Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analysis of the Effect of Learning Models, Cognitive Abilities, and Facilities on Students' Academic Achievements Mohzana; Firman Aziz; Muhammad Ridhwan; Susatyo Adhi Pramono; Iwan Henri Kusnadi; Bayu Purbha Sakti
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 01 (2025): Research Articles, April 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i01.5725

Abstract

This study analyses the influence of learning models, cognitive abilities, and facilities on students' academic achievement. Improving student learning outcomes heavily depends on the learning model used in the teaching and learning process. Both internal and external factors influence academic achievement. Internal aspects include students' cognitive capacity, while external factors include the availability of facilities. Students' cognitive capacities contribute to their understanding and application of the concepts taught, and selecting an appropriate learning model can enhance the efficacy of the learning process. Conversely, a better learning environment is supported by sufficient facilities. This study used a quantitative methodology based on survey research. Questionnaires distributed in senior high schools were used to gather data. In particular, the study found that student's academic achievement improved when they were more actively involved in and understood the content through technology-based learning models that were interactive and centred around technology. Compared to pupils with lower cognitive abilities, those with higher cognitive abilities tend to do better in school. Comfortable classrooms, access to technology, and sufficient teaching materials are all examples of full and high-quality learning facilities that positively affect student learning results. Using multiple linear regression analysis, we find that all three factors, the learning model in particular, contribute significantly to students' performance in the classroom. These results show that to raise the bar for education, we must enhance learning strategies, help students hone their cognitive capacities, and build better classrooms.
TEKS LAPORAN HASIL PENGAMATAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Dewi Anggraini Ramadhani; Marissa Salsabilla; Bunga Salshabilla; Bayu Purbha Sakti; Dimas Alfian Sandy Pradana; Bayu Eka Anggara
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Cahaya Edukasi
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i2.383

Abstract

Penelitian ini membahas pembelajaran teks laporan hasil pengamatan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui kajian berbagai sumber pustaka. Fokus penelitian diarahkan pada pemahaman struktur teks, penggunaan kaidah kebahasaan, serta penerapan model pembelajaran yang mendukung kemampuan menulis siswa. Metode yang digunakan berupa studi literatur dengan menelaah beberapa jurnal dan referensi yang berkaitan dengan materi tersebut. Berdasarkan hasil kajian, diketahui bahwa teks laporan hasil pengamatan memiliki karakteristik berupa penyajian fakta hasil observasi secara runtut dan objektif. Pembelajaran teks ini mampu membantu siswa meningkatkan kemampuan berpikir logis, keterampilan mengamati, serta kemampuan menyusun informasi secara sistematis. Akan tetapi, masih ditemukan sejumlah hambatan, seperti rendahnya kemampuan siswa dalam mengembangkan ide dan kurangnya variasi strategi pembelajaran yang digunakan guru.
ANALISIS KEMAMPUAN MENULIS LAPORAN WAWANCARA PADA SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR: STUDI PUSTAKA Syahid Reshaf Chotib; Nurul Hafidzha; Nailah Khairunnisa; Muhammad Baasyir Ibadurrahman; Celvy Agnesia Nurmasila; Bayu Purbha Sakti
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Cahaya Edukasi
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i2.400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan siswa kelas VI Sekolah Dasar dalam menyusun laporan hasil wawancara. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang membahas keterampilan menulis, pembelajaran Bahasa Indonesia, serta teknik penyusunan laporan wawancara pada jenjang sekolah dasar. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan bahwa masih terdapat berbagai hambatan yang dialami siswa, seperti kurangnya pemahaman terhadap sistematika laporan, penggunaan ejaan dan tanda baca yang belum sesuai dengan kaidah, serta kesulitan dalam mengembangkan informasi hasil wawancara menjadi tulisan yang terstruktur. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa, pemberian latihan secara berkelanjutan, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik dapat membantu meningkatkan kualitas tulisan siswa. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang tepat agar kemampuan berbahasa dan keterampilan menulis laporan wawancara siswa dapat berkembang secara optimal.
Pengembangan LKPD Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Peserta Didik Kelas III SDN 1 Banyuripan Daru Ken Mahanani; Gunawan Budi Santoso; Bayu Purbha Sakti
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8872

