Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Optimalisasi Teknologi Nanofiltrasi dan Reserve Osmosis Untuk Mengolah Air Payau Menjadi Air Siap Minum Dan Pelatihan Manajemen Packaging di KHDTK Pantai Gurah Kabupaten Blitar Dani Irawan; Daya Negri Wijaya; Primasa Minerva Nagari; Herlin Pujiarti
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5622

Abstract

Akses terhadap air bersih dan layak minum merupakan kebutuhan mendasar yang belumsepenuhnya terpenuhi di berbagai daerah di Indonesia. KHDTK Pantai Gurah di KabupatenBlitar, sebuah kawasan yang strategis dalam mendukung konservasi dan pendidikanlingkungan, menghadapi tantangan signifikan dalam pengolahan air payau menjadi air siapminum. Air payau di wilayah ini mengandung kadar garam, logam berat, dan partikellainnya yang melebihi baku mutu, sehingga tidak layak konsumsi tanpa pengolahanlanjutan. Selain itu, kurangnya pemahaman masyarakat setempat tentang teknologipengolahan air dan pengelolaan hasil produksi juga memperburuk situasi. Permasalahanlain yang dihadapi mitra adalah kurangnya keterampilan dalam manajemen pengemasanproduk air minum. Meskipun pengolahan air payau menjadi air siap minum dapatdilakukan, tanpa kemampuan pengemasan yang baik, produk tersebut sulit dipasarkan ataudimanfaatkan secara optimal. Hal ini mengurangi potensi manfaat ekonomi daripengolahan air bagi masyarakat setempat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalahPenerapan Teknologi Pengolahan Air Payau: Implementasi teknologi nanofiltrasi danreverse osmosis (NF-RO) menjadi prioritas utama untuk memastikan kualitas air yangdihasilkan sesuai dengan standar baku mutu air bersih dan air minum. Langkah ini akandilakukan melalui instalasi sistem pengolahan air yang dilengkapi dengan pretreatmentseperti koagulasi-flokulasi dan sedimentasi, Metode yang digunakan dalam kegiatan iniadalah ditempuh dengan cara reverse engineering. Hasil dari kegiatan ini berupa Penerapansistem NF-RO di KHDTK Pantai Gurah terbukti efektif dalam menyelesaikan persoalankualitas air payau dan sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pelatihan berbasisteknologi tepat guna. Sinergi antara pendekatan teknis dan edukatif menghasilkantransformasi nyata dalam penyediaan air bersih dan peningkatan potensi ekonomi lokal.Kata Kunci: Pengolahan Air Payau, Teknologi nf-ro, Khdtk Gurah, PelatihanMasyarakat Lokal, Konservasi Sumber Daya Air
Optimalisasi Produk Olahan Ikan Lele Dan Sustainable Marketing Untuk Meningkatkan Pendapatan Kelompok Masyarakat Binaan Bhahin Kamtibnas Kelurahan Songgokerto Kota Batu Dani Irawan; Primasa Minerva Nagari; M.Anas Thohir
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5623

