Claim Missing Document
Check
Articles

1035325 Perbandingan Antara Metode Diskusi dan Pemberian Tugas Terhadap Bina Aquari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi M
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.888 KB)

Abstract

Abstrak Metode mengajar adalah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pembelajaran kepada siswa di dalam kelas baik secara individual atau seacara kelompok agar pelajaran dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Makin baik metode mengajar maka makin efektif pula pencapaian tujuan mengajar. Proses belajar mengajar memerlukan berbagai macam metode yaitu : metode diskusi, metode pemberian tugas, metode simulasi dan lain sebagainya. Tujuan penelitian yaitu diketahuinya perbandingan antara metode diskusi dan metode pemberian tugas terhadap hasil belajar secara simultan dan parsial pada mata kuliah Dokumentasi Kebidanan pada Mahasiswa Semester II Akbid Budi Mulia Palembang Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu yaitu dengan menerapkan dua kelompok. Kelompok A dengan menggunakan metode dikusi dan kelompok B menggunakan metode pemberian tugas (dipilih secara random). Dimana variabel independen (metode diskusi dan metode pemberian tugas) dan variabel dependen (hasil belajar) diteliti dalam waktu yang bersamaan, maka dilakukan post test untuk mengetahui perbandingan hasil belajar dengan menggunakan metode diskusi dan pemberian tugas. Uji Statistic yang dipakai adalah Uji T Independen. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang dan seluruh Populasi dijadikan sampel. Hasil analisa statistik dengan menggunakan Uji T-Test Independen diperoleh hasil p-value = 0,040 ≤ 0,05 sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan rata-rata hasil evaluasi belajar mata kuliah Dokumentasi Kebidanan dengan menggunakan Metode Diskusi dan Metode Pemberian Tugas. Saran untuk dosen Akbid Budi Mulia Palembang Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tenaga pengajar tentang hubungan antara pelaksanaan metode diskusi dan pemberian tugas terhadap hasil belajar mahasiswa. Kata Kunci : Hasil Belajar ABSTRACT Teaching method is a technique that is mastered by the teacher to teach or present learning materials to students in the class either individually or as a group so that the lessons can be absorbed, understood and utilized by students well. The better the teaching method, the more effective the achievement of teaching goals. The teaching and learning process requires a variety of methods including: discussion methods, assignment methods, simulation methods and so on. The purpose of this study is to know the comparison between the discussion method and the assignment method towards learning outcomes simultaneously and partially in the Midwifery Documentation course for Budi Mulia Palembang Midwifery II in 2019. This study uses a quasi-experimental method by applying two groups. Group A using the dikusi method and group B using the assignment method (chosen randomly). Where the independent variables (discussion method and assignment method) and the dependent variable (learning outcomes) are examined at the same time, then a post test is conducted to compare the results of learning using the method of discussion and assignment. (Notoatmodjo, 2002). The test statistic used is the Independent T Test. The population in this study amounted to 37 people and the entire population was sampled. The results of statistical analysis using the Independent T-Test obtained the results of p-value = 0.040 5 0.05 so that it can be concluded that there are significant differences in the average results of learning evaluation midwifery documentation using the Discussion Method and Assignment Method. Suggestions for Akbid lecturers Budi Mulia Palembang It is hoped that they can add insight and knowledge of the teaching staff about the relationship between the implementation of the method of discussion and the assignment of assignments to student learning outcomes. Keywords: Learning outcomes
1035325 Keyakinan dan Sikap Orang Tua yang Mempengaruhi Keberhasilan Program Imunisasi Measles Rubella (Mr) Bina Aquari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi M
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.347 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v9i2.179

