Claim Missing Document
Check
Articles

The Efectiveness of Aerobic Gymnastics on Blood Pressure Control in Hypertensive Clients in Banyuwangi Haswita, Haswita; Wijaya, Novita; Amin, Yusron; Makrup, Makrup
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 8, No 2 (2025): JKPBK Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v8i2.17689

Abstract

Hypertension is a common circulatory disorder in the community that, if not promptly managed, can lead to death and various complications. Therefore, effective blood pressure management is crucial, and one effective method is aerobic exercise. This research aims to analyze the effectiveness of aerobic exercise on blood pressure control in hypertension clients in Desa Genteng Kulon, Banyuwangi. This research is a quantitative study with a pre-experimental design, specifically a one-group pre-posttest design. The sample consisted of 38 participants, selected using purposive sampling. The research instruments included observation sheets, Standard Operating Procedures (SOP), sphygmomanometers, and stethoscopes. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test to determine the impact of aerobic exercise on blood pressure before and after the intervention. The results showed that the pre study, blood pressure of the majority of respondents, 18 respondents (47.4%) were in the grade 1 hypertension category and 12 respondents (31.6%) were in grade 2 hypertension. Meanwhile, post study, blood pressure showed that 15 respondents (39.5%) were in the grade 1 hypertension, 14 respondents (36.8%) were pre-hypertensive and 8 people (21.1%) were normal. The Wilcoxon t-test showed a p-value of 0.000<0.05, so there was a significant effect on blood pressure between before and after giving aerobic exercise. This study is expected to provide valuable information and suggest that hypertension patients incorporate regular aerobic exercise into their routines, as it can enhance daily physical activity and serve as an alternative for prevention and treatment of hypertension.
Pengaruh Diabetes Self Management Education Terhadap Kepatuhan Diet Dan Stabilitas Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Lutfiaturrahmah; Dodik Hartono; Haswita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2051

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan memerlukan manajemen jangka panjang. Salah satu pendekatan efektif adalah Diabetes Self Management Education (DSME) yang bertujuan meningkatkan kepatuhan diet dan stabilitas kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh DSME terhadap kepatuhan diet dan kestabilan kadar glukosa darah pasien DM di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 36 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa DSME dilakukan selama 3 hingga 7 hari, dan data dikumpulkan melalui kuesioner PDAQ untuk kepatuhan diet serta dokumentasi medis untuk kadar glukosa darah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kepatuhan diet dan stabilitas kadar glukosa darah setelah diberikan intervensi DSME (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Diabetes Self Management Education berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan diet dan kestabilan kadar glukosa darah pada pasien DM. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam pelayanan keperawatan pasien DM.
Pengaruh Edukasi Pemberdayaan Keluarga Sadar Hipertensi (GADARSI) Terhadap Gaya Hidup Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Umum Bakti Mulia Muncar Banyuwangi Irma Wahyuni; Dodik Hartono; Haswita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2057

Abstract

Tingginya kasus hipertensi dipicu oleh perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia, bukan hanya mereka yang hidup di daerah perkotaan tetapi juga yang berada di daerah pedesaan. Penyakit darah tinggi tentu bisa dicegah dengan merubah gaya hidup. Pada penderita hipertensi kebanyakan memiliki gaya hidup yang tidak baik, seperti: kebiasaan merokok yang terlalu berlebihan, minum alkohol berlebihan, makan makanan yang terlalu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi pemberdayaan keluarga sadar hipertensi (gadarsi) terhadap gaya hidup pasien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah Semua pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Bakti Mulia Muncar Banyuwangi dan besar sampelnya 30 responden, dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengambilan data menggunakan leaflet untuk edukasi gadarsi dan lembar kuesioner gaya hidup pasien hipertensi yang diadopsi dari Supriyati (2020). Data yang diperoleh kemudian dilakukan coding, scoring, tabulating, dan data diuji analisis wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan gaya hidup pasien hipertensi sebelum edukasi gadarsi kategori baik sebanyak 16 responden (53,3%) dan setelah edukasi kategori baik sebanak 28 responden (93,3%). Hasil uji analsisi wilcoxon, ada pengaruh edukasi pemberdayaan keluarga sadar hipertensi (gadarsi) terhadap gaya hidup pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Bakti Mulia Muncar Banyuwangi, didapatkan nilai r = 0,001 < α = 0,05. Keluarga pasien diharapkan tetap aktif mendampingi dan memotivasi anggota keluarga yang mengalami hipertensi untuk mematuhi pengobatan, menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan menghindari faktor risiko lainnya.
Hubungan Personal Hygiene Dan Kebiasaan Jajan Terhadap Kejadian Demam Thypoid Pada Anak Di RS Mitra Medika Bondowoso Muhammad Tio Magnis Kuncoro Adi; Haswita; Nur Hamim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2058