Abstract

Kelurahan Songgokerto di Kota Batu merupakan salah satu daerah dengan potensiperikanan yang besar, terutama budidaya ikan lele. Program kolam reaktif "Mina Brata,"yang didukung oleh Bhabinkamtibmas setempat, telah menjadi inisiatif unggulan dalammemberdayakan masyarakat untuk memanfaatkan potensi ini. Melimpahnya hasil panenini tidak sepenuhnya membawa keuntungan, justru menjadi tantangan besar karenaminimnya pengelolaan pascapanen.sebagian besar hasil panen dijual dalam bentuk segarkepada pengepul dengan harga rata-rata Rp12.000 per kilogram. Harga ini seringkalifluktuatif dan cenderung turun drastis pada saat panen raya, ketika pasokan lele di pasarmembludak. Akibatnya, pendapatan bersih yang diterima kelompok tidak mampumenutupi biaya produksi, terutama biaya pakan yang mencakup sekitar 60–70% dari totalbiaya. Tujuan pengabdian ini adalah (1) Menghasilkan teknologi tepat guna berupa mesinpemisah daging dan tulang ikan lele (fishbone separator) yang memungkinkan prosespemisahan daging ikan lele menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga mempermudahkelompok masyarakat untuk mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah. Produkolahan yang akan dikembangkan adalah abon lele, nugget lele, dan keripik lele, (2)Melakukan bimbingan teknis tentang penggunaan alat mesin pemisah daging dan tulang ikanlele (fishbone separator) agar produk hasil olahan dapat meningkat dari segi kualitas dankuantitasnya, (3) Melakukan pendampingan tentang cara teknik sustainable marketing agarproduksi usaha dapat berkembang dan pendapatan masyarakat meningkat. Metode yangdigunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah s Participatory Action Research (PAR)dan Service-Learning. Hasil dari kegiatan inia adalah (1) mengintegrasikan teknologi tepatguna, edukasi kewirausahaan, dan strategi pemasaran berkelanjutan dalam satu kesatuansolusi yang menyeluruh terhadap persoalan nilai tambah dan akses pasar hasil panen ikanlele, (2) bimbingan teknis telah mampu mentransformasikan produk dari penjualan ikansegar ke produk olahan bernilai tambah dan telah terbukti meningkatkan pendapatan dankualitas hidup masyarakat mitra, (3) Pendampingan tentang cara teknik sustainablemarketing agar produksi menignkatkan usaha, telah mendorong terciptanya kemandirianekonomi lokal dan pemberdayaan komunitas secara berkelanjutan.Kata kunci : Ikan lele, Teknologi tepat guna, Pemberdayaan masyarakat, Diversifikasiproduk, Pemasaran berkelanjutan
Instalasi Atap Taman Berbasis Solar Kolam Pemandian Air Panas Berbasis IOT Dengan Sensor Suhu Dan Hujan Untuk Meningkatkan Jumlah Pengunjung Dan Income Generate Di Padusan Park Mojokerto Dani Irawan; Daya Negri Wijaya; Primasa Minerva Nagari; Annisya
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v9i3.5634

Abstract

Desa Padusan adalah sebuah desa di mojokerto yang dikenal sebagai Wisata Saint Tecknopark yangmerupakan binaan UM. Fasilitas ini menempati lahan TKD (Tanah Kas Desa). Desa padusan telahmemiliki rencana makro yang tertuang pada Site Plan program Wiradesa tahun 2025. Rencanafasilitasnya antara lain: Gerbang Desa, Area Parkir, Gapura Wisata, Taman Selfie, Icon tamankelinci, Kereta Kebun, Kolam pemandian air panas, Kebun strabery, Panggung Hiburan, KomediPutar, Rumah Produksi, Pujasera, dan Ruko Bumdes. Fasilitas Wisata Padusan yang sekarang sudahterbangun adalah kolam air panas sebagai wahana beramain anak-anak dan tempat santai keluarga.Oleh karena itu tujuan dari pengabdian masyarakat tema khusus ini adalah Menciptakan danmengimplementasikan suatu sistem atap yang dapat membuka dan menutup secara otomatis padaWisata kolam air panas yang dapat dikontrol dari jarak jauh berbasis Internet of Thingks (IOT)dengan jenis atap solar stuff, Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalahpemberdayaan masyarakat yang ditempuh melalui pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatanini adalah sebuah atap otomatis berbasis IoT dan pelatihan pengelolaan fasilitas mampumeningkatkan kualitas wisata di Kolam Air Panas Padusan. Program ini tidak hanya memperbaikiaspek infrastruktur, tetapi juga mendorong perubahan perilaku, peningkatan pengunjung, danpertumbuhan ekonomi lokal. Strategi berbasis teknologi ini dapat menjadi model replikasi untukkawasan wisata serupa di Indonesia yang menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan kenyamananpengunjung.Kata kunci : Atap Solar Berbasis IoT, Kolam Air Panas Padusan, Peningkatan WisataPengelolaan Lingkungan Wisata
Membangun Pondasi Ekonomi Berkelanjutan bagi PMI Salimah Taiwan melalui Edukasi Keuangan dan Kewirausahaan Aulia Herdiani; Primasa Minerva Nagari; Hanjar Ikrima Nanda; Ika Putri Larasati; Riza Ramadani; Azka Bachtiar Yusuf Sitorus
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8399

