Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penyelesaian Konflik Sertifikat Hak Milik yang Tumpang Tindih melalui Mediasi Angga Alfian; Angga Bela Dinata; Mega Trio Kristian Ade Putra; Udea Triyunita
Perkara : Jurnal Ilmu Hukum dan Politik Vol 2 No 1 (2024): Maret : Jurnal Ilmu Hukum dan Politik
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/perkara.v2i1.1610

Abstract

This research aims to explore the potential for using mediation in resolving conflicts over overlapping property rights certificates. The research method used is empirical legal research with primary and secondary data. Primary data was obtained from cases of property rights certificate conflicts that were successfully resolved through mediation, while secondary data came from literature research for theoretical analysis. Qualitative analysis was conducted on the data with a focus on emerging patterns, themes and findings. The research results show that the factors causing conflict involve administrative errors, changes in property boundaries, failure to verify ownership, changes in the legal status of property, and territorial division. Mediation through the National Land Agency (BPN) is an effective alternative in resolving this conflict. The agreement resulting from the mediation is recorded in the Minutes of Mediation Holding and Dispute Settlement Agreement Letter, providing a legal basis for follow-up registration of land rights to BPN. In conclusion, mediation can be an effective tool for resolving overlapping property rights certificate conflicts, providing a quick, cost-effective solution and considering the interests of all parties.
Implementasi Peraturan Daerah Provinsi Lampung Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Bagi Penyandang Disabilitas (Studi Pada Pemerintah Daerah Lampung) Edy, Tri Purnama; Anggalana; Angga Alfiyan
Jurnal Gagasan Hukum Vol. 4 No. 02 (2022): JURNAL GAGASAN HUKUM
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Hukum Sekolah Pasca Sarjana Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jgh.v4i2.12917

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana upaya Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Daerah Lampung sebagai stake holders, bertanggungjawab penuh atas penyelenggaraan hak-hak kesejahteraan para penyandang disabilitas dan menyediakan fasilitas-fasilitas pemberdayaan agar para penyandang disabilitas dapat berkembang secara mandiri, seperti yang ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis yang berfokus kepada pelaksanaan dan faktor penghambat atas terselenggaranya kesejahteraan bagi penyandang disabilitas di daerah Lampung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Provinsi Lampung sendiri telah membuat produk hukum yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Lampung Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Kesejahteraan Sosial Bagi Penyandang Disabilitas.
Implementasi Penambahan Nama Seseorang Pada Dokumen Kependudukan Melalui Proses Permohonan di Pengadilan Negeri (Studi Penetapan Nomor 58/PDT.P/2022/PN.TJK) Lukmanul Hakim; Angga Alfiyan; Ilham Jodi Renovsi
Jurnal Hukum Sasana Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Hukum Sasana: December 2022
Publisher : Faculty of Law, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/sasana.v8i2.1289

Abstract

Many requests from the community are related to the wish to add or correct names. Related to the absence of a list, lost, falsified, altered, torn, destroyed, embezzled or disabled and so on as stated in Article 13 of the Civil Code. The purpose of this study was to find out, understand, and analyze the judge's considerations in making an application for adding a name to a birth certificate at the Tanjungkarang District Court (Study of Decision No. 58/Pdt.P/2022/PN.Tjk) and to analyze the legal consequences of adding a name to a document birth certificate. The purpose of this research is to analyze the request for a change of name in a document based on a court decision. The research method uses a normative juridical approach. A valid child's birth certificate must be an authentic deed, because an authentic deed is a deed drawn up by or before a public official authorized to make the letter, with the intention of making the letter as evidence. Birth certificates are not only based on considerations of citizenship status, written evidence is needed to obtain legal certainty, to prove that a population event has indeed occurred. To have proof of registering in the status of the incident above, a person must have that event or incident at a civil registry institution, thus that person will obtain written evidence issued by the relevant agency. In this case, the Department of Population and Civil Registration can issue it.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI DALAM PERALIHAN HAK MILIK ATAS TANAH (Studi Putusan Nomor 113/Pdt.G/2021/PN Tjk) Ramasari, Risti Dwi; Alfiyan, Angga; Putri, Rantika Adelia
Bahasa Indonesia Vol 1 No 2 (2022): JURNAL LEX SUPERIOR
Publisher : Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.984 KB)

