Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Kuat Tekan Beton dengan Penambahan Abu Batu Pada Proyek Pembangunan Jalan Oenaek – Saenam – Nunpo, Kefamenanu Muti, Adelfince; Susilowati; Sari, Inge Anggita; Dewi, Monica
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 8 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i8.394

Abstract

Beton merupakan bahan bangunan yang sering digunakan dalam proyek konstruksi. Karena kelebihan beton yang memiliki kekuatan dan mudah di bentuk, serta bahan-bahan yang mudah untuk didapatkan, beton menjadi pilihan utama dalam bidang konstruksi. Beton sendiri terdiri dari campuran bahan semen, pasir, batu pecah dan air. Material-material pembentuk beton dalam dunia teknik sipil dikenal sebagai agregat Kasar dan agregat halus serta semen sebagai bahan pengikat.Agregat kasar di hasilkan dari mesin pemecah batu (Stone Crusher). Dan untuk agregat halus pembentuk beton disini menggunakan pasir dari quary setempat. Seperti dalam proyek Pembangunan Jalan Oenaek-Saenam -Nunpo, Kefamenanu, pengerjaan item beton menggunakan pasir sebagai agregat halus dan batu pecah dari quary kali Noemuti, Kefamenanu. Namun dalam perjalanan pengerjaan proyek tersebut, kebutuhan akan pasir terus meningkat, karena pasir bukan hanya digunakan untuk beton, tapi juga untuk kebutuhan item pekerjaan lainnya seperti aspal maupun bahan lapis pondasi bawah (Agregat Klas A). Sehingga terjadi kelangkaan pada pasir di quari Sungai Noemuti. Untuk itu diperlukan alternatif lain sebagai pengganti agregat halus. Agregat halus merupakan material yang memiliki butiran yang kecil atau lolos dari saringan no.4 (4,75 mm), dan berfungsi sebagai bahan pengisi dalam campuran beton dan mengikat agregat kasar agar dapat membentuk kekuatan beton. Untuk itu, dalam penelitian ini penulis mencoba menambahkan abu batu hasil stone crusher sebagai agregat halus dalam campuran beton. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kuat tekan beton tanpa penambahan abu batu dan dengan penambahan abu batu, serta layak tidaknya penggunaan abu batu pada campuran beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium pengujian tanah dan studi literatur peneliti terdahulu.
Cybersecurity risk awareness in mobile banking: evidence from Sabah, Malaysia Mohidin, Rosle; Lajuni , Nelson; Lestari, Rahayu; Wastuti, Wahyu; Budin , Dg Safrina Ag; Ogunkoya, Olufemi Adewale; Dewi, Monica; Muharam, Hari; Salmah
Global Advances in Business Studies Vol. 4 No. 2 (2025): Global Advances in Business Studies (GABS)
Publisher : Ifma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates how Sabahan perceive and respond to cybersecurity risks when using mobile banking. This study employed partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) and focused on four main factors: user awareness and behavior (UAB), mobile device security (MDS), banking app security features (BASF), and perceived cybersecurity threats (CT). A total of 350 questionnaires were distributed, and 286 valid responses were analyzed. The results indicate that UAB, MDS, and BASF all play a significant role in shaping cybersecurity risk awareness (CRA), while CT showed little to no direct effect. These findings suggest that improving user education and promoting secure practices are just as important as technical safeguards. In particular, enhancing digital literacy among less tech-savvy users, ensuring that security features are simple to use, and strengthening device protections can all help reduce risks of cybersecurity. The study concludes that a combination of user-focused education and stronger security standards is necessary to improve the overall safety of mobile banking services.