Abstract

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi membaca pesan dalam poster promosi untuk peserta didik kelas III di SDN 1 Banyuripan menjadi fokus dalam penelitian ini. Selain menghasilkan produk pembelajaran, kajian ini juga menelaah tingkat kelayakan serta efektivitas LKPD terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Pendekatan yang diterapkan berupa Research and Development (R&D) melalui model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Proses pengembangan menunjukkan bahwa LKPD yang dirancang memenuhi kriteria validitas yang sangat tinggi. Penilaian dari ahli materi memperoleh persentase 96,25%, sementara hasil validasi ahli media mencapai 97,5%. Tingkat kepraktisan produk tampak pada respons peserta didik terhadap penggunaan LKPD dengan persentase sebesar 90% sehingga tergolong sangat praktis. Instrumen penelitian yang digunakan juga memenuhi persyaratan kualitas instrumen karena dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,935. Implementasi LKPD berbasis PBL memberikan dampak positif terhadap capaian belajar peserta didik. Hal tersebut terlihat dari peningkatan nilai rata-rata pre-test yang semula 65,56% menjadi 93,92% pada post-test, sehingga terdapat kenaikan sebesar 28,36%. Temuan lain diperoleh melalui uji N-Gain, yaitu kelas yang memanfaatkan LKPD memperoleh rata-rata 0,82 dengan kategori tinggi, sedangkan kelas yang belum menggunakan LKPD mendapatkan nilai -0,40 dengan kategori sedang. Keseluruhan hasil tersebut memperlihatkan bahwa LKPD berbasis PBL memiliki tingkat kelayakan tinggi, mudah digunakan dalam proses pembelajaran, serta efektif diterapkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Peningkatan Ketetampilan Menyimak Di Sekolah Dasar Melalui Media Gambar, Digital, Dan Audio Visual Fatkhia Nur Azizah; Sofia Nanda Saputri; Dina Puspita Anggraini; Nur Amelia Sari; Bayu Purbha Sakti
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 2 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i2.2988

Abstract

Listening ability is one of the basic skills that must be mastered by elementary school students in learning Indonesian. However, in reality, students' listening ability is still relatively low. This article aims to examine various learning strategies and media used to improve elementary school students' listening skills through literature studies. The research method used is a qualitative approach with a literature review from various scientific sources. The results of the study show that learning media such as storytelling pictures, digital storytelling, wayang cerita and audio-visual media can significantly increase students' interest, understanding, and active participation in listening activities. The application of appropriate and innovative media has a positive impact on improving listening skills and supporting the achievement of Indonesian language learning objectives at the elementary level.
Meningkatkan Ketrampilan Menulis Paragraf pada Siswa Sekolah Dasar melalui Pembelajaran yang Menyenangkan Avivvah Sulistyowati; Gressia Fani Ekawati; Luki Eka Ferdian; Miftahul Jannah; Bayu Purbha Sakti
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 2 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i2.2990

Abstract

This study aims to improve elementary school students' paragraph writing skills through the application of the Pair Check cooperative learning model supported by YouTube media, images, and picture cards. Paragraph writing skills are an important aspect in learning Indonesian, but students often have difficulty in developing ideas coherently and interestingly. This study uses a Classroom Action Approach (CAR) which is implemented in two cycles, with elementary school students as research subjects. Data were collected through observation, written tests, and documentation. The results of the study indicate that the application of the Pair Check model facilitates cooperation between students and facilitates the process of correcting each other's work results. The use of YouTube media provides concrete examples of paragraph structure, while images and picture cards help students develop ideas visually and contextually. There was a significant increase in the quality and number of paragraphs written by students in each cycle. Thus, this learning strategy has proven effective in improving elementary school students' paragraph writing skills.
Beberapa Metode Menulis Kalimat di Kelas Rendah Aprilistia Nugraheni; Della Aprilyana; Diah Puri Widyawati; Tasya Putri; Dinda Zahra Ummami; Bayu Purbha Sakti
Jurnal Pendidikan Sosial Dan Konseling Vol. 3 No. 2 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpdsk.v3i2.2994

Abstract

Writing skills are one of the essential skills in learning Indonesian in elementary schools. However, the reality shows that many students still have difficulty in writing sentences correctly and effectively. This article examines five learning methods, namely the dictation method, writing exercises, syllabus, Think Talk Write, and picture media, with the aim of improving students' sentence writing skills. The results of literature research show that each method has its own advantages and significantly helps the development of students' writing. This article recommends that teachers use methods that are appropriate to the characteristics of students and the learning context.
Evaluasi Menyimak Cerita Pendek Menggunakan Media Audio Visual Pada Kelas 5 Sekolah Dasar: Penelitian Rani Nur Hidayah; Eolalia Fadya Trisnawati; Eka Ratna Istari Putri; Arrozika Sabrina Apriliana; Bayu Purbha Sakti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4648

