Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Penyebab Ketidakpatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) Husna, Asmaul; Aquari, Bina; Pratiwi Rahmadhani, Sendy; Minata, Fika
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v5i2.1368

Abstract

Ketidakpatuhan mengkonsumsi zat besi dapat menyebabkan konsekuensi negatif pada wanita hamil dan kesehatan janin termasuk meningkatnya risiko terkena anemia selama kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Ibu Hamil di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI) tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian Survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 491 ibu hamil Trimester ketiga di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Batu dengan besar sampel 83 responden. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi & eksklusi yang ditetapkan peneliti. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan uji statistic Chi Square. Berdasarkan analisis univariat, distribusi frekuensi responden menunjukkan 47 (56,6%) patuh, 46 (55,4%) pengetahuan baik, 52 (62,7%) merasakan efek samping TTD, dan 47 (56,6%) kunjungan ANC < 4 kali. Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa ada hubungan pengetahuan (p value = 0,047), efek samping (p value = 0,021) dan kuantitas ANC (p value = 0,022) dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi TTD. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah secara statisti terdapat hubungan pengetahuan, efek samping, dan kuantitas ANC dengan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi TTD.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Mahasiswa Terhadap Protokol Kesehatan Pada Masa Menuju Endemic Covid 19 Bina Aquari; Heru Listiono
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.834 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v12i1.293

Abstract

COVID-19 merupakan pandemi yang saat ini sedang terjadi di dunia yang disebabkan oleh virus yang disebut dengan Severe-Acute-Respiratory-Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan mahasiswa terhadap protocol kesehatan pada masa menuju endemic covid 19 di Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan pengambilan sampel total populasi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan analisis Univariat dan Bivariat. Hasil: Karakteristik responden, mayoritas berusia 20-21 tahun 35 (43,2%), jenis kelamin perempuan 46 (56,8%) dan jenis kelamin laki-laki 35 (43,2 %), responden yang rutin olah raga 44 (54,3 %) dan tidak olah raga 37 (45,7%), mayoritas responden rutin mengkonsumsi vitamin 42 (51,9%) dan mahasiwa yang sudah pernah terkonfirmasi 49 (60,5%). Tingkatan kepatuhan mahasiswa terhadap protokol kesehatan kesehatan termasuk dalam kategoti disiplin 53 (65,4%) dan tidak disiplin 28 (34,6 %). Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara kegiatan olahraga, konsumsi vitamin dan konfirmasi riwayat Covid 19 dengan kepatuhan mahasiswa terhadap protocol kesehatan pada masa menuju endemic covid 19 di Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang Kesimpulan: Tingkat kepatuhan mahasiswa terhadap protokol kesehatan termasuk dalam kategori disiplin. Berdasarkan hasil penelitian di harapkan mahasiswa Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang tetap menjaga protokol kesehatan pada saat dikampus maupun diasrama walaupun mahasiswa sudah mendapatkan vaksinasi booster.
Analisis Kinerja Bidan dalam Pelaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Bina Aquari; Heru Listiono
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.68 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v12i2.325

Abstract

MTBS telah dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia termasuk Sumatera Selatan. Sumatera Selatan adalah provinsi yang terdiri dari 17 Kabupaten/ Kota. Provinsi Sumatera Selatan menurut hasil SDKI 2007, AKN adalah 25/ 1000 KH, AKB 45/1000 KH, dan AKBal 52/1000 KH. Mengalami penurunan yang cukup signifikan pada hasil SDKI 2012 dimana AKN menjadi 20/ 1000 KH, AKB 29/1000KHdanAKBal37/1000KH.Tujuanpenelitianiniadalah menganalisiskinerjabidandalampelaksanaanMTBSdiPuskesmas WilayahKerjaKabupatenBanyuasinSumateraSelatantahun2022. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain penelitian Cross Sectional, dimana penelitian dilakukan dengan mengukur variabel independent dan variabel dependen dalam waktu yang bersamaan. Penelitian ini akan dilakukan di 25 puskesmas di Kabupaten Banyuasin, dengan jumlah Tenaga Bidan sebagai pelaksana Program MTBS yang sudah di latih berjumlah 39 orang bidan. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli Tahun 2022.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhtenaga bidan di Puskesmas Wilayah Kabupaten Banyuasin yang bertugas sebagai pelaksana manajemen terpadu balita sakit (MTBS) yang berjumlah 39 orang bidan. Sampel dalam penelitian ini adalah total dari populasi yaitu semua tenaga bidan di Puskesmas Wilayah Kabupaten Banyuasin yang bertugas sebagai pelaksana manajemen terpadu balita sakit (MTBS), dan pengambilan sampel dengan accidental sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara pengetahuan, pengalaman, pelatihan, umur, pendidikan, motivasi, sumber daya, supervisi dan imbalan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan MTBS di Puskesmas Wilayah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan tahun 2022. Di akhir penelitian disarankan Perlunya peningkatan pelatihan kepada para bidan pelaksana Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Banyuasin, terutama para bidan yang masih berusia muda, serta perlunya peningkatan imbalan yang sesuai bagi bidan pelaksana MTBS di Puskesmas.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4 Hingga 5 Tahun Di Paud Pelita Hati Kota Prabumulih Tahun 2024 Nada Romadhona Yanuar; Bina Aquari; Sendy Pratiwi Rahmadhani; Erma Puspita Sari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v15i1.545

