Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN LMS BERBASIS ARTICULATE STORYLINE PADA PPG PRAJAB Yudi Pratama; Bayu Kurniawan; Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim; Listyo Yudha Irawan
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 9 عدد 2 (2024): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah- Agustus 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v9i2.722

Abstract

This research is aimed at analyzing how the learning media needs of PPG Students of IPS State University of Malang are to the content of LMS based on articulate storyline. The research method uses quantitative descriptives using the angket that has been filled by the graduates of the PPG University of Malaang State University IPS prajab wave II of 2024 of 30 students, the results of the Angket are then analyzed and described in order to obtain desired data about media needs learning media. The result of this survey is that the results of this research show that the students of PPG prajab IPS State University Malang have a significant need for interactive, dynamic, and easily accessible learning media in the teaching learning process. Articulate Storyline-based LMS content was rated highly effective in meeting this need, with a majority of respondents stating that the media facilitates deeper material understanding, increases learning motivation, and allows for more flexible learning. The findings underline the importance of further development and integration of Articulate Storyline into LMS as a means of supporting the success of teacher education by providing a more engaging and adaptive learning experience to student needs. The recommendations of this research encourage the use of innovative technology in learning media design to create a more effective learning environment and support the achievement of student competence
Pelatihan Batik Cap Hasil Karya Penyintas ODGJ di Desa Wonorejo dalam Program Projek Kepemimpinan Mahasiswa PPG Prajabatan Universitas Negeri Malang M. Sifaul Masruri; Miftakhul Umi Nadziru; Septiani Aisyah Ayu Paramita; Sayu Darmayanti; Sheila Alfania; Titik Wijayanti; Rizqi Anggun Kharisma; Lintang Tawakal; Rizky Amalia; Robby Arief Hadirizky Perwira; Muhammad Ardiansyah; Muhammad Ilham H.; Bayu Kurniawan
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i2.7312

Abstract

Batik is an intangible cultural heritage of Indonesia that is full of philosophical and symbolic values, and has economic potential that can be utilized in community empowerment activities. Wonorejo Village, Singosari District, Malang Regency, is one of the areas that develops the batik tradition as part of social inclusion efforts for survivors of mental disorders (ODGJ). Through the Jiwa Gerdu Sawah Posyandu, a stamp and ciprat batik training program was held to improve the skills, economic independence, and social integration of ODGJ survivors. This activity was carried out in the form of community service by PPG Prajabatan students of Malang State University for one month, involving nine ODGJ survivors and five posyandu cadres. The implementation method includes three stages, namely preparation, training implementation, and follow-up. The results of the activity showed that ODGJ survivors experienced various challenges, such as social stigma, limited access to work, and lack of productive activities. Through batik training which was carried out in a participatory and adaptive manner, participants showed improvements in aspects of skills, self-confidence, and social interaction. This program not only provides economic value through the batik products produced, but also contributes to the formation of a more inclusive and supportive environment for the psychosocial recovery of ODGJ survivors. Thus, the art of batik can be a strategic medium in empowering vulnerable groups towards independence and sustainable social reintegration.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun Instrumen Evaluasi Berbasis Literasi Numerasi melalui Elaborasi Taksonomi Bloom, Marzano, dan Solo di SMP Negeri 22 Malang Khofifatu Rohmah Adi; Nurul Ratnawati; Bayu Kurniawan; Diana Anggita Nareswari; Sheila Alfania
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/zwvbm543

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi guru di SMP Negeri 22 Malang adalah keterbatasan dalam menyusun instrumen evaluasi hasil belajar yang mampu mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik secara mendalam. Instrumen evaluasi yang digunakan umumnya masih terbatas pada soal pilihan ganda berbasis hafalan, sehingga belum sepenuhnya mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah sesuai tuntutan abad ke-21. Untuk menjawab tantangan tersebut, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan peningkatan kompetensi guru dalam menyusun instrumen evaluasi berbasis literasi dan numerasi melalui elaborasi Taksonomi Bloom, Marzano, dan SOLO. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang instrumen evaluasi yang valid, reliabel, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan service learning yang meliputi survei kebutuhan mitra, penyusunan materi, pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan, hingga evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru, yang ditunjukkan melalui penilaian sangat baik pada seluruh indikator evaluasi. Kegiatan praktik juga membantu guru mengaplikasikan teori secara langsung, sehingga mereka lebih siap untuk mengimplementasikan instrumen evaluasi tersebut di kelas. Dengan demikian, program ini berhasil meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun instrumen evaluasi yang mendukung literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi
KONTRIBUSI DUKUNGAN KELUARGA DAN SELF-EFFICACY TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 11 MALANG I Nyoman Dedi Arimawan; Bayu Kurniawan; I Nyoman Dedi Arimawan; Bayu Kurniawan; Ninik Ambarwati
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i5.2024.20

Abstract

Motivasi sangat penting dimiliki oleh peserta didik, karena dengan adanya motivasi peserta didik akan dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Namun kenyataannya motivasi tidak selalu dimiliki oleh setiap peserta didik yang dapat membuat pembelajaran menjadi tidak kondusif. Belum ada sebelumnya yang pernah meneliti menggunakan dua variabel terkait kontribusi dari dukungan orang tua dan self-efficacy terhadap motivasi belajar sehingga peneliti merasa penting untuk melakukan sebuah kajian empiris. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Malang, dengan sampel sebanyak 74 siswa dengan menggunakan rumus slovin. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, yang kemudian disebarkan kepada responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara dukungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa, ada pengaruh signifikan antara self-efficacy terhadap motivasi belajar siswa, kemudian ada pengaruh secara simultan antara dukungan orang tua dan self-efficacy terhadap motivasi belajar siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa pentingnya dukungan orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik, selain itu juga sangat penting adanya dorongan penguatan keyakinan dalam diri individu agar dapat termotivasi dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepada siswa.
RANCANGAN MUSEUM PERTANIAN DEWI SRI DESA KASEMBON KECAMATAN BULULAWANG KABUPATEN MALANG Nurul Ratnawati; Desinta Dwi Rapita; Bayu Kurniawan; Ferdinan Bashofi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1439-1444

