Muhammad Rafiek
Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Published : 31 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : JURNAL TUGAS AKHIR MAHASISWA

INTERTEKSTUALITAS NOVEL HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO DENGAN FILM HUJAN BULAN JUNI KARYA RENI NURCAHYO HESTU SAPUTRA Ade Ferihan; Muhammad Rafiek; Maria Lusia Anita Sumaryati
LOCANA Vol 4 No 1 (2021): LOCANA: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam.v4i1.50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan antara novel dengan film Hujan Bulan Juni serta mendeskripsikan unsur intrinsik dan intertekstualitas sastra meliputi persamaan dan perbedaan yang terdapat dalam unsur intrinsik tersebut. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan ialah pendekatan intertekstualitas. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian: tema, tokoh dan penokohan, alur, dan latar. Sumber data adalah novel dan film Hujan Bulan Juni. Instrumen penelitian penulis sendiri dan kartu pencatat data. Teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan catat. Teknik analisis data dengan teknik analisis isi dan teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa adanya transformasi dan modifikasi pada bagian unsur intrinsik. Unsur intrinsik yang mengalami transformasi dan modifikasi pada film Hujan Bulan Juni karya Reni Nurcahyo Hestu Saputra tersebut yaitu tema, tokoh dan penokohan, alur, dan latar.
INTERTEKSTUALITAS NOVEL HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO DENGAN FILM HUJAN BULAN JUNI KARYA RENI NURCAHYO HESTU SAPUTRA Ade Ferihan; Muhammad Rafiek; Maria Lusia Anita Sumaryati
JURNAL LOCANA Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtam.v4i1.50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan antara novel dengan film Hujan Bulan Juni serta mendeskripsikan unsur intrinsik dan intertekstualitas sastra meliputi persamaan dan perbedaan yang terdapat dalam unsur intrinsik tersebut. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan ialah pendekatan intertekstualitas. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian: tema, tokoh dan penokohan, alur, dan latar. Sumber data adalah novel dan film Hujan Bulan Juni. Instrumen penelitian penulis sendiri dan kartu pencatat data. Teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan catat. Teknik analisis data dengan teknik analisis isi dan teknik penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa adanya transformasi dan modifikasi pada bagian unsur intrinsik. Unsur intrinsik yang mengalami transformasi dan modifikasi pada film Hujan Bulan Juni karya Reni Nurcahyo Hestu Saputra tersebut yaitu tema, tokoh dan penokohan, alur, dan latar.
KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI MENGGUNAKAN VIDEO PEMBELAJARAN DARING PESERTA DIDIK KELAS VIII-A SMPN 13 BANJARMASIN Radiah; Muhammad Rafiek; Lita Luthfiyanti
JURNAL LOCANA Vol. 4 No. 2 (2021): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil kemampuan menulis teks eksplanasi menggunakan video pembelajaran daring peserta didik kelas VIII-A SMPN 13 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sumber data penelitian ini, yaitu kelas VIII-A berjumlah 28 peserta didik. Instrumen yang digunakan berupa tes untuk memperoleh data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik menulis teks eksplanasi ada 2 (7,1%) orang yang sangat tidak mampu, ada 3 (10,7%) orang yang tidak mampu, ada 15 (53,6%) orang yang mampu, dan ada 8 (28,6%) orang yang sangat mampu. Dari empat kategori tersebut, ada 23 (83%) orang yang mampu dan ada 5 (17%) orang yang tidak mampu. Berdasarkan perolehan tersebut, dapat diketahui bahwa kemampuan menulis teks eksplanasi peserta didik termasuk mampu.
