Claim Missing Document
Check
Articles

Nutrition Knowledge and Food Frequency Among People with Diabetes Mellitus Putri, Santy Irene; Pratamaningtyas, Susanti; Fajriah, Asruria Sani; Widiyanto, Aris
Journal of Local Therapy Vol 3 No 1 (2024): Journal of Local Therapy
Publisher : Pusat Unggulan IPTEK Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jlt.v3i1.4330

Abstract

Diabetes Mellitus is one of the chronic diseases that causes the highest death in Indonesia. In fact, the number of cases of pain continues to increase. Riskesdas 2018 data shows that the total number of diabetes cases in Indonesia is 8.5%. Complications include heart attacks and strokes, severe leg infections (causing gangrene, which may result in amputation), end-stage renal failure, and sexual dysfunction. After 10-15 years from the time of diagnosis, the prevalence of all complications of diabetes increases markedly. Efforts that can be made to prevent diabetes mellitus are managing lifestyle, regular physical activity, maintaining diet, and conducting early examinations. The purpose of this study was to determine the relationship between nutrition knowledge and food frequency with the incidence of diabetes mellitus. This was an observational analytic study with a cross-sectional study design conducted in Malang. A sample of 54 people was selected by purposive sampling technique. The dependent variable is the incidence of diabetes mellitus. Independent variables include nutrition knowledge and food frequency. The data were collected by questionnaire and analyzed using Pearson correlation. Nutrition knowledge (r = 0.40; p = 0.003) and food frequency (r = 0.33; p = 0.017) related to diabetes mellitus and statistically significant. Good nutritional knowledge and regular food frequency can prevent diabetes mellitus.
Implementasi, Sosialisasi dan Marketing Produk Olahan Minyak Sacha Inchi di Desa Binaan Bandar Lor sebagai Upaya Penanganan Stunting Susanti Pratamaningtyas; Ririn Indriani; Eny Sendra
Public Health and Safety International Journal Vol. 4 No. 01 (2024): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v4i01.636

Abstract

Percepatan penurunan stunting merupakan salah satu fokus pemerintah di bidang kesehatan dimana tertuang dalam target global Sustainable Development Goals (SDGs). Pada pelaksanaan pengabdian masyarakat tahun 2022, telah dilaksanakan implementasi, sosialisasi dan marketing terhadap produk olahan daun kelor. Tahun lalu, daun katuk dipilih karena memiliki konsentrasi tinggi terhadap kadar gizi dan sangat mudah ditemukan di lingkungan. Di tahun 2023, tim pengabdian masyarakat melanjutkan pemberian pelatihan dalam pengelolahan superfood lain yang sangat menjanjikan akan kandungan nutrisinya yaitu kacang sacha inchi. Sacha inchi merupakan tanaman oleaginous yang telah dibudidayakan dan berasal dari hutan hujan tropis wilayah Amazon. Bijinya menjadi sumber potensial nutrisi makro dan mikro, fitokimia, dimana hal ini termasuk 53% omega 3. kandungan minyak sacha inchi mengandung 17x lipat lebih omega3 dibandingkan ikan salmon yang mana sangat bermanfaat untuk fungsi otak, kesehatan pembuluh darah dan sebagai booster pada sistem imun.
PELATIHAN ASI PERAH PADA IBU HAMIL PEKERJA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN ASI EKSKLUSIF Pujiastuti, Nurul; Asiyah, Siti; Gustirini, Ria; Indriani, Ririn; Pratamaningtyas, Susanti
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1630

Abstract

Manfaat ASI dapat dirasakan oleh ibu menyusui, bayi, keluarga, lingkungan sekitar, bahkan negara. Namun, hanya sebagian bayi yang disusui oleh ibunya secara eksklusif. Hal ini disebabkan, salah satunya yaitu bayi ditinggal ibu bekerja. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil yaitu melalui pelatihan ASI perah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dalam memerah ASI. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan sasaran ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil di desa Martopuro. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan pada 10 peserta. Pada pre-test, 70% peserta memiliki pengetahuan yang kurang, sedangkan pada post-test, 80% peserta memiliki pengetahuan yang baik. Untuk keterampilan, 70% peserta memiliki keterampilan yang kurang sebelum pelatihan, dan 60% peserta memiliki keterampilan yang baik setelah pelatihan. Kesimpulannya, pelatihan ASI perah terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil tentang cara memerah ASI, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri untuk memberikan ASI kepada bayinya setelah melahirkan dan kembali bekerja
Effect of Colostrum Education on the Intention of Third-Trimester Pregnant Women to Provide Colostrum: Pengaruh Edukasi tentang Kolostrum pada Ibu Hamil Trimester III terhadap Niat Ibu dalam Pemberian Kolostrum Parahita, Anorraga; Pratamaningtyas, Susanti; Wijayanti, Lumastari Ajeng
JURNAL KEBIDANAN Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Kebidanan Dharma Husada
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35890/jkdh.v13i2.344