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan literasi keuangan dan orientasi kewirausahaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan, khususnya anggota Salimah. Banyak PMI yang mengirim sebagian besar pendapatannya kepada keluarga di Indonesia tanpa perencanaan jangka panjang, sehingga berisiko tidak memiliki kemandirian ekonomi ketika kembali ke tanah air. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi diskusi perencanaan dengan  pengurus Salimah, lokakarya, dan evaluasi. Materi lokakarya mencakup perencanaan keuangan, pilihan investasi yang aman, dan juga pengenalan kewirausahaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengatur dana remitansi, menetapkan prioritas keuangan, serta menyusun rencana investasi dan usaha. Selain itu, terjadi pergeseran pola pikir dari pengeluaran konsumtif menuju pemanfaatan dana yang lebih produktif seperti tabungan, investasi emas, dan rencana usaha jasa titip maupun UMKM. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membangun kesadaran perencanaan keuangan jangka panjang, dan mendorong kemandirian ekonomi PMI, sehingga berpotensi mengurangi ketergantungan pada remitansi serta meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.
Meningkatkan Profesionalisme Guru Akuntansi SMK Melalui Pelatihan Media Pembelajaran dan Bahan Ajar Berbasis Canva AI Dudung Ma’ruf Nuris; Primasa Minerva Nagari; Umi Nuraini; Cipto Wardoyo
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/2stazn91

Abstract

Guru profesional merupakan guru yang memenuhi kompetensi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Guru professional harus mengikuti perkembangan pengetahuan yang terintegrasi teknologi karena sekarang ini telah memasuki era digital berbasis Artificial Intelligence (AI). Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pelatihan media pembelajaran dan bahan ajar berbasis AI untuk meningkatkan profesionalime guru akuntansi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Metode yang digunakan yaitu berupa pelatihan dan pendampingan menyusun bahan ajar dan membuat media pembelajaran berbasis AI. Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan lancar serta peserta antusias mengikuti kegiatan ini sampai dengan selesai. Pembuatan media pembelajaran dan bahan ajar berbasis AI terbukti efektif untuk meningkatkan motivasi para guru untuk berkarya dan berinovasi membuat perangkat pembelajaran secara mandiri
ALIH MEDIA SUMBER BELAJAR SEJARAH MORFOLOGI CANDI PENATARAN SEBAGAI INSPIRASI KARYA WASTRA: INTEGRASI MIXED MEDIA DAN TEKNIK EKSPERIMENTAL Adinda Dwi Larasati; Dini Putri Ratna Meritasari; Andhika Yudha Pratama; Fadhila Putri Sakina; Primasa Minerva Nagari; Silvi Elda Indriana
Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 4 No. 4 (2025): Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/dsjpips.v4i4.19540

Abstract

This study aims to develop a textile art creation (wastra) inspired by the morphology of Penataran Temple, which embodies the evolution of culture over time through modifications of its structure and architectural framework. The creation of this textile artwork applies a mixed-media and experimental technique approach, resulting in a creative and high-value piece that allows greater freedom of expression while still adhering to the principles of traditional textile art. The research method used is qualitative with a practice-based research approach, focusing on direct artistic practice. The findings of this study show that Penataran Temple demonstrates that a temple is not merely an architectural structure with visual appeal, but also a form of civilizational development aimed at passing down culture through symbols, stories, values, and art embedded within it. The promotion of culture through textile art combines local potential with the development of local identity, serving as a strategic approach that can positively influence the success of regional potential development — in this case, in Penataran Village, Blitar Regency, where Penataran Temple is located. Therefore, preserving the architecture of Penataran Temple as a historical heritage is a shared responsibility, as the preservation of historical artifacts represents one of the nation's most valuable assets. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengembangkan karya seni wastra yang terinspirasi dari morfologi Candi Penataran yang menjadi perwujudan dari perkembangan budaya dari masa ke masa dengan modifikasi pada struktur dan kerangka bangunannya. Pembuatan Karya Wastra ini menggunakan pendekatan dari penggabungan mixed media dan teknik eksperimental yang menghasilkan karya yang kreatif dan bernilai tinggi bernilai tinggi dengan lebih bebas berekspresi dalam pembuatannya namun tetap berpijak pada kaidah dalam seni wastra tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan practice based research, berfokus pada praktik seni secara langsung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa candi penataran bisa membuktikan bahwa sebuah candi tidak hanya membangun sebuah arsitektur ruang dengan visualisasi semata namun sebagai pembangunan peradaban yang memiliki tujuan untuk mewariskan budaya melalui simbol, cerita, nilai, dan seni yang ada di dalamnya. Promosi kebudayaan melalui karya wastra menggabungkan antara potensi lokal dengan pengembangan identitas lokal yang merupakan salah satu pendekatan strategis dan dapat digunakan untuk memberikan pengaruh terhadap keberhasilan pengembangan potensi di suatu wilayah salah satunya di Desa Penataran Kabupaten Blitar yang terdapat Candi Penataran. Hal tersebut menjadi kewajiban bersama untuk melestarikan arsitektur Candi Penataran sebagai warisan sejarah karena pelestarian artefak sejarah menjadi salah satu aset bangsa yang tak ternilai harganya
ADVANTAGES AND DISADVANTAGES ARTIFICIAL INTELLIGENCE-BASED AUDIOVISUAL HISTORIOGRAPHY: Kelebihan dan Kekurangan Historiografi Audio-Visual Berbasis Kecerdasan Buatan Daya Negri Wijaya; Evania Yafie; Primasa Minerva Nagari; Firza Azzam Fadilla; Muhammad 'Afwan Mufti
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 10 No 4 (2026): Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora)
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v10i4.8982