KESANTUNAN DAN KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA DALAM FILM PREMAN PENSIUN: POLITENESS AND NOT POLITNESS SPEAK IN PREMAN PENSIUN MOVIES Akmal Hadi; Jumadi Jumadi; Muhammad Rafiek
JURNAL LOCANA Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jl.v5i2.95

Abstract

Kesantunan adalah tata cara atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Ketidaksantunan merupakan bentuk kebahasaan tidak baik dan melanggar tata krama. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pematuhan dan pelanggaran maksim dalam tuturan film preman pensiun. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan teknik simak dalam pengumpulan data. Sumber data pada penelitian ini adalah film Preman Pensiun yang ditulis Aris Nugraha. Data dalam penelitian ini adalah dialog para tokoh yang mengandung kesantunan dan ketidaksantunan berbahasa dalam film preman pensiun. Dari hasil penelitian disimpulkan kesantunan dan ketidaksantunan berbahasa dalam film tersebut terdapat 52 data meliputi, 8 maksim kearifan, 4 maksim kedermawanan, 3 maksim pujian, 2 maksim kerendahan hati, 18 maksim kesepakatan, 7 maksim simpati. Kemudian data yang terkait dengan ketidaksantunan berbahasa terdapat 3 maksim kearifan, 2 maksim kesepakatan, 1 maksim pujian, 1 maksim kerendahan hati, 2 maksim kesepakatan, dan 1 maksim simpati. Politeness is a procedure or habit that applies in society. Immodesty is a form of bad language and violates etiquette. This study aims to describe the observance and violation of maxims in the utterances of the film's preman pension. Researchers used descriptive research methods and qualitative research types. The researcher used the listening technique in collecting data. The data source in this research is the film Preman Pensiun written by Aris Nugraha. The data in this study are the dialogues of the characters that contain politeness and politeness in language in the film of retired thugs. From the results of the study, it was concluded that politeness and impoliteness in language in the film contained 52 data including, 8 maxim wisdom, 4 maxim generosity, 3 maxim praise, 2 maxim humility, 18 maxim agreement, 7 sympathy maxim. Then the data related to language impoliteness there are 3 maxim wisdom, 2 maxim agreement, 1 maxim praise, 1 maxim humility, 2 maxim agreement, and 1 maxim sympathy.
HUBUNGAN ANTARA PERISTIWA DAN PERUBAHAN KARAKTER TOKOH DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA: RELATIONSHIP BETWEEN EVENTS AND CHARACTER CHANGES IN THE NOVEL OF THE SUNNING OF THE VAN DER WIJCK SHIP HAMKA'S WORK Jordi Nanda Heriady; Muhammad Rafiek; Sainul Hermawan
JURNAL LOCANA Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jl.v5i2.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan antara peristiwa dan perubahan karakter tokoh dalam novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck karya Hamka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif tersebut bertujuan untuk menjabarkan, menggambarkan, menguraikan, dan memaparkan suatu objek yang diteliti dengan kompleks. Fokus penelitian meliputi unsur intrinsik. Sumber data adalah novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck karya Hamka. Instrumen penelitian yaitu penulis selaku peneliti dan kartu pencatat data. Teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan catat. Teknik analisis isi dan penyajian hasil data. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa adanya hubungan antara peristiwa dan perubahan karakter dalam novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck karya Hamka meliputi unsur intrinsik dari kategori peristiwa percintaan, adat istiadat, diskriminasi dan lain-lain. The purpose of this study is to describe the relationship between events and changes in the character of the characters in Tenggelamnya Kapal van Der Wijck Hamka. The method used in this research is descriptive qualitative. The qualitative descriptive method aims to describe, describe, describe, and describe an object being studied in a complex manner. The research focus includes intrinsic elements. The data source is the novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck by Hamka. The research instrument is the writer as the researcher and the data recording card. Data collection techniques in the form of listening and note-taking techniques. Content analysis techniques and presentation of data results. From the results of the study, it can be concluded that there is a relationship between events and character changes in Hamka's Tenggelamnya Kapal van Der Wijck novel which includes intrinsic elements from the categories of love events, customs, discrimination and others.
