Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Communication

Konstruksi Pesan Penjaja Kuliner Ramadhan Pada Media Sosial Instagram Irwanto, Irwanto; Hariatiningsih, Laurensia Retno; El Hidayah, Nur Iman; Ningtyas, Dito Anjasmoro
Communication Vol 15, No 1 (2024): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v15i1.2556

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh maraknya penggunaan platform media sosial Instagram menjadi pilihan publik untuk berkomunikasi di alam maya. Termasuk juga dalam penyebaran pesan komunikasi yang dilakukan oleh penjaja kuliner Ramadhan. Bulan suci bermakna signifikan bagi umat muslim. Pada bulan ini terdapat waktu sakral yakni mulai dan berakhirnya saum. Kedua waktu tersebut menjadi unsur penting dalam ibadah Ramadhan. Umat muslim menaruh perhatian pada hal tersebut, termasuk menu makanannya. Pada sisi lain hal ini dimanfaatkan oleh penjaja kuliner Ramadhan untuk meningkatkan penjualannya dengan menyebarkan informasi kuliner Ramadhan melalui media sosial Instagram. Hal tersebut didukung oleh kekuatan media sosial Instagram yang efektif, efisien dan mampu menjangkau khalayak luas.  Teknologi serta fitur yang disematkan pada media sosial tersebut juga mampu merepresentasi serta mengakomodir keinginan berbagi variasi lambang komunikasi dalam mengkonstruksi pesan yang dimaksud. Tujuan penelitian ini untuk menelaah mengenai presentasi lambang komunikasi penjaja kuliner tersebut pada media sosial Instagram. Untuk menindaklanjuti telaah tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.  Peneliti memilih informasi yang sesuai dengan subjek serta objek penelitian yakni akun Instagram penjaja kuliner Ramadhan yang mengkonstruksi pesan untuk kepentingan peningkatan kuantitas penjualan. Di sini terungkap para penjaja kuliner Ramadhan memiliki motif komunikasi yang sama namun gunakan lambang komunikasi yang berbeda. Lambang komunikasi yang berupa teks dan foto tersebut tercipta oleh proses konstruksi.   
Digital Resistance to Social Media Taxation: A Semiotic Analysis of Protest Discourse on Platform X Irwanto, Irwanto; Hariatiningsih, Laurensia Retno; Yunita, Ria; Irhamdhika, Gema; Bender, George Wilhelm
Communication Vol 17, No 1 (2026): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/Comm

Abstract

This study examines netizen resistance to Indonesia's proposed 2026 social media tax policy. It employs a qualitative analysis of interactions on Platform X. This research employs van Leeuwen's (2015) social semiotics and W. Lance Bennett and Alexandra Segerberg's (2015) connective action theory, in analyzing how users construct collective resistance narratives. These narratives emerge through multimodal signs and personalized participation. Data from influential accounts, including @kompascom, @detikcom, and individual netizens, reveal three key resistance patterns. First, users construct injustice narratives using words like "targeting" and surveillance icons. Second, digital interactions connect personal frames to collective action through sarcasm and metaphors. Third, multimodal compositions such as infographics, binary signs, and temporal strategies enhance narrative coherence. The findings indicate that netizens frame the tax policy as both an economic burden and a mechanism of social control, articulating fear of privacy violations and systemic injustice. The integration of semiotic analysis with connective action theory reveals how platform affordances facilitate resistance without a hierarchical organization. This transformation positions X as a digital public sphere for political contestation. This research contributes to the understanding of contemporary digital resistance in Global South contexts. It highlights how algorithmic amplification and multimodal communication shape the perceptions of policy legitimacy in Indonesia's evolving digital democracy. The study also underscores the need for more transparent policy communication. Finally, it provides a theoretical framework for analyzing digital protest in post-authoritarian societies. Keywords: Digital Resistance, Social Media Tax Policy, Connective Action, Social Semiotics, Platform