Abstract

This article explores the transformative potential of artificial intelligence (AI) in reshaping audiovisual historiography, a field that integrates historical inquiry with multimedia representation. This article employs a qualitative-descriptive approach to understand the strengths and limitations of applying artificial intelligence (AI) technology in audiovisual historiography. The primary data sources for this study are a comprehensive literature review of relevant scholarly articles and books, as well as data from the creation of short historical videos using the AI platform Invideo.Io. This article investigates how AI-based tools enable the curation, restoration, and reinterpretation of historical narratives. It also highlights key advancements in AI applications, including the automatic transcription of archival audiovisual material, deepfake-based reconstructions, and immersive virtual reconstructions of historical events. This article further examines the opportunities and challenges posed by these innovations. The findings indicate that AI technology can offer unprecedented accuracy, accessibility, and creative possibilities in historical storytelling. On the other hand, concerns regarding ethical misuse, historical distortion, and digital authenticity require a robust framework to ensure credibility and accountability. For example, the AI-generated historical videos from Invideo.Io have shortcomings related to accuracy and synchronization between visuals and factual narratives of historical events. The findings of this study illustrate that AI can democratize history and make it more accessible, provided that a robust ethical framework is in place. This article contributes to our understanding of how emerging technologies can shape the future of historical research and storytelling.
INTEGRASI LARITA DAN FACE FISH BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK PENGUATAN KAPASITAS TEKNOLOGI DAN PENDATAAN DIGITAL PADA PERIKANAN SKALA KECIL Dani Irawan; Daya Negri Wijaya; Alma Huwaida Ramadhani; Primasa Minerva Nagari; Edi Saputra; Silvia Dita Nofita
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 8 No 3 (2026): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v8i3.1964

Abstract

Perikanan tangkap skala kecil menghadapi tantangan berupa penggunaan teknologi pencahayaan yang belum efisien, pencatatan hasil tangkapan yang masih manual, serta keterbatasan kapasitas pengelolaan usaha berbasis data. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi integrasi Lampu Celup Hemat Energi (LARITA) dan Face Fish berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai pendekatan teknologi untuk memperkuat efisiensi operasional, pendataan hasil tangkapan, dan kapasitas manajemen usaha nelayan. Penelitian menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 15 orang yang terlibat dalam aktivitas operasional dan pengelolaan usaha perikanan. LARITA diimplementasikan menggunakan lampu LED berdaya rendah yang ditempatkan di bawah permukaan air, sedangkan Face Fish AI digunakan untuk mendukung identifikasi dan pencatatan hasil tangkapan secara digital. Evaluasi pelatihan menggunakan pretest dan posttest menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 56,67 menjadi 85,27 atau meningkat 28,60 poin. Sebanyak 13 peserta mampu mengoperasikan LARITA secara mandiri, 12 peserta mencapai kompetensi pemeliharaan dasar, 13 peserta mampu menggunakan Face Fish AI, dan 12 peserta mampu melakukan pencatatan usaha sederhana. Hasil menunjukkan bahwa integrasi teknologi tidak hanya menghasilkan perangkat, tetapi juga membentuk kapasitas pengguna dan sistem pendataan yang lebih terstruktur.