Abstract

ABSTRACT In Indonesia, the MR immunization program still causes pros and cons, especially regarding the halal of the vaccine. This is supported by the absence of a halal certificate from the Indonesian Ulema Council (MUI). Beliefs and attitudes influence the success of the MR immunization program. Health workers must be able to provide clear counseling to parents about the importance of MR immunization. Indonesia has guaranteed the safety of MR vaccines, MR vaccines have been used in 141 countries and to date, there have been no reports of adverse effects of MR vaccines which are dangerous for children aged 9 months to 15 years. Only Indonesian countries have problems like this. This study is an analytical survey with a cross sectional approach. The sample of this study were all mothers who had children aged 9 months to 15 years totaling 62 people. Sampling using accidental sampling technique. Statistical test used chi square. beliefs and attitudes have a significant relationship to the success of MR immunization. Beliefs of parents who do not question halal or not lawful MR vaccine will lead to positive attitude of parents to bring and give their children MR vaccine. This statement is in line with Pratiwi's research which says that the factors that influence immunization in children such as knowledge, work, attitude. Keywords: Success of MR Immunizatio
1035325 Gambaran Faktor yang Mempengaruhi Kontrasepsi Suntikan Pada Akseptor KB Suntik Bina Aquari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.759 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v10i1.209

Abstract

Pada saat ini Keluarga Berencana telah dikenal hampir diseluruh dunia. Di Negara maju seperti Amerika Serikat, Keluarga Berencana bukan lagi merupakan suatu program atau gagasan, tetapi telah merupakan falsafah hidup masyarakatnya. Sedangkan di Negara sedang berkembang Keluarga Berencana masih merupakan program yang pelaksanaannya harus ditingkatkan. Indonesia merupakan salah satu penyumbang pertambahan penduduk dunia terbesar sampai dengan Tahun 2050 bersama dengan India, Pakistan, Brazil dan Nigeria. Data Klinik/BP Anisa dari bulan Januari – Desember Tahun 2019 yang menggunakan Kontrasepsi sebanyak 949 orang. Akseptor kb suntik sebanyak 787 orang, akseptor kb pil 135 orang, akseptor kb implant 6 orang, akseptor kb kondom 16 orang, akseptor kb MOW (Metode Operatif Wanita) 5 orang (Data Klinik/BP Anisa, 2019). Tujuan Penelitian ini yaitu diketahui Gambaran Faktor Yang Mempengaruhi Kontrasepsi Suntikan pada Akseptor KB Suntik”.di Klinik / BP Anisa Desa Mainan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin.Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif dengan desain cross sectional untuk mengetahui Gambaran Faktor Yang Mempengaruhi Kontrasepsi Suntikan pada Akseptor KB Suntik”.di Klinik/BP Anisa Kec. Sembawa Kab.Banyuasin Tahun 2020. Hasil Penelitian ini didapatkan responden yang menggunakan kontrasepsi suntikan DPMA lebih banyak dan responden dengan umur tua dan paritastinggi lebih banyak menggunakan kontrasepsi suntikan dalam penelitian juga pengetahuan responden sudah baik. Kesimpulan dari penelitian ini karakteristik akseptor KB Suntikberdasarkan umur dan paritas dan pengetahuan ibu tidak memenuhi pola penggunaan kontrasepsi rasional dalam pemilihan alat kontrasepsi. Sebagian besar responden menggunakan jenis kontrasepsi suntik DMPA
1035325 Pelaksanaan Penjahitan dengan Metode Jelujur Pada Laserasi Jalan Lahir Tingkat I Sebagai Upaya Pencegaham Perdarahan Pada Ibu Bersalin Bina Aquari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.994 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v10i2.232