Abstract

Introduction: Indonesia has the third-highest infant mortality rate in ASEAN. One of the causes is that infants are not given colostrum (containing antibodies), making them susceptible to infections such as pneumonia and diarrhea, which are the biggest contributors to mortality. Mothers who did not give colostrum often lacked sufficient information to influence their intention to give colostrum. This study aimed to determine the effect of education about colostrum in third-trimester pregnant women on mothers' intention to give colostrum. Method: The pre-experimental study used a one-group pre-posttest design with a sample size of 37 respondents. Data were collected using a questionnaire and analyzed by Mc. Nemar Test. Result: the results of respondents whose intention to give colostrum before education was 48.6% and after education was 97.3%. Statistical tests showed ρ value = 0.000 < α = 0.05, so there was a significant difference between the intention to give colostrum before and after the intervention. Discussion: This shows that there is an effect of education about colostrum in third-trimester pregnant women on the mother's intention to give colostrum.
Pengaruh Faktor Lingkungan dan Peran Orang Tua Terhadap Pemilihan Menu Makan Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Tanon Kabupaten Kediri Faramista, Sukma; Pratamaningtyas, Susanti; Rahmaningtyas, Indah; Hardjito, Koekoeh
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i2.361

Abstract

Nutrition of breastfeeding mothers is one of the success factors of exclusive breastfeeding. Breastfeeding mothers with inadequate nutrition will have an impact on milk production, resulting in exclusive breastfeeding rates in an area not reaching the standards set by the government. This study aims to determine the influence of environmental factors and the role of parents in selecting breastfeeding mothers' diets. The research design was cross-sectional, with a sample size of 134 respondents using a simple random sampling technique. The place of this study was in the Tanon Health Center Working Area which has 17 villages. Data were collected through questionnaires including the Eating Frequency Questionnaire, the Environmental Factor Questionnaire consisting of 13 questions, and the Parental Role Questionnaire consisting of 17 questions. Data processing techniques using the Contingency Correlation test with an α value of 0.05. The results of the study of environmental factors on food menu selection obtained a p-value of 0.002 Asymp. Sig (2-sided) <0.05, then H0 is rejected. The results of the analysis of the parental role factor in the selection of the breastfeeding mother's diet obtained a p-value of 0.001 Asymp. Sig (2-sided) <0.05, then H0 is rejected. So it can be concluded that there is an influence of environmental factors and the role of parents on the selection of diet of breastfeeding mothers in the Working Area of Tanon Health Center, Kediri Regency.
Hubungan Konsumsi Sugar-Sweetened Beverages dan Aktivitas Fisik dengan Indeks Massa Tubuh pada Remaja Putri Aisyiyah, Suci Agnanni; Pratamaningtyas, Susanti; Sendra, Eny; Wijayanti, Lumastari Ajeng
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i2.363

Abstract

The prevalence of the problem of excess body mass index of adolescents with obesity category has increased worldwide over the past few decades including in Indonesia. Adolescent girls who consume sugar-sweetened beverages (SSB) with a frequency ≥ 1-6 times per week, and 81% do light physical activity. The purpose of the study was to determine the relationship between SSB consumption and physical activity with BMI in adolescent girls. Analytical research with a Cross-Sectional approach. Sampling was done by Proportionate Stratified Random Sampling, a sample of 90 adolescent girls at MAN 1 Kediri City. Data were collected using the BEVQ-15 and GPAQ questionnaires and analyzed with the Spearman Rank Test. Statistical tests showed p value = 0.000 < α (0.05) for the relationship between SSB consumption with BMI and p value = 0.005 < α (0.05) for the relationship between physical activity with BMI. SSB consumption and physical activity are associated with BMI. It is expected that young women maintain a normal body mass index by limiting the consumption of sugar-sweetened beverages, balancing the intake needs of nutrients in the body, and increasing physical activity.
REVITALISASI KAMPUNG IVA DI KELURAHAN BANDAR LOR WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKORAME Pratamaningtyas, Susanti; Indrani, Ririn; Sendra, Eny
Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan) Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal IDAMAN (Induk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/j.idaman.v9i1.4985

