Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Itikad Tidak Baik dalam Pendaftaran Merek terhadap Merek Terkenal di Indonesia Dewi, Kumala; Lie, Gunardi
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.50923

Abstract

Penelitian ini mengkaji persoalan itikad tidak baik dalam pendaftaran merek terhadap merek terkenal di Indonesia, dengan menitikberatkan pada efektivitas perlindungan hukum yang diberikan oleh sistem hukum nasional. Fenomena pendaftaran merek oleh pihak yang tidak berhak, atau dikenal sebagai bad faith registration, telah menjadi salah satu bentuk pelanggaran yang kerap menimbulkan sengketa dalam praktik kekayaan intelektual. Meskipun Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis telah mengatur mekanisme perlindungan bagi pemilik merek terkenal, implementasi prinsip itikad baik dalam proses pendaftaran masih menghadapi sejumlah kendala, baik dari segi pembuktian niat tidak baik maupun konsistensi penerapan oleh otoritas administratif dan peradilan. Melalui pendekatan yuridis normatif, penelitian ini menelaah peraturan perundang-undangan, doktrin para ahli, serta putusan pengadilan yang relevan untuk menilai sejauh mana prinsip good faith dijalankan dalam sistem first to file yang dianut Indonesia. Analisis dilakukan secara deduktif dan kualitatif dengan menyoroti hubungan antara prinsip moralitas hukum dan kepastian hukum dalam pendaftaran merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip itikad baik tidak hanya berfungsi sebagai norma etis, tetapi juga sebagai dasar hukum yang menentukan keabsahan suatu pendaftaran. Pendaftaran merek yang dilakukan dengan niat menjiplak, meniru, atau membonceng reputasi merek terkenal harus dianggap sebagai pelanggaran terhadap asas kejujuran dan persaingan usaha yang sehat. Oleh karena itu, tindakan administratif berupa penolakan pendaftaran oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual serta upaya hukum berupa pembatalan melalui Pengadilan Niaga merupakan bentuk konkrit perlindungan hukum represif bagi pemilik merek terkenal.
EFFECTS OF BLUE LIGHT AND PACLOBUTRAZOL ON SEED GERMINATION, VEGETATIVE GROWTH AND YIELD OF BLACK RICE (Oryza sativa L. ‘Cempo Ireng’) Dewi, Kumala; Agustina, Rizkika Zakka; Nurmalika, Farida
BIOTROPIA Vol. 23 No. 2 (2016): BIOTROPIA Vol. 23 No. 2 December 2016
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1254.435 KB) | DOI: 10.11598/btb.2016.23.2.478

Abstract

Black rice (Oryza sativa L. “Cempo Ireng”) is one of the local rice varieties in Sleman Regency, Yogyakarta. Its black color is caused by a high anthocyanin content, which is an important source of antioxidants. The cultivation of black rice is still limited due to its tall phenotype, long vegetative stage, and lower productivity compared to white rice. Paclobutrazol is a growth retardant that causes dwarfing in several crop plants and reduces lodging. Blue light can improve plant quality. This research aimed to evaluate the effects of blue light and paclobutrazol on seed germination, vegetative growth, and yield of black rice. The results showed that the average seed germination and the α-amylase activity of seeds exposed to blue light were lower compared to those exposed to sunlight; however, paclobutrazol concentrations did not affect the seed germination percentage. The height of rice plants treated with paclobutrazol decreased in accordance with increasing paclobutrazol concentration. Chlorophyll content and tiller numbers increased with 12.5 ppm paclobutrazol treatment. Nitrate reductase activity was higher in rice seedlings subjected to blue light compared to sunlight. Iron (Fe) content in rice plants treated with 25 or 50 ppm paclobutrazol increased compared to the control. In conclusion, paclobutrazol application at 12.5 ppm effectively reduced plant height, and higher concentrations caused greater height reduction. Blue light treatment during black rice seed germination slightly reduced germination percentage and α-amylase activity. However, when combined with paclobutrazol application, blue light treatment increased chlorophyll content, tiller numbers, and Fe content in black rice grains.
Implementasi Model Deep Learning IndoBERT dengan Antarmuka Aplikasi Mobile untuk Deteksi Berita Hoaks Berbahasa Indonesia Wenang, Asta; Akbar Widianto, Krisna; Nugraha, Muhammad Egi; Rizki, Muhamad; Dewi, Kumala
KONSTELASI: Konvergensi Teknologi dan Sistem Informasi Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/konstelasi.v5i2.13250

Abstract

Penyebaran berita hoaks di internet semakin meningkat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta keresahan dalam masyarakat. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah sulitnya membedakan informasi yang valid dan yang menyesatkan, karena banyak hoaks dibuat dengan tampilan yang menyerupai berita resmi. Penelitian ini bertujuan menerapkan model deep learning IndoBERT untuk mendeteksi berita hoaks berbahasa Indonesia sekaligus mengintegrasikannya ke dalam prototipe aplikasi mobile agar dapat diuji secara praktis. Pendekatan yang digunakan meliputi eksperimen melalui tahapan pengumpulan data, pra-pemrosesan teks, pelatihan model, serta evaluasi kinerja menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Dataset penelitian berasal dari kumpulan berita daring yang telah diberikan label hoaks dan nonhoaks. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model IndoBERT mampu mencapai akurasi 99% dengan nilai Area Under The Curve (AUC) sebesar 0,999, sehingga terbukti efektif untuk tugas klasifikasi teks. Model terlatih kemudian dihubungkan dengan backend Flask dan diuji melalui antarmuka Flutter, yang memungkinkan pengguna memasukkan teks berita dan memperoleh hasil klasifikasi secara langsung. Berdasarkan hasil tersebut, sistem ini berpotensi menjadi alat bantu verifikasi informasi yang cepat dan akurat dalam upaya menekan penyebaran hoaks di masyarakat.