Abstract

Fine motor is a movement that uses fine muscles or a certain part of the body, the importance of optimizing fine motor makes children skilled in moving their fingers needed to learn to write, draw, pick up objects, and so on. The purpose of this study is to determine the relationship between nutritional status, stimulation and knowledge simultaneously with fine motor development in children aged 4 to 5 years at PAUD Pelita Hati Prabumulih in 2024. The research method is a quantitative method, the research design uses a cross sectional approach. The research was carried out in June-July 2024 at PAUD Pelita Hati, Prabumulih City. The population taken was all mothers who had children aged 4 to 5 years and children aged 4 to 5 years as many as 50 people, the sample taken was the entire population, the type of primary data, using a questionnaire instrument with interview techniques. Univariate analysis found that children's fine motor development was not suitable for 4 respondents (8%), children's fine motor development was according to 46 respondents (92%), malnutrition status of 4 respondents (8%) and normal nutritional status of 46 respondents (92%), poor stimulation of 5 respondents (10%) and good stimulation of 45 respondents (90%), poor knowledge of 6 respondents (12%) and good knowledge of 44 respondents (88%). The results of the bivariate analysis obtained a statistical test with a chi square test α = 0.005, there was a relationship between p-value nutritional status (0.028<0.05), there was a relationship between p-value stimulation (0.045<0.05) and there was a relationship between p-value knowledge (0.004<0.005) and fine motor development of children aged 4 to 5 years at PAUD Pelita Hati, Kota Prabumulih in 2024. The conclusion is that there is a relationship between nutritional status, stimulation and knowledge simultaneously with the fine motor development of children aged 4 to 5 years at PAUD Pelita Hati Kota Prabumulih in 2024. Can provide learning to parents and teachers on how to stimulate children according to age.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi ASI Eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di PMB Husniyati Palembang Trifa Putri Sholeha; Fika Minata Wathan; Bina Aquari; Rizki Amalia
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v15i1.546

Abstract

Exclusive breastfeeding is breastfeeding without additional food and drink for babies aged zero to six months. The objective of this study is to reveal the relationship of mother's knowledge, husband's support, and health workers’ support simultaneously with exclusive breastfeeding at PMB Husniyati Palembang in 2024. This is a quantitative study using an analytical survey method with a cross-sectional approach. The population of this study was all mothers who had babies aged 6-12 months old, totaling 100 respondents. The sample of this study was taken by using the Slovin formula resulting in 50 respondents chosen using accidental sampling techniques. Data were analyzed using the Chi Square test. The univariate analysis showed that 26 respondents (52.0%) did not provide exclusive breastfeeding, and 24 respondents (48.0%) provided exclusive breastfeeding. The results of bivariate analysis showed that there was relationship of mother's knowledge with the p-value of 0.022, husband's support with the p-value of 0.022, and health workers’ support with the p-value of 0.025 with exclusive breastfeeding. It can be concluded that there really is a relationship between mothers’ knowledge, husband's support, and health workers’ support with exclusive breastfeeding Keywords: Exclusive Breastfeeding
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Pernikahan Dini pada Remaja di Desa Pelimbangan, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir Tahun 2025 Abel Sutriani; Bina Aquari; Erma Puspita Sari
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v9i2.998

