis. Setelah proses selesai, kateter dikeluarkan kembali dengan hati-hati searah jarum jam. Pengamatan terhadap hasil IB biasanya dilakukan sekitar 21 hari setelah proses pelaksanaan, untuk memantau tanda-tanda kebuntingan pada induk babi. Berdasarkan hasil pelaksanaan di Lino Farm, penerapan inseminasi buatan terbukti memberikan hasil yang positif, ditandai dengan meningkatnya produktivitas ternak, lahirnya keturunan yang lebih unggul, serta meningkatnya pendapatan masyarakat setempat. Dengan demikian, penerapan teknologi inseminasi buatan dapat dianggap sebagai solusi berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas ternak babi, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Desa Maubesi.