Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DALAM IKLAN QUICK CREDIT LINE BANK #SATSETINAJA! Naufal Afif Bagus Prasetyo; Intan Leliana; Laurensia Retno Hariatiningsih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan iklan digital mendorong perubahan komunikasi visual yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk makna sosial. Salah satu iklan yang memiliki nilai analisis yang signifikan dalam konteks komunikasi visual adalah Quick Credit LINE Bank #SATSETinAJA! yang ditayangkan melalui platform YouTube Ads. Iklan ini menggunakan elemen visual yang kuat seperti warna hijau, karakter ekspresif, dan komposisi dinamis untuk menyampaikan pesan kepada generasi muda, khususnya Gen Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotatif, konotatif, dan mitos yang terkandung dalam komunikasi visual iklan tersebut menggunakan metode semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes untuk mengidentifikasi makna pada setiap simbol-simbol visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Quick Credit LINE Bank tidak hanya menampilkan kemudahan kredit, tetapi juga membangun narasi sosial tentang tekanan ekonomi, kemandirian finansial, dan gaya hidup cepat generasi muda. Simbol-simbol visual dalam iklan memuat makna yang kompleks dan mencerminkan mitos sosial yang tersembunyi. Dengan demikian, iklan ini berhasil menjadi media representasi realitas sosial sekaligus media pemasaran yang efektif dalam menjangkau audiens digital
STRATEGI KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI KARYAWAN (STUDI KASUS DI PT AGUNA SATYA MULYA) Annisa Devianti; Intan Leliana; Laurensia Retno Hariatiningsih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset terpenting yang dimiliki sebuah organisasi, oleh karena itu penting bagi organisasi untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Tingginya motivasi kerja karyawan dapat membantu organisasi mencapai target atau tujuan karena kinerja karyawan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi organisasi yang diterapkan oleh PT Aguna Satya Mulya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan empat teknik pengumpulan data, yaitu: wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi organisasi yang diterapkan oleh PT Aguna Satya Mulya antara lain: melakukan kegiatan family gathering, town hall meeting, uncommon Friday, dan memberikan bonus. Meskipun tidak ada evaluasi formal terhadap penerapan strategi komunikasi organisasi, manajemen PT Aguna Satya Mulya berusaha untuk mengumpulkan feedback dari karyawan melalui komunikasi informal agar dapat dijadikan dasar dalam memperbaiki strategi komunikasi organisasi yang diterapkan sehingga lebih sesuai dengan keinginan dan harapan karyawan
Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Informasi Dan Komunikasi Bagi Followers (Studi Kasus Akun Instagram @BritzoneId) Setiono, Heri; Leliana, Intan; Hariatiningsih, Laurensia Retno
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62144/jikq.v8i1.667

