Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Life Science

AKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA DAGING KERANG HIJAU (Perna viridis) DI MUARA SUNGAI BANJIR KANAL BARAT SEMARANG Wardani, Destia Ayu Kusuma; Dewi, Nur Kusuma; Utami, Nur Rahayu
Life Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis kadar Timbal pada kerang hijau di muara sungai Banjir Kanal Barat Semarang serta mengetahui kelayakan kerang hijau untuk dikonsumsi. Penelitian menggunakan metode Purposive random sampling. Penelitian dilakukan di BBTKL PP Yogyakarta menggunakan metode AAS untuk menganalisisnya. Hasil yang didapat kemudian dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku untuk perairan laut dan kadar Timbal pada makanan. Keseluruhan hasil yang diperoleh untuk kadar Timbal pada kerang hijau pada Stasiun 1, 2, 3 dan 4 sebesar 1,18mg/kg, 1,17 mg/kg, 0,89 mg/kg dan 0,89 mg/kg. Hasil yang diperoleh masih di bawah ambang baku mutu yang berlaku yaitu sebesar 1,5 mg/kg. Berdasarkan dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa, kerang hijau yang terdapat di muara sungai Banjir Kanal Barat Semarang sudah terakumulasi logam Timbal meskipun kadarnya masih di bawah ambang batas seyogyanya tidak dikonsumsi karena sifat Timbal yang akumulatif, sehingga dapat membahayakan kesehatan.The aims research are to analyze the content of Lead on green mussels in estuaries along the West Flood Canal in Semarang and as well as find out the feasibility of green mussels to be consumed. The study used purposive random sampling method. The research testing is done in  BBTKL PP Yogyakarta use a method to analyse it AAS. The results were compared to the applicable standards for marine waters and Lead content in food. Overall the results obtained for Lead levels in mussels at Station 1, 2, 3 and 4 each 1,18 mg/kg, 1,17 mg kg, 0.89 mg/kg and 0.89 mg/kg. The results obtained are still below the applicable standard that is equal to 1.5 mg/kg. Based on the results of the research it can be concluded that, there are the green mussels in estuaries West Flood Canal in Semarang had accumulated metals timbale even still below threshold levels are unfit for comsumption, due to the nature of the lead accumulative so as to endanger the health.
AKUMULASI KANDUNGAN LOGAM BERAT CHROMIUM (Cr) PADA IKAN BETOK (Anabas testudineus) YANG TERPAPAR LIMBAH CAIR TEKSTIL DI SUNGAI LANGSUR SUKOHARJO budiati, Septima Raras; Dewi, Nur Kusuma; Pribadi, Tyas Agung
Life Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri tekstil diikuti dengan semakin tingginya limbah yang dihasilkan. Limbah industri tekstil mengandung bahan pencemar yang sulit terurai di lingkungan.Sungai Langsur yang berada tepat dibelakang industri tekstil berpotensi sebagai tempat pembuangan limbah dari industri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akumulasi kandungan logam berat Cr pada air dan ikan Betok (Anabas testudineus) di sungai Langsur Sukoharjo.Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi dengan metode survai, dimana penetapan pengambilan sampel dengan teknikrandom sampling. Penempatan stasiun didasarkan atas perkiraan beban pencemar dan aktivitas yang terdapat di sepanjang aliran. Pengambilan data dilakukan sebanyak 1 kali dengan 5 sampel pada masing-masing stasiun. Stasiun terdiri dari tiga lokasi, stasiun I di pusat pencemaran, stasiun II 500m dari stasiun I, stasiun III 1000m dari stasiun I. Metode analisis kandungan Cr pada air dan ikan menggunakan AAS.Kadar logam berat Cr pada air masih dibawah ambang batas yaitu <0,0213 mg/l dengan baku mutu 0,05 mg/l. Pada ikan Betok mengandung rata-rata Cr 7,05 mg/kg melebihi ambang batas yang sudah ditentukan, yaitu 2,5 mg/kg sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Masyarakat yang biasa mengambil ikan seyogyanya tidak mengkonsumsi ikan tersebut karena sifat logam berat yang bioakumulasi, biomagnifikasi, toksik, dan karsinogenik.Development of the textile industry is followed by the larger wastewater produced. Waste produced by the textile industry is containing pollutants which are difficult to decompose in the environment. Langsur River which is right behind the textile industry has great potential as a waste dump for the industry. The aim of this study is to determine the level of accumulation heavy metal Cr in water and inBetok