STRUKTURALISME DALAM CERPEN “PENIPU YANG KEEMPAT” DAN “HARTA GANTUNGAN” KARYA AHMAD TOHARI: STRUCTURALISM IN THE STORY “PENIPU YANG KEEMPAT” AND “HARTA GANTUNGAN” BY AHMAD TOHARI Resma Indah Parwati; Muhammad Rafiek; Sabhan Sabhan
JURNAL LOCANA Vol. 5 No. 2 (2022): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jl.v5i2.102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tema, fakta-fakta cerita, dan sarana-sarana sastra menggunakan strukturalisme menurut Robert Stanton dalam cerpen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema, fakta-fakta cerita, dan sarana-sarana sastra sebagai berikut. Pertama, tema pada cerpen Penipu yang Keempat, yaitu penipuan. Kedua, fakta-fakta cerita terdiri atas alur, karakter, dan latar. Alur yang ditemukan adalah alur campuran. Karakter tokoh “aku” merasa serba tahu, terlalu percaya diri, dan tidak ikhlas. Latar cerita yaitu, rumah halaman depan, kamar, dan pasar. Ketiga, sarana-sarana sastra meliputi judul, sudut pandang, gaya dan tone, simbolisme, dan ironi. Judul cerpen sesuai dengan isi jalan cerita yang mengisahkan tokoh “aku” sebagai penipu keempat. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama-utama. Gaya yang digunakan pengarang sederhana, lugas, dan tidak terlalu sulit dipahami dan tone pengarang memperlihatkan sikap sarkasme. Simbolisme yang ditemukan adalah simbol penipu. Ironi yang ditemukan ialah ironi dramatis. This study aims to describe the theme, story facts, and literary means using structuralism according to Robert Stanton in short stories. This study used qualitative research methods. The results showed that the themes, story facts, and literary means were as follows. First, the theme in the fourth short story of the Fraudster, namely fraud. Second, the facts of the story consist of plot, characters, and setting. The grooves found are mixed grooves. The character “I” feels all knowing, too confident, and not sincere. The setting of the story is, the front yard house, the room, and the market. Third, literary tools include title, point of view, style and tone, symbolism, and irony. The title of the short story is in accordance with the content of the storyline which tells the character “I” as the fourth con artist. The point of view used is first-person point of view. The style used by the author is simple, straightforward, and not too difficult to understand and the author’s tone shows an attitude of sarcasm. The symbolism found is that of a fraudster. The irony found is dramatic irony.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PEMBELAJARAN MENYIMAK BERITA KELAS VIII-B SMPN 10 BANJARMASIN: IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES USING AUDIO VISUAL MEDIA LEARNING TO LISTEN TO NEWS CLASS VIII-B SMPN 10 BANJARMASIN Nabilla; Muhammad Rafiek; Mohammad Fatah Yasin
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menyimak berita dan mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media audio visual pada pembelajaran menyimak berita siswa kelas VIII-B SMP Negeri 10 Banjarmasin. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Penelitian Tindakan Kelas, dengan empat tahap pelaksanaan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian dilakukan dengan teknik observasi dan tes/ujian. Data yang terkumpul berupa lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, kemampuan menyimak dan hasil belajar siswa. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan rumus persentase dan hasil belajar siswa minimal mencapai nilai 75 dengan nilai persentase 75%-100% siswa yang tuntas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran menyimak berita menggunakan media audio visual terlaksana dengan baik. Pada siklus I hasil belajar siswa memperoleh hasil 72,27% siswa yang mendapatkan nilai tuntas. Siklus II hasil belajar siswa memperoleh hasil 88,00% siswa yang mendapatkan nilai tuntas. Sehingga, peningkatan hasil belajar siswa menggunakan media audio visual berhasil mencapai indikator keberhasilan. Kata kunci: peningkatan, hasil belajar, dan media audio visual The study is intended to describe the practice of listening to the news and describe the increased results of students' learning using visual audio media on the VIII-B Junior High School 10 Banjarmasin. The study is conducted using class action research