Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Game of Loyalties: Tragedy, Existentialism, and Psychoanalysis in Suikoden II Kamarullah Kamarullah; Muhammad Arif Fadhilah; Ranti Maulya; Maulana Akbar; Shiti Maghfira
k@ta: A Biannual Publication on the Study of Language and Literature Vol. 28 No. 1 (2026): JUNE 2026
Publisher : The English Department, Faculty of Humanities & Creative Industries, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/kata.28.1.37-52

Abstract

This study analyzes the story of the cult-classic video game Suikoden II through the lenses of Aristotelian tragedy, existentialism, and psychoanalysis. It examines how friendship, loyalty, and betrayal are represented through the relationships among Riou, Jowy, and Nanami. Using qualitative narrative analysis, supported by ludonarrative analysis, the study examines selected in-game dialogues, cutscenes, and decision-making sequences involving the three characters. The findings show that Jowy functions as an Aristotelian tragic hero whose idealistic desire to end war leads to betrayal, political power, guilt, and self-destruction. Riou is read as a silent existential agent whose identity is shaped through moral choices, imposed leadership, and the player’s decisions across different endings. Nanami is examined through psychoanalysis as an emotional anchor whose protective devotion reflects anxiety, attachment, and the desire to preserve family bonds amid war. The study argues that Suikoden II uses its character arcs and branching endings to turn loyalty, betrayal, and reconciliation into both narrative themes and player-driven moral choices.
Tradisi Turun Tanah di Aceh Tamiang dalam Dinamika Modernisasi: Analisis Struktural-Semiotik dan Relevansinya dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Joko Hariadi; Nur Amelia; Indah Fajarini; Muhammad Arif Fadhilah; Tanita Liasna; Widia Tamara; Emilda Emilda; Faridah Faridah; Siti Taniza Toha
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.10738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna struktural dan semiotik dari perlengkapan serta prosesi tradisi turun tanah di Aceh Tamiang, sekaligus mengkaji relevansinya dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif, dengan kerangka analisis berupa teori struktural (Lévi-Strauss, 1958) dan semiotik (Barthes, 1957) untuk mengkaji struktur prosesi serta makna denotatif dan konotatif dari simbol-simbol budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlengkapan ritual dalam tradisi ini merupakan sistem tanda yang merepresentasikan makna perlindungan, kesejahteraan, kesuburan, penyucian, awal kehidupan, pengorbanan, dan kesucian. Perlengkapan tersebut meliputi gelang tumbuhan obat, pulut kuning, bunga setaman, kelapa, abu, pakaian baru, kambing, dan kain putih. Prosesi yang dilalui bayi mulai dari menginjak tanah, mandi bunga, pemberian kurma dan anggur, hingga aqiqah dan pembacaan marhaban merepresentasikan perjalanan hidup manusia yang sarat nilai sosial, budaya, dan religius. Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Turun Tanah yang berlangsung di Melayu Tamiang memiliki struktur simbolik khas yang berfungsi sebagai media transmisi nilai budaya, religius, dan sosial bagi masyarakat setempat.  Selain itu, tradisi ini memiliki relevansi langsung dalam pembelajaran bahasa dan sastra karena menyediakan objek kajian semiotika empiris; keberadaan perlengkapan ritual sebagai sistem tanda memungkinkan peserta didik untuk mempraktikkan cara membaca simbol budaya, menginterpretasikan makna tersirat di balik tanda tersebut, dan mengonversinya ke dalam kompetensi literasi budaya yang aplikatif.
PELATIHAN PENYUSUNAN MODUL AJAR DAN BEST PRACTICE GURU BERPRESTASI BAGI GURU SMKN 1 INDRA MAKMU Muhammad Taufik Hidayat; Muhammad Arif Fadhilah; Azrul Rizki; Nuriana Nuriana; Usman Usman; Syahrial Fuadi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5345-5356

Abstract

Kegiatan pengabdian yang berjudul Pelatihan Penyusunan Modul Ajar dan Best Practice Guru Berprestasi bagi Guru SMKN 1 Indra Makmu masih mengalami kesulitan dalam merancang modul ajar dan penyusunan laporan best practice. Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merancang modul ajar dan mengedukasi guru cara pembuatan best practice yang bermanfaat untuk kenaikan pangkat dan mengikuti guru berprestasi.  Peserta pengabdian ini berjumlah 30 orang guru. Pelaksanan kegiatan pengabdian terdiri dari beberapa Langkah, yaitu (1) observasi ke lokasi mitra di SMKN 1 Indra Makmu Aceh Timur, (2) identifikasi masalah mitra di lapangan, (3) perumusan masalah bersama dengan mitra terkait penggunaan modul ajar dan penyusunan laporan best practice, (4) pelaksanaan kegiatan pengabdian di SMKN 1 Indra Makmu, (5) telaah hasil pengabdian dan pembuatan luaran pengabdian, dan (6) evaluasi secara berkala. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah 85% guru mampu menyusun modul ajar dengan baik sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditentukan. Kemudian, guru juga mampu menyusun laporan/portofolio terkait dengan best practice guru berprestasi. Tim pengabdi juga memberikan buku panduan tentang prinsip dan penyusunan modul ajar dan  pembuatan best practice yang bermanfaat untuk kenaikan pangkat guru yang akan diberikan kepada guru SMK Negeri 1 Indra Makmu.