Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN HASIL SKRINING INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) PADA AKSEPTOR PIL ORAL KOMBINASI DAN AKSEPTOR IUD Susanti Pratamaningtyas
Jurnal Ilmiah Bidan (JIB) Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kanker serviks. Salah satu diantaranya adalah penggunaan kontrasepsi pil oral kombinasi dan IUD yang digunakan lebih dari lima tahun. Perlu adanya deteksi dini untuk pencegahan terjadinya lesi pra kanker salah satunya dengan pemeriksan inspeksi visual asam asetat (IVA). Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan serviks dengan cara melihat langsung dengan mata telanjang pada serviks setelah memulas dengan larutan asam asetat 3-5%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil skrining inspeksi visual asam asetat (IVA) pada akseptor pil oral kombinasi dan akseptor IUD di Puskesmas Pesantren II Kota Kediri. Metode penelitian ini menggunakan studi komparatif Non-Eksperimen bentuk Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 14 responden akseptor pil oral kombinasi lebih dari lima tahun dan 14 responden akseptor IUD lebih dari lima tahun dengan Simple Random Sampling. Alat ukur dalam penelitian ini yaitu kohort KB dan atlas inspeksi visual asam asetat. Dari hasil penelitian didapatkan hasil kurang dari setengah akseptor pil oral kombinasi menunjukkan hasil skrining IVA radang (28,57%). Sedangkan sebagian kecil akseptor IUD menunjukkan hasil skrining IVA negatif (25%). Dari analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U-Test didapatkan hasil Sig 2 tailed (0,242) > ά (0,05) maka menolak hipotesis berarti tidak ada perbedaan hasil skrining inspeksi visual asam asetat (IVA) pada akseptor pil oral kombinasi dan akseptor IUD di Puskesmas Pesantren II Kota Kediri Tahun 2013. Pemeriksaan IVA hendaknya menjadi pemeriksaan rutin di pelayanan dasar yaitu di Puskesmas kepada semua wanita yang menjadi faktor risiko sehingga deteksi dini dapat dilakukan dengan baik.
Kenaikan Berat Badan Selama Hamil Dengan Kejadian Preeklamsia Susanti Pratamaningtyas; Shinta Kristianti; Siti Nurhidayatul Ilma Nafiah
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol 1 No 2 (2019): MAJORY
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/majory.v1i2.3161

Abstract

Preeclampsia is a special condition during pregnancy where hypertension and proteinuria occur after 20 weeks of gestation in mothers who have had normal blood pressure. Symptoms that arise in preeclampsia are edema, hypertension, and proteinuria. Caused by many factors, one of which is obesity. Women with bnormal weight have a greater risk of preeclampsia. The purpose of this study was to determine the relationship of weight gain during pregnancy to the incidence of preeclampsia in Gambiran Hospital, Kediri. The sampling technique used was simple random sampling with a population of 117 mothers and a sample of 91 mothers who were in accordance with the inclusion and exclusion criteria, this study was conducted on 6-9 May 2019. The research instrument used was the recapitulation sheet. The results of statistical tests showed that there was a relationship between weight gain during pregnancy and the incidence of preeclampsia in Gambiran Hospital, Kediri City. The Chi Square test results show that the value of ? value is 0.022, then 0.022 <0.05, so it can be concluded that there is a Relationship between Increasing Weight During Pregnancy with the incidence of Preeclampsia in Gambiran Hospital, Kediri City. Suggested for next researchers for to discuss more deeply the causes of the most dominant preeclampsia. Keywords: Peer Education, Reproductive Health, Adolescent Knowledge, Adolescent Attitudes
KONSUMSI KEDELAI, KURMA, DAN DAUN KATUK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Handayani Handayani; Susanti Pratamaningtyas; Aida Amalia Nur Ramadhian; Isnu Kurnia Nugrahaeni
Midwifery Care Journal Vol 3, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v3i2.8154

Abstract

Low production of breast milk is one of the matters of breastfeeding. Some breastfeeding mothers complain that their milk production has not come out. Whereas, exclusive breastfeeding can protect babies from dangerous diseases. The purpose of this study was to analyze the benefits of soybeans, dates, and katuk leaves to increase breast milk production in breastfeeding mothers. This research was a systematic review review based on the Reporting Item Options for Systematic Review and Meta-Analysis Protocol (PRISMA Protocol). Screening was carried out on publications (2014-2019) from electronic data sources, namely PubMed, Google Sholar and Elsevier. Furthermore, selecting journals based on the criteria and obtained as many as 7 journals. The result of this study was most studies prove that soybeans, dates, and katuk leaves can be consumed by breastfeeding mothers and provide benefits for fulfilling nutrition for breastfeeding mothers.Consumption of soybeans, dates, and katuk leaves can be applied by health practitioners to intervene in breastfeeding mothers to increase milk production.
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL TERHADAP KESIAPAN PERAWATAN BAYI PADA FASE TAKING IN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WATES KABUPATEN KEDIRI Koekoeh Hardjito; Susanti Pratamaningtyas; Dwi Novitasari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.346 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i1.242

