Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS PENYEBAB PELARIAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A JAMBI MENGGUNAKAN DIAGRAM FISHBONE Melva Damayanti B; Arisman Arisman
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v5i2.2021.198-206

Abstract

Dalam melakukan tugas di lembaga pemasyarakatan, diperlukantingginya tingkatkeamanan di Lapas agar berlangsung dengan maksimal.Fokus masalah ini adalah keamanan yang tidak berjalan dengan maksimal mengakibatkan pelarian oleh narapidana yang berlokus di Lapas kelas II A Jambi.Penelitian yang digunakan merupakan jenis penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi dan pendokumentasian, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan, jurnal, internet maupun buku-buku yang mendukung penelitian ini.Tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan pelarian narapidana melalui pendekatan studi kasus dan wawancara, yang data nya kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk diagram fishbone.Hasil dari penelitian ini adalah perlu adanya suatu perbaikan dalam system keamanan, peningkatan sarana dan prasarana serta pengoptimalan kompetensi petugas dan perbaikan tembok dinding Lapas, pagar kawat dan parit gajah sesuai standar pola bangunan pemasyarakatan.Kata kunci: Pelarian, Narapidana, Fishbone analysis
ANALISIS AKAR MASALAH PENYEBAB MARAKNYA PEREDARAN NARKOBA DI LAPAS KELAS IIB KAYUAGUNG MENGGUNAKAN DIAGRAM FISHBONE Nurrahman Putra Faikar; Arisman Arisman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 6 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i6.2022.2310-2320

Abstract

Permasalahan mengenai penyalahgunaan narkoba bahkan peredaran gelap narkoba telah menjadi suatu masalah yang tidak mengenal batasnya, perkembangan peredaran narkoba di Indonesia semakin meningkat bahkan sering terjadi peredaran gelap narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Tidak bisa dipungkiri bahwa hal tersebut disebabkan salah satu faktor banyaklah jumlah kasus tindak pidana narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akar permasalahan penyebab terjadinya peredaran narkoba di Lapas. Lokus pada penelitian ini adalah Lapas Kelas IIB Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi/pengamatan di lapangan, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data diolah dan disajikan dengan menggunakan metode Diagram Fishbone. Berdasarkan analisis hasil menunjukkan bahwa penyebab terjadinya peredaran narkoba di Lapas disebabkan oleh Teori 5 unsur M yaitu Man, Method, Money, Materials dan Machine dimana unsur manusia dan metode merupakan akar prioritas penyebab masalah tersebut. Sehingga masih perlu adanya suatu perbaikan terutama sistem keamanan, pengoptimalan kompetensi petugas serta metode yang benar. Oleh karena itu, dalam melakukan pemecahan masalah terhadap peredaran narkoba di Lapas diperlukan analisis penyebab dengan menggunakan metode Diagram Fishbone agar mendapatkan detail akar permasalahan dan menggunakan analisis 5W + 1H dalam strategi pemecahannya.Kata Kunci: Peredaran, Narkoba, Lembaga Pemasyarakatan, Diagram Fishbone
Analisis SWOT : Strategi Penjualan Produk Kerajinan Tangan Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sibolga Karimah Aini; Arisman Arisman
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2022): JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v6i1.1150

Abstract

This study aims to identify supporting and inhibiting factors or internal and external factors to determine alternative strategies that can be applied in the sale of handicraft products of prisoners in the Class IIA Sibolga Penitentiary. The research method used is descriptive qualitative with the analysis technique used is the SWOT analysis through internal factor analysis (IFAS) and external factor analysis (EFAS). Data collection was carried out by observation and unstructured interviews. The results showed that the analysis of internal factors in the IFAS matrix has a total opportunity and threat of 2.94 while the total value of opportunities and threats in the analysis of external factors in the EFAS matrix is 3.56. The quadrant position of the alternative strategy is determined by the x-axis and y-axis obtained from the sum of the IFAS and EFAS matrices. In this study, the coordinates of the X axis = 0.76 and the Y axis = 0.68 which are in quadrant I which means an aggressive strategy. Aggressive strategy seeks to maximize the strength factor and take advantage of the opportunity factor. By taking advantage of the strengths and using the available opportunities, the Sibolga Class IIA Penitentiary will succeed in resolving the problems currently being felt related to the sale of handicraft products of prisoners.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat atau faktor internal dan faktor eksternal untuk menentukan strategi alternatif yang dapat diterapkan dalam penjualan produk kerajinan tangan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sibolga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis yang digunakan adalah analisis SWOT melalui analisis faktor internal (IFAS) dan analisis faktor eksternal (EFAS). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara yang sifatnya tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis faktor internal pada matriks IFAS memiliki total peluang dan ancaman sebesar 2,94 adapun total nilai peluang dan ancama pada analisis faktor eksternal pada matrik EFAS sebesar 3,56. Posisi kuadran strategi alternatif ditentukan sumbu x dan sumbu y yang diperoleh dari penjumlahan pada matrik IFAS dan EFAS. Pada penelitian ini  diperoleh koordinat sumbu X = 0,76 dan sumbu Y = 0,68 yang berada pada kuadran I yang merekomendasikan strategi agresif. Strategi dan rekomendasi dibahas lebih detil dalam artikel ini. 
Penerapan Analisis SWOT dalam Pencegahan Kasus Peredaran Narkoba (Studi Kasus Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B Batam) Frischa Mentari Safrin; Arisman Arisman
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2022): JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v6i1.1156