methods, with the four stages of execution of planning, action, observation and reflection. Research is done with observation techniques and tests. The data collected is a teacher activity observation sheet, a student activity, the ability to pay attention and the student's learning results. The data collected is analyzed using the percentage formula and students' learning achieves a minimum of 75 with a 75%-100% student completed. Studies indicate that the practice of listening to the news using visual media is well accomplished. On the I cycle the results of student study earn 72.27% of the students who get the grade. The class ii cycle results from student study results from 88.00% of students who get a complete score. Thus, the increased results of students' learning using audio visual media have succeeded in reaching success indicators. Keyword: improvement, learning outcomes, and audio visual media
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN FILM KAPAL GOYANG KAPTEN TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X MA AL-MUHAJIRIN ANTANG: THE EFFECTIVENESS OF USE OF THE FILM "KAPAL GOYANG KAPTEN" ON THE ABILITY TO WRITE ANECDOTE TEXTS IN STUDENTS CLASS X MA AL-MUHAJIRIN ANTANG Rizkiyah Aulia Rahma; Muhammad Rafiek; Faradina
LOCANA Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i1.201

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui efektivitas penggunaan film Kapal Goyang Kapten terhadap kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X MA Al-Muhajirin Antang dengan menilai berdasarkan aspek struktur dan kebahasaan. Menggunakan metode kuantitatif jenis penelitian kuasi eksperimen. Sumber data, yaitu kelas 10-2 dan kelas 10-3, data diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum menggunakan film Kapal Goyang Kapten terdapat 3 siswa berkategori tuntas (19%) dan 13 siswa berkategori tidak tuntas (81%), sedangkan setelah menggunakan film Kapal Goyang Kapten terdapat 14 siswa berkategori tuntas (93%) dan 1 siswa berkategori tidak tuntas dengan (7%). Hasil uji paired sample t test diketahui nilai Sig. (2-tailed) kelas eksperimen sebesar 0,000 < 0,05. Hasil uji independent sample t test diketahui bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,001 < 0,05. Tingkat efektivitas penggunaan film Kapal Goyang Kapten terhadap kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X MA Al-Muhajirin Antang berkategori cukup efektif dengan nilai rata-rata N Gain (%) 73,40. Kata kunci: efektivitas, film, dan teks anekdot This study was conducted with the aim of knowing the effectiveness of using the film “Kapal Goyang Kapten” on the ability to write anecdotal texts in class X MA Al-Muhajirin Antang by assessing based on structural and linguistic aspects. Using quantitative methods of quasi experimental research type. Data sources, namely class 10-2 and class 10-3, data obtained from pretest and posttest results. The results showed that before using the film “Kapal Goyang Kapten” there were 3 students categorized as complete (19%) and 13 students categorized as incomplete (81%), while after using the film “Kapal Goyang Kapten” there were 14 students categorized as complete (93%) and 1 student categorized as incomplete with (7%). The paired sample t test results show that the Sig. (2-tailed) experimental class of 0.000 <0.05. The independent sample t test results show that the Sig. (2-tailed) is 0.001 <0.05. The level of effectiveness of using the film “Kapal Goyang Kapten” on the ability to write anecdotal texts in class X MA Al-Muhajirin Antang students is categorized as quite effective with an average N-Gain (%) value of 73.40. Keywords: effectiveness, film, and anecdote text
CITRAAN DALAM KUMPULAN PUISI “SERGIUS MENCARI BACCHUS” KARYA NORMAN ERIKSON PASARIBU: IMAGERY IN THE POETRY COLLECTION "SERGIUS SEARCHES FOR BACCHUS" BY NORMAN ERIKSON PASARIBU Masitah Ahma; Muhammad Rafiek
LOCANA Vol. 7 No. 2 (2024): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v7i2.225