Abstract

Perubahan psikologis mempunyai peranan yang sangat penting pada masa nifas, karena pada masa ini ibu menjadi sangat sensitif. Persiapan yang kurang maksimal dapat menyebabkan ibu mengalami masalah pada masa nifas, seperti Postpartum blues. Kelas ibu hamil merupakan sarana belajar bersama tenaga kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka yang bertujuan untuk mempersiapkan ibu dalam masa kehamilan hingga masa nifas sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil terhadap kesiapan perawatan bayi pada fase taking in. Metode penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah ibu nifas primipara sebanyak 34 ibu. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 32 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasilanaliis Spearman Ranksehingga diperoleh ρ 0,986 dan ρ tabel sebesar 0,350 maka ρ hitung > ρ tabel, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil terhadap kesiapan perawatan bayi. Dalam kondisi ini ibu dituntut mampu melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu dalam berbagai situasi untuk memenuhi kebutuhan, diantaranya dapat memberikan perawatan pada bayinya agar tumbuh kembang bayi optimal. Oleh sebab itu penting bagi ibu untuk berperan aktif dalam pelaksanaan kelas ibu hamil guna mempersiapkan ibu baik dalam segi fisik maupun psikis, sehingga ibu mampu melewati perubahan psikologis pada masa nifas. Kata kunci: Fase taking in, Kelas ibu hamil, Kesiapan perawatan bayi
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Persalinan Kala II Memanjang Susanti Pratamaningtyas; Suwoyo Suwoyo; Ayu Oktaviana
Malang Journal of Midwifery (MAJORY) Vol 1 No 1 (2019): MAJORY
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang & IBI Ranting Pendidikan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/majory.v1i1.2862

Abstract

The second stage elongated labor is the phase of a stucked labor and lasts too on the normal process was 2 hours in primigravida and 1 hour at multigravida. The second stage elongated labor cause dehydration, infection, fatigue and IUFD maternal and fetal asphyxia. Many factors affected the incidence including age, parity, spacing of pregnancy, the fetus is large and the location of the fetus. The purpose of this study was to determine the factors associated with the second stage elongated labor. This design was a cross sectional study. Total sample was 49 respondents determined by simple random sampling. The data were analyzed by chi-square test used error level ? 5% . The result of statistical test showed that X2 price was 3,841 which means there was a relations between the variables of age, parity, spacing of pregnancy, fetal weight, and fetus location on second stage elongated labor. Based on these results, it should be identifying the other factors that affecting the second stage elongated labor. Keywords: Second Stage Elongated, Distance Pregnancy, Fetal weight and location of Fetus
The Relationship Between Antenatal Care (ANC) Compliance And High-Risk Pregnancy During The COVID-19 Pandemic At Puskesmas Sukorame, Kediri Ninne Gerdha Fardiyana; Susanti Pratamaningtyas; Erna Rahma Yani
JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkk.v5i1.1196

Abstract

High-risk pregnancy is a pregnancy with problems that cause complications for the mother and baby. Efforts to improve health services for pregnant women to detect high risks can carry out pregnancy checks according to established ANC service. Objective The research purposed to the relationship between ANC compliance and high-risk pregnancy during the covid-19 pandemic at Puskesmas Sukorame, Kediri. Quantitative research method with cross sectional approach. The population of all pregnant women TM III with a sample of 49 people who met the inclusion-exclusion criteria and determined by consecutive sampling. The research instrument used a questionnaire sheet and KSPR. The research data were analyzed using Chi Square statistical test. Results based of chi square test with ? = 0,1 and df = 2 was clarified that score of X2count (4,63) > X2table (4,605), which meant H0 was rejected and Ha was accepted. concluded there is a the relationship between ANC compliance and high-risk pregnancy during the covid-19 pandemic at Puskesmas Sukorame, Kediri.
Implementasi, Sosialisasi dan Marketing Produk Olahan Tanaman Kelor sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Susanti Pratamaningtyas; Rahajeng Siti Nur Rahmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 6 (2022): September 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i6.1193

Abstract

Penurunan stunting merupakan fokus pemerintah di bidang kesehatan. Namun pandemi COVID-19 menjadi hambatan. Pandemi juga berdampak pada ekonomi keluarga sehingga lebih sulit dalam melaksanakan pencegahan stunting. Maka, tim pengabdian masyarakat ingin memberikan edukasi dan pelatihan pemanfaatan SDA sekitar menjadi makanan padat gizi dan bernilai jual. Daun kelor menjadi sumber daya alam yang dipilih karena selain dijuluki sebagai superfood, daun kelor aman dikonsumsi oleh anak-anak dan ibu hamil. Daun kelor diproses menjadi campuran susu soya, brownies, dan nugget yang mana disukai anak-anak. Selama pelatihan, peserta terlihat sangat antusias mengikuti arahan. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, dapat membantu masyarakat dalam mengolah sumber daya alam sekitar menjadi makanan padat gizi sebagai upaya pencegahan stunting dan dapat menjadi ide jual baru untuk masyarakat.
PENGARUH YOGA TERHADAP NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA : STUDI LITERATUR Nisa Shabrinafi Amalia; Erni Dwi Widyana; Susanti Pratamaningtyas
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v8i1.1003

