Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

NILAI BUDAYA LEGENDA BUKIT PERAK SEBAGAI BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS X Stalis, Siti Stalis Fiana Darazah; Fitrah, Yundi; Dewi, Yusra
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 4 No. 1 (2022): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jbip.v4i1.2344

Abstract

Abstrak-Penelitian ini ditujukan agar dapat menggambarkan nilai budaya yang terkandung dalam Legenda Bukit Perak sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia untuk Kelas X SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif subjektif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah nilai budayadalam Legenda Bukit Perak. Sumber informasi dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Sumber informasi penting dalam penelitian ini yaitu data primer, berupa kata-kata, kalimat, bagian, dialog dan narasi  dari Legenda Bukit Perak. Informasi Data sekunder seperti berasal dari buku, buku harian, artikel yang ada hubungannya dengan penelitian. Hasil penelitian menemukan banyak kualitas nilai budaya yang terkandung dalam Legenda Bukit Perak. Kualitas nilai budaya ini disusun berdasarkan lima klasifikasi hubungan manusia dalam budaya, khususnya: (1) nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan, (2) nilai budaya hubungan manusia dengan alam, (3) nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat, (4) nilai budaya hubungan manusia dengan manusia lain, (5) nilai budaya hubungan manusia dengan diri sendiri. Dari lima kategori hubungan manusia dalam budaya, ada satu bagian yang tidak ditemukan, yaitu nilai keikhlasan dalam hubungan manusia dengan manusia lain. Nilai budaya dalam Legenda Bukit Perak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar bahasa Indonesia kelas X SMA dengan menghubungkannya dengan model bahan ajar. Kata kunci : bahan ajar, legenda, nilai budaya
KRISIS INTERNAL DAN KETIDAKBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM DRAMA “MALAM JAHANAM” KARYA MOTINGGO BOESJE Jenyfer, Jie; Dewi, Yusra; Lestari, Gita Aulia; Zarkasi, A.
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1203

Abstract

Penelitian ini menganalisis krisis internal tokoh Paijah dalam drama Malam Jahanam karya Motinggo Boesje melalui pendekatan feminisme liberal dengan teori Kate Millett. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap dialog, tindakan, dan situasi dramatik yang mencerminkan posisi perempuan dalam struktur patriarki. Berdasarkan konsep sexual politics Millett, patriarki dipahami sebagai sistem kekuasaan yang menundukkan perempuan melalui dominasi laki-laki di ranah publik dan domestik. Tokoh Paijah digambarkan mengalami tekanan psikologis dan sosial akibat perannya sebagai istri yang dibatasi oleh norma patriarkis dan keterkungkungan dalam ruang domestik. Krisis internalnya muncul dari konflik antara kepatuhan terhadap sistem tersebut dan keinginannya untuk memperoleh kebebasan diri. Analisis menunjukkan bahwa pergulatan batin Paijah menjadi simbol ketidakberdayaan perempuan dalam menghadapi sistem sosial yang tidak adil. Dengan demikian, drama Malam Jahanam tidak hanya menampilkan konflik keluarga, tetapi juga menyuarakan kritik terhadap ketimpangan gender serta perjuangan perempuan untuk meraih kesetaraan dan kemandirian dalam masyarakat.