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis citraan dan makna citraan pada puisi yang dianalisis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan ialah dengan pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian ditemukan ada lima jenis citraan, yaitu citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan perabaan, citraan pengecapan, dan citraan gerak. Sedangkan, citraan penciuman tidak ditemukan. Citraan yang banyak ditemukan yaitu citraan penglihatan sebanyak 18 kutipan, citraan pendengaran 17 kutipan, citraan peraba 9 kutipan, citraan pengecapan 3 kutipan, dan citraan gerak 4 kutipan. Total ada 51 kutipan. Makna citraan pada puisi “Sergius Mencari Bacchus” karya Norman Erikson Pasaribu banyak memuat mengenai kesendirian, kesepian, dan kesedihan. Kata Kunci : citraan, puisi, dan Sergius Mencari Bacchus Abstract This research aims to describe the types of imagery and meaning of imagery in the poetry being analyzed. The method used in this research uses a qualitative descriptive approach. This research uses library study techniques. The data analysis technique used is heuristic reading and hermeneutics reading. The research results found that there were five types of imagery, namely visual imagery, auditory imagery, tactile imagery, taste imagery and movement imagery. Meanwhile, no olfactory imagery was found. The images that were frequently found were 18 visual images, 17 auditory images, 9 tactile images, 3 gustatory images, and 4 motion images. There are a total of 51 quotes. The meaning of the imagery in the poem "Sergius Looking for Bacchus" by Norman Erikson Pasaribu contains a lot about solitude, loneliness and sadness. Keywords: imagery, poetry, Sergius Searching for Bacchus
Representasi Kekuasaan dalam Tindak Tutur antara Penjual dan Pembeli Di Pasar Kalindo Banjarmasin: Representation of Power in Speech Acts between Sellers and Buyers at the Kalindo Market in Banjarmasin Muhammad Sani; Muhammad Rafiek; Ahsani Taqwiem
LOCANA Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL LOCANA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jlc.v8i1.251

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan atas pengamatan terhadap istilah yang berkembang di masyarakat bahwa penjual sebagai singa dan pembeli sebagai raja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat representasi kekuasaan dalam tindak tutur antara penjual dan pembeli di pasar Kalindo Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif berjenis deskriptif. Data penelitian mencakup tuturan yang diucapkan penjual dan pembeli. Data penelitian kemudian dianalisis dan dikelompokkan dalam lima tindak tutur yaitu asertif, direktif, komisif, deklaratif, dan ekspresif. Berdasarkan hasil analisis representasi kekuasaan seperti kekuasaan legitimasi, kekuasaan jabatan, kekuasaan penghargaan, kekuasaan ahli, dan kekuasaan paksaan terdapat dalam tindak tutur antara penjual dan pembeli. Peneliti lain diharapkan memahami lebih dalam telaah representasi kekuasaan dalam tindak tutur pada fenomena-fenomena kebahasaan lain yang beragam sehingga menghasilkan temuan yang bermanfaat bagi pembelajaran. Penelitian ini juga dapat menjadi acuan bagi peneliti lain untuk mengembangkan tindak tutur agar terkhusus pada satu tindak tutur sehinga mendapatkan temuan representasi kekuasaan yang lebih dalam.Kata kunci: representasi kekuasaan, tindak tutur, penjual dan pembeli Abstract This research was conducted based on observations of the term that has developed in society that the seller is the lion and the buyer is the king. This research aims to look at the representation of power in speech acts between sellers and buyers at the Kalindo market in Banjarmasin. The method used in this research is descriptive qualitative type. Research data includes speech spoken by sellers and buyers. The research data was then analyzed and grouped into five speech acts, namely assertive, directive, commissive, declarative and expressive. Based on the results of the analysis, representations of power such as legitimacy power, position power, reward power, expert power and coercive power are found in speech acts between sellers and buyers. Other researchers are expected to understand more deeply the study of the representation of power in speech acts in various other linguistic phenomena so as to produce findings that are useful for learning. This research can also be a reference for other researchers to develop speech acts to be specific to one speech act so as to obtain deeper findings on the representation of power.Keywords: representation of power, speech acts, sellers and buyers