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemanfaatan Instagram @Britzone.id sebagai media informasi dan komunikasi dalam komunitas belajar bahasa Inggris berbasis relawan. Media sosial saat ini tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga berperan sebagai sarana strategis dalam penyebaran informasi dan interaksi dengan audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tim pengelola serta followers aktif maupun pasif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa @Britzone.id memanfaatkan berbagai fitur Instagram seperti feed, story, reels, dan tautan pada bio untuk menyampaikan informasi kelas, kegiatan komunitas, dan promosi merchandise. Konten disajikan secara konsisten dengan visual menarik dan pendekatan kekinian yang sesuai dengan minat generasi muda. Meskipun akun ini memiliki lebih dari 23 ribu pengikut, tingkat interaktivitas masih terbatas, khususnya pada komentar dan partisipasi konten. Temuan penelitian mengonfirmasi konsep interaktivitas dan kolektivitas dalam teori New Media Pierre Lévy. Followers tidak hanya berperan sebagai penerima pesan, tetapi juga turut berkontribusi melalui repost, komentar, dan polling. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya relawan serta kebutuhan menjaga konsistensi konten edukatif.
REPRESENTASI MAKNA KENDURI DALAM FILM ‘SEGO BERKAT’ (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Yusuf Prabowo; Intan Leliana; Laurensia Retno Hariatiningsih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi makna kenduri dalam film pendek berjudul Sego Berkat menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Kenduri merupakan salah satu tradisi masyarakat Jawa yang sarat akan nilai-nilai religius, sosial, dan simbolik. Dalam konteks budaya, kenduri tidak hanya menjadi ritual makan bersama, tetapi juga menjadi simbol solidaritas, penghormatan terhadap leluhur, dan wujud rasa syukur. Film sebagai media komunikasi visual mampu merepresentasikan tradisi tersebut melalui penggunaan tanda-tanda visual dan naratif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Barthes, yang mencakup tiga level makna: denotatif, konotatif, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Sego Berkat menampilkan berbagai simbol budaya seperti sego berkat, doa bersama, serta interaksi sosial yang mencerminkan ideologi masyarakat Jawa. Film ini tidak hanya menyampaikan nilai-nilai budaya secara estetis, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukatif dan pelestarian budaya lokal melalui platform digital seperti YouTube. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian ilmu komunikasi, khususnya dalam memahami representasi budaya melalui media film
ANALISIS NARATIF GAYA SATIR DALAM PROGRAM MEET NITE LIVE TELEVISI BERITA METRO TV Dila Pratiwi; Intan Leliana; Laurensia Retno Hariatiningsih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengkaji gaya satir dan struktur naratif dalam acara "Meet Nite Live" di Metro TV, sebuah saluran berita yang terkenal serius dan formal. Di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan sikap audiens, televisi nasional perlu menyesuaikan diri. "Meet Nite Live" hadir sebagai jawaban Metro TV terhadap permintaan ini, mengadopsi konsep newstainment yang mengintegrasikan unsur hiburan dengan penyampaian berita melalui pendekatan santai, interaktif, monolog satir, dan komedi untuk membahas isu-isu terbaru. Rumusan masalah penelitian ini berpusat pada bagaimana Metro TV menerapkan konsep newstainment lewat "Meet Nite Live", terutama dalam penerapan gaya satir, tanpa mengorbankan identitas dan kredibilitasnya sebagai saluran berita yang serius dan formal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi strategi presentasi, elemen-elemen tertentu. Newstainment dan satir yang diterapkan, serta cara Metro TV mengimbangi kedua pendekatan tersebut. Studi ini akan mengkaji secara mendalam gaya satir dan struktur naratif yang terdapat dalam program "Meet Nite Live" di Metro TV. Dalam konteks akademis, studi ini diharapkan mampu memberikan sumbangan terhadap pembangunan teori. Newstainment dan jurnalisme satir, berperan sebagai studi kasus inovasi jurnalisme, serta menjadi acuan bagi penelitian berikutnya tentang interaksi antara berita dan hiburan. Secara praktis, studi ini memberikan saran positif untuk Metro TV dalam menilai efektivitas program dalam menarik pemirsa baru dan menjaga reputasi. Untuk sektor media, studi ini memberikan pemahaman mengenai penerapan newstainment, sementara bagi masyarakat/audiens, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman media agar lebih kritis dalam menyikapi informasi dalam bentuk news entertainment
Representasi Simbol Religi Dalam Film Kuasa Gelap (Analisis Semiotika Roland Barthes) Paskah Paskalis Aditya Putra Way; Intan Leliana; Laurensia Retno Hariatiningsih
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film sebagai produk budaya populer tidak hanya menyampaikan hiburan, tetapi juga mengandung pesan simbolik yang merepresentasikan nilai-nilai tertentu, termasuk nilai religius. Film Kuasa Gelap merupakan salah satu film horor Indonesia yang menampilkan simbol-simbol religius dalam narasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana simbol-simbol religi direpresentasikan dalam film Kuasa Gelap melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis semiotik terhadap adegan-adegan kunci dalam film yang memuat simbol-simbol keagamaan. Analisis dilakukan melalui dua tingkat pemaknaan Barthes, yaitu denotasi dan konotasi, serta mitos sebagai bentuk pemaknaan ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Kuasa Gelap merepresentasikan simbol religi tidak hanya sebagai elemen pelengkap, tetapi juga sebagai bagian penting dalam membangun narasi tentang pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Simbol-simbol seperti salib, doa, dan ritual keagamaan dimaknai ulang menjadi representasi mitos kekuatan ilahi melawan kuasa gelap. Temuan ini menunjukkan bahwa film dapat menjadi media efektif dalam mereproduksi dan menyampaikan nilai-nilai religius secara simbolik kepada masyarakat.
Strategi Komunikasi Orang Tua Tunggal Dalam Menjaga Kesehatan Mental Anak Pasca Perceraian Sartika, Dewi; Intan Leliana; Laurensia Retno Hariatiningsih
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i1.258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh orang tua tunggal dalam menjaga kesehatan mental anak pasca perceraian. Perceraian seringkali menimbulkan dampak psikologis yang signifikan bagi anak, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dalam memberikan dukungan emosional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam kepada orang tua tunggal yang memiliki anak usia sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi utama yang digunakan, yaitu keterbukaan komunikasi, pemberian dukungan emosional, dan penanaman rasa aman melalui pola asuh konsisten. Keterbukaan komunikasi dilakukan dengan memberikan ruang dialog dua arah agar anak dapat mengekspresikan perasaannya. Dukungan emosional diberikan melalui empati, perhatian, dan validasi perasaan anak. Sementara itu, penanaman rasa aman diwujudkan dengan konsistensi dalam aturan serta rutinitas keluarga. Keseluruhan strategi ini berkontribusi dalam mengurangi kecemasan, meningkatkan kepercayaan diri, serta menjaga keseimbangan emosional anak pasca perceraian.
Satir Resistensi Kebijakan Covid 19 Di Twitter Irwanto, Irwanto; Hariatiningsih, Laurensia Retno; Ningtyas, Dito Anjasmoro
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i2.15597