Abstract

Laserasi Jalan lahir adalah laserasi yang terjadi biasanya ringan tetapi seringkali juga terjadi laserasi yang luas dan berbahaya, untuk itu setelah persalinan harus di lakukan pemeriksaan vulva dan perineum. Perdarahan dalam keadaan dimana plasenta telah lahir lengkap dan kontraksi rahim baik, dapat di pastikan bahwa perdarahan tersebut berasal dari laserasi jalan lahir maka di lakukan dengan metode jelujur. Di Klinik/BP Anisa Mainan, pada tahun 2017 laserasi tingkat I sebanyak 84 persalinan atau 42,63 % dari 197 persalinan normal. Sedangkan tahun 2018 laserasi tingkat I sebanyak 96 persalinan atau 49,48 % dari 194 persalinan normal dan tahun 2019 masih meningkat yaitu laserasi tingkat I sebanyak 97 persalinan atau 53,00 % dari 183 persalinan normal. Tujuan untuk mengetahui pelaksanaan penjahitan dengan metode jelujur pada laserasi jalan lahir tingkat I sebagai upaya untuk pencegahan perdarahan pada ibu bersalin di Klinik/BP Anisa Mainan tahun 2020. Penelitian menggunakan metode action research dengan tujuan utama pelaksanaan kegiatan atau tindakan perbaikan sesuatu yang perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya. Populasi penelitian adalah semua ibu bersalin yang berkunjung di Klinik/BP Anisa Mainan berjumlah 35 responden. Sampel menggunakan accidendal sampling, pengumpulan data dilakukan dengan cara menggunakan cek list dan wawancara yaitu 10 responden. Hasil analisa dalam bentuk narasi di dapatkan 10 responden yang standar pelaksanaan penjahitan metode jelujur pada laserasi jalan lahir tingkat I, dan 8 responden setelah di lakukan penjahitan tidak terjadi perdarahan hanya 2 responden yang mengalami perdarahan akibat kontraksi uterus tidak baik. Berdasarkan hasil penelitian di harapkan bagi pasien setelah di lakukan penjahitan agar bermobilisasi dini dan agar dapat melakukan perawatan luka penjahitan dan bagi petugas kesehatan dapat tetap meningkatkan mutu kerja yang baik
Manajemen Intervensi HOT FLUSH dengan Menggunakan BodyWipe Bina Aquari
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.845 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v11i1.247

Abstract

Gejala paling umum yang dialami wanita menopause, yaitu hot flush. Hot Flush adalah perasaan panas yang muncul mulai dari bagian atas tubuh dan menyebar ke wajah. Intervensi yang dilakukan untuk mendinginkan hot flush dengan menggunakan body wipe. Body Wipe adalah alat penyeka tubuh yang memberikan kesegaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh body wipe sebagai manajemen intervensi hot flush pada wanita menopause di Klinik/BP Anisa. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan menggunakan rancangan eksperimen semu. Data diperoleh dengan kuisioner untuk karakteristik umur, pendidikan dan pekerjaan sedangkan observasi untuk suhu sebelum dan sesudah diberi manajemen intervensi body wipe. Sampel penelitian ini adalah wanita menopause berjumlah 12 orang yang berkunjung untuk berobat di Klinik/BP Anisa. Metode analisis data menggunakan uji statistik wilcoxon. Analisis Univariat menunjukan suhu tinggi pada suhu sebelum diberi manajemen intervensi body wipe (100%), sesudah diberi manajemen intervensi body wipe suhu normal (91.7%) dan suhu tinggi (8.3%), umur fase menopause (100%), pendidikan bawah (100%), pekerjaan secara mandiri (100%). Untuk analisis bivariat terdapat 12 wanita menopause (100%) dengan hasil suhu inti tubuh lebih rendah setelah diberi manajemen intervensi body wipe dibandingkan sebelum diberi manajemen intervensi body wipe. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa manajemen intervensi dengan menggunakan body wipe dapat berpengaruh dalam mengatasi hot flush pada ibu menopause di Klinik/BP Anisa dengan nilai nilai p= 0,001. Body wipe dapat digunakan sebagai manajemen intervensi untuk mengatasi hot flush.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Status Imunisasi (DPT-HB-Hib) Pada Bayi Bina Aquari; Elvera; Fransiska
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.778 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v11i2.261

