Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Nilai Pertumbuhan dan Produksi Turi (Sesbania glandiflora) Fase Awal pada Aplikasi Bahan Organik dari Feces Ternak yang Telah diperkaya Neonnub, Jefrianus; Banu, Marselinus; Feka, Wolfhardus Vinansius; Dethan, Agustinus Agung
JAS Vol. 9 No. 4 (2024): Journal of Animal Science (JAS) - Oktober 2024
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai pertumbuhan dan produksi awal tanaman turi  yang diberi perlakuan bokashi berbahan dasar feses ternak berbeda. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan, dimulai dari September sampai November 2021 bertempat di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Metode Eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit satuan percobaan. Perlakuan yang diuji terdiri dari R0: tanpa bokashi (Kontrol); R1: Bokashi feses ayam; R2: Bokashi feses sapi; R3: Bokashi feses kambing. Variabel yang diamati terdiri dari Tinggi tanaman (cm), Diameter batang (cm), Jumlah tangkai daun dan Berat segar Tanaman (gr) Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk Bokashi padat berbahan dasar Feses berbeda berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap pertumbuhan dan produksi awal turi dimana aplikasi bokashi berbahan dasar feces kambing menghasilkan  tinggi tanaman (18,21 cm), Diameter batang (0,44 mm), jumlah tangkai daun (9,04 tangkai) dan Berat segar tanaman (36,37gram). Disimpulkan bahwa penggunaan bokashi berbahan dasar feces berbeda dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi awal turi.
Peningkatan Efisiensi Peternakan Sapi Potong Melalui Manajemen Terstruktur Bagi Peternak Penerima Kredit Program Paronisasi Koperasi Solidaritas Krova, Maria; Kleden, Markus M. Kleden; Sembiring, Sabarta; Sulistidjo, Edi Djoko; Lalus, Matheos F.; Lano, Marten Luter; Dethan, Agustinus Agung
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4277

Abstract

Beef cattle fattening at Solidarity Cooperative Oesao Branch faces several challenges that hinder efficiency and productivity, including limited capital, feed management, health care, and waste management. The cattle paronisation programme provided by the cooperative offers loans under certain conditions to assist farmers in overcoming the problems faced. However, the current rearing system leads to longer fattening duration and increased production costs. The Community Service activity aims to identify and overcome the problems faced by farmers by offering solutions based on counselling, training and technology transfer for farmers. Activity methods include: counselling, discussion, training, as well as monitoring and mentoring the results of socialisation of activities. The results of this activity increased the knowledge of farmers of partner group members about mature business planning to support efficient and effective management of paron cattle; increased knowledge of farmers of partner group members about proper housing management to support the health and performance of cattle production, increased knowledge of farmers about feeding management according to the needs of the amount and nutrition of animal feed, an increase in farmers' understanding of cattle marketing management to increase their income and increased knowledge of partner farmers about the importance of calculating profits in the cattle business so that it is necessary to record all expenses and receipts as well as understanding knowledge about feed processing.
THE COMPOSITION OF SATURATED AND UNSATURATED FATTY ACIDS AND CHOLESTEROL IN MEAT OF BALI BULL FATTENED USING GREENLOT SYSTEM IN SMALL HOLDER FARMING Tahuk, Paulus Klau; Dethan, Agustinus Agung; Sio, Stefanus
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 12, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v12i3.10068

Abstract

The objective of this research was to analyze the composition of saturated fatty acid, unsaturated fatty acids, and cholesterol in meat of Bali bull fattened using forage crops in small holder farming. The experiment was conducted for 3 months using nine Bali bull aged 2.5-3.5 years old with the initial body weight of 227-290 kg in the feedlots of Bero Sembada Farmers Group, Laen Manen Sub District, Malaka Regency, East Nusa Tenggara. The experiment was conducted based on the fattening system of local farmers in terms of feeding, housing, and health management. Feed given during the experiment was Centrosema pubences, Clitoria ternatea, fresh corn straw, king grass, Leucaena leucocepala, natural grass, Pennisteum purpureum, and Sesbania grandiflora. At the end of this study, cattle were slaughtered and the composition of saturated fatty acid, unsaturated fatty acids and cholesterol were measured. Data were analyzed using a descriptive statistic. Results revealed that the total of saturated fatty acid and unsaturated fatty acids in meat were 36.628% and 26.739%, respectively, while the cholesterol reached 79.18 mg/100 g of meat. In conclusion, meat of Bali bull fattened using forage crops in small holder farming has higher saturated fatty acid than unsaturated fatty acids.
EDUKASI PENERAPAN INSEMINASI BUATAN PADA TERNAK BABI DI LINO FARM DESA MAUBESI Stella Atok, Yohana; Pasi, Maria Selfiana; Sahala, Josua; Dethan, Agustinus Agung; Ture Simamora; Kapitan, Maria Magdalena
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5796