Abstract

Early marriage in Indonesia, including in Desa Pelimbangan, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, remains a significant reproductive health issue. This phenomenon leads to negative impacts such as the disruption of education, reproductive health problems, high divorce rates, and intergenerational poverty. This study aims to identify the factors influencing early marriage among adolescents in Desa Pelimbangan in 2025. The factors examined include knowledge, socio-cultural factors, and parental involvement in prevention. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 95 couples who married between 2022–2024. Data collection was done using a questionnaire that was tested for validity and reliability. The results show that low knowledge is significantly associated with early marriage (p = 0.026; OR = 3.275), with adolescents having low knowledge being 3.275 times more likely to marry early. Socio-cultural factors were not significantly related (p = 0.053; OR = 2.865), while parental involvement was significantly associated (p = 0.018; OR = 3.358). The conclusion of this study suggests enhancing reproductive health education and strengthening parental roles as effective and sustainable strategies to prevent early marriage.
Pengaruh Psikoedukasi Dengan Media Pamflet Pada Ibu Primigravida Dalam Mengatasi Fear Of Childbirth Intan Sari; Bina Aquari
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 9 No. 1 (2024): Cendekia Medika : Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v9i1.342

Abstract

Ketakutan saat persalinan lebih sering dialami oleh ibu primigravida (kehamilan pertama). Sekitar 33 % ibu hamil memiliki perasaan takut menghadapi proses persalinan pada trimester III Kehamilan dan 11 – 14 % mengalami perasaan takut yang berat menghadapi proses persalinan. Dampak dari ketakutan menghadapi proses persalinan beresiko mengalami beberapa komplikasi. Salah satu solusi yang dapat dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang dialami ibu dalam menghadapi persalinan adalah psikoedukasi. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitan kuantitatif dengan menggunakan rancangan eksperimen semu (Quasi Experiment Design)  yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah dilakukannya penerapan intervensi psikoedukasi pada ibu primigravida di Klinik Bersalin Anisa Banyuasin. Adapun jumlah populasi ibu hamil di Klinik bersalin Anisa berjumlah 125 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan tehnik Purposive Sampling yang didasarkan pada pertimbangan berdasarkan ciri atau sifat populasi yang diketahui sebelumnya. Sampel yang diambil pada penelitian ini berjumlah 30 orang ibu hamil yang berkunjung di Klinik Bersalin Anisa pada saat penelitian dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2024 hingga 06 Maret 2024 Metode pengumpulan data primer menggunakan kuesioner. Kuesioner ini berupa pertanyaan tertutup. Data sekunder diambil dari rekam medik Klinik Bersalin Anisa Banyuasin. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan pemberian psikoedukasi dengan media Pamflet pada ibu primigravida dalam mengatasi fear of childbirth di Klinik bersalin Anisa.
Metode Breast care dalam Upaya Menstimulasi Keluarnya ASI Pada Ibu Nifas dengan Masalah Bendungan ASI Sari, Intan; Aquari, Bina; Gustina Sari, Rini
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v10i2.741

Abstract

Menyusui berhubungan dengan manfaat kesehatan yang sangat baik bagi bayi. Selain mengandung sel kekebalan tubuh, nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi juga mengandung komponen bioaktif. ASI merupakan makanan yang paling cocok untuk bayi dikarenakan mempunyai nilai gizi yang paling tinggi dibandingkan dengan makanan bayi lainnya.Bendungan ASI terjadi karena hambatan aliran darah vena atau saluran kelenjar getah bening akibat ASI terkumpul dalam payudara. Kejadian ini timbul karena produksi ASI yang berlebihan sementara kebutuhan bayi pada hari pertama hanya sedikit. Breastcare adalah suatumetode perawatan payudara yang dilaksanakan pada masa kehamilan atau masa nifas untuk memperlancar produksi ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat breast care dalam mengatasi masalah bendungan ASI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah 35 orang responden, sampel dalam penelitian ini adalah 15 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat sampel 15 responden (100%) ibu nifas dengan payudara bengkak. Dari 15 responden hanya 13 responden (86,7%) yang melakukan perawatan secara teratur dan pengeluaran ASI lancar namun terdapat 2 responden (13,3%) yang payudara bengkak tapi tidak meneruskan melakukan metode breast care karena bayinya meninggal, sehingga menyebabkan pengeluaran ASI tidak lancar karena tidak disusui oleh bayi. Pada 2 responden (13,3%) yang bayinya meninggal dilakukan tindakan bebat payudara
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pemberian Imunisasi Pcv (Pneumococcal Conjugate Vaccin) Pada Bayi Bina Aquari; Heru Listiono
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.409 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v13i1.344