fish (Anabas testudineus) in Langsur river, Sukoharjo.This research uses design exploratory with a survey method, where the determination of sampling with random sampling technique. Placement of stations based on the estimates of pollutant loads and activities located along the stream. Data collection was performed by 1 times with 5 samples at each station.Stationconsistsofthreelocations, the firststationinthe centralpollution, IIstation500mfrom thestation I, III1000mstationfrom the stationI .Cr content analysis methods at water and fish using AAS. Results of heavy metal Cr in water are still below the threshold that is <0.0213 mg/l with the quality standard of 0.05 mg/l. In Betok fish containing Cr with an average of 7.05 mg/kg exceeds predetermined threshold, ie 2.5 mg/kg that is not suitable for consumtion. People who used to take the fish should not eat the fish because of the nature of heavy metal bioaccumulation, biomagnification, toxic, and carcinogenic
ENJERAPAN TIMBAL (Pb) PADA HATI SAPI MENGGUNAKAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) (Studi Kasus di TPA JATIBARANG) Trisdihar, Ansa Ikrar; Dewi, Nur Kusuma
Life Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sapi yang digembalakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Semarang terkontaminasi timbal (Pb) pada organ hatinya. Upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar Pb pada hati sapi dengan cara merebus hati sapi bersama-sama dengan daun jambu biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daun jambu biji dalam menjerap timbal yang ada pada hati sapi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial menggunakan satu faktor yaitu variasi banyaknya daun jambu biji 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Parameter yang diamati adalah penjerapan Pb yang ditunjukkan dengan adanya penurunan kadar Pb pada hati sapi. Data dianalisis menggunakan Anava satu arah yang kemudian dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil Anava satu arah menunjukkan bahwa variasi perlakuan banyaknya daun jambu biji yang digunakan dalam perebusan hati sapi berpengaruh terhadap penurunan kadar Pb pada hati sapi. Penjerapan Pb pada hati sapi secara optimal terdapat pada perlakuan menggunakan daun jambu biji sebanyak 250 gr atau setara dengan 85 lembar daun pada perlakuan 50% dengan rata-rata penurunan Pb sebesar 0,012 mg/Kg. Penjerapan Pb oleh daun jambu biji dapat terjadi karena daun jambu biji bertindak sebagai adsorben yang mampu menjerap timbal sehingga kadar Pb pada hati sapi dapat menurun Cows grazing in the final disposal (landfill) Jatibarang Semarang contaminated with lead (Pb) in the liver organ. Efforts should be made to reduce levels of Pb in liver by boiling cow liver together with guava leaves. This research aimed to determine the ability of guava leaves in absorbing of lead in the cow liver. This research used a completely randomized design with one factorial using a variation of the many factors that guava leaves 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, and 50%. Parameters observed were the adsorption of Pb indicated by the decreasing of Pb levels in beef liver in each of the various treatments. Data were analyzed using one-way Anova followed by LSD test. The results of one-way Anova showed that the treatment of various guava leaves used in boiling of beef liver effect on decreasing levels of Pb in beef liver. Adsorption Pb at the heart of the cow was optimal there are in treatment use leaves as many as 250 gr guava or equivalent to 85 pieces of leaves on the decline in treatment with an average 50% of Pb 0.012 mg/Kg. Lead adsorption by guava leaves can occur because of guava leaves act as an adsorbent that is able to adsorb lead to Pb in cow liver can be decreased
Identifikasi Ektoparasit pada Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) yang Dibudidayakan di Balai Benih Ikan (BBI) Boja Kendal Hasyimia, Umi Salmah Al; Dewi, Nur Kusuma; Pribadi, Tyas Agung