Abstract

Despite being preventable, cervical cancer is still considered the leading cause of death among women from developing countries. This cancer can be prevented by implementing early detection using the VIA method. The VIA village program, which was developed in 2020, is now revitalized with the same goal of reducing the incidence of cervical cancer. This time, the program will be implemented in Bandar Lor village, Kediri City which is included in the Sukorame Health Center area with 90 participants. Activities carried out include socialization, education and simultaneous VIA examinations. The team will also evaluate which parts are not yet understood by the community regarding early detection of cervical cancer through the IVA method, so that in the next program, more focused education can be carried out.
HUBUNGAN LAMA MENSTRUASI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 1 GROGOL KABUPATEN KEDIRI Antono, Sumy Dwi; Octavianny, Sinta Dwi; Pratamaningtyas, Susanti; Rahmawati, Rahajeng Siti Nur
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.836

Abstract

Pendahuluan: Rentang waktu lamanya menstruasi dapat menjadi salah satu pemicu timbulnya anemia. Tingkat kejadian anemia di kalangan remaja putri di Provinsi Jawa Timur mencapai 57,1%. Mengacu pada data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dalam periode 2022-2023, sekitar 37,88% remaja putri teridentifikasi memiliki risiko mengalami anemia. Lama menstruasi yang lebih panjang meningkatkan kemungkinan kehilangan darah dalam jumlah besar, yang pada akhirnya dapat terjadi akibat berbagai faktor, salah satunya berdampak pada remaja putri yang memiliki risiko tinggi mengalami anemia akibat defisiensi besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara lamanya periode menstruasi dengan kadar hemoglobin pada remaja putri. Metodologi: Penelitian ini menerapkan desain analitik dengan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis keterkaitan antara berbagai variabel. Subjek penelitian melibatkan 124 siswi remaja putri yang sedang menempuh pendidikan di kelas 7, teknik pengambilan sampel secara stratified random sampling sehingga diperoleh 60 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan pengukuran tingkat hemoglobin dengan perangkat digital. Hasil yang didapat kemudian dianalisis menggunakan metode korelasi Spearman Rank. Hasil: Analisis menggunakan korelasi Spearman Rank (rho) menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,006, yang lebih kecil dari 0,05. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan antara lamanya periode menstruasi dengan kadar hemoglobin pada siswi di SMPN 1 Grogol, Kabupaten Kediri. Diskusi: Lama menstruasi yang memiliki rentang waktu yang lebih dari normal bisa menjadi Salah satu faktor yang dapat menyebabkan berkurangnya kadar zat besi dalam tubuh adalah kurangnya asupan yang memadai. Hal ini dapat berdampak pada penurunan kadar hemoglobin, terutama pada remaja putri. Oleh karena itu, remaja putri disarankan untuk untuk mengonsumsi makanan bergizi, terutama yang kaya akan zat besi, serta mengonsumsi suplemen zat besi jika diperlukan. Kata Kunci : Anemia, Remaja Putri, Lama Menstruasi, Kadar Hemoglobin.
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN SELF AWARENESS DALAM DETEKSI DINI KELAINAN PAYUDARA PADA REMAJA PUTRI Asmarani, Wisma Dwi; Pratamaningtyas, Susanti; Titisari, Ira; Wijayanti, Lumastari Ajeng
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.697