Abstract

The PCV immunization program or administration of the PCV vaccine or pneumococcal conjugate vaccine has been carried out in stages since 2017. Free PCV immunization is provided by the government. The World Health Organization (WHO) has also recommended that the PCV vaccine be included in routine immunization programs for children around the world. According to (WHO, 2020) pneumonia killed 740,180 children under the age of 5 years in 2019, accounting for 14% of all deaths of 2 children under five years but 22% of all deaths in children aged 1 to 5 years. The infant mortality rate due to pneumonia in Indonesia still tends to fluctuate from 2011-2021. The highest CFR occurred in 2013 at 1.19%. Meanwhile, the lowest CFR was 0.08% in 2014 and 2018. Based on a preliminary study at the Anisa Clinic/BP, Banyuasin Regency, 35 parents have given the PCV vaccine to their children in the last 6 months. Based on the results of interviews with 30 respondents, mothers said they did not understand clearly what the PCV vaccine was and how to prevent pneumonia in infants. Based on this background, the researcher was interested in examining the title of the factors that influenced PCV immunization at the Anisa Clinic/BP, Banyuasin Regency. This research is a quantitative descriptive study with a cross sectional approach. The research was conducted at the Anisa Clinic/BP, Banyuasin Regency. Data collection was carried out from December 2022 to April 2023 using a purposive sampling technique of 30 respondents. The independent variables in this study were educational variables, knowledge and motivational variables while the dependent variable was giving PCV immunization to infants. Measuring tool used is a questionnaire. Statistical tests were carried out on 30 respondents using univariate analysis and bivariate analysis. The results of bivariate analysis using the chi square formula found that there was a significant relationship between mother's education, mother's knowledge and mother's motivation with giving PCV immunization to infants. mother with a p value = 0.001, it can be concluded that statistically at 5% alpha there is a significant relationship between education, knowledge, mother's motivation and giving PCV immunization to infants. Suggestions in this study are the need to increase counseling about PCV immunization at posyandu - posyandu in the working area of ​​the local puskesmas, especially midwives need training related to immunization to increase knowledge about immunization given the large number of new vaccines currently available
Hubungan antara Pengetahuan, Pendidikan dan Pekerjaan Ibu dengan Pemberian ASI Ekslusif Bina Aquari; Heru Listiono
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v13i2.388

Abstract

ASI merupakan sumber nutrisi yang penting untukperkembangan bayi khususnya pada 6 bulan pertama setelahia dilahirkan. Melansir dari laman Kementerian KesehatanRI, ASI mengandung zat seperti DHA, AA, Omega 6,laktosa, vitamin A, protein, lemak, zat besi dan masihbanyak lagi yang dibutuhkan oleh bayi. Oleh karena itu, ASIsangat penting untuk membentuk sistem imun di tubuh bayi.Berdasarkan hasil wawancara dengan 30 responden ibumengatakan alasan tidak memberikan ASI Ekskusif kepadaanaknya tidak yakin dengan kecukupan ASI yang diberikankepada bayinya. Berdasarkan latar belakang tersebutpeneliti tertarik untuk meneliti judul Hubungan AntaraPengetahuan, Pendidikan, dan Pekerjaan Ibu denganPemberian ASI Ekslusif di Klinik / Anisa Desa MainanKecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Tahun 2023”.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatifdengan metode pendekatan secara cross sectional. Penelitiandilakukan di Klinik/BP Anisa Kabupaten Banyuasin.Pengambilan data dilakukan pada bulan maret 2023 s/dAgustus 2023 dengan teknik purposive sampling sebanyak30 responden. Variabel independent dalam penelitian iniadalah variabel pendidikan, pengetahuan, pekerjaan danvariabel motivasi sedangkan variable dependent yaitupemberian Asi Eksklusif pada bayi. Alat ukur yangdigunakan adalah kuesioner. Uji statistik dilakukan pada 30responden dengan menggunakan analasis univariat dananalisi bivariat ada hubungan yang signifikan antarapendidikan, pengetahuan, pekerjaan ibu dengan pemberianAsi Eksklusif pada bayi