Abstract

ABSTRAK Hukum pertanahan di Indonesia mewajibkan pemindahan hak atas tanah dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah, karena pada dasarnya jual beli atas tanah harus memenuhi syarat terang dan tunai. Hal tersebut sebagaimana terjadi dalam Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Karang Kelas IA Nomor 113/Pdt.G/2021/PN Tjk, dimana jual beli dilakukan secara dibawah tangan, dan pada saat ingin dilakukan pembalikan nama ke Badan Pertanahan Nasional Kota Bandar Lampung penjual tidak dapat diketahui keberadaannya, sehingga pembuatan pembalikan nama pemilik menjadi terhambat. Adanya permasalahan tesebut tidak menutup hak pembeli beritikad baik untuk mendapatkan perlindung hukum dengan tetap memperoleh kepastian hukum atas kepemilikan hak atas tanahnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dan pendekatan yuridis empiris untuk mendapatkan hasil penelitian yang benar dan objektif. Kemudian untuk proses analisis data, data yang telah disusun secara sistematis dianalisis secara yuridis kualitatif yaitu dengan memberikan pemahaman terhadap data sesuai dengan fakta yang diperoleh di lapangan, sehingga benar-benar dari pokok bahasannya. di tangan dan disusun dalam kalimat demi kalimat. yang ilmiah dan sistematis berupa jawaban atas permasalahan berdasarkan hasil penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, memahami dan menganalisis apa saja bentuk perlindungan hukum terhadap pembeli dalam peralihan hak milik atas tanah (Studi Putusan Nomor 113/Pdt.G/2021/PN Tjk) dan untuk mengetahui, memahami dan menganalisis Bagaimana dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara peralihan hak milik atas tanah (Studi Putusan Nomor 113/Pdt.G/2021/PN Tjk).
TINJAUAN YURIDIS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (Studi Putusan Nomor 164/Pid.B/2023/PN Kla) Prasetyo, Wawan; Prasetyawati, Endang; Alfiyan, Angga
SUPREMASI HUKUM Vol. 20 No. 02 (2024): Supremasi Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Syekh Yusuf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze law enforcement regarding the causal factors and considerations of judges in cases of violent theft. The sources and types of data used are primary and secondary data. Data collection through library research and field research. The causal factors for violent theft include; Family factors, family disturbances, mental stress, and damaged values can drive someone towards deviant behavior. Then the judge has considered several things, namely: Proof based on valid evidence as regulated in Article 184 paragraph (1) of the Criminal Procedure Code, which includes: witness statements, evidence and statements from the defendant, in court have been proven legally and convincingly. Keywords: Law enforcement; Criminal act; Theft; Violence
Policy on Environmental Law Reform in the Context of Environmental Preservation in Bandar Lampung City Alfiyan, Angga; Rinova , Dora
Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia Vol. 4 No. 1 (2024): Juli
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jihham.v4i1.3208