Life Science Vol 5 No 2 (2016): October 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering dialami dalam budidaya ikan lele adalah timbulnya penyakit dan kematian. Penyakit yang menyerang ikan dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, virus, maupun parasit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis ektoparasit yang menyerang pembenihan ikan lele Sangkuriang di Balai Benih Ikan Boja, Kendal. Penelitian dilaksanakan di tiga kolam budidaya (A3, A4, dan A5). Masing-masing kolam diambil lima belas ikan sebagai sampel yang diambil secara acak di lima titik pengambilan. Ikan yang dijadikan sampel adalah benih ikan lele Sangkuriang ukuran 3-5 cm dengan kriteria berat ±0,6 gram. Pemeriksaan ektoparasit dilakukan dengan cara mengerok lendir bagian luar tubuh ikan dari kepala sampai ekor. Kemudian lendir dioleskan ke object glass, ditetesi akuades, ditutup cover glass, dan diamati di bawah mikroskop. Hasil pemeriksaan ektoparasit dianalisis secara deskriptif. Data yang diperoleh ditabulasikan ke dalam tabel dan grafik. Hasil penelitian didapat dua jenis ektoparasit yang berasal dari sub kelas Monogenea, yaitu genus Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Prevalensi parasit tertinggi adalah Gyrodactylus sp. sebesar 100%, sedangkan nilai intensitas parasit tertinggi adalah parasit Gyrodactylus sp. sebesar dua individu/ekor. Tingginya prevalensi Gyrodactylus sp. disebabkan tingginya kepadatan populasi dan berkurangnya kualitas lingkungan hidup sehingga menjadikan ikan stres dan mudah terserang parasit. Disease and mortality of catfish is the main problem of catfish cultivation. Catfish disease may be caused by bacteria, fungi, viruses or parasites. The aim of this research was to find out the kind of ectoparasites attack Sangkuriang catfish seedlings in Balai Benih Ikan Boja, Kendal. Research carried out in three ponds of cultivation (A3, A4, and A5). Each ponds were taken fiveteen fishes randomly at five point as sample. The fish sampled is Sangkuriang catfish seed size 3-5 cm with weight ±0,6 gram. Ectoparasite examination was done by scraping mucus outside the body of fish from head to tail. The mucus spread to object glass, dropped by aquades, covered by glass cover and observed under a microscope. The results obtained two types of ectoparasites derived from sub-class Monogenea, namely genus Gyrodactylus and Dactylogyrus. The highest prevalence of parasites was Gyrodactylus sp. 100%, while the highest parasite intensity value was the parasite Gyrodactylus sp. for two parasites/fish. The high prevalence of Gyrodactylus sp. is due to high population density and reduced of environmental quality, caused fish stress and susceptible to parasites.
Distribusi Vertikal dan Keanekaragaman Makrofauna Tanah di Kawasan Dieng Rizqiyah, Nur Itsna; Priyono, Bambang; Dewi, Nur Kusuma
Life Science Vol 6 No 2 (2017): October 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keanekaragaman makrofauna tanah berdasarkan distribusi vertikal tanah di kawasan Dieng. Penelitian dilaksanakan di kawasan Dieng, Laboratorium Biologi UNNES dan Laboratorium Mekanika Tanah UNDIP. Pengambilan sampel makrofauna tanah dilakukan di berbagai ketinggian, pada tempat ternaung dan terdedah, serta pengukuran faktor fisika-kimia tanah. Penelitian menggunakan dua metode yaitu jebakan dan sortir tangan. Sampel selanjutnya diidentifikasi dan data yang diperoleh dianalisis dengan indeks keanekaragaman, kemerataan dan dominansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tiap stasiun jumlah makrofauna tanah berbeda-beda antara tempat ternaung dan terdedah maupun makrofauna permukaan dan di dalam tanahnya. Indeks keanekaragaman makrofauna permukaan tanah pada tiap stasiun lebih tinggi dibandingkan dengan makrofauna dalam tanahnya, indeks keanekaragaman pada tempat ternaung juga lebih tinggi daripada tempat terdedah. Berdasarkan hasil penelitian,dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman makrofauna tanah di kawasan Dieng dengan faktor ketinggian tertentu kurangberpengaruh terhadap indeks keanekaragamannya. Indeks keanekaragaman makrofauna tanah pada stasiun 1, stasiun 2 dan stasiun 3 adalah rendah sampai sedang. Indeks keanekaragaman berkisar antara 0,62 sampai 1,04. Keanekaragaman makrofauna tanah selain dipengaruhi oleh sifat fisika dan kimia tanah, dipengaruhi juga oleh jenis lahan, jenis tanaman, jenis pupuk serta jenis hewan yang terkait dengan makanannya.Saran dari penelitian adalah masyarakat dapat lebih memperhatikan keberadaan makrofauna tanah dengan menjaga lingkungan tanah Dieng sehingga kestabilan dan komunitas makrofauna tanahnya tetap terjaga. The purpose of the research is to determine