Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Gambaran Umum Depresi Pada Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Sypa Jamiatul shahara; Agung Nugraha; Dewang Sulistiana
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4278

Abstract

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang serius dan menjadi masalah kesehatan mental penting di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi dan tingkat keparahan depresi pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2024 dan 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan total sampling 171 mahasiswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner Beck Depression Inventory-II (BDI-II) versi bahasa Indonesia dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori depresi normal (47%), sedangkan proporsi mahasiswa dengan depresi ringan, sedang, dan parah masing-masing 23%, 19%, dan 11%. Distribusi tingkat depresi ini menunjukkan bahwa meskipun hampir setengah mahasiswa berada pada kategori normal, terdapat proporsi signifikan yang mengalami gejala depresi ringan hingga parah, yang berpotensi memengaruhi motivasi, suasana hati, dan performa akademik. Temuan ini menegaskan perlunya deteksi dini dan dukungan psikologis bagi mahasiswa, serta dapat menjadi dasar bagi strategi pencegahan, intervensi kesehatan mental, dan penelitian lanjutan mengenai faktor risiko depresi di lingkungan perguruan tinggi.
Reducing Career Decision-Making Difficulties Through Rational Emotive Behavior Therapy-Based Career Counseling: A Single-Case Research Annisa Putri Hidayati; Agung Nugraha; Dewang Sulistiana; Muhammad Muhajirin
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4370

Abstract

Career decision-making difficulty is a psychological barrier experienced by individuals, particularly adolescents, resulting from irrational beliefs and emotional distress that hinder the career exploration process. Research proves that these difficulties are often triggered by irrational thinking patterns and emotional pressures that impede career exploration. Individuals trapped in irrational mindsets tend to experience anxiety and procrastination in decision-making, which negatively impacts their readiness to enter the workforce or higher education.This study reports findings from research using a single-case A-B-A design to analyze the influence of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT)-based career counseling in reducing career decision-making difficulties among adolescents. The participants consisted of two vocational high school (SMK) students (n=2) who exhibited high levels of career decision-making difficulty. The REBT-based counseling intervention was administered in six sessions, integrating cognitive restructuring techniques with the stages of career exploration. Self-report data were collected using the Career Decision-Making Difficulties Questionnaire (CDDQ) at pre-, during, and post-intervention time points.Visual analysis revealed that students participating in REBT-based career counseling experienced a significant decrease in career decision-making difficulties during the intervention and throughout the follow-up period. This evidence suggests the potential feasibility of using the REBT approach to help vocational students achieve independence and rationality in career planning.
HUBUNGAN PEMAAFAN DAN HARGA DIRI SELF-ESTEEM PADA SISWA SMA DI TASIKMALAYA Septiani Nursaadah Septi; Dewang Sulistiana; Muhammad Muhajirin
Journal of Counseling Support Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Cendekia Sinergi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64998/jcs.v2i1.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemaafan dan harga diri pada siswa SMA di Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 373 siswa yang diukur menggunakan Skala Pemaafan dan Skala Harga Diri. Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Product Moment Pearson menggunakan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemaafan siswa berada pada kategori sedang, sedangkan tingkat harga diri berada pada kategori tinggi. Uji korelasi menghasilkan nilai r = -0,216 dengan p = 0,000 (p < 0,01) yang menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara pemaafan dan harga diri. Artinya, semakin tinggi tingkat pemaafan siswa, maka cenderung semakin rendah tingkat harga dirinya, dan sebaliknya. Temuan ini menegaskan pentingnya peran layanan bimbingan dan konseling dalam membantu siswa memahami bahwa memaafkan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan psikologis yang mendukung perkembangan emosi dan hubungan sosial yang positif.