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat esensial yang efektif untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Adanya COVID-19 yang terjadi secara global dan ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO, memberikan dampak pada pelaksanaan program kesehatan khususnya pelayanan imunisasi dan surveilans PD3I. Vaksin Pentavalen merupakan pengembangan vaksin Tetravalen (DPT-HB) dengan penambahan antigen Haemophilus influenzae type b (Hib). Kini kelima antigen tersebut diberikan dalam satu suntikan sehingga lebih efisien, tidak menambah jumlah suntikan walaupun dengan penambahan antigen, sehingga memberikan kenyamanan bagi bayi dan ibunya Data cakupan penta 1 (DPTHBHiB 1) menunjukkan bahwa sampai dengan bulan April 2020, lebih dari 500,000 bayi belum mendapatkan imunisasi penta 1, dengan penurunan terbesar terjadi di bulan April 2020 yaitu 50,1% dibandingkan tahun 2019. Hal yang sama juga terjadi pada cakupan penta 3 (DPT-HB-HiB 3). Sampel penelitian diambil dari total populasi secara Non Random dengan menggunakan teknik Accidental Sampling yaitu dengan mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia, yaitu pada saat ibu-ibu membawa bayi usia ≥ 1 tahun yang mau mendapatkan pelayanan imunisasi dasar di Klinik/BP Anisa Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin yang berjumlah 46 responden. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pekerjaan ibu, pendidikan ibu, keterjangkauan tempat pelayanan kesehatan secara simultan dengan Status Imunisasi (DPT-HB-Hib) Pada Bayi dan Balita di Klinik/BP Anisa Kec. Sembawa Kab. Banyuasin Tahun 2021. Sebagai bahan masukan bagi Klinik/BP Anisa, khususnya bagi bidan dalam menjalankan perannya untuk mengembangkan program edukasi dan konseling kepada Ibu yang mempunyai bayi dalam pemberian imunisasi.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Asi Eksklusif di Klinik/Balai Pengobatan Anisa Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Tahun 2017 Bina Aquari
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v5i3.105

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) adalah pemenuhan hak bagi ibu dan anak. ASI sebagai makanan bayi terbaik ciptaan Tuhan tidak dapat tergantikan dengan makanan dan minuman yang lain. Setiap minggu pertama bulan agustus dijadikan sebagai “ Pekan ASI Sedunia” yang dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran semua pihak tentang pentingnys ASI bagi tumbuh kembang anak. Tema peringatan Pekan ASI Sedunia (PAS) Tahun 2017 adalah “Suistaining Breastfeeding Together !”. Dalam kontek indonesia tema tersebut di adaptasi menjadi “Bekerja Bersama Untuk Keberlangsungan Pemberian ASI”. PAS 2017 merupakan pengamatan bahwa menyusui merupakan kunci keberhasilan SDGs Tahun 2030. Dikabupaten Banyuasin sendiri pada Tahun 2015, seluruh bayi ( 0 s/d 6 bulan) yang ada ( 8.158 bayi), yang berhasil didata mendapat Asi Eksklusif baru sebanyak 3.688 bayi atau 45,2 %. Klinik / BP Anisa merupakan Klinik Pratama yang mempunyai fasilitas yang cukup memadai untuk standar klinik, juga sebagai klinik melayani persalinan, nifas dan menyusui serta pelayanan imunisasi pada bayi dan balita. Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu-ibu yang mempunyai bayi yang berada di wilayah kerja Klinik/BPAnisa sebanyak 52 ibu, dengan pengambilan sampel menggunakan tehnik accidental sampling dengan 52 sampel. Variabel ini menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat kemaknaan  = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukan dari 52 responden didapatkan 31 responden (59,6%) berpendidikan tinggi dan bayi mendapatkan ASI ekslusif, 21 responden (40,4%) berpengetahuan baik, 19 responden (36,5%) ibu bekerja, dan bayi mendapatkan ASI Ekslusif. Uji statistik menunjukan bahwa pengetahuan ibu mempunyai hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi ( p value = 0.032) serta pendidikan ibu mempunyai hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi ( p value = 0.032). Demikian juga pada pekerjaan ibu yang mempunyai hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi (p value =0,011). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan ibu dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi di Klinik/BPAnisa Tahun 2017. Untuk Klinik/ Anisa Hendaknya dapat meningkatkan dan mendukung gerakan Asi Ekslusif dan IMD (Inisiasi Menyusui Dini) serta Bounding Attechmen pada ibu setelah melahirkan.
Pengaruh Psikoedukasi Dengan Media Pamflet Pada Ibu Primigravida Dalam Mengatasi Fear Of Childbirth Intan Sari; Bina Aquari
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 9 No. 1 (2024): Cendekia Medika : Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v9i1.342