Abstract

Latar Belakang: Gangguan menstruasi yang sering terjadi pada remaja adalah nyeri menstruasi atau disminore. Remaja yang mengalami nyeri menstruasi akan merasakan kram pada abdomen bawah dan biasanya disertai gejala tambahan yang mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari- hari. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menguranginya adalah memberikan terapi nonfarmakologis yaitu yoga. Studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh yoga terhadap nyeri menstruasi pada remaja. Metode: Desain studi dalam penelitian ini adalah literature review. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan keyword (yoga AND menstrual cramp OR adolescent, teenager). Selanjutnya, dilakukan seleksi terhadap 403.128 artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah artikel yang terseleksi sebanyak 13 artikel. Artikel diambil dari data base bereputasi maupun terakreditasi. Artikel diambil dari database PubMed, DOAJ Research Gate, dan Google Schoolar. Penyeleksian diambil dengan memerhatikan PICOS dan selanjutnya dianalisis. Teknik analisis yang digunakan oleh peneliti adalah Compare, Contrast, dan Synthesize. Hasil: Terdapat 14 jurnal yang menyebutkan adanya pengaruh pemberian yoga terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja. Skala nyeri menstruasi yang paling banyak dialami remaja adalah skala nyeri sedang. Kesimpulan: Pemberian yoga bisa diberikan sebagai terapi nonfarmakologi yang efektif untuk menurunkan nyeri menstruasi terhadap remaja. Hal ini dikarenakan yoga dapat memberikan efek relaksasi, sehingga tubuh dapat memproduksi hormon endorfin yang berguna sebagai obat analgesik alami.
Hubungan Pemakaian Kb Suntik 3 Bulan dengan Kenaikan Berat Badan pada Akseptor : Studi Literatur Rima Eka Pratiwi; Susanti Pratamaningtyas; Dwi Estuning Rahayu
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i1.39

Abstract

KB suntik dan pil merupakan alat kontrasepsi yang banyak digunakan memiliki efek samping utama kenaikan berat badan sebanyak 2,6% pada akseptor suntik, dengan yang paling banyak digunakan KB suntik 3 bulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan akseptor dengan menggunakan metode literature review dengan sumber data yaitu data skunder yang di akses dalam Google Schoolar dan PubMed. Analisis penelitian ini didapatkan dari 10 jurnal dengan tahun terbit 2015-2020 dengan hasil penelitian yang didapatkan pada penelitian ini yaitu mengetahui penyebab kenaikan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan. Kenaikan berat badan yang dialami ini tidak selalu terjadi karena pemakaian KB suntik 3 bulan, tergantung reaksi metabolisme tubuh akseptor terhadap hormon progesterone. Apabila berat badan naik terus dan tidak mengganggu, akseptor dapat melakukan diet rendah kalori serta melakukan olah raga yang proporsional untuk menjaga berat badan. Apabila dengan cara tersebut berat badan terus naik, pemakaian dihentikan dan ganti dengan kontrasepsi non-hormonal.
PENGARUH PROGRAM WELL BEING BABY AND MOM (WELLINGBOM) TERHADAP KEMAMPUAN KADER DALAM MENDETEKSI KEHAMILAN RESIKO TINGGI DI PUSKESMAS SUKORAME KOTA KEDIRI Susanti Pratamaningtyas
Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Vol 4 No 1 (2020): Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kader kesehatan masyarakat merupakan seseorang yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani berbagai permasalahan kesehatan. Pada tahun 2016 tercatat Angka Kematian Ibu (AKI) sebanyak 16 per 100.000 kelahiran hidup dengan sebab perdarahan (45,45%) dan preeklamsia berat (45,45%) sedangkan sisanya 9,09% dengan penyebab lain-lain. Untuk mengurangi angka kematian dan kesakitan ibu dan bayi, bidan haruslah dapat bekerja sama dengan masyarakat, salah satunya dengan pembinaan kader. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian pre-experimental design dengan rancangan One Group Pre-test Post-test. Populasi sejumlah 193 orang dan dilakukan sampling menggunakan teknik rendom sampling. Sample yang didapat sejumalah 130 responden. Analisis data menggunakan Wilcoxon match pair test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan menggunakan aplikasi Wellingbom sebelum dan sesudah untuk meningkatkan kemampuan kader dalam mendeteksi kehamilan resiko tinggi.