Abstract

Desa Kasembon merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang yang memiliki lahan subur untuk kegiatan pertanian. Pertanian menjadi salah satu mata pencaharian utama penduduk di desa ini. Saat ini terdapat banyak jenis tanaman yang dibudidayakan di desa ini dengan menggunakan teknologi pertanian modern, sehingga banyak alat-alat pertanian tradisional yang sudah tidak terpakai oleh masyarakat dan hanya disimpan saja. Hal ini karena tidak adanya sarana yang dapat digunakan masyarakat untuk menjaga warisan alat-alat pertanian tradisional di desa ini. Permasalahan ini menarik minat Tim Abdimas UM untuk membantu Desa Kasembon dalam mengembangkan potensi yang ada dengan merancang museum pertanian yang dapat digunakan sebagai sarana menyimpan alat-alat pertanian tradisional yang saat ini sudah tidak digunakan sekaligus menjadi sarana edukasi. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahap, yakni persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Program yang telah dilakukan telah menghasilkan rancangan desain dan identitas museum pertanian yang diberi nama Museum Pertanian Dewi Sri, termasuk storyline, visi misi, tujuan, dan yang paling utama yakni susunan organisasi kepengurusan museum. Hal ini memiliki manfaat sebagai sarana untuk menjaga warisan alat-alat pertanian tradisional agar tetap dapat dijadikan sebagai media edukasi bagi generasi muda terutama untuk mengembangkan wawasan terkait sejarah dan perkembangan teknologi pertanian.
UI/UX Design Development for The SiCamar Application: A VR-Based Interactive Learning Media Bayu Kurniawan; Wahyu Djoko Sulistyo; Listyo Yudha Irawan
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 7, No 1 (2025): January
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v7i1.6902

Abstract

The rapid advancement of technology significantly affects various life aspects, notably education. Virtual reality (VR) is a key technology that enables the creation of educational media for historical sites. However, previous research indicates limitations in features and accessibility. This study aims to develop a prototype application called SiCamar (Malang Raya Temple Site) based on VR. Using a research and development (R&D) approach, we applied the ADDIE model, focusing only on the Analysis, Design, and Development stages since the goal was to create a prototype and test its initial feasibility. The needs analysis revealed that users desired to experience the historical site via a VR platform. Essential features identified include 360-degree panoramas, videos, teaching materials, and maps, while necessary learning activities involve virtual tours, video observation, reading materials, and answering questions. In the design phase, the use of AI facilitated the creation of an attractive user interface. User testing results indicate that the SiCamar application effectively enhances user satisfaction, particularly in supporting the learning process.
GEMSHiDa Apps: Explore Hindu-Buddha History Materials with an Android Game for Social Studies Students in Junior High School Mey Lafaiza Sukmaning Haresa; Bayu Kurniawan; Mohamed Jefferi bin Haji Mat Lazim
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 6, No 2 (2024): Juli
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v6i2.4312

Abstract

One potential learning tool for engaging students in play while providing comprehensive information on Hindu-Buddhist content is an educational game. This study focuses on developing the GEMSHiDa app, an educational game centered on Hindu-Buddhist history for Android devices, intended for social studies students in Junior Hight School. Following a research and development (R&D) approach using the ADDIE model, validation from two experts rated the app's teaching material as "Very Good." Additionally, feedback on the app's design and accessibility was deemed "Good" by other validators. Furthermore, classroom testing of the GEMSHiDa app yielded a "Very Good" rating, indicating its suitability for social studies instruction in middle schools. 
Increasing Student Learning Participation in Social Sciences Subjects through the RACVi (Reading, Analyze, Collecting Data, Virtualize) Model in SMPN 1 Garum Inna Qurrota A'yun; Bayu Kurniawan; Jefferi Mohamed Lazim
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 7, No 1 (2025): January
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v7i1.6911

Abstract

The low learning participation of students at SMPN 1 Garum. Based on this problem, this research applies the RACVi learning model because the learning model is believed to be appropriate in optimizing the learning participation of class VIII students in social studies subjects. The purpose of this study is to optimize learning participation in social studies subjects of class VIII students at SMPN 1 Garum, Blitar Regency through the RACVi learning model. The research design used in this research is a spiral model classroom action research. The data collection techniques applied are observation and questionnaires. While the data analysis technique uses qualitative data analysis flowing models by Miles and Huberma, namely: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that classroom action research applied in two phases states that there is an increase in student learning participation through the application of the RACVI learning model. Based on observation data, the level of student participation for phase 1 was recorded at 72%. After improvements were made in cycle 2, the participation level increased to 81%. While the observation data from the questionnaire results also showed a trend of increasing student learning participation. In cycle 1, the level of student participation was recorded at 74%, and increased to 82% for phase 2. This data further strengthens the finding that the RACVI learning model is able to create a more interactive learning atmosphere. This proves that the implementation of this model can support a significant increase in student participation.