Abstract

Ketakutan saat persalinan lebih sering dialami oleh ibu primigravida (kehamilan pertama). Sekitar 33 % ibu hamil memiliki perasaan takut menghadapi proses persalinan pada trimester III Kehamilan dan 11 – 14 % mengalami perasaan takut yang berat menghadapi proses persalinan. Dampak dari ketakutan menghadapi proses persalinan beresiko mengalami beberapa komplikasi. Salah satu solusi yang dapat dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan yang dialami ibu dalam menghadapi persalinan adalah psikoedukasi. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitan kuantitatif dengan menggunakan rancangan eksperimen semu (Quasi Experiment Design)  yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah dilakukannya penerapan intervensi psikoedukasi pada ibu primigravida di Klinik Bersalin Anisa Banyuasin. Adapun jumlah populasi ibu hamil di Klinik bersalin Anisa berjumlah 125 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan tehnik Purposive Sampling yang didasarkan pada pertimbangan berdasarkan ciri atau sifat populasi yang diketahui sebelumnya. Sampel yang diambil pada penelitian ini berjumlah 30 orang ibu hamil yang berkunjung di Klinik Bersalin Anisa pada saat penelitian dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2024 hingga 06 Maret 2024 Metode pengumpulan data primer menggunakan kuesioner. Kuesioner ini berupa pertanyaan tertutup. Data sekunder diambil dari rekam medik Klinik Bersalin Anisa Banyuasin. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan pemberian psikoedukasi dengan media Pamflet pada ibu primigravida dalam mengatasi fear of childbirth di Klinik bersalin Anisa.
EFEKTIVITAS EDUKASI MELALUI VIDEO TENTANG IMUNISASI TERHADAP PENGETAHUAN ORANG TUA Sari, Intan; Aquari, Bina; Amalia, Riski
JOMUSE : Journal of Health Community Services Vol 2 No 3 (2024): JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Stikes Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi adalah salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling berhasil, namun cakupan imunisasi global masih stagnan sebelum pandemi COVID-19. Pandemi menyebabkan gangguan besar pada sistem kesehatan global pada tahun 2020 dan 2021, mengakibatkan penurunan dramatis dalam cakupan imunisasi. Data WHO tahun 2023 menunjukkan bahwa cakupan imunisasi belum kembali ke tingkat tahun 2019. Penyuluhan kesehatan tentang pentingnya imunisasi dasar lengkap terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat. Beberapa studi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu balita setelah diberikan penyuluhan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu intervensi terkait pelaksanaan dan penyuluhan imunisasi di Klinik Bersalin dan Balai Pengobatan Anisa dengan menggunakan metode kualitatif. Kegiatan wawancara dan observasi dilakukan pada tanggal 13 Mei 2024 Jumlah total audience sebanyak 42 orang. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi tersebut, dapat disimpulkan bawah di Klinik Bersalin dan Balai Pengobatan Anisa dapat disimpulkan bahwa sebanyak 28 audience belum memahami jenis-jenis imunisasi, manfaat serta efek samping dari pemberian imunisasi. Berdasarkan hasil identifikasi masalah terkait edukasi tentang imunisasi di Klinik Bersalin dan Balai Pengobatan Anisa sebagian responden belum memahami tentang jenis-jenis imunisasi, mamfaat serta efek samping dari pemberian imunisasi. Saran untuk Klinik Bersalin dan Balai Pengobatan Anisa yaitu menerapkan edukasi secara konsisten dan berkelanjuatan tentang imunisasi.
Peningkatan Derajat Kesehatan Ibu Hamil Melalui Program Edukasi Terstruktur Kelompok Ibu Hamil Intan Sari; Bina Aquari; Yuhemy Zurizah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3462