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji kemampuan menyimak cerita pendek pada siswa kelas 5 sekolah dasar melalui sudut pandang evaluasi pembelajaran yang memanfaatkan media audio visual. Kajian disusun dengan metode studi literatur yang melibatkan berbagai hasil penelitian dan publikasi ilmiah nasional maupun internasional yang terkait. Pembahasan difokuskan pada gambaran karakteristik keterampilan menyimak cerpen siswa serta pemanfaatan media audio visual sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pemahaman mereka. Hasil telaah mengindikasikan bahwa keterampilan menyimak siswa kelas 5 berada pada tingkat cukup, namun masih ditemukan beberapa hambatan. Siswa kerap mengalami masalah dalam menjaga fokus, memahami jalannya cerita serta pesan yang disampaikan, dan memiliki pengalaman yang terbatas dalam kegiatan menyimak secara lebih mendalam.Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa penerapan media audio visual seperti video cerita, animasi, dan rekaman audio yang dipadukan dengan visual pendukung terbukti mampu meningkatkan fokus, memperkuat pemahaman makna, dan membantu peserta didik dalam mengidentifikasi unsur-unsur cerita secara lebih akurat. Evaluasi menyimak berbasis audio visual juga memberikan gambaran komprehensif mengenai perkembangan kemampuan peserta didik, sekaligus membantu pendidik menentukan intervensi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran menyimak cerpen.
Peran Bahasa Indonesia dalam Bahasa Inggris Wahid Nur Muhammad Firdaus; Malik Al Jabar; Ridho Noviansyah; Alfariq Reyhan Wisanggeni; Abednego Wahyu Purnama; Bayu Purbha Sakti
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 3 No 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Language plays a fundamental role in human life, particularly in education and global communication. Indonesian serves as a national language and a unifying tool, while English functions as an international medium of global communication. This article aims to examine the role of the Indonesian language within the context of English learning and use, both as a linguistic aid and as a reinforcement of national identity. The research method applied is a literature review, analyzing various relevant academic sources. The findings indicate that Indonesian serves as a linguistic mediator, a competence indicator, and a conceptual framework in English learning. Proper use of Indonesian in English learning enhances students’ understanding of structure, meaning, and communicative context. In conclusion, the synergy between Indonesian and English should be developed in national education to build global literacy while preserving national linguistic identity.
Pentas Drama Sebagai Wadah Pengembangan Keterampilan Komunikasi Dan Penguatan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Dasar Dea Ajeng A; Dina Nur E; Devlina Fatimah M; Tita Nur A; Bayu Purbha Sakti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1113

Abstract

Pentas drama merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan keterampilan komunikasi dan kepercayaan diri siswa sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pentas drama di sekolah dasar, perannya dalam pengembangan keterampilan komunikasi, kontribusinya terhadap penguatan kepercayaan diri siswa, serta tantangan dan peluang implementasinya dalam lingkungan pendidikan dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan berupa jurnal, artikel, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran drama di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa pentas drama tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan seni pertunjukan, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berbahasa, keterampilan komunikasi interpersonal, kerja sama, tanggung jawab, kreativitas, dan empati siswa. Melalui proses latihan dan pementasan, siswa memperoleh pengalaman berkomunikasi secara langsung, mengungkapkan ide dan perasaan, serta berinteraksi dengan lingkungan sosial secara lebih efektif. Selain itu, keterlibatan dalam pentas drama dapat membantu siswa mengatasi rasa malu, gugup, dan takut tampil di depan umum sehingga mampu meningkatkan kepercayaan diri. Meskipun implementasi pentas drama menghadapi berbagai tantangan, seperti perbedaan karakteristik siswa, keterbatasan waktu, dan kesiapan guru dalam mengelola kegiatan drama, kegiatan ini memiliki peluang yang besar untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa sekaligus memperkuat pendidikan karakter. Oleh karena itu, pentas drama dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan keterampilan komunikasi dan memperkuat kepercayaan diri siswa sekolah dasar.