the diversity of soil macrofauna based on thevertical distribution of soil in the Dieng area. The research was conducted inthe Dieng area, UNNES Biology Laboratory and Soil Mechanics Laboratory UNDIP.Macrofauna soil sampling conducted in various heights, in shady conditions and exposure, as well as the measurement of soil physico-chemical factors.The study used two methods: the traps and hand sorting.Samples are further identified and the data were analyzed with diversity index, evenness and dominance.The results showed that at each station the number of soil macrofauna varies between shady conditions and exposure as well as macrofauna surface and in the soil. Macrofauna diversity index at each station ground level is higher than the macrofauna in the soil, diversity index in shady conditions are higher than the exposure conditions. Based on the results, it can be concluded that the diversity of soil macrofauna in Dieng area by a factor of a certain height less influence on the index of diversity. Soil macrofauna diversity index at station 1, station 2 and station 3 is low to moderate. Diversity index ranged from 0,62 to 1,04. Diversity of soil macrofauna in addition affected by the physical and chemical properties of the soil, influenced also by the type of land, species of plants, type of fertilizer and animal species associated with food. Suggestions from the study is that people can more attention to the presence of macrofauna soil by maintaining soil environment Dieng so that stability and soil macrofauna community is maintained.
Kandungan Timbal, Debu di Udara dan Daun Tanaman Peneduh di Kota Semarang Lilianto, Gandhung Herdha; Dewi, Nur Kusuma; Tri Martuti, Nana Kariada
Life Science Vol 7 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah. Gas buang kendaraan bermotor merupakan sumber utama timbal yang mencemari udara. Beberapa jalan protokol di Kota Semarang ditanami tanaman peneduh yang berfungsi untuk menjerap polutan yang ada di udara. Akumulasi timbal pada daun tanaman lebih banyak terdapat pada tanaman yang tumbuh di pinggir jalan besar yang padat kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan timbal, debu dan mengetahui struktur mikroanatomi stomata daun tanaman peneduh di Kota Semarang. Pengambilan sampel debu dan penentuan kandungan debu di udara dilakukan berdasarkan SNI 19-7119.3-2005 sedangkan penentuan kandungan timbal di udara dilakukan berdasarkan SNI 6989.8:2009. Sampel daun diambil pada bagian yang sudah tua, menghadap ke jalan raya dan terdapat pada ketinggian 2-5 meter dari permukaan jalan dengan metode random sampling. Menganalisis kandungan timbal di daun dengan menggunakan metode SNI 19-2896-1992. Analisa kandungan debu di daun menggunakan metode pengurangan berat. Penetapan kadar timbal pada tanah dilakukan berdasarkan SNI 06-6992.3-2004. Hasil penelitian menunjukkan hasil, pencemaran udara mempunyai hubungan terhadap akumulasi zat pencemar dalam daun tanaman peneduh. Semakin tinggi kandungan zat pencemar di udara, semakin banyak pula akumulasinya pada daun tanaman peneduh. Semarang city is the capital of Central Java province. Motor vehicle exhaust is a major source of lead that pollute the air. Some of the main streets in the city of Semarang planted shade plant that serves to adsorb the pollutants in the air. Accumulation of lead in plant leaves is more prevalent in plants that grow in large roadside dense motor vehicle. This study aimed to analyze the content of lead, dust and to know the structure of the leaf stomata mikroanatomi shade plant in Semarang. Sampling of dust and determination of dust content in the air is done by SNI 19-7119.3-2005 whereas the determination of the lead content in conducted by ISO 6989.8: 2009. Leaf samples were taken at the old, facing the highway and are at a height of 2-5 meters from the road surface by the method of random sampling. Analyze the lead content in the leaves by using methods SNI 19-2896-1992. Analysis of the dust content in the leaves using the method of weight reduction. Determination of lead content in the soil is done by SNI 06-6992.3-2004. The results showed the result, air pollution has been associated with the accumulation of contaminants in plant leaves shade. The higher the content of pollutants in the air, the more accumulation on plant leaves shade.
Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) pada Ikan di Sungai Lamat Kabupaten Magelang Arkianti, Nisa; Dewi, Nur Kusuma; Tri Martuti, Nana Kariada
Life Science Vol 8 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v8i1.29998

Abstract

Lead (Pb) is a heavy metal that is toxic to humans found in nature, including in the waters of the Lamat River. Fish is one bioindicator of the level of heavy metal pollution that occurs in the waters. This study aims (1) to determine the concentration of Pb in water in the Lamat River and (2) to determine the accumulation of Pb heavy metals in fish on the Lamat River in Magelang Regency. This study is an observational analytic study with a qualitative approach. The sampling technique is purposive sampling. The environmental parameters measured are temperature, pH, DO, BOD, COD, and current. The lead content (Pb) in water and fish was measured using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results showed that temperature, pH, DO, BOD, COD, and currents were still within the proper range for fish life. The level of heavy metal lead (Pb) contained in the water at the three stations was not detected. While the Pb content in fish on the River between 0.3807-0.7268 µg/g. Conclusion; water in Sungai Lamat does not exceed the SNI quality standard of 0, 01 mg/L, while the Pb concentration in fish in Sungai Lamat has exceeded the SNI quality standard, which is 0.3 µg/g. That way, it is not recommended to consume fish that are on the Lamat River. Timbal (Pb) merupakan logam berat yang bersifat toksik bagi manusia yang terdapat di alam, termasuk di perairan Sungai Lamat. Ikan merupakan satu satu bioindikator tingkat pencemaran logam berat yang terjadi di dalam perairan. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui konsentrasi Pb pada air di Sungai Lamat dan (2) mengetahui akumulasi logam berat Pb pada ikan di Sungai Lamat Kabupaten Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Parameter lingkungan yang diukur adalah suhu, pH, DO, BOD, COD dan arus. Kandungan timbal (Pb) pada air dan ikan diukur menggunakan Atomyc Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu, pH, DO, BOD, COD dan arus masih berada dalam kisaran yang layak bagi kehidupan ikan. Kadar logam berat timbal (Pb) yang terkandung dalam air pada ketiga stasiun tidak terdeteksi alat. Sedangkan kandungan Pb pada ikan di Sungai antara 0,3807-0,7268 µg/g. Kesimpulan; air di Sungai Lamat tidak melebihi baku mutu SNI yang sebesar 0, 01 mg/L, sedangkan konsentrasi Pb pada ikan di Sungai Lamat telah melebihi baku mutu SNI yaitu 0,3 µg/g. Dengan begitu, tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi ikan yang berada di Sungai Lamat.
PKM Perumahan Green Village, Kelurahan Ngijo, Gunungpati dalam Pertanian Perkotaan Dewi, Nur Kusuma; Tri Martuti, Nana Kariada; Hadiyanti, Lutfia Nur; Solichin, Solichin
Life Science Vol 9 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v9i1.47139

Abstract

Urban agriculture is a part of agriculture that produces, processes and markets agricultural products, especially meeting the daily demands of urban consumers. The purpose of this community service activity is to provide training and urban agricultural assistance for the Green Village community, to support the urban agricultural program being developed by the Semarang City Government and UNNES conservation. Community service activities were carried out at the Green Village Housing, Ngijo Village, Gunungpati District, Semarang, in May-August 2019. The problem solving of community service activities was carried out using a group-based and comprehensive approach method. Meanwhile, to overcome the priority issues faced is carried out by: Training and assistance to grow vegetables that are good and environmentally friendly, provision of seeds and plants that support urban agriculture, and provision of urban agricultural infrastructure. In accordance with the objectives to be achieved, the service activities are as expected. The success in achieving the objectives is shown as follows: coordination is carried out to equalize perceptions of the activities to be carried out. To further increase the capacity of the community in carrying out urban agriculture in their area, training and practice are provided on: planting various types