Abstract

 Indonesia is one of the countries where drugs have become a chronic problem. The abuse will be punished in the Correctional Institution in accordance with the provisions stipulated in the Law. However, paying the law does not categorize drug users to be rehabilitated, so that in the Correctional Institution 50% of the residents are drug cases, this makes every Correctional Upt experiencing over-insity. With views from 33 Regional Offices, Riau Island found over capacity of 73%. Where one of them are Women's Correctional Institution Class II B Batam became the second largest in the riau islands regional office which has the largest over capacity. With the lack of rehabilitation, drug users still have an addiction to the illicit drugs. This becomes an important area for officers to make drug case prevention strategies. This study uses SWOT analysis strategy. Where the analysis consists of internal factors and external factors. Where internal factors consist of strengths and weaknesses, external factors consist of opportunities and threats. Research is qualitative, with qualitative and quantitative data. The study was located in The Women's Correctional Institution Class II B Batam, with a population of 75 employees, with porpusive sampling techniques with the criteria of 5 staff who have been selected by the author. Analyze data using Microsoft Excel which has been accumulated into one absolute value. Preventive analysis of these cases using SWOT analysis. The value obtained at IFAS is -0.42 and the value in EFAS is 0.93. So described in the SWOT matrix, the right strategy in the middle of the situation and condition of The Women's Correctional Institution Class II B Batam is a turn-arround strategy. Researchers have determined the way in such a strategy.  AbstrakIndonesia merupakan salah satu negara dimana narkoba sudah menjadi masalah kronis. Penyalahgunaannya akan dijerat hukuman di dalam Lembaga Pemasyarakatan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang. Akan tetapi, payung hukum tersebut tidak mengkategorikan pengguna narkoba untuk direhabilitasi, sehingga di dalam Lembaga Pemasyarakatan 50% penghuni adalah kasus narkoba, hal ini membuat setiap UPT Pemasyarakatan mengalami over kaapsitas. Dari 33 Kantor Wilayah di Indonesia, Kepulauan Riau mendapati over kapasitas sebesar 73%. Salahsatunya adalah Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B Batam yang menempati peringkat kedua over kapasitas terbesar dalam kanwil Kepulauan Riau. Minimnya rehabilitasi  menjadikan pengguna narkoba masih memiliki kecanduan akan obat terlarang tersebut. Hal ini menjadi ranah penting untuk petugas membuat strategi pencegahan kasus narkoba. Penelitian ini menggunakan strategi analisis SWOT. Dimana analisis tersebut terdiri dari factor internal dan factor eksternal. Dimana factor internal terdiri dari strengths dan weakness, factor eksternal terdiri dari opportunities dan threats. Penelitian bersifat kualitatif, dengan data kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini berlokasi di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B Batam, dengan populasi 75 orang pegawai, dengan Teknik penarikan sampel secara porpusive sampling dengan kriteria 5 orang staf yang telah dipilih oleh penulis. Analisis data menggunakan Microsoft Excel yang mana telah diakumulasikan menjadi satu nilai mutlak. Analisis pencegahan kasus ini menggunakan analisis SWOT. Nilai yang diperoleh pada IFAS sebesar -0,42 dan nilai pada EFAS sebesar 0,93. Sehingga digambarkan pada matriks SWOT, strategi yang tepat ditengah situasi dan kondisi Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B Batam adalah strategi turn-arround. Diskusi dan rekomendasi disajikan dalam artikel ini.
ANALISIS PENYEBAB KURANG OPTIMAL PEMBINAAN DI LAPAS KELAS IIA LAHAT DENGAN METODE DIAGRAM FISHBONE Iklim Fernandez; Arisman Arisman
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 7 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i7.2022.2686-2694