Abstract

Pregnancy is a natural and physiological process. Every woman with healthy reproductive organs, who has experienced menstruation and engages in sexual intercourse with a healthy man, has a high likelihood of becoming pregnant. Providing proper health education, as well as prevention and management of complications, is closely related to the health of the pregnant mother and the fetus. Health education for pregnant women is essential to maintaining the health of both mother and baby during pregnancy. The risk of undetected pregnancy problems and complications caused by a mother's non-compliance with antenatal care (ANC), low knowledge of the importance of integrated ANC, lack of education about balanced nutrition, and insufficient health education about personal hygiene for pregnant women, remains a concern. The objective of this community service is to provide knowledge and understanding to pregnant women so that they can maintain their health and the health of their fetus throughout pregnancy. The activities were conducted at Annisa Maternity Clinic and Treatment Center in Banyuasin Regency from September 3 to 17, 2024, with 35 pregnant women participating. A pre-test was conducted, followed by counseling on health education for pregnant women using leaflets as educational media, followed by a discussion session, and then evaluated with a post-test after the counseling was completed. The pre-test results showed the lowest score was 20, and the highest score was 50. Meanwhile, the post-test results indicated the lowest score was 90, and the highest score was 100. The median score on the pre test is 35 and the post test score is 100. These results demonstrate a significant difference after the group of pregnant women received health education on improving maternal health. The group education approach for pregnant women can ultimately be one of the efforts to reduce maternal mortality and improve maternal health during pregnancy and postpartum. ABSTRAK Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dan fisiologis. Setiap perempuan yang memiliki organ reproduksi yang sehat telah mengalami menstruasi, dan melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang sehat maka besar kemungkinan akan terjadi kehamilan. Pemberian pendidikan kesehatan, pencegahan dan penanganan komplikasi yang dilaksanakan dengan baik erat kaitannya dengan kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandung. Pendidikan kesehatan ibu hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Risiko terjadinya masalah dan komplikasi kehamilan yang tidak terdeteksi sejak dini yang disebabkan ketidakpatuhan ibu melakukan ANC, masih rendahnya pengetahuan  ibu hamil tentang pentingnya ANC terpadu bagi ibu hamil, kurangnya edukasi tentang nutrisi seimbang pada ibu hamil,  pendidikan kesehatan tentang personal hygiene pada ibu hamil  Tujuan pengabdian masyarakat  ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada ibu hamil sehingga ibu hamil dapat menjaga kesehatan dan janinnya dengan baik selama masa kehamilan. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Balai Pengobatan dan Klinik Bersalin Annisa Kabupaten Banyuasin pada tanggal 03 – 17 September 2024 pada 35 ibu hamil dengan metode pre test kemudian diberikan penyuluhan tentang pendidikan kesehatan pada ibu hamil dengan media leaflet lalu dilaksanakan diskusi dan selanjutnya dilakukan evaluasi dengan post test setelah penyuluhan selesai. Hasil pre test diperoleh nilai terendah adalah 20 dan nilai tertinggi adalah 50. Sementara itu nilai post test terendah 90 dan nilai tertinggi 100, nilai median pada pre test 35 dan nilai post test 100. Hasil tersebut menunjukkan bawah ada perbedaan yang signifikan setelah kelompok ibu hamil diberikan pendidikan kesehatan tentang peningkatan derajat kesehatan ibu hamil. Pendekatan pendidikan kelompok ibu hamil akhirnya dapat menjadi salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu selama kehamilan hingga pasca persalinan.