Abstract

Tingginya kasus demam typhoid pada anak dipicu oleh kurangnya pengetahuan orang tua tentang personal hygiene dan kebiasaan jajan yang sering diabaikan oleh orang tua anak. Penyakit demam tyhoid tentu bisa dicegah dengan merubah gaya hidup yang sehat. Pada penderita demam typhoid kebanyakan memiliki gaya hidup yang tidak baik, seperti : tidak pernah mencuci tangan ketika mau makan, jarang membersihkan diri seperti tidak menggosok gigi, keramas, dan sering jajan sembarangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan personal hygiene dan kebiasaan jajan terhadap kejadian demam thypoid pada anak. Sampel penelitian diambil secara accidental sampling dengan kriteria inklusi anak-anak berusia 5-12 tahun yang didiagnosis dengan demam tifoid. Sampel yang diambil adalah sebanyak 30 responden. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional untuk menganalisis hubungan antara personal hygiene, kebiasaan jajan, dan kejadian demam tifoid pada anak-anak. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner dimana orangtua responden akan mengisi lembar kuesioner yang diberikan oleh peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan personal hygiene cukup sebanyak 19 orang (63%), kebiasaan jajan buruk sebanyak 21 orang (70%), menderita thypoid ringan sebanyak 27 orang (90%). Ada hubungan personal hygiene dan kebiasaan jajan terhadap kejadian demam typhoid pada anak di RS Mitra Medika Bondowoso dengan didapatkan nilai ρ value 0.000 = 0,001 < α = 0,05. Setelah dilakukan diskusi bersama keluarga responden, diharapkan bahwa keluarga responden tetap menerapkan pola hidup yang sehat seperti mencuci tangan sebelum makan, menggosok gigi setiap hari, membersihkan tangan setelah keluar rumah atau memegang benda yang kotor, membersihkan rambut, mandi setiap hari, dan tidak jajan sembarangan. Pola hidup yang sehat ini harus selalu diterapkan oleh pihak keluarga dikarenakan jika responden tidak menerapkan pola hidup sehat ini, responden kemungkinan besar akan mengalami penyakit yang dideritanya kembali.
Pengaruh Edukasi Media Flipchart Terhadap Pengetahuan Dan Kecemasan Orang Tua Tentang Penatalaksanaan Diare Anak Di RS Mitra Medika Bondowoso Muhammad Helmi Mubarok; Haswita; Rizka Yunita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2064

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada anak yang membutuhkan penatalaksanaan yang tepat. Pengetahuan orang tua yang kurang dan kecemasan tinggi dapat menghambat tindakan perawatan yang efektif. Edukasi dengan media flipchart diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan orang tua dalam menangani diare anak. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen one group pretest-posttest dengan sampel sebanyak 22 orang tua anak yang mengalami diare di RS Mitra Medika Bondowoso. Data pengetahuan dan kecemasan dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi edukasi media flipchart. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan kecemasan. Sebelum edukasi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang (77,3%) dan kecemasan berat (77,3%). Setelah edukasi media flipchart, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan dengan 77,3% responden mencapai kategori cukup dan baik, serta penurunan kecemasan dengan 50% responden mengalami kecemasan ringan dan 9,1% tidak cemas. Nilai signifikansi uji statistik menunjukkan p=0,000 pada kedua variabel, menandakan pengaruh edukasi yang signifikan. Edukasi menggunakan media flipchart efektif meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat kecemasan orang tua dalam penatalaksanaan diare anak. Media flipchart direkomendasikan sebagai alat edukasi yang tepat dalam praktik keperawatan dan promosi kesehatan anak.