Abstract

Protein merupakan makromolekul paling melimpah di dalam sel dan menyumbang lebih dari separuh berat kering pada hampir semua organisme hidup. Senyawa ini tersusun atas asam amino sebagai unit penyusunnya, yang saling terhubung melalui ikatan peptida membentuk rantai polipeptida panjang. Struktur protein yang kompleks menjadikannya komponen esensial dalam tubuh makhluk hidup, berperan tidak hanya sebagai sumber energi tetapi juga sebagai zat pembangun jaringan dan pengatur berbagai proses biologis. Ternak yang berkontribusi besar terhadap penyediaan protein tersebut adalah babi. Salah satu contoh pengembangan peternakan babi dapat ditemukan di Lino Farm di Desa Maubesi yang memiliki potensi besar untuk pengembangan usaha ternak babi. Salah satu teknologi yang terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas ternak adalah inseminasi buatan (IB). Penerapan teknologi IB di Desa Maubesi bertujuan untuk mempercepat laju pertumbuhan ternak babi, meningkatkan efisiensi konversi pakan, menghasilkan keturunan yang lebih unggul, serta memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai manfaat teknologi reproduksi ini dalam menunjang perekonomian lokal. Proses inseminasi buatan pada babi dilakukan dengan cara memasukkan kateter ke dalam saluran reproduksi induk babi betina. Kateter diputar perlahan berlawanan arah jarum jam hingga melewati bagian serviks, kemudian semen segar disemprotkan secara perlahan sampai habis. Setelah proses selesai, kateter dikeluarkan kembali dengan hati-hati searah jarum jam. Pengamatan terhadap hasil IB biasanya dilakukan sekitar 21 hari setelah proses pelaksanaan, untuk memantau tanda-tanda kebuntingan pada induk babi. Berdasarkan hasil pelaksanaan di Lino Farm, penerapan inseminasi buatan terbukti memberikan hasil yang positif, ditandai dengan meningkatnya produktivitas ternak, lahirnya keturunan yang lebih unggul, serta meningkatnya pendapatan masyarakat setempat. Dengan demikian, penerapan teknologi inseminasi buatan dapat dianggap sebagai solusi berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas ternak babi, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Desa Maubesi.
Pengaruh Jenis Aditif terhadap Mutu Fisik Ransum Berbahan Utama Rumput Raja (Pennisetum purpureoides) Maria Selfiana Pasi; Maria magdalena kapitan; Oktovianus Rafael Nahak; Stefanus Sio; Agustinus Agung Dethan; Josua Sahala; Yasinta Sarifona Pasul
Tropical Livestock Science Journal Vol. 4 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Study Program of Animal Husbandry, Faculty of Agricultural, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/tlsj.v4i2.16986

Abstract

This research investigated the impact of different additives on the physical quality of king grass-based complete silage (Pennisetum purpureoides). This study was carried out at the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Science, and Health, University of Timor, during the period of July–August 2023. A Completely Randomized Design (CRD) was employed, consisting of treatments with replications each. The treatments included: P0 as the control (100 % king grass without additives), P1 (70% king grass + 20% rice bran + 5% Gliricidia sepium leaves + 5% sugar), P2 (70% king grass + 20% corn flour + 5% Gliricidia sepium leaves + 5% sugar), and P3 (70% king grass + 20% soybean meal + 5% Gliricidia sepium leaves + 5% sugar). The percentages of additional ingredients were calculated based on the weight of the main materials, consisting of chopped king grass and Gliricidia leaves. The parameters analyzed included color, aroma, texture, and mold presence assessed through sensory evaluation, while pH measurements were conducted using a pH meter. The percentage of mold contamination was determined by comparing the weight of the moldy portion of the silage to the total silage weight. The results indicated that the addition of additives had a significant effect (p<0.05) on the color, aroma, pH, texture, and mold development of the silage. Overall, the soybean meal treatment produced the best performance, as it effectively inhibited mold growth and generated a more desirable silage aroma compared to the control, rice bran, and corn flour treatments.  
Pelatihan Penampungan Semen Menggunakan Metode Massage pada Ternak Babi Duroc dan Landrace di Lino Farm Desa Maubesi Luruk, Paskuela Gisala; Pasi, Maria Sefliana; Sahala, Josua; Dethan, Agustinus Agung; Sio, Stefanus; Nahak, Oktovianus Rafael; Beyleto, Veronika Yuneriati; Kapitan, Maria Magdalena; Sofi, Ernanda; Sio, Aristo Kurniawan
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Mei 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i3.1140

Abstract

Praktek kerja Lapangan (PKL) memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa agar mampu mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan praktik lapangan di bidang peternakan, serta membentuk sikap profesional, etika kerja, dan keterampilan teknis sesuai kebutuhan dunia kerja. Saat raktek mahasiswa menemukan berbagai masalah peternakan berkaitan dengan perkawinan inseminasi Buatan (IB) penampungan semen sehingga perlu pelatihan kepada masyrakata. Penampungan semen merupakan bagian penting dalam manajemen reproduksi pejantan babi untuk menyediakan sumber genetik yang berkualitas. Pengabdian ini dilakukan untuk mengambarkan proses penampungan semen menggunakan metode massage pada pejantan babi duroc dan landrace di Lino farm, Desa Maubesi. Pengamatan di fokuskan pada tahapan Persiapan alat, penanganan pejantan, teknik pemijatan, dan karakteristik fisik semen diperoleh. Hasil menunjukan bahwa metode massage menghasilkan semen dengan volume 100-200ml, warna putih krem, aroma normal, dan konsitensi jernih. Faktor kebersihan, kondisi pejantan dan teknik operator menjadi aspek utama yang memengaruhi keberhasilan. Secara umum, metode ini efektif diterapkan pada peternakan rakyat karena sederhana, muda dipelajari, dan tidak memerlukan peralatan khusus.