of vegetables. In addition, partners are given various types of vegetable seeds that are easy to breed and cultivate. The conclusions of the activity are: increasing the knowledge and skills of community service partners on how to grow vegetables that are good and environmentally friendly, the availability of seeds and vegetable plants that support the implementation of urban agricultural activities in the community service partner's area, community service partners have carried out urban agricultural sarpras innovations in their areas properly and correctly Pertanian Perkotaan merupakan bagian dari pertanian yang memproduksi, memproses, dan memasarkan produk pertanian, terutama memenuhi permintaan harian konsumen di dalam perkotaan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ialah melakukan pelatihan dan pendampingan pertanian perkotaan bagi masyarakat Green Village, untuk mendukung program pertanian perkotaan yang sedang dikembangkan oleh Pemkot Semarang dan konservasi UNNES. Kegiatan pengabdian dilakukan di Perumahan Green Village, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Semarang, pada Bulan Mei- Agustus 2019. Adapun pemecahan masalah dari kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode pendekatan berbasis kelompok dan komprehensif. Sedangkan untuk mengatasi persoalan prioritas yang dihadapi dilakukan dengan: Pelatihan dan Pendampingan menanam sayuran yang baik dan ramah lingkungan, penyediaan bibit dan tanaman yang mendukung pertanian perkotaan, serta penyediaan sarpras pertanian perkotaan. Sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, maka kegiatan pengabdian telah sesuai dengan yang diharapkan. Keberhasilan pencapaian tujuan ditunjukkan sebagai berikut: koordinasi dilakukan untuk menyamakan persepsi tentang kegiatan yang akan dilakukan. Untuk lebih meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan pertanian perkotaan di wilayahnya, diberikan pelatihan dan praktek tentang: penanaman berbagai jenis sayuran. Disamping itu kepada mitra diberikan berbagai jenis bibit sayuran yang mudah dikembang biakan dan dibudidayakan. Simpulan kegiatan ialah: meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra pengabdian tentang cara menanam sayuran yang baik dan ramah lingkungan, tersedianya bibit dan tanaman sayuran yang mendukung terselenggaranya kegiatan pertanian perkotaan di wilayah mitra pengabdian, mitra pengabdian telah melakukan inovasi sarpras pertanian perkotaan di wilayahnya dengan baik dan benar
Co-Authors Abdul Jabbar Aji Purwinarko, Aji Amin Retnoningsih Andin Irsadi Andin Vita Amalia Ari Yuniastuti Arkianti, Nisa Asyrofahnti, Novita Asyrofahnti, Novita Bambang Priyono budiati, Septima Raras Dewi Liesnoor, Dewi Dyah Rini Indriyanti Dzulhikam, Muhammad Endang Susilaningsih Enni Suwarsi Rahayu Erlin Winarni, Erlin Fidia Febriana, Fidia H.B., F. Putut Martin H.B., F. Putut Martin Hasyimia, Umi Salmah Al Henna Rya Sunoko Henna Rya Sunoko Ibnul Mubarok Ibnul Mubarok Intan Zainafree Isnaeni, Lili Astuti Khair, Amar Sharaf Eldin Kurniahtunnisa Kurniahtunnisa Lilianto, Gandhung Herdha Lina Herlina Lutfia Nur Hadiyanti, Lutfia Nur M. Agus Prayitno, M. Agus Margareta Rahayuningsih Martien Herna Susanti Melati, Inaya Sari Moch. Samsul Arifin Muhammad Abdullah Mulyati Mulyati Murbangun Nuswowati Mutiatari, Dhita Pracisca Nana Kariada Trimartuti Nanik Wijayati Ning Setiati Nugrahaningsih, WH Nur Cahya Anggita Maharani Nur Rahayu Utami Nurhafizah Nurhafizah Nurhafizah Nurhafizah Pahlevy, Alif Reza Praninda Sekar Pambayun, Praninda Sekar Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putri, Rizki Budiyono Queena Lupita, Queena Rahayu, Enny Suwarsi Resti Fitriati Rizqie Arini, Fitria Zahra Rizqiyah, Iffatur Rizqiyah, Nur Itsna Rossi Prabowo Saiful Ridlo Saputri, Luthfi Hanum Sari, Dini Muthia Sari, Dini Muthia Shabrina, Kenya Luthfia Nur Siswanti Siswanti Siti Alimah Solichin Solichin Somantri, Dadang Sri Mulyani Endang Susilowati, Sri Mulyani Endang Sri Ngabekti Sulistiyanti, Sulistiyanti Suniah, Suniah Talitha Widiatningrum Tirtasari, Ni Luh Tri Prayitno Wibowo, Tri Prayitno Trisdihar, Ansa Ikrar Tyas Agung Pribadi, Tyas Agung Wahid Akhsin Budi Nur Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur Wahid Aksin Budi NS Wardani, Destia Ayu Kusuma Wasil Hidayah, Wasil Zumroh, Nur Zumroh, Nur