Abstract

Remaja putri yang memiliki pengetahuan dan kesadaran yang baik cenderung mampu melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara benar dan teratur, sehingga dapat mengevaluasi kemungkinan adanya kelainan pada payudara. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran tersebut adalah dengan memanfaatkan media sosial sebagai sumber informasi mengenai cara deteksi dini kelainan payudara. Media sosial memiliki peran penting di era digital saat ini karena mampu menyampaikan informasi secara cepat, luas, dan menarik, sehingga dapat memperjelas pemahaman remaja terhadap isu-isu kesehatan. Menghubungkan penggunaan media sosial dengan self-awareness menjadi penting, mengingat remaja merupakan kelompok usia yang aktif menggunakan media sosial, dan pendekatan ini berpotensi menjadi sarana edukasi yang efektif dalam membentuk perilaku sadar kesehatan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan self-awareness dalam deteksi dini kelainan payudara pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kota Kediri. Desain penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswi remaja putri di SMA Negeri 1 Kota Kediri sebanyak 759 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 89 siswi yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tertutup yang telah divalidasi. Penggunaan media sosial diukur melalui indikator frekuensi, durasi, dan jenis konten kesehatan yang diakses, sedangkan self-awareness diukur melalui dimensi kognitif (pengetahuan), afektif (kepedulian), dan konatif (tindakan, seperti melakukan SADARI), dengan masing-masing item menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value = 0,000 (< 0,05) dan koefisien korelasi (r) = 0,603, yang termasuk dalam kategori korelasi sedang dan positif. Artinya, semakin tinggi tingkat penggunaan media sosial, maka semakin tinggi pula tingkat self-awareness remaja putri dalam melakukan deteksi dini kelainan payudara. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar remaja putri memanfaatkan media sosial secara bijak sebagai sarana untuk mengakses informasi kesehatan, khususnya dalam membentuk kesadaran diri terhadap pentingnya deteksi dini kelainan payudara sejak usia remaja. Kata Kunci: Penggunaan Media Sosial, Self Awareness, SADARI
PROGRAM WILAYAH BINAAN BERKELANJUTAN TAHAP III PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DAN PENDAMPINGAN IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN AKI DAN RISIKO STUNTING Indriani, Ririn; Rahmawati, Rahajeng Siti Nur; Titisari, Ira; Sendra, Eny; Rahmaningtyas, Indah; Antono, Sumy Dwi; Pratamaningtyas, Susanti; Cahyani, Desy Dwi
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.4907

Abstract

A total of 222 (7.2%) toddlers experienced malnutrition, based on BB/U. Meanwhile, the results of BB/TB weighing obtained 147 (4.8%) malnutrition, and 36 (1.2%) severe malnutrition. Assistance for pregnant women, wasted and stunted children as an effort to support the Gebrak program or movement to reduce the death rate and accelerate the reduction of stunting in Mojo District, Kediri Regency. Of the 50 targets, 20 were pregnant women, 2 were anemic, 3 had CED and 15 were at high risk. Meanwhile, 30 children were 4 wasted and 26 were stunted. From the coaching that was held, results were obtained from 25 respondents who took part with an average pre score of 84.14 points. Meanwhile, the average post value: 85.75. So it can be concluded that there was an increase in the youth group of 1.65. from the group of pregnant women, which consisted of 25 respondents in the class of pregnant women who filled out the DASS questionnaire, the pre-test average was 17.85, for the post-test the average was 23.95, so it can be concluded that there was an increase of 6. 1. ABSTRAKSebanyak 222 (7.2%) balita yang mengalami gizi kurang, berdasarkan BB/U. Sedangkan hasil penimbangan BB/TB didapatkan 147 (4.8%) gizi kurang, dan gizi buruk sebanyak 36 (1.2%). Pendampingan ibu hamil, anak wasting dan stunting sebagai upaya mendukung program Gebrak atau gerakan menurunkan angka kematian dan percepatan penurunan stunting di Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Dari sejumlah 50 sasaran, terdiri dari 20 orang ibu hamil dengan 2 orang anemia, 3 orang dengan KEK dan 15 orang dengan resiko tinggi. Sedangkan 30 anak dengan rincian 4 wasting dan 26 orang stunting. Dari pembinaan yang diselengggarakan didapatkan hasil 25 orang responden yang mengikuti rata-rata nilai pre sebanyak 84,14 poin. Sedangkan nilai post rata-rata: 85,75. sehingga dapat disimpulkan ada kenaikan pada kelompok remaja sebesar 1,65. dari kelompok ibu hamil, yang terdiri dari 25 orang responden di kelas ibu hamil yang mengisi kuesioner DASS mendapatkan rata-rata pre test adalah 17,85, untuk post test didapatkan rata-rata adalah 23,95, sehingga dapat disimpulkan ada kenaikan sebesar 6,1.