Abstract

Penelitian ini bertujuan : untuk mengetahui dan melihat hal permasalahan yang ada di dalam Lembaga Pemasyarakatan , permasalahan yang krusial yang terjadi didalam lapas adalah program pembinaan yang tidak berjalan dengan begitu optimal, banyak factor yang membuat itu terjadi seperti banyak nya hunian didalam lapas serta banyak konflik yang menyebabkan keributan didalam lapas.. Lapas Kelas IIA Lahat merupakan salah satu UPT di Pemasyarakatan yang memiliki fungsi yaitu melakukan pembinaan terhadap Narapidana serta memenuhi hak narapidana harus ada identifikasi dan penyelesaian yang lebih lanjut dan mendalam mengenai sebab terjadi nya permasalahan dan akibat yang dirasakan ketika kurang optimal dalam pembinaan didalam lapas. Saya melakukan penelitian dengan diagram fishbone dalam mengindetifikasi penyebab permasalahan yang ada didalam lapas. Ketika sudah mengetahui permasalahan yang ada didalam lapas, langkah yang dapat diambil ialah dengan membuat rekomendasi dan solusi akan permasalahan tersebut sehingga dapat di interpretasikan dengan efektif  Rekomendasi untuk peran pemimpin yang kurang dapat dilakukan dengan berdiskusi dengan bawahan menciptakan suasana yang kondusif untuk membahas hal hal perubahan untuk kemajuan organisasi. Diagram Fishbone dapat dilakukan terhadap permasalahan program pembinaan yang kurang optimal. Hasil yang didapatkan dalam permasalahan ini dengan metode diagram fishbone adalah  Money , Man , Machine ,Method dan Material
ANALISIS SWOT UNTUK MENENTUKAN STRATEGI KESATUAN PENGAMANAN LAPAS DALAM UPAYA MENCEGAH PENYELUNDUPAN NARKOTIKA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB ARGA MAKMUR Rey Japa Bramada; Arisman Arisman
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 1 (2022): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i1.464-474

Abstract

Terjadinya peredaran narkoba di Lapas adalah sebuah kesalahan dalam memanagemen pengamanan dalam sebuah sistem di Lapas. Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan adalah salah satu Sumber Daya Manusia terpenting dalam menentukan kondisi keamanan di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Penelitian ini menggunakan alat analisis SWOT dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berasal dari data primer dan data sekunder. Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan teknik Penelitian Lapangan yaitu pengumpulan data langsung yang menjadi objek penelitian untuk melihat dari dekat Lapas tersebut, dengan menggunakan motode pengamatan, observasi, interview. kemudian penelitian kepustakaan yaitu mengumpulkan data sekunder atau data yang diperoleh dari data yang telah dibukukan, baik berupa laporan-laporan  maupun hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukan strategi yang mempunyai nilai tertinggi yaitu WT. Sehingga Pada kelemahan dan ancaman yang ada di Lapas dapat diminimalkan kelemahan internal untuk menghindari ancaman dari eksternal yaitu dengan membentuk Tim Inteligent untuk memperoleh informasi dalam melakukan deteksi dini dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban khususnya dalam hal peredaran narkoba, melaksanakan koordinasi dengan APH lainnya dan BNN, memaksimalkan penggeledahan titipan barang dan makanan untuk mencegah penyelundupan narkoba dan meningkatkan skill petugas dalam melakukan pendekatan dan pengamanan.
ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS PENCEGAHAN PENYEBARAN TUBERKULOSIS (TB) DI RUTAN KELAS II B BANGLI I Gede Resthu Bangkit Raharjo; Arisman Arisman
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 1 (2022): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i1.370-380

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang terutama disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Saat ini, tuberkulosis dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat karena menurunkan kesehatan jutaan orang setiap tahun dan penyebab kematian kedua akibat penyakit menular di seluruh dunia. Berbagai kebijakan yang diterapkan di Rutan Kelas II B Bangli telah dikeluarkan untuk upaya pencegahan penyebaran Tuberkulosis ini. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk Analisis Lingkungan Strategis Pencegahan Penyebaran Tuberkulosis (TB) di Rutan Kelas II B Bangli untuk mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan Rutan dalam mencegah penyebaran Tuberkulosis didalam Rutan. Penelitian ini menggunakan mix method yang berupa pendekatan kuantitatif untuk analisis swot dan kualitatif untuk mendeskripsikan hasil dari analisis dengan melakukan wawancara untuk validasinya. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan strategi agresif pada kuadran satu dapat menegakan kebijakan yang telah jalankan dan menginovasi kebijakan tersebut agar lebih optimal.
ANALISIS SWOT KEGIATAN PEMBINAAN KEMANDIRIAN NARAPIDANA DI LAPAS NARKOTIKA KELAS II A MUARA BELITI Anwar Farid; Arisman Arisman
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 1 (2022): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i1.274-287

Abstract

Lapas Narkotika Kelas II A Muara Beliti tergolong Lapas Medium Security, pembinaan diberikan kepada WBP sebagai Lapas medium security dijelaskan di Permenkumham Nomor 35 Tahun 2018 Tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan pasal 19. Pembinaan berdasarkan revitalisasi pemasyarakatan  telah dilaksanakan oleh Lapas berupa kegiatan pembinaan kemandirian. Penelitian ini menganalisis apa faktor internal dengan faktor eksternal yang dimiliki Lapas Narkotika Kelas II A Muara Beliti dalam melaksanakan kegiatan pembinaan kemandirian? Tujuannya mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang dimiliki Lapas dalam melaksanakan kegiatan pembinaan kemandirian serta penentuan strategi dalam mendukung kegiatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan alat analisis SWOT dengan sumber data primer melalui wawancara, pembagian kuesioner, observasi yang dilakukan oleh peneliti. Sumber data sekunder diperoleh dari penelusuran kebijakan terkait kegiatan pembinaan kemandirian dan lain-lain. Hasil dari penelitian ini menunjukkan posisi Lapas berada di kuadran I artinya mendukung strategi SO dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan kemandirian.
ANALISIS SWOT SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB KLATEN Fatimah Rahman; Arisman Arisman
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 1 (2022): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i1.330-339

Abstract

Narapidana yang sedang mengalami hukuman memperoleh hak sebagai warga negara termasuk dalam bidang kesehatan. Hal ini diamanatkan dalam pasal 25 ayat (1) DUHAM. Dengan demikian, kegiatan perawatan berupa layanan kesehatan bagi narapidana merupakan hak mendasar bagi mereka. Pemenuhan hak pelayanan kesehatan narapidana diatur dalam pasal 14 ayat (1) huruf d UU Nomor 12. Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan yang berbunyi bahwa narapidana memiliki hak dalam memperoleh perawatan, dukungan kesehatan dan makanan baik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Analisis Lingkungan Strategis Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Klaten. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Lapas Kelas IIB Klaten menunjukkan strategi agresif yang terletak pada kuadran I sehingga Lapas Kelas IIB Klaten dapat mempertahankan kualitas pelayanan yang telah dilakukan dengan memaksimalkan seluruh faktor kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. 
ANALISIS SWOT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROGRAM PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB KLATEN Emilia Rohmawati Asyarifah; Arisman Arisman
JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora Vol 9, No 1 (2022): JUSTITIA : Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/justitia.v9i1.178-188

Abstract

Studi ini membahas mengenai upaya peningkatan program pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Program pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan merupakan inti untuk dapat merubah narapidana menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat. Akan menjadi suatu masalah apabila program pembinaan di lapas tidak berjalan dengan optimal. Oleh karenanya, diperlukan suatu analisis untuk mengetahui posisi kekuatan saat ini dan bagaimana strategi yang harus diterapkan. Dengan diketahuinya strategi yang tepat untuk meningkatkan pelaksanaan program pembinaan diharapkan dapat dijalankan dengan lebih optimal. Data diperoleh melalui observasi dan penyebaran kuesioner kepada petugas di Lapas Kelas IIB Klaten. Analisis yang digunakan dalam studi ini adalah dengan teknik analisis matrik IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summary). Hasil studi menunjukkan  strategi yang baik diterapkan pada kuandran III, sehingga strategi yang tepat untuk peningkatan program pembinaan adalah dengan mengoptimalkan strategi turnd around. Fokus strategi ini yaitu meminimalkan masalah internal organisasi dan mampu memanfaatkan peluang yang ada secara optimal.