Abstract

Purpose: The problem is that the development of public green open spaces in Bandar Lampung City has not yet met the proportion requirements in accordance with the applicable Bandar Lampung City Regional Regulations, where there is a minimum standard of 20% of the urban area. Every year, the availability of green open spaces continues to degrade. In 2022, the total availability of green open spaces for the community reached only 4.6%, highlighting the need for policy reforms in environmental law to maintain the community's environment in green open spaces in Bandar Lampung City. Research Methodology: This study uses normative and empirical juridical research methods, employing a qualitative approach with data collection techniques such as literature studies and interviews. Studies have been conducted on related regulations, books, and other literature pertinent to environmental law in society. Results: Implementation of Community Environmental Law Renewal Policy in Green Open Space, an effort carried out by the Regional Government to respond to the minimal availability of Green Open Space for the Community by seeking new green open space alternatives that adapt to zoning to increase healthy air and avoid natural disasters such as droughts, floods, etc., through legal umbrella policies issued by the Regional Government. Limitations: The social and economic factors affecting environmental conservation in Bandar Lampung may not be fully discussed. This aspect is important, because it often becomes an obstacle to policy implementation. Contribution: The article can provide new insights into environmental law reform policies that can be used by policy makers to design or improve policies in Bandar Lampung or other similar areas.
TINJAUAN YURIDIS MENGENAI PENETAPAN PERUBAHAN NAMA IDENTITAS ANAK PADA AKTA KELAHIRAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERDATA: (Studi Putusan Nomor 261/Pdt. P/2023/PN. Tjk) Astuti, Priscilla Eka; Baharudin; Alfiyan, Angga
Case Law : Journal of Law Vol. 5 No. 2 (2024): Case Law : Journal of Law | Juli 2024
Publisher : Program Studi Hukum Program Pasca Sarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/caselaw.v5i2.4088

Abstract

Hak atas identitas adalah hak setiap Warga Negara Indonesia tak terkecuali anak. Identitas anak wajib diberikan sejak ia dilahirkan ke dunia. Upaya mewujudkan identitas anak diusahakan oleh Pemerintah dengan menerbitkan akta kelahiran. Akta kelahiran yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui Dinas Catata Sipil dewasa ini dirasa belum mampu memberikan perlindungan yang seutuhnya bagi anak sehingga muncul kebijakan baru dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia untuk memberikan Kartu Identitas Anak (selanjutnya disebut KIA) yang kehadirannya diharapkan semakin memperkuat adanya Akta Kelahiran Anak. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan kemudian ditegaskan dalam Pasal 27 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan hukum normatif dan pendekatan empiris. Data Sekunder yang digunakan ialah data yang diperoleh melalui studi kepustakaan (Library research) dan wawancara seperti literatur dan karya ilmiah yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Dalam praktiknya, faktor penyebab perubahan nama tersebut tidak lepas dari budaya dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat. Dalam budaya Jawa, sebagian masyarakat masih mempercayai hal tersebut. Memberi anak nama yang tidak pantas membuat anak sakit dan rapuh. Solusinya adalah dengan mengganti nama. Setelah proses pergantian nama di Penggadilan Negeri selesai harus menyelesaikan proses administrasi di dinas Penduduk Dan Pencatatan Sipil (Dusdikcapil). Proses penetapan pergantian nama dapat dilakukan dengan mengajukan permohonan ke pengadilan negeri ,prosesnya juga memerlukan dokumen-dokumen sera saksi–saksi (minimal 2 orang ) pada persidangan di pengadilan. nantinya dalam sidang pengadilan ,pemohon diberi kesempatan untuk menjelaskan alasan–alas mengenai perubahan nama tersebut dilanjutkan dengan agenda saksi setelah itu pendapat hakim yang dilanjutkan dengan pembacaan penetapan permohonan pemohon tersebut. selanjutnya akan diberikan kuasa kepada dinas kependudukan dan pencatatan sipil untuk mencatat dibuku administrasi.
Penyelesaian Konflik Sertifikat Hak Milik yang Tumpang Tindih melalui Mediasi Angga Alfian; Angga Bela Dinata; Mega Trio Kristian Ade Putra; Udea Triyunita
Perkara : Jurnal Ilmu Hukum dan Politik Vol. 2 No. 1 (2024): Maret : Perkara Jurnal Ilmu Hukum dan Politik
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/perkara.v2i1.1610

Abstract

This research aims to explore the potential for using mediation in resolving conflicts over overlapping property rights certificates. The research method used is empirical legal research with primary and secondary data. Primary data was obtained from cases of property rights certificate conflicts that were successfully resolved through mediation, while secondary data came from literature research for theoretical analysis. Qualitative analysis was conducted on the data with a focus on emerging patterns, themes and findings. The research results show that the factors causing conflict involve administrative errors, changes in property boundaries, failure to verify ownership, changes in the legal status of property, and territorial division. Mediation through the National Land Agency (BPN) is an effective alternative in resolving this conflict. The agreement resulting from the mediation is recorded in the Minutes of Mediation Holding and Dispute Settlement Agreement Letter, providing a legal basis for follow-up registration of land rights to BPN. In conclusion, mediation can be an effective tool for resolving overlapping property rights certificate conflicts, providing a quick, cost-effective solution and considering the interests of all parties.
THE QUAD HELIX COLLABORATION IN ENVIRONMENTAL LAW REFORM IN BANDAR LAMPUNG CITY: A POLICY RECOMMENDATION Alfiyan, Angga; Rinova, Dora
Moestopo International Review on Social, Humanities, and Sciences Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/mirshus.v5i1.115

Abstract

The research objective is to identify policy recommendations based on the Quad Helix approach for reforming environmental law in Bandar Lampung City, emphasizing the collaborative roles of government, academia, NGOs, and local communities. As urbanization accelerates, environmental challenges have become increasingly complex, requiring a comprehensive and participatory legal framework to ensure sustainable urban governance. This study analyzes the effectiveness of existing environmental laws, identifies enforcement gaps, and proposes concrete recommendations for improvement. Employing a qualitative research approach, this study utilizes in-depth interviews and document analysis to gather insights from key stakeholders. The findings highlight several critical areas for reform, leading to the following recommendations: (1) Strengthening law enforcement through enhanced institutional capacity and stricter, more consistent sanctions against environmental violations; (2) Increasing public education and awareness by implementing educational programs and community engagement initiatives; (3) Investing in environmental infrastructure, including waste management and drainage systems; and (4) Enhancing multi-stakeholder collaboration, particularly with the private sector, NGOs, and local communities, to improve environmental sustainability programs. By integrating these recommendations within a Quad Helix governance model, this research underscores the necessity of synergistic and inclusive environmental law reform in Bandar Lampung, ensuring a resilient, participatory, and ecologically sustainable urban future.
PERMOHONAN MENJADI WALI DALAM PEMENUHAN PERSYARATAN PENDAFTARAN TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN DARAT Ramasari, Risti Dwi; alfian, angga; Rolos, Nikita Veronica
Jurnal Yustisiabel Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/yustisiabel.v7i2.2235

Abstract

ABSTRAKDalam hukum perwalian memiliki arti orang lain selaku pengganti orang tua yang menurut hukum diwajibkan mengawasi dan mewakili anak yang belum dewasa (berusia 18 tahun dan belum menikah), sehingga bisa diartikan sebagai orang tua pengganti terhadap anak yang belum cakap dalam melakukan suatu perbuatan hukum yang di atur pada pasal 330 ayat 3 KUHPer. pada dasarnya Hukum Perdata yang selama ini kita kenal dan ketahui merupakan serangkaian aturan hukum yang mengatur hubungan hukum antara orang yang satu dengan yang lainnya. Pada dasarnya perwalian merupakan hal terpenting bagi kelangsungan hidup anak (anak di bawah umur) atau anak yang masih belum bisa mengurus diri sendiri seperti anak terlantar, baik dalam mengurus harta kekayaan maupun dalam mengurus lingkungannya sendiri atau dengan istilah lain yakni lain yakni anak yang masih belum bisa atau belum cakap dalam bertindak hukum. Oleh sebab itu, sehubungan dengan perwalian yang mengatur tentang kepentingan seseorang dan termasuk dalam Hukum Perdata maka perlulah sekiranya untuk diketahui konsep dari perwalian.