Abstract

This paper is motivated to reveal the satirical messages of netizens on Twitter social media regarding their resistance to Covid 19 policies and rules. Descriptive qualitative is used as a method to answer the main problem in this research. The research subjects were determined through purposive techniques on satirical tweets of netizens regarding Covid 19 policies and rules. Data analysis is carried out with MAK Halliday's social semiotics and the elaboration of the results with the theory used. Through this method, researchers can find out, understand and comprehensively describe the satirical messages about Covid 19 policies and rules constructed by netizens. In this context, the satirical messages constructed in netizen tweets are part of the creativity in message packaging. The communication symbols used are diverse. Communication motives in the form of criticism or suggestions, ideas, and opinions of netizens can be packaged in the form of satire. It takes enough reasoning and knowledge to be able to digest the full meaning of satire. Constructing messages with satire is an alternative choice so that messages can be effective, received comfortably, and avoid legal sanctions. 
Representasi Pesan Moral Pada Film Rumah Masa Depan Mariza, Khairunnisa; Irwanto, Irwanto; Hariatiningsih, Laurensia Retno
Jurnal Media Penyiaran Vol. 4 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v4i2.7483

Abstract

Film merupakan audio visual dan juga media komunikasi yang cukup terkenal dijaman sekarang, serta film telah menjadi salah satu media komunikasi yang cukup berpengaruh dalam masyarakat. Film dapat mempengaruhi pandangan dan sikap penonton terhadap berbagai isu moral. Pesan moral yang terdapat dalam film tidak hanya mencerminkan pandangan pembuat film tetapi dapat mempengaruhi dan membentuk nilai masyarakat. Film yang kaya akan pesan moral dapat digunakan sebagai media pendidikan, pembentuk karakter, dan refleksi sosial. Karena film dapat membangkitkan emosi ataupun mempengaruhi tindakan penonton dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu film yang mengandung pesan moral yaitu Film Rumah Masa Depan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan cara pesan moral direpresentasikan pada film Rumah Masa Depan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika John Fiske melalui level realitas, level representasi, dan level ideologi. Dari hasil penelitian menunjukkan representasi pesan moral dalam film Rumah Masa Depan yang dilihat dari tiga level yang dikemukakan John Fiske. Pada level realitas, pesan moral dapat dilihat dari aspek penampilan, perilaku, cara berbicara, ekspresi, dan riasan. Pada level representasi, yang menggambarkan pesan moral tercermin melalui aspek kamera, pencahayaan, dialog, dan backsound. Level ideologi dapat disimpulkan, penggambaran pesan moral yang ada pada film Rumah Masa Depan adalah ideologi individual yang positif.
Membongkar Resistensi Digital: Analisis Gerakan #KaburAjaDulu Sebagai Kritik Pada Platform X Irwanto; Tommi Parnando; Laurensia Retno Hariatiningsih
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jpr.v6i2.9568

Abstract

Gerakan #KaburAjaDulu di media sosial, khususnya platform X, telah menjadi fenomena yang mencerminkan ketidakpuasan warganet Indonesia terhadap kinerja dan kebijakan pemerintah pada awal 2025, terutama di era kepemimpinan Prabowo Subianto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk resistensi warganet terhadap pemerintah melalui gerakan tersebut, dengan fokus pada dinamika komunikasi politik digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan analisis tematik. Data dikumpulkan melalui observasi dan telaah terhadap konten yang menggunakan tagar #KaburAjaDulu, dokumen terkait serta studi Pustaka. Dengan analisis tematik terungkap bahwa  resistensi warganet terhadap pemerintah memiliki beragam bentuk, yaitu resisten-solutif, resisten-satir, resisten-frontal namun negosiatif. Resistensi solutif terlihat pada cuitan Anies Baswedan yang mengajak diaspora berkontribusi sambil tetap mencintai Indonesia, sementara resistensi satir muncul melalui unggahan @ARSIPAJA  yang menyindir Prabowo sebagai “#KaburAjaDulu batch pertama.” Resistensi frontal dan negosiatif ditemukan pada cuitan @wagimandeep212  yang menantang pernyataan Bahlil Lahadalia tentang nasionalisme pekerja migran dengan menyandingkan narasi tandingan. Penelitian ini mengungkap bahwa media sosial menjadi ruang penting untuk ekspresi resistensi, sekaligus memperkuat wacana kritis terhadap kebijakan pemerintah, meskipun berisiko memicu polarisasi di kalangan audiens digital.