Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PELATIHAN RECORDING DAN STREAMING MENGGUNAKAN OBS STUDIO DI DAERAH RURAL Kmurawak, Remuz MB; Dimara, Lisiard; Sroyer, Alvian; Mandowen, Samuel
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Live Streaming is a form of technological development allowing online learning. To be able to accommodate online learning preparation. This Recording and Streaming Training activity using OBS Studio aims to support online learning about socialization and publication on social media. This activity is carried out by presentation method and direct workshops. The activity begins with preparation, implementation and evaluation. They can implement OBS Studio based on participant input, from the preparation stage equipment installation to recording and streaming. Some activities require looping independently, including merging with the Zoom application Abstrak Live Streaming merupakan dampak dari perkembangan Teknologi yang memungkinkan proses pembelajaran secara daring. Untuk dapat mengakodir persiapan pembelajaran secara online. Kegiatan Pelatihan Recording dan Streaming menggunakan OBS Studio ini bertujuan untuk menunjang pembelajaran secara daring mengenai sosialisasi, dan publikasi di media sosial. Kegiatan ini dilakukan dengan metode presentasi dan serta workshop secara langsung. Kegiatan diawali dengan persiapan, pelaksanaan serta evaluasi. Berdasarkan masukan peserta, mereka dapat mengimplementasikan OBS Studio mulai dari tahapan persiapan,instalasi alat, hingga recording dan streaming. Beberapa aktivitas memerlukan perulangan agar dapat dikerjakan dengan mandiri, termasuk penggabungan dengan aplikasi Zoom.
Status Keberlanjutan Pengelolaan Perikanan Tangkap Tradisional Berbasis Penilaian RAPFISH-Blue Economy: Studi Kasus pada Nelayan di Teluk Urfu, Kabupaten Biak Numfor Rumbiak, Kristhopolus; Rejauw, Korinus; Dimara, Lisiard
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 8 No 2 (2025): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi November 2025
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v8i2.5124

Abstract

Perikanan merupakan sektor penting bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada perikanan tangkap tradisional sebagai sumber mata pencaharian utama. Ketergantungan ini sangat kuat terutama bagi nelayan lokal di Teluk Urfu, Kabupaten Biak Numfor, sehingga mendorong perlunya kajian ilmiah mengenai keberlanjutan pemanfaatan sumber daya perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status keberlanjutan pengelolaan perikanan tangkap tradisional menggunakan pendekatan RAPFISH, mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang memengaruhi keberlanjutan pengelolaan, serta mengidentifikasi praktik ekonomi biru yang telah diterapkan oleh nelayan setempat. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan (April–September 2025) pada dua stasiun pengamatan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan pendekatan wawancara (kuesioner dan FGD), purposive sampling menggunakan metode Point Intercept Transect (PIT), serta pengukuran in situ parameter fisik-kimia perairan. Analisis data ekologi menggunakan perangkat lunak PAST, sedangkan penilaian status keberlanjutan dilakukan dengan pendekatan Multidimensional Scaling (MDS) RAPFISH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi ekologi (56,04) dan ekonomi (53,55) termasuk dalam kategori Cukup Berkelanjutan. Sementara itu, dimensi sosial (48,41), teknologi (29,47), dan kelembagaan (46,79) berada pada kategori Kurang Berkelanjutan. Secara keseluruhan, indeks keberlanjutan pengelolaan mencapai 46,85 yang juga termasuk kategori Kurang Berkelanjutan. Atribut-atribut yang paling berpengaruh (sensitif) terhadap keberlanjutan pengelolaan antara lain: volume tangkapan ikan (7,96%), lama waktu operasi penangkapan (6,54%), dampak aktivitas bongkar-muat BBM di Teluk Urfu (6,24%), perikanan sebagai sumber mata pencaharian utama (5,04%), kepemilikan perahu penangkapan (4,74%), keberadaan usaha lain di luar sektor perikanan (4,66%), penyuluhan perikanan (8,84%), keberadaan kelompok nelayan (8,16%), teknologi pascapanen (4,99%), pemanfaatan alat navigasi (4,90%), serta penegakan hukum terhadap praktik penangkapan ikan ilegal (4,12%). Praktik ekonomi biru yang telah diterapkan oleh nelayan lokal meliputi pemanfaatan sumber daya alam secara ramah lingkungan melalui teknik penangkapan tradisional yang terbatas, diversifikasi ekonomi rumah tangga nelayan, serta keberadaan dan penguatan kelompok nelayan sebagai wadah pemberdayaan